Selasa, 28 Juni 2016

Sensasi Mudik Mendekati Lebaran

Mudik=ngumpul
dok.pri
Sensasi Mudik Mendekati Lebaran
Keluarga Yogyakarta dalam waktu dekat ini akan mengadakan bukber dengan tetangga sekitar rumah. Sudah diambil kesepakatan bahwa bukber diadakan hari Sabtu, 2 Juli 2016. Itu artinya saya harus segera pulang. Saya harus merampungkan pekerjaan.

Oleh karena suami belum selesai pekerjaannya, maka nanti saya hanya diantar ke Yogya, selanjutnya suami kembali ke rumah. Sebelum meninggalkan rumah, ada yang perlu saya lakukan untuk menyelamatkan barang-barang saya.
1.     Supaya barang-barang aman dari amukan hujan yang tiba-tiba datang, saya harus menutupi tempat tidur, rak buku, dan lain-lain.
2.     Lubang sela-sela pintu harus saya tutup rapat, agar binatang melata tidak masuk. Biasanya kalau ada lubang yang terbuka, kadal masuk rumah. Nah, bau kotorannya ini yang bikin geram. Ular sawah juga suka nyelonong masuk rumah tanpa permisi. Moga-moga hal ini tidak terjadi lagi.
3.     Menitipkan/mengamankan barang-barang berharga ke pegadaian.
4.     Mengamankan keran air, tabung gas, dan stopkontak.
5.     Yang terakhir mengamankan ayam-ayamnya Thole. Ini yang membuat saya selalu menunda mudik. Ah, kenapa mudik saya selalu dikalahkan oleh ayam? Kan bisa saja si ayam dikasih uang saku, toh dekat warung soto dan warung makan. [lupakanlah, semoga ayamnya sehat selama saya tinggal mudik]

Mudik mengendarai sepeda motor melewati desa-desa. Udara sejuk, perjalanan dinikmati dengan santai. Sampai di Yogyakarta, sorenya membeli dawet dan cincau di Dongkelan.

Lo, rasanya saya sudah menjalani acara mudik tersebut. Mudik memang memiliki sensasi tersendiri. Apalagi waktu mudik mendekati lebaran. Wah, jadi pingin segera angkut-angkut barang.

Karanganyar, 28 Juni 2016