Sabtu, 06 Agustus 2016

Ide Faiz Memindahkan Barang dengan Skateboard

Ide Faiz Memindahkan Barang dengan Skateboard
Banyak permainan tanpa gadget yang masih saya lakukan untuk mendampingi Thole, 6 tahun. Sejak kecil Thole (ketika itu 3 tahun)  suka dengan aktivitas mengikat barang. Thole belum banyak bicara, cenderung diam. Dua tempat duduk plastik kecil (bahasa jawanya: dhingklik), diikat dalam artian disambung. Beberapa mobil-mobilan, truk, juga disambung dengan cara diikat dengan tali rafia atau tali plastik.  
Sampai sekarang aktivitas mengikat barang-barang ini menjadi perhatian besar saya. Lebaran tahun ini, Thole minta papan luncur (skateboard). Waktu itu kami sedang mudik. Saya dan suami bertanya, Thole lihat di mana kok tiba-tiba minta papan luncur. Katanya, dia melihat ketika diajak puter-puter keliling kota Yogya.
Jelas tidak mungkin membeli papan luncur di Yogya. Soalnya akan kesulitan membawanya. Kami mudik PP naik sepeda motor. Bahkan ketika pulang, saya justeru ditinggal di Yogya. Suami, Dhenok dan Thole balik duluan.
Sampai di rumah, saya kaget. Thole bermain papan luncur. Papan luncur digunakan untuk membawa barang-barang. Tentu saja tumpukan buku, dan mainannya diikat kuat dengan tali rafia di atas papan luncur. Ada yang diikat dengan cara disambung bagian belakangnya. Di bagian lain papan luncur diikat dengan tali plastik. Rupanya dia tahu bahwa membawa barang dengan papan beroda lebih ringan dan lebih gampang.
Sampai sekarang, Thole lebih tertarik bermain tali-temali dibanding yang lainnya. Tentang bermain dengan tali yang terakhir adalah membuat ketapel (plintheng). Ternyata bermain dengan tali lebih asyik daripada bermain gadget.

Karanganyar, 6 Agustus 2016