Sabtu, 23 Januari 2016

Alasan Saya Tidak Ikut Kunjungan Industri Dan Study Tour ke Bali

Gambar 1. Lihat Kesenian Tradisional dari Dekat
dok.Faiqah Nur Fajri
Pada tanggal 25-31 Januari 2016, keluarga besar SMK Tunas Muda, siswa-siswi, guru dan karyawan mengikuti kunjungan industry dan study tour ke Bali. Kunjungan industry diadakan di Malang dan Bali. Sedangkan tournya memilih Bali di mana obyek wisatanya cukup banyak. Acara ini sifatnya wajib. Akan tetapi karena saya ada halangan, maka saya minta izin tidak bisa ikut.
Saya tidak ikut dalam acara ini dengan alasan kondisi kesehatan si kecil tidak memungkinkan untuk ditinggal. Si kecil beberapa waktu yang lalu mengalami patah tulang lengan atas. Sampai sekarang masih terapi. Suami saat ini sedang ada tugas dari dinas dikpora menjadi wasit Renang pertandingan tingkat Provinsi dalam rangka Memperingati Ulang Tahun DPRD Karanganyar. Selama beberapa hari suami berangkat pagi-pagi dan pulangnya menjelang maghrib. Kebetulan saya tidak memiliki asisten rumah tangga, sehingga sehari-hari si kecil berada di Taman Penitipan Anak dari pulang TK sampai jam 4.
Dengan alasan inilah saya tidak mengikuti kegiatan kunjungan industry. Kalau kondisi si kecil dalam keadaan sehat, mungkin saya bisa menitipkannya pada saudara selama saya tinggal dan suami belum pulang. Sedangkan Faiq sudah bisa mengurus dirinya sendiri tanpa saya dan suami. Tapi Faiq tidak bisa menemani adiknya dalam jangka waktu lama. Faiq takut kalau nanti ada apa-apa.
Ya mohon dimaklumi, suami saya dapat herek-herek dari dinas dikpora langsung. Ternyata yang dipilih menjadi wasit renang bukan sembarang orang, ada criteria khusus. Bukan saya menomorduakan tugas saya. Tapi sungguh, kondisi ini sangat darurat.
Mosok sih, seorang ibu tega meninggalkan anaknya dalam keadaan sakit untuk mengikuti study tour? Di mana tiap malam hari dan pagi hari si anak sangat tergantung dengan ibunya. Kecuali kalau  usia si anak sudah mencapai usia mandiri, mungkin bisa ditinggal.
Karanganyar, 23 Januari 2016