Sabtu, 08 April 2017

GROUP WA TEMPAT MENJALIN PERTEMANAN BUKAN TEMPAT UNTUK BERTENGKAR

Bismillah, Alhamdulillah, hari ini saya masih diberikan nikmat sehat dan umur panjang. Betapa saya sangat bersyukur karena mendapatkan oksigen secara gratis, dapat makan makanan tanpa berpantang. Syukur-syukur dapat makanan secara gratis/cuma-cuma.

Tidak lupa saya terus bersyukur diberi nikmat iman, rezeki barokah, saudara-saudara yang baik hati, keluarga yang senantiasa memberikan dukungan, dan teman-teman yang baik. Teman-teman yang saya maksud adalah teman di dunia nyata maupun teman di dunia maya.

Meskipun di dunia nyata belum pernah bertemu dengan teman di dunia maya, tapi saya berusaha untuk tetap santun dalam bergaul. Saya berusaha untuk mengikuti pertemanan dengan baik dengan teman di dunia maya.

Sudah umum, sebagian dari kita  memiliki alat komunikasi yang bisa terhubung dengan teman di dunia maya lewat WA. Mungkin dari kita masuk dalam group WA tertentu dengan berbagai kepentingan. Akan tetapi, jelas, keikutsertaan kita dalam suatu group WA memiliki niat yang baik yaitu menjalin komunikasi dengan teman secara baik.

Namun, kadang-kadang ada suatu hal yang membuat kita tidak merasa nyaman dengan pembicaraan/topik/tema/bahasan dalam obrolan. Biasa, itu wajar-wajar saja. Kalau sekiranya kita tidak sepaham dengan pendapat orang lain, maka langkah yang terbaik adalah diam. Tujuannya agar tidak terjadi gesekan antar anggota group.

Mungkin, kita merasa pendapat kita paling benar, tapi tahanlah. Apa yang kita anggap baik dan benar, belum tentu di mata orang lain kita 100% benar. Kalau kita merasa tidak cocok dengan seseorang (anggota group), bila ingin menegur atau mengingatkan, cukuplah dengan chat pribadi. Jangan sekali-kali menjatuhkan wibawa orang lain di hadapan orang banyak (dalam hal ini konteksnya di group WA, berarti tidak berhadap-hadapan).

Dalam berkomunikasi, meskipun tidak ada aturan tertulis hitam di atas putih, sebaiknya tetap menomorsatukan kebersamaan. Misalnya ada sendau gurau dan canda, jangan terlalu berlebihan. Sebab bercanda berlebihan justeru berakibat tidak baik. Jangan mudah tersinggung dan menyinggung perasaan anggota group. Sekali lagi, tahan!

Kalau semua bisa menahan diri untuk emosi, saya yakin, dalam suatu group akan memberikan manfaat dan memberikan kesan yang baik.

Ada suatu pengalaman: terpaksa saya mengundurkan diri dengan cara pamit, sebelumnya minta maaf dahulu. Penyebabnya adalah dalam group yang sering ada guyonan ini, ternyata ada yang tersinggung. Jadilah salah satu dari mereka marah-marah tak terkendali. Yang satunya lagi (merasa bersalah) minta maaf, baik di group maupun chat pribadi. Tetap saja yang satu marah-marah. Anehnya, kalimat yang dilontarkan tidak ada hubungan sama sekali dengan akar permasalahan.

Saya merasa kok tidak sehat lagi ya pembicaraannya. Saya tidak nyaman kalau seperti ini. Padahal anggoita group setiap hari bertemu di perguruan. Setelah diingatkan : jangan sampai pertengkaran di dunia maya dibawa ke dunia nyata. Yaelah, tetap saja yang terlanjur emosi menulis : jangan ikut campur urusan pribadi.

Mohon maaf, saya kok tidak nyaman ya. Bye-bye.
Ternyata, tidak gampang untuk menahan diri. Padahal, kalau setiap hari bertemu di perguruan, apakah nanti tidak merasa kikuk? Yang penting saya tetap berbuat baik pada seseorang meskipun orang tersebut pernah melukai saya.


Karanganyar, 8 April 2017