Sabtu, 12 Agustus 2017

Berbisnis Itu Action Sekarang Juga

Bisnis Wader Ngrowo
Dok. Noer's Dynasty

Kalau mau menjadi penulis, langkah yang paling tepat adalah segera menulis dan tidak menunda-nunda waktu. Lakukan sekarang juga. Tulislah yang kita kuasai saja. Jangan sampai kita menulis hal-hal yang tidak kita kuasai. Atau tulis saja sesuatu yang menyenangkan. Tujuannya adalah agar kita gampang untuk menuliskannya.
Kalau kita tidak segera menulis (praktek menulis), atau kita asyik membaca teori menulis yang baik, kita malah akan bingung mau menulis apa. Kita akan meragukan tulisan kita, padahal belum juga memulai menulis. Yuk, sekarang mulai menulis!
Sama seperti halnya menulis, berbisnis itu juga mulai sekarang harus dicoba. Tidak usah banyak Tanya, bagaimana dengan ini dan itu? Kalau sudah ada gambaran akan berbisnis apa, maka segera wujudkan. Jangan menunda-nunda dan banyak alasan/pertimbangan sehingga gagal untuk memulai berbisnis. Kalau kita masih buta sama sekali tentang bisnis, maka jalan yang terbaik adalah bertanya pada ahlinya. Yang dimaksud ahli di sini adalah mereka yang sudah berpengalaman.
Yang penting kita memiliki keyakinan dan  percaya bahwa semua yang kita lakukan dengan niat baik akan berjalan dengan baik. Kalau kita sudah bertanya pada orang yang berpengalaman tetapi tetap masih ragu untuk memulai, ya kapan berhasilnya? Memulai saja belum, apalagi mau melihat hasilnya.
Kemarin sore, saya berkunjung ke rumah teman lama. Kebetulan tetangga depan rumah teman saya adalah pedagang bakso bakar. Kata teman saya, sore itu baru pertama kali buka. Dalam waktu sekejab, bakso yang sudah ditusuk tersebut ludes. Pembelinya adalah para tetangga. Belum sempat keliling menjajakan dagangannya, dagangan sudah habis.
Memang, bakso bakar tetangga teman saya rasanya belum memenuhi standar. Maksud saya tidak seperti bakso bakar pada umumnya yang pernah saya coba. Maklum saja, ini kan baru pertama kali jualan. Keberaniannya mencoba berbisnis inilah yang patut kita acungi jempol. Tidak semua orang berani mencoba berbisnis karena takut gagal.
Saya juga pernah berani mencoba membuat telur asin dan memasarkannya bersama suami. Ada respon positif dari pelanggan. Usaha tersebut saya hentikan karena saat itu saya harus fokus ke bidang pertanian. Di bidang pertanian, saya konsentrasi pada mentimun, kangkung, kacang panjang dan Lombok.
Oleh karena kesibukan mengurus 2 anak dan masih tetap mengajar, saya tidak lagi meneruskan usaha di bidang pertanian. Sebenarnya usaha pertanian ini sangat menguntungkan. Bahkan untuk lahan sempit, usaha ini bisa disiasati dengan system hidroponik dan menanam sayuran dalam pot. Saya berani mengatakan ini karena pernah mencoba menanam sayuran dalam pot. Oleh karena tanamannya baik, oleh tetangga tanaman dalam pot tersebut dibeli.
Apakah saya tidak takut gagal? Dalam berbisnis, kegagalan itu sudah satu paket dengan keberhasilan. Berani berbisnis, berani berhasil dan berani menaggung resiko kegagalan.
Cerita berbisnis bagi saya tidak afdol kalau tidak menyebut nama adik saya, Aufi. Aufi dan suaminya, sebenarnya sudah beberapa kali mencoba berbisnis dan menguntungkan. Memang dalam perjalanan usahanya ada kendala sehingga harus beralih ke usaha lain.
Aufi, salah satu adik memiliki bakat berdagang. Setahu saya, apa yang dihasilkan dari usahanya dan dijual, selalu laku. Aufi termasuk orang yang pantang menyerah. Apakah usahanya sangat menggiurkan keuntungannya? Bisa saya katakana sebagian besar menggiurkan, tapi tidak semuanya.
Contoh yang tidak menggiurkan adalah telur asin. Aufi mengambil telur asin dari temannya. Setiap butir telur hanya untung dua ratus rupiah. Akan tetapi Aufi tetap tekun. Toh, dia tidak perlu ke mana-mana. Temannya datang membawakan telur asin ke kantornya saat jam istirahat. Setelah temannya pergi, pelanggan yang nota bene temannya sendiri di kantor akan mengambil telur asin pesanannya. Lumayan, tidak usah ke mana-mana, rezeki datang dengan sendirinya.
Belum lama ini kakaknya Aufi, adik saya yang lain, namanya Lely mendapat oleh-oleh khas Semarang. Wader Ngrowo, krispi, renyah dan mecing sekali. Lagi-lagi Aufi tertarik untuk menawarkan ke teman-teman kantor. Hasilnya luar biasa. Satu bungkus Wader Ngrowo kemasan 100 gram, keuntungannya lumayan menjanjikan. Ternyata, laris manis.
Bisa saja Aufi memesan/kulakan sendiri via telepon. Akan tetapi, Aufi memilih menjualkan dagangan milik kakaknya. Lo, kok nggak cari barang sendiri. Kan tinggal pesan, barang datang, lalu dijual, untungnya kan lebih banyak. .
Bagi Aufi, rezeki sudah ada yang mengatur. Bagi-bagi rezeki dengan saudara, tidak ada salahnya. Bukan hanya Aufi, saya juga menjualkan Wader Ngrowo tersebut. Hanya saja, saya tidak menekuni usaha jualan/bisnis seperti Aufi. Tetap saja saya konsentrasi ke nulis, bukan ke jualan. Ternyata kami memang beda dan memang unik.
Yang penting berani mencoba. Kalau masih banyak pertimbangan, belum juga mencoba, kapan berhasilnya? Berbisnis itu perlu action, bukan sekadar teori seperti di buku yang dibaca/tertulis rapi. Selamat memulai berbisnis, Action Now!

Karanganyar, 12 Agustus 2017