Jumat, 14 April 2017

PENULIS HARUS JELI MENANGKAP IDE

Dahulu, ketika laptop saya hilang dicuri maling, sehari kemudian saya dihubungi polisi. Tiga polisi langsung menuju sekolah tempat saya mengajar. Waktu itu, saya berada di rumah menenangkan diri untuk berdamai dengan musibah. Batin saya, kok polisi tahu kalau saya kehilangan laptop. Saya langsung mengambil kesimpulan kalau laptop sudah berada di tangan polisi kurang dari 24 jam. Padahal saya belum membuat laporan di kantor polisi.

Saat saya bertanya kok pak polisi tahu kalau saya kehilangan laptop? Salah satu di antara mereka bilang polisi itu duduk di kantor tapi telinganya ada di mana-mana.

Halah pak, pasti sampeyan sudah buka laptop saya kan? Saya kehilangan laptop di rumah. Kok sampeyan mencari saya di sekolah, padahal kita ndak saling kenal. Di laptop saya kan ada naskah-naskah dengan biodatanya dan alamat yang saya pakai/tulis adalah alamat sekolah.

Lupakan peristiwa saya kemalingan laptop. Sekarang fokus pada telinganya ada di mana-mana. Saya pernah diledek teman, katanya kalau punya cerita lucu jangan diceritakan keras-keras supaya saya tidak mendengar. Alasannya adalah karena apapun yang saya dengar dan bisa ditulis bisa mendapatkan uang. Tiga kali tulisan saya “Cerita Humor Jon Koplo” di Solopos dimuat. Ketiganya adalah hasil nguping cerita teman-teman.

Itu baru ide datang dari seputar sekolah. Belum lagi kalau saya berjalan-jalan atau makan-makan. Semua bisa saya tulis. Ide tulisan memang bertebaran di mana-mana tapi kalau kita tak jeli menangkap dan segera menuliskan, ide akan hilang begitu saja tanpa bekas.

Beberapa teman memang dengan suka rela mau menceritakan pengalamannya. Mereka sadar sepenuhnya kalau apa yang diceritakan akan saya tulis. Mereka senang-senang saja. Saya juga dengan ikhlas bagi-bagi jajanan dari honor pemuatan cerita lucu. Ada hubungan simbiosis mutualisme.

Untuk tulisan yang saya tayangkan di blog, bisa jadi tulisan tersebut hasil dari saya membaca, oleh-oleh dari jalan-jalan, peristiwa mengejutkan di kantor dan lain-lain. Oleh karena saya suka menulis tentang keseharian maka saya tidak membatasi hanya pada satu tema. Tulisan yang saya tulis temanya bermacam-macam. Semua saya tulis berdasarkan mood. Kalau sedang tidak mood, saya menulis hal yang ringan-ringan.

Saya termasuk orang yang rada heboh dan suka bercerita dengan menggebu-gebu. Tulisan saya cermin suasana hati saya. Pengalaman masa kecil, masa remaja, menjadi orang tua membuat saya mudah menyesuaikan diri. Dalam menulis, saya juga melakukan penyesuaian. Saya berusaha untuk menulis tidak monoton. Supaya tulisan saya bervariasi maka saya perlu mencari ide ke mana-mana.

Suami saya juga tahu akan kebutuhan mencari ide. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan ide cemerlang, suami rela mengantarkan saya mencari dan mengumpulkan ide. Yang penting idenya dituangkan dulu secara garis besar. Kalau perlu untuk membuat tulisan berkualitas, saya harus meluangkan waktu untuk sekadar mengembangkan ide tersebut.

Kalau kita belum ada ide, kita bisa keluar rumah, lalu naik sepeda ke jalan raya. Di luar  sana banyak yang bisa kita tulis. Kita tidak akan kehabisan ide selagi kita serius mau menulis.


Karanganyar, 14 April 2017