Minggu, 31 Januari 2016

Family Time, Gerakan Tanpa Gadget

Gambar 1. Mengatur posisi almari
dok.pri
Sejak beberapa hari yang lalu, dhenok ingin mengecat kamarnya sendiri. Saya sangat setuju, saya bilang itu mama banget waktu masih SMA.
Selama ini untuk hal-hal yang sederhana dan bisa dikerjakan sendiri, suami selalu menyuruh orang untuk melakukan pekerjaan tersebut. Contohnya memperbaiki gorong-gorong yang ambles karena dilewati kendaraan besar dan mengecat rumah. Sebenarnya semua bisa dikerjakan sendiri, yang penting ada rasa hepi dulu, tak perlu pasang target dan hasilnya sempurna. Asal aman dan dilihat tidak bikin orang lain berkomentar beres, bukan?
Gambar 2. Senjata Pengecatan
dok.pri
Ketika saya remaja, saya dan keempat saudara perempuan selalu membantu bapak. Pekerjaannya bisa dianggap enteng, bisa juga dianggap berat. Contoh : ikut menjadi tukang di rumah sendiri ketika renovasi rumah, tembok diplester, memperkeras lantai dan mengecat rumah.
Untuk mengecat rumah, kami juga ikut naik tangga atau meja yang disusun agar bagian tinggi terjangkau. Kami mengerjakan dengan hepi. Bagi kami jangan sampai mengeluarkan uang untuk mempercantik rumah sendiri. Maklum, bapak saya tukang dengan penghasilan pas-pasan. Semua dihitung dengan rupiah bila mengandalkan tenaga orang lain. Mencari rupiah juga sulit, sedangkan kami sekeluarga membutuhkan makan dan biaya sekolah.
Jaman dulu tidak sama dengan sekarang. Dulu yang namanya bantuan/bea siswa tidak semudah sekarang mendapatkannya. Sekarang, sekolah dari SD sampai perguruan tinggi ada bantuan dari pemerintah. Alhamdulillah, meski dalam keadaan sulit bapak dan ibu bisa menyekolahkan anak-anak.
Kembali masalah mengecat rumah. Hari Minggu ini saya, suami dan anak-anak bersiap-siap untuk mengecat kamar. Mengecat kamar sebisanya dan kami sepakat tidak akan memegang hape selama pekerjaan belum selesai.
Gambar 3. Ayo mengecat
dok.pri
Rupanya dhenok dan thole semangat banget memainkan kuas. Alhamdulillah, dengan keringat yang bercucuran akhirnya selesai juga. Tahap berikutnya membersihkan kuas dan wadah yang digunakan untuk menaruh koloid cat (bahasane wong kimia, koloid gitu).
Setelah selesai, ternyata si thole diajak ayah ke lapangan tenis. Malah dengan pe de thole memakai sepatu. Dia siap mengayunkan raket setelah dua bulan absen mengayunkan raket tenis karena tangannya patah.
Tinggallah saya dan dhenok menyelesaikan semua sampai mengatur posisi dipan dan almari. Karena dhenok ingin berganti suasana, maka kamar saya juga ganti suasana. Lumayanlah, hari ini pengiritan dana sampai 60 ribu rupiah. Asyikkk
Begitu pekerjaan selesai, waktunya diizinkan membuka hape. Ternyata hape saya sepi pengunjung. Ada 2 berita, itu pun tak terlalu penting. Berarti, sebenarnya kita putus hubungan dengan hape atau gadget beberapa jam tak terlalu berpengaruh (kecuali pelaku bisnis).
Saya memang tidak ketergantungan hape. Kadang saya membatin kok orang-orang kalau sudah pegang hape sepertinya tak mau menaruh hape barang sebentar. Terus sekarang berkembang budaya ndhingkluk (menunduk).
Ada keuntungan yang saya dapat hari ini. Pertama, menghemat biaya ongkos tukang. Kedua hemat pulsa dan yang ketiga adalah dengan kebersamaan ini kami benar-benar bisa menikmati hari libur bersama. Bisa ngobrol berempat. Kesempatan langka ini bisa kami dapatkan kalau kami agendakan. Kebersamaan seperti ini tidak setiap hari bisa kami dapatkan.
Ternyata Family Time, Gerakan Tanpa Gadget sangat bermanfaat lo.
Karanganyar, 31 Januari 2016