Sabtu, 29 April 2017

Menulis Artikel Panjang Tidak Mudah, Harus Melalui Proses

Merdeka
dok.pri

Seorang teman guru pernah mengatakan bahwa beliau tidak bisa memberikan komentar dengan kalimat panjang. Beliau heran terhadap teman-teman yang bisa menulis komentar dengan kalimat-kalimat panjang. Dengan catatan komen di sini bukan sekadar copy paste. Teman saya juga heran dengan komentar saya dengan kalimat panjang dengan sedikit kesalahan.
Kalau menulis di hape, ikut mengomentari pesan WA teman, saya memang beberapa kali mengedit tulisan selayaknya membuat artikel untuk dikirimkan ke media. Akan tetapi, bila menulis status di facebook, statusnya cukup panjang, itu bukan berarti saya menuliskannya dari hape langsung. Biasanya, untuk menulis status yang panjang, terlebih dahulu saya menulis di laptop. Tulisan tersebut bukan sekali nulis terus diposting. Saya sering menyimpan tulisan tersebut barang semalam. Hari berikutnya barulah saya melakukan penyuntingan. Sebisa mungkin tidak banyak kesalahan dalam menulis.
Bisa saja saya menulis artikel sebanyak 5 halaman kuarto, kemudian saya posting di facebook. Bagi pembaca yang sealiran dengan saya (maksudnya suka membaca dan menulis), tulisan saya mungkin dianggap biasa saja dalam artian pembaca tidak merasa jenuh atau malas membaca. Akan tetapi, bagi para pembaca status fb kebanyakan, status saya dirasa terlalu panjang.
Ada seorang teman yang bilang ke saya, kalau nulis status itu mbok intinya apa gitu, jangan panjang-panjang. Saya jawab intinya: ya pokoke. Hahaha
Bagaimana kita mau menyampaikan sesuatu biar tidak ada lagi pertanyaan dari pembaca? Jawabnya adalah menulislah dengan jelas. Penjelasannya mudah dimengerti, kalau bisa ada acuan/referensi yang valid.
Kadang-kadang, pembaca menanyakan sesuatu yang sebetulnya pada tulisan itu sudah jelas ada. Oleh karena pembaca tidak membaca sampai selesai, maka mencari jurus jitu bertanya.
Alhamdulillah, kalau tulisan saya mendapatkan tanggapan dari pembaca, entah itu tanggapan positif atau kritik dan saran. Bagi saya, komentar dari pembaca adalah masukan yang sangat berarti. Saya sangat terbuka terhadap masukan untuk memperbaiki kualitas tulisan saya.
Kalau ada komentar yang cenderung negatif dan tidak layak, saya tidak akan menanggapi. Sebab, kalau komentar yang tidak layak tetap kita tanggapi, akhirnya membuka debat kusir.  
Bagi saya, menulis status fb atau artikel yang panjang adalah sarana untuk belajar menulis. Sudah lama saya ingin bisa menulis. Kalau saya tidak langsung praktek menulis, kapan lagi bisa menulis? Beruntung kegiatan menulis saya tidak mengganggu pekerjaan pokok dan pekerjaan IRT.
Ada waktu untuk menulis. Saya bisa bebas menulis kalau si kecil sudah istirahat, tidur malam. Kalau si kecil belum tidur, biasanya baru membuka laptop saja sudah diprotes,”Mami tidak boleh nulis.” Setelah itu tutup laptop, sambil memikirkan ide-ide yang bersliweran.

Karanganyar, 29 April 2017