Kamis, 25 Agustus 2016

Manfaat Mesin Jahit Bagi Ibu Rumah Tangga

Manfaat Mesin Jahit Bagi Ibu Rumah Tangga
Saya mulai menjahit (artinya benar-benar bisa menjahit baju pas dikenakan di badan) sekitar tahun 2001. Waktu itu saya mengikuti kursus menjahit. Sebenarnya bukan kursus, melainkan belajar menjahit.
Pelajaran pertama menjahit adalah menggambar pola (sampai bosan, tiap bertemu guru menjahit Cuma menggambar pola). Lantas dilanjut membuat baju/rok (sederhana) dengan perbandingan tertentu. Akhirnya saya membuat baju/rok dengan ukuran sebenarnya. Kala itu saya menggunakan mesin jahit Ibu mertua.
Sampai beberapa tahun, saya memakai mesin jahit Ibu. Akhirnya saya membeli sendiri. Bukan mesin jahit baru, melainkaan setengah pakai. Alhamdulillah, dengan memiliki mesin jahit, saya bisa membuat pakaian sederhana. Dengan catatan pakaiannya tidak memakai saku dalam dan tidak memakai krah. Sebenarnya kalau mau mencoba, tentu saya bisa. Tapi saya ingin yang praktis saja.
Saya membuat baju khusus untuk saya dan Dhenok. Tidak menerima pesanan jahitan untuk orang lain. Tidak menerima pesanan jahitan untuk suami dan kaum Adam. Bukan saya sombong, saya cukup tahu diri. Kemampuan saya sekedar menjahit pakaian untuk saya kenakan sendiri (kalau Dhenok sekarang bisa memakai karena ukuran baju hampir sama). Kalau untuk orang lain, saya takut tidak bisa jadi bajunya. Hehe maklum bukan penjahit professional.
Celana panjang dan rok, saya buat yang praktis tidak memakai retsleting melainkan pakai elastik. Kalau ada yang mudah kenapa harus memilih yang repot? Tapi beneran loh, saya bisa memasang retsleting dengan manis. Bisa memasang ban pinggang dengan sukses.
Saya memanfaatkan mesin jahit untuk berbagai keperluan. Contoh membuat sprei, sarung bantal, menjahit pakaian yang sobek, menjahit sarung dan lain-lain. Menurut saya, tak ada ruginya memiliki mesin jahit. Tak sia-sia saya mengeluarkan uang untuk membeli mesin jahit.
Bagi saya mesin jahit adalah benda yang “wajib” saya miliki. Apalagi sekarang Thole membutuhkan celana panjang yang banyak. Sejak sekolah di pondok, Thole belajar membiasakan diri memakai celana panjang, termasuk bila bepergian. Sekarang jarang mengenakan celana pendek  Kalau beli celana panjang kan mahal. Mending membuat sendiri yang praktis, yaitu celana panjang berelastik. Ternyata mesin jahit sangat bermanfaat bagi Ibu rumah tangga seperti saya.
Semoga saya bisa mengembangkan ketrampilan menjahit saya. Saya memang orang yang sederhana, buat baju juga yang sederhana. Itu sesuai banget dengan pribadi saya (halahhh, apa karena tidak bisa menjahit yang rumit? Kira-kira begitu jawabannya).

Karanganyar, 25 Agustus 2016