Minggu, 01 November 2015

Akhirnya Berhasil Sampai Ngruki dengan Modal Nekad

Gambar 1. Kopdar IIDN Solo
Sumber: dok.pri
Seumur-umur baru sekali ini saya melakukan perjalanan jauh. Biasanya saya selalu diantar suami bila bepergian jauh. Seandainya suami tak ada di rumah, kalau tidak naik angkutan umum, saya tidak diizinkan naik sepeda motor sendiri.
Bagi orang lain jarak antara Karanganyar-Solo hanya dekat saja. Berbeda dengan saya, saya membayangkan pos-pos tertentu yang saya pakai untuk acuan kesuksesan saya menempuh perjalanan. Berlebihan? Ya, mungkin.
Hari ini suami melayat kemudian dilanjutkan bersilaturahmi ke rumah temannya. Anak-anak ikut serta. Saya memberanikan diri naik sepeda motor karena suami sudah memberi izin. Modal saya adalah nekad, bensin full (bukan bengsin lo, kalau bahasa jawa memang bengsin kali), rute sekedarnya, uang secukupnya dan doa.
Dengan kecepatan 30 km/jam, saya menempuh perjalanan Karanganyar-Ngruki selama 1 jam. Plok-plok, berhasil-berhasil. Demikian juga waktu pulang, kecepatan dan waktu tempuhnya sama.
Mungkin karena suami khawatir, maka dia menelpon saya. Saya baik-baik saja. Alhamdulillah saya sampai Ngruki lalu tiba di rumah dengan selamat. Teman-teman saya yang bergabung di IIDN Solo memberikan selamat pada saya. Soalnya mereka tahu keadaan saya yang belum pernah muter-muter sendiri. Terima kasih suami dan teman-teman IIDN Solo yang sudah memberikan dukungan kepada saya untuk bergabung dan ikut KOPDAR. Sampai di rumah saya dikejutkan dengan oleh-oleh sayuran yang dibawa suami. Ada sawi, labu siam, daun bawang dan tomat.
Gambar 2. Sayuran dari Ngargoyoso
Sumber: dok.pri
Karanganyar, 1 Nopember 2015