Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Oktober 2023

Tabungan Ternak Dan Uang Belanja dari Berkebun



Dari judul tulisan maksudnya adalah untuk mencukupi hidup sehari-hari bisa menjual hasil kebun. Ini berlaku untuk mereka yang bukan dari golongan ASN atau karyawan swasta. Namun, berjualan tak melulu dari hasil kebun. Bisa saja berjualan makanan, minuman, sembako, kebutuhan sehari-hari, dan lain-lain. 



Nah, untuk tabungan, sederhananya adalah tabungan ternak. Hewan ternak yang dipilih bisa ayam, bebek, (dan unggas lainnya), kelinci, kambing, sapi, dan lain-lain. 


Bagi mereka yang belum pernah praktik, biasanya tidak percaya dan mendebat. Kalau yang sudah pernah melakukan keduanya pasti setuju dengan tulisan ini. 


Saya jadi ingat orang-orang zaman dulu. Di antara mereka sukses dari berkebun (bertanu) dan beternak. Meskipun bukan pegawai, mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai sarjana. Mereka bisa membeli tanah, emas, dan lain-lain.


Saya hanya mengajak. Ayo, menanam sayuran dan tanaman lainnya. Panen lalu jual. Ayo beternak lele, ayam, marmut, kelinci, kambing, atau hewqn lainnya. Kalau sudah cukup umur dan beranak pinak, juallah. Uangnya ditabung. Atau kembangkan dan biarkan hingga jumlahnya banyak. 


Bagi teman-teman yang ASM, tidak dilarang berkebun dan beternak.


00000

Senin, 24 Oktober 2022

Penghasilan Tambahan dari Merajut

Dokumen : Lik Ilik

Setiap orang bisa berdagang. Setiap orang memiliki peluang untuk berjualan. Asal sudah tahu pasarnya, apa pun yang kita tawarkan pasti ada yang berminat. 

Salah satu barang yang bisa diperjualbelikan adalah hasil kerajinan tangan dari kegiatan merajut. Merajut di sini memerlukan benang rajut dan hakpen. 

Siapa saja bisa merajut. Ketika masih remaja Bulik saya sering membuat rajutan. Sekitar tahun 1977, adik saya dibuatkan topi bayi. Simbah kakung juga dibuatkan topi untuk mancing pada malam hari.

Beberapa hari yang lalu saya memberi masukan pada Bulik yang sedang menikmati masa pensiun untuk merajut. Rajutan yang dihasilkan bisa dijual, baik secara online maupun offline.

"Aku bisanya merajut yang sederhana dan males mikir untuk membuat yang sulit."
"Buat topi anak-anak saja, Bulik. Temanku juga membuat topi dalam jumlah terbatas. Ternyata banyak yang tertarik untuk membeli dan pesan."
"Ya, nanti kucoba."

Sore ini saya dikirimi foto topi rajut berwarna hijau toska. Topi rajut itu untuk cucunya berusia kurang dari setahun. 

Benar lo. Apa pun bisa kita jual dan menambah penghasilan. Yang penting jangan menyerah, tidak bosanan dan patah semangat. Yuk, perempuan. Bagi yang bida merajut, lakukan, hasilkan dan jual. 

00000

 

Rabu, 14 September 2022

Ide Jualan Saat Market Day di Sekolah

 


Penilaian Tengah Semester telah usai. Selama 5 hari ke depan anak-anak saat jeda diminta untuk aktif mengisi kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah disusun.

Hari Rabu, 14 September 2022 kegiatannya adalah market day. Kelas 6 sesuai ketentuan berjualan nasi. Beberapa hari sebelumnya grup wali murid begitu ramai membahas apa yang akan dijual anak-anak. 

Anak-anak kelas 6B sepakat berjualan nasi putih dan lauk ( nasi putih, sosis, nugget, nori dan sambal/saos). Modal diambilkan dari uang kas. Belum juga ditaruh di lapak, ternyata ada Bapak guru yang mulai membeli sebagai penglaris. Setelah ditata di meja, Bapak Kepala Sekolah juga nglarisi.

Kabarnya kelas 6A berjualan nasi goreng. Semoga laris manis dagangan anak-anak kelas 6. Anak-anak kelas bawah juga berjualan, tapi jualan jajanan. 

Semoga market day hari ini menjadi pengalaman berharga setelah 2 tahun pandemi. Semangat!

Salam hangat.

00000

Rabu, 20 April 2022

Pilihan Tepat Soal Keuangan

 


Setiap orang punya hak untuk mengelola uang di dalam keluarga. Setiap keluarga juga memiliki hak penuh untuk mengelola uang yang mereka miliki. Sebagai orang luar, kita tidak boleh memaksa orang lain sama dengan kita. Namun, orang di luar keluarga juga bisa memberi masukan sekadarnya.

Saya dan suami mungkin berbeda dengan pasangan lainnya. Kebetulan saya dan suami sejak memutuskan untuk menikah memiliki frekuensi yang sama. Saya dan suami punya niat untuk hidup sederhana, hidup minimalis, dan lebih mengutamakan kepentingan akhirat.

Setelah memiliki rumah sendiri, saya dan suami berusaha untuk menabung. Menabung sedikit demi sedikit. Meskipun menerapkan gaya hidup sederhana dan minimalis, kami tidak melupakan sedekah. Sedekah semampunya dan berusaha memaksakan diri untuk bersedekah dengan apa yang kami miliki.

Tahun 2009 ibu mertua meninggal dunia. Pada tahun itu suami ikut membiayai pengobatan ibu mertua. Oleh karena kami belum mapan secara ekonomi, dulu kami mengajukan pinjaman pada sebuah bank konvensional. Setelah ibu mertua meninggal, suami melunasi pinjaman bank dengan uang tunjangan profesi (2010).

Tahun 2011, saya dan suami menerima tunjangan profesi. Kami memilih uang tersebut kami gunakan untuk biaya naik haji. Tunjangan profesi yang kami terima periode berikutnya ditabung untuk membeli tanah dan menabung emas.

Sebetulnya ada yang menawari mobil second, tapi saya tidak tertarik. Saya lebih memilih menabung emas, sebab merasa belum membutuhkan kendaraan roda 4.

Sudah 4 tahun berjalan, saya tak lagi mengajar dan tak memiliki penghasilan tetap. Namun, kami tidak risau. Sebab kami terbiasa dengan hidup hemat, sederhana dan minimalis. Alhamdulillah, berkat tepat mengelola keuangan, dapur kami tetap mengepul. Kuliah anak tetap lancar, dan kami bisa melunasi biaya naik haji. 

00000





Selasa, 19 April 2022

Anak-anak Punya Usaha Sejak Dini


Mungkin saya dan suami berbeda dengan orang tua lainnya dalam mendidik anak. Kali ini saya akan bercerita tentang mendidik anak dalam hal mengajarkan kemandirian pada anak secara finansial sejak dini.


Saya dibesarkan dari keluarga tidak mampu. Kedua orang tua bekerja keras untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anak. Siang malam bekerja keras tapi hasilnya tidak berlimpah. Keluarga suami termasuk mampu dalam hal ekonomi. 


Meskipun latar belakang ekonomi berbeda tapi saya dan suami sepakat agar anak-anak bisa mandiri finansial sejak dini. Caranya yaitu dengan memberikan sejumlah uang untuk modal usaha. 


Anak pertama umur 22 tahun, sejak SD sudah bisa mencari uang dengan berjualan. Sampai sekarang anak pertama masih berjualan dan alhamdulillah dia tidak merasa terbebani. Berjualan dilakukan dengan senang hati. Meskipun modal awalnya tak begitu besar tapi keuntungannya bisa untuk makan sehari-hari.


Anak kedua umur 12 tahun. Sejak kelas 4 SD (10 tahun) dia sudah menjadi jutawan. Apakah usaha yang dijalankan? Dengan uang tabungannya sendiri, anak kedua bisa membeli kambing. Kambing tersebut dititipkan dan dirawat orang lain dengan sistem bagi hasil. 


Pertama kali dia mendapatkan untung dari jualan kambing saat idul fitri dan idul kurban. Total keuntungan yang didapat lebih dari satu juta rupiah. Rupanya pilihan usaha anak kedua adalah tepat. 


Setelah ada tambahan modal serta keuntungan dari penjualan kambing, harta kekayaan anak nomor 2 lebih dari 10 juta. Selain usaha ternak kambing, sebagai kegiatan yang menyenangkan anak kedua jual beli ikan channa.


Dulu ada yang bilang bahwa paling ada campur tangan bapak ibunya. Masa sih anak-anak dibiarkan berjualan dan beternak? Sebagai otang tua, kami mendukung dan memberi motivasi. Selebihnya kembali ke anak. Sebab kedua anak saya bercita-cita sukses berniaga. Sepertinya belum tertarik kerja kantoran.


00000



Sabtu, 02 April 2022

Mencoba Keberuntungan Lewat Ikan Channa

 


Anak kedua, F2, seperti kakaknya suka berjualan atau berniaga. Di dalam pikiran pra remaja ini, selagi dapat menghasilkan rupiah maka harus mau bergerak. 

Kali ini F2 mencoba peruntungan dengan berjualan ikan channa. Ikan channa adalah ikan gabus jenis ikan hias. Harganya cukup mahal. Awalnya F2 membeli ikan channa untuk dinikmati sendiri. Namun, ternyata ada teman yang menginginkan. Mau tidak mau F2 melepaskan ikan channa dengan keuntungan tipis. 



Oleh karena kesungguhan F2, ayah mau mengantarkan F2 mencari "dagangan". Alhamdulillah, meski tidak mengambil untung banyak tapi ada kepuasan sendiri bila ikan yang baru dibeli dilirik oleh orang lain. Selain ikan channa, F2 juga menjual stiker tentang ikan tersebut. Stiker tersebut dicetak oleh kakaknya. 

Sampai saat ini, F2 memiliki beberapa ekor ikan channa. Rencananya dia tak hanya menjual ikan channa, tapi juga ikan lainnya. Mulai saat ini F2 sudah menyiapkan beberapa akuarium. Di masa yang akan datang F2 akan membuka toko ikan. 

Kamis, 01 April 2021

Anak Umur 11 Tahun Punya 10 Kambing



Syukur Alhamdulillah, kambing milik Faiz beranak pinak. Dari 3 ekor kambing betina, sekarang menjadi 10 ekor. Dua ekor kambing betina pertama dalam satu tahun dua kali beranak. 

Dulu saya dan suami sempat ragu ketika Faiz minta dibelikan kambing. Alasannya Faiz masih terlalu kecil untuk diberi tanggung jawab merawat kambing. Namun, ternyata ada orang yang mau memelihara kambing-kambing Faiz dengan sistem bagi hasil.

Bulan April ini Faiz berencana untuk menambah beberapa ekor kambing jantan sebagai persiapan dijual saat Idul Adha. Kebetulan saya dan suami mendukung rencana Faiz. 

Saat pandemi seperti sekarang ini, belajar di rumah benar-benar memiliki nilai positif untuk Faiz. Faiz nyaman dengan belajar di rumah sebisanya dan memiliki kambing. Mengunjungi kandang kambing adalah hal yang menyenangkan. Sang jutawan cilik kini beraksi lagi. Faiz ingin sukses di usia muda dengan memiliki banyak kambing.

Kamis, 20 Agustus 2020

Nabung Emas Dengan Pecahan Lima Ribu Rupiah

 

noerimakaltsum.com. Pada masa ini harga emas melambung tinggi. Banyak orang yang menyarankan agar kita berinvestasi dalam bentuk emas. Tidak ada kata terlambat untuk memulai menabung emas. Bila tidak memiliki sejumlah uang untuk membeli ½ gram emas, maka menabung emas di pegadaian adalah solusinya. Di pegadaian kita bisa menabung emas mulai 0,01 gram. Jadi, tidak perlu mengumpulkan uang banyak terlebih dahulu untuk membeli emas.

 

Namun, sebetulnya kita bisa memiliki emas dengan cara menabung di rumah terlebih dahulu dengan uang pecahan lima ribu rupiah. Bukan hanya pecahan lima ribu rupiah, uang pecahan seribu, dua ribu, sepuluh ribu, dan dua puluh juga bisa kita tabung. Asal konsisten tentu memiliki emas bisa segera terwujud.

 

Apakah setiap hari kita harus menabung dengan pecahan lima ribuan? Berapa rupiah setiap hari kita menabung? Bila niat kita kuat untuk memiliki tabungan emas, maka wajib setiap hari menabung sejumlah tertentu. Bisa juga setiap hari menabung lima ribu rupiah. Selama sebulan (30 hari) sudah terkumpul 150.000 rupiah. Kalau kita ingin membeli emas perhiasan ½ gram (biasanya kadarnya sekitar 18-20 karat), tidak perlu menyediakan uang 500.000 rupiah. Harga emas perhiasan pada tiap toko berbeda.

 

Kalau tidak rutin tiap hari menabung, butuh waktu berbulan-bulan untuk membeli emas lalu disimpan sebagai tabungan. Nah, bila kamu ingin menabung sesuka hati juga tidak ada yang melarang. Tulisan ini bersifat mengajak.

 

Bagaimana caranya membeli emas dengan menabung uang pecahan lima ribuan ini? Pertama-tama kita siapkan toples untuk wadah uang. Yang kedua siapkan sedotan kecil dengan panjang sekitar 1-2 cm.  Yang ketiga adalah uang yang akan kita tabung.

 

Uang kertas lima ribuan rupiah digulung sampai kecil. Masukkan gulungan uang tersebut dalam sedotan sehingga posisi sedotan ada di tengah. Masukkan uang tersebut ke dalam toples. Caranya mudah, bukan? Dalam jangka waktu 2-4 bulan kita bisa membeli emas perhiasan ½ gram yang kadarnya kurang dari 20 karat.

 

Mengapa saya menulis artikel ini? Sebab, saya telah memiliki pengalaman menabung emas dan sekarang telah merasakan manfaatnya. Kalau saya sudah menabung emas, kapan kamu akan memulainya?

Minggu, 02 Agustus 2020

Menjadi Jutawan Saat Umur 10 Tahun

noerimakaltsum.com

noerimakaltsum.com. Ahsan, 10 tahun, memang berbeda dengan teman seusianya. Sejak kelas 1 SD Ahsan gemar memelihara ayam. Setelah kelas 3 SD dia ngotot ingin memelihara kambing. Tentu saja kambing tersebut dititipkan orang untuk dirawat. Ahsan tidak secara mandiri merawat, memberi pakan, membersihkan kandang dan memandikan kambingnya di sungai.

Akhirnya Ayah membelikan sepasang kambing jantan dan betina dan seekor anak kambing alias cempe menggunakan uang tabungan Ahsan sendiri. Meskipun kambing-kambing tersebut tidak berada di rumah, tapi Ahsan memiliki sedikit tanggung jawab dengan ikut mencari rumput.

Wabah covid-19 mengubah semua agenda sekolah. Ahsan harus belajar di rumah. Bahkan sampai saat ini, sekolah masih dengan pembelajaran jarak jauh. Selama belajar di rumah, ahsan lebih banyak menghabiskan waktu di desa.  Di desa itulah kambing-kambingnya dititipkan. Menjelang bulan puasa, kambing betinanya melahirkan anak. Jadi, kambing milik Ahsan 4 ekor.

Setelah lebaran, Ahsan mendapat uang angpao yang jumlahnya lumayan, 1,2 juta. Uang tersebut kutambah sejumlah 100.000 rupiah, untuk membeli seekor kambing jantan lagi. Kambing jantan yang pertama laku 2 juta rupiah. Ahsan mendapatkan bagi hasil 300.000 rupiah. modal dan keuntungan tersebut dibelikan seekor kambing lalu digemukkan untuk dijual sebagai hewan qurban.

noerimakaltsum.com


Sehari sebelum Hari Raya Iduladha, 2 kambing jantan milik Ahsan lagi. Syukur Alhamdulillah, dari penjualan kambing dan beberapa ekor anak ayam miliknya, keuntungan yang didapatkan lebih dari satu juta rupiah.

Senang rasanya mendapatkan di kecil sudah punya cita-cita sebagai peternak sukses. Bahagia banget, di usianya yang masih sangat muda, Ahsan telah menjadi jutawan.  Semoga sekolahnya berhasil, menjadi anak sholeh, dan  sukses beternak.

noerimakaltsum,com

Sebagai orang tua, aku hanya bisa mengarahkan, memberi dukungan, dan mendoakan untuk Ahsan. Semoga menjadi anak yang sholeh, Amin.

Kamis, 30 April 2020

Mengapa Perempuan Harus Berdagang?



Mengapa Perempuan Harus Berdagang?

noerimakaltsum.com. Perempuan harus bisa berdagang. Jualan apa saja yang penting ada niat. Kamu juga bisa berjualan barang yang sama dengan orang lain. Tidak ada larangan menjiplak dagangan orang lain. Sebab rezeki sudah ada yang mengatur. Kalau perlu bekerja sama dengan teman-teman yang memiliki barang dagangan yang sama. Percayalah, rezeki nggak bakalan tertukar kok. Kalau memang sudah menjadi rezekimu, pasti daganganmu bakalan laku. Jualannya mulai sekarang ya, jangan ditunda! Kalau nggak laku, gimana? Ya nggak gimana-gimana. Sabar, telaten, tekun, dan pantang menyerah! Anak perempuanku juga mau berjualan lo, nggak pake malu.

Aku punya pengalaman jualan buku. Tentu saja banyak teman yang menjual buku yang sama, soalnya buku yang kami jual adalah buku antologi yang kami tulis rame-rame. Sebagai penulis buku yang diterbitkan secara indie, tentu saja aku kudu giat promosi.  Demikian pula teman-teman juga harus berpromosi. Saingan dong? Ya bersaing dan bekerja sama. Namun, tak semua teman bisa berbisnis atau menjual bukunya. Ya, alasannya macam-macam deh.

Kenapa perempuan kudu berdagang? Ada 2 cerita tentang cerita berjualan. Semoga bisa menginspirasi.

Karena Ibuku Berdagang
Ibu berdagang di pasar secara kecil-kecilan. Keuntungannya cukup untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari. Bapak bekerja sebagai tukang kayu (serabutan) dan mendapatkan upah harian. Bila tidak bekerja berarti tidak ada pemasukan. Dahulu, kehidupan keluarga kami bisa dibilang cukup.

Namun, mulai tahun 1988 dan seterusnya, usaha ibu mengalami bangkrut. Ibu tidak bisa bertahan berjualan di pasar. Sejak saat itu kehidupan kami bisa dibilang berada di titik nol. Ibu tetap berjualan meski hasilnya tak seberapa. Bapak bekerja bila ada orang yang membutuhkan jasanya. Orang lain melihat ekonomi keluarga kami kelihatan baik-baik saja. Padahal buat makan, bayar listrik, dan bayar sekolah jelas kesulitan, bahkan barang-barang berharga mulai dijual. Beruntung, kakakku yang nomor 2 sudah bekerja. Kakakku membiayai sekolah adik-adiknya.

Ternyata sekarang baru aku tahu, dulu setiap orang yang melakukan perniagaan, bisa dipandang sebagai orang dalam kategori cukup. Entah itu keuntungannya sedikit atau banyak, minimal bisa untuk membeli beras dan lauk seadanya, tetap dikatakan cukup. Meskipun untuk sehari-hari kadang harus berutang, ibu dan bapak tetap berusaha untuk membayar zakat fitrah 8 x 2,5 kg beras di akhir Ramadan.

Berdagang adalah pekerjaan ibu yang dilakukan sejak masih muda. Sepertinya ibu tidak bisa lepas dari pekerjaan ini. Suatu hari ibu berjualan tahu dan tempe, tapi tidak laku. Jualan tahu dan tempe hanya beberapa hari saja. Lalu jualan jajanan di sekolah dan di rumah.  Pada akhirnya ibu menjual barang dagangan sesuai pesanan secara kredit. Saat itu anak-anak tidak lagi membutuhkan biaya sekolah. Dari berjualan berdasarkan pesanan inilah, ibu bisa menabung emas. Alhamdulillah, ibu naik haji dengan biaya sebagian dari tabungan emas dan sebagian uang kakakku.

Karena ibu berdagang, jadi saat berada pada titik terendah pun orang luar tidak tahu kalau kami pernah makan seadanya dengan tidak kenyang.

Jualan Buku Ngeblog Seru Ala Ibu-ibu
Buku Antologi Ngeblog Seru Ala Ibu-ibu yang ditulis rame-rame alias keroyokan ini ternyata laku keras dan masih banyak yang belum kebagian. Sayangnya setok di rumah habis. Padahal kemarin aku sudah rela menyetok dalam jumlah tertentu dengan perasaan optimis. Nggak banyak sih, karena menyesuaikan kantong.

Namanya juga modal sedikit, jadi nyetoknya juga nggak banyak biar uangnya bisa muter-muter. Ternyata di rumah setok habis, dan setok teman-teman juga sama. Habis! Senang rasanya bila bukunya masih dicari pembaca. Oleh karena buku tersebut diterbitkan secara indie, kami juga mencetak berdasarkan pesanan saja.

Aku hanya bisa berkhayal dan bermimpi naskah buku Ngeblog Seru Ala Ibu-ibu ini direvisi atau dipoles sedikit lalu ditawarkan ke penerbit mayor. Mimpi ya, cuma mimpi. Siapa tahu mak dor jadi kenyataan, laku keras di pasaran dan penjualannya baik.

Namun, ada tetapinya juga lo. Buku Indie diterbitkan dengan biaya sendiri dan semua penulis seharusnya aktif berpromosi agar bukunya yang terjual banyak. Ternyata oh ternyata tidak setiap penulis bisa berbisnis. Entah karena kurang pede, merasa tidak berbakat, atau bingung mau dijual pada siapa.

Menurut "penerawanganku", buku ini sangat "menjual" dan banyak dibutuhkan orang terutama para bloger. Sebab buku ini bukan sekadar buku ngeblog biasa. Penulisnya memang tidak asal-asalan menulis karena di Grup Ibu-ibu Doyan Nulis ini tulisannya harus benar-benar cetar.

Bermimpi di pagi hari, saat berpuasa dalam keadaan lapar, dilangitkan doa-doa, siapa tahu bisa menjadi kenyataan.

Nah, kalau kamu pingin mulai berdagang, silakan pelajari dulu dan lihat pasar, barang dagangan apa yang sekarang laku. Apalagi saat ada pandemi ini, perempuan harus tetap bergerak/melakukan aksi. Kalau aku lihat, kampung-kampung yang tidak ditutup jalannya, para pedagang masih bisa menjajakan dagangan lo. Entah itu sayur, krupuk, daging ayam, susu segar, dan masih banyak lagi. Ada juga yang mengais rezeki dengan menawarkan dagangan di grup WA selama bulan Ramadan.


Selasa, 27 Agustus 2019

Tips Keuangan Yang Bisa Bikin Orang Kaya



Memiliki kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran ternyata memiliki nilai positif. Dengan pencatatan yang sederhana akan diketahui pada akhir bulan mengalami defisit atau memiliki saldo meski besarnya tidak seberapa. Agar tiap akhir bulan memiliki saldo cukup besar, masalah keuangan harus dicermati. Bila pada akhir bulan memiliki saldo cukup besar, maka uang tersebut bisa untuk ditabung sebagai tambahan.

Ada beberapa hal yang bisa bikin orang kaya, bahkan kaya raya. Contohnya, berhenti membeli kopi, jus, minuman siap saji, bikin bekal sendiri di rumah, jangan keseringan belanja online maupun di mall, supermarket, atau swalayan, dan jangan sering jajan di luar.

1.    Berhenti membeli kopi
Nongkrong menjadi gaya hidup orang zaman sekarang. Berlama-lama di kafe atau tempat ketemuan untuk sekadar ngobrol dan membeli kopi memang sangat mengasyikkan. Namun, di balik kesenangan sesaat, kantong bisa jebol, keuangan cepat menipis. Kebiasaan membeli kopi di luar bisa diganti dengan ketemuan dengan teman atau relasi di rumah saja. Di rumah tetap bisa menikmati kopi, bahkan lebih murah. Meskipun kopi yang dibuat di rumah tak senikmat bila beli di tempat nongkrong, tapi setidaknya bisa mengurangi pengeluaran.

2.    Berhenti membeli jus dan minuman siap saji
Udara panas seperti saat ini, bawaannya ingin minum sebanyak-banyak. Minum jus dan minuman siap saji memang menyegarkan. Jus dan minuman cepat saji bisa disiapkan dan dibuat sendiri di rumah. Langkah ini merupakan usaha mengurangi pengeluaran. Mengusahakan berhenti membeli jus dan minuman siap saji di luar adalah langkah yang bijak.

3.    Bawa bekal dari rumah
Makanan yang dimasak di rumah selain lebih sehat juga lebih hemat. Membawa bekal dari rumah untuk dibawa ke tempat kerja atau bepergian akan memangkas pengeluaran. Tentu saja tips irit ini bisa membuat kaya raya. Sederhana saja, karena meski kelihatan repot tapi sisi positifnya bisa menjadi pertimbangan.

4.    Jangan sering berbelanja online
Zaman sekarang adalah zaman serba praktis dan instan. Bila mau membeli barang, tidak perlu ke suatu tempat. Selain menghemat waktu, harga barang juga bisa lebih murah. Bila barang dan harga sudah cocok dengan keinginan, tinggal transfer uang, beres,
Namun, kemudahan dan sifatnya praktis ini tidak disadari bisa menguras kantong. Sebab, tidak perlu ke mana-mana, sambil melakukan aktivitas, kegiatan belanja tetap bisa jalan. Kalau tidak bijak, bisa-bisa uang habis sebelum waktunya. Sebab itulah, jangan sering berbelanja online. Jangan mudah tergiur harga diskon atau iming-iming mendapat voucer. Bila bisa menyetop berbelanja online, maka keuangan bisa aman dan bisa memperkaya diri.

5.    Kurang berbelanja di mall, supermarket atau swalayan
Sama dengan di atas, kurangi jalan-jalan ke mall, supermarket atau swalayan. Tujuannya adalah agar tidak tergoda untuk berbelanja. Jangan tergiur diskon besar-besaran. Bijaklah berbelanja. Berbelanjalah barang-barang yang memang dibutuhkan dan sudah tercatat sebelumnya. Mengurangi berbelanja, berarti mengamankan uang.

6.    Jangan sering jajan di luar
Sesekali jajan di luar tidak masalah. Namun, bila jajan sudah menjadi kewajiban maka segera insyaf. Agar tidak sering jajan di luar, maka kurang jalan-jalan atau keluar rumah bila tak ada sesuatu yang penting atau darurat. Dengan mengurangi jajan di luar maka sudah melakukan penghematan. Tahu sendiri kan sebuah slogan Hemat Pangkal Kaya.

Sabtu, 09 Februari 2019

Jangan Mengganggur! Yuk, Lakukan Pekerjaan Untuk Menambah Penghasilan!

TIDAK ADA PENGANGGURAN

noerimakaltsum.com. Tidak ada pengangguran, asal mau bergerak dan beraktivitas. Bergerak ke luar rumah dengan cara bercocok tanam, beternak, berdagang, membuka jasa, bekerja pada orang lain, dan lain-lain. Kuncinya tetap nyaman beraktivitas dengan hasil bernilai halal, pasti akan mendapatkan penghasilan. Asalkan kita mampu melihat dan menangkap peluang, Insya Allah pundi-pundi tetap terisi.

Bila berada dalam posisi tidak memiliki pekerjaan tetap, ya jangan punya patokan nek ora nyambut gawe ngene terus wegah (kalau pekerjaannya tidak sesuai, tidak mau bekerja). Ambil saja peluang yang ada, tekuni dulu, nikmati prosesnya, dan lihat hasilnya. Mending melakukan suatu pekerjaan, meski hasilnya nggak cocok daripada menunggu pekerjaan yang cocok, tapi malah menganggur lama dan tak memiliki penghasilan.

Burung saja tiap pagi mau keluar dari sarangnya agar bisa makan, lalu pulang pada sore hari. Lihatlah, jutaan burung bermigrasi dari luar negeri ke Yogyakarta atau kota lain di Indonesia hanya untuk bertahan hidup. Mereka mencari tempat yang aman dan nyaman, tidak dingin dan menyediakan makanan yang cukup. Apakah masih mau kalah dengan burung?

Saya sering mengamati para pedagang berjualan di Taman Pancasila. Meski tidak laku banyak atau laris, pedagang tetap berjualan. Meski di Pasar Jungke atau Pasar Bejen dagangannya tidak laku keras, demi mendapatkan rupiah, para pedagang tetap berjualan sambil mencari alternatif pekerjaan lainnya. Mereka memiliki prinsip, harus keluar rumah untuk mendapatkan rupiah. Mereka beranggapan bahwa kalau ora omah, ora mamah (tidak kerja, berarti tidak makan).

Beberapa pedagang di pasar, usia mereka sudah cukup sepuh. Namun, mereka tidak mau tinggal diam di rumah, padahal anak-anaknya bisa memberikan semua keinginan orang tua. Kata mereka, "Kalau tidak gerak, badan sakit semua."

Orang-orang yang berjualan di pasar, berangkat pada saat matahari belum juga menyapa bumi. Apakah kita mau kalah dengan orang tua? Malu dong! 

Teman-teman saya yang bergabung di grup kreasi bunga plastik, mereka memanfaatkan plastik dan botol untuk dibuat kerajinan dan laku dijual. Ternyata teman-teman juga dibantu suaminya untuk mengerjakan pembuatan bunga dari botol. Ada yang hasil kerajinannya banyak tapi tak bisa memasarkan, ada pula yang tak punya barang tapi banyak pesanan. Nah, di sini bisa bekerja sama, kan? Yang memiliki banyak karya bisa menitipkan dagangannya ke teman yang sudah banyak pesanan tetapi tidak bisa memenuhi pasar.

Perempuan cenderung mau melakukan pekerjaan apa saja, kadang tidak pilih-pilih, yang penting dapat uang. Untuk itu, bergerak dan beraktivitas adalah upaya mendapatkan penghasilan. Jelas, tak ada pengangguran kecuali bagi mereka yang tak mau memanfaatkan peluang. Jangan menganggur! Yuk, lakukan pekerjaan apa pun untuk menambah penghasilan. 

Kamis, 27 September 2018

MEMULAI USAHA DARI RUMAH

Beberapa waktu yang lalu, saya diajak teman bekerja sama menjalankan bisnis. Saya mengusulkan bisnis dengan modal kecil dan risikonya juga kecil. Tidak perlu muluk-muluk untuk memulai bisnis ini. Lalu, bisnis apakah yang akan dijalankan? Pilihan saya adalah membuka warung makan khusus menyediakan sop daging sapi.  
Teman saya setuju dengan usul saya. Kami lantas memikirkan lokasi warung makan tersebut. Kembali saya mengusulkan lokasi warung makannya adalah di rumahnya. Kebetulan rumah teman saya di perumahan. Akan tetapi, teman saya tidak setuju dan dia lebih mantap kalau warung makan berada di rumah saya.
Mengapa sejak awal saya tidak mengusulkan lokasi warung makan di rumah saya? Alasan saya adalah karena lokasi rumah saya menyendiri, tidak ada tetangga. Saya tidak berani membuka warung di rumah karena memang suasana sekitar rumah sepi.
Sampai di sini, rencana menjalankan bisnis berhenti, belum ada kelanjutannya. Sebenarnya saya ingin membuka usaha di rumah Ibu mertua. Akan tetapi, saya masih ragu-ragu untuk menjalankan usaha tersebut. Rumah Ibu mertua ditinggali dua orang adik ipar. Keduanya memiliki hak untuk tinggal di rumah tersebut, sedangkan suami tidak memiliki hak untuk tinggal karena tidak mendapatkan warisan di rumah tersebut.
Sementara ini saya sabar untuk memikirkan kembali bentuk usaha yang bisa saya lakukan tanpa meninggalkan rumah. Untuk mengisi waktu luang, saya menulis dan mengirimkan hasilnya ke media. Sebenarnya saya bisa memulai usaha dengan berjualan secara online. Saya masih perlu belajar berjualan secara online. Tentunya, menjual barang yang mudah laku.
Saya juga ditawari untuk memberikan les tambahan pelajaran. Saya masih mempertimbangkan beberapa usaha yang bisa saya lakukan. Mungkin Allah sedang memberikan kelonggaran untuk saya. Semoga jalan terbaik untuk saya segera terbuka lebar. 

Rabu, 22 Agustus 2018

MERDEKA FINANSIAL


Tanda-tanda Merdeka Finansial
1.    Asset lebih besar daripada utang
2.    Asset memberikan penghasilan
3.    Berinvestasi dan proteksi
4.    Menghindari perilaku konsumtif

Lima Prinsip Merdeka Finansial
1.    Takarlah pengeluaran, jangan sampai lebih besar daripada pemasukan
2.    Maksimalkan pendapatan
3.    Bayarlah untuk masa depan di awal
4.    Berinvestasi di asset yang nilainya terus naik dan berasuransi
5.    Jangan sekadar ikut-ikutan teman

Rabu, 08 Agustus 2018

TABUNGAN EMAS DI PEGADAIAN DARI AMPLOP TERAKHIR


Selain tabungan uang, saya juga memiliki tabungan emas. Akan tetapi saya tidak menyimpan emas dalam bentuk fisik.. Saya menabung emas di pegadaian tapi saya belum mencetak dalam bentuk fisik, sebab saya merasa tidak aman untuk menyimpan emas di rumah.  

Isi dari “amplop terakhir” yang saya terima harus awet. Jangan sampai habis begitu saja. Akhirnya, saya menjatuhkan pilihan uang saya tabung di pegadaian dalam bentuk  tabungan emas. Alhamdulillah, tidak terasa tabungan emas yang saya miliki di pegadaian sangat membantu saat saya mengalami kesulitan keuangan.

Amplop terakhir tersebut berisi 706.500 rupiah. Ketika sampai di pegadaian, uang tersebut saya tambahi menjadi 708.000 rupiah. Saat ini harga beli emas di pegadaian adalah 5.940 rupiah per 0,01 gram emas. Dari 708.000 tersebut, saya mendapatkan emas sebanyak 1,1919 gram (seharga 707.989 rupiah). Benar-benar lega setelah uang dari amplop terakhir bisa saya simpan dengan aman.

Bagi Anda yang belum memiliki tabungan emas, silakan menabung emas di pegadaian mulai sekarang. Menabung emas di pegadaian sangat mudah dan jumlah uang yang kita tabung jumlahnya tidak mengikat. Selain itu, kita bisa mengambil uang dari tabungan emas tersebut. Bila kita bisa secara rutin (konsisten) menabung emas, Insya Allah kita akan mendapatkan keuntungan.

Sabtu, 28 Juli 2018

KERIPIK TALES PENAMBAH PENGHASILAN

Hari Rabu yang lalu, teman suami dari Jatipuro datang pada sore hari mengantarkan keripik tales pesanan suami. Kebetulan suami sedang berada di Yogyakarta mengantar Dhenok. Jadilah, saya menemui teman suami dan menerima pesanan suami. Oleh karena saya belum mendapatkan info apa-apa dan rupanya teman suami memaklumi, beliau terus pulang dan kapan-kapan akan bertemu suami.

Setelah teman suami pulang, saya bermaksud mengirim pesan pada suami. Saya membuka hape, ternyata suami mengirimkan sebuah pesan pada saya. pesan itu dikirim saat saya berada di perjalanan. Jadi saya tidak tahu kalau suami mengirim pesan.

Pesan suami: saya diminta untuk membayar keripik.

Ya Allah, kok begini ceritanya? Orangnya kan sudah pulang. Akhirnya suami bilang kalau sudah sampai Karanganyar, nanti bisa bertemu temannya dan keripik  akan dibayarnya.

00000

Sore ini, saya diajak suami ke rumah temannya yang berjualan keripik. Meskipun teman suami sedang ke Ponorogo, kami tetap berangkat ke Jatipuro.dan ditemui istrinya. Alhamdulillah, perjalanan kami berjalan dengan lancar.

Teman suami dan istrinya memiliki usaha sampingan produksi keripik tales dan memasarkannya. Sebelumnya, teman suami kerja sampingannya adalah menitipkan roti ke warung-warung selama 5 tahun. Oleh karena pekerjaan ini cukup berat, maka teman suami terserang penyakit hernia dan harus operasi. Setelah operasi hernia, teman suami terserang sesak nafas.

Teman suami banting stir, lalu membuat keripik tales. Usahanya berkembang dan teman suami sehat wal afiat. Teman suami memiliki 8 anak. Anak yang pertama lulus kuliah dan yang ragil 9 tahun.

Seperti biasa, saya langsung akrab dengan teman suami atau istri teman suami (pokoknya Ibu-ibu). Bagi saya ngobrol ringan dengan Ibu-ibu lebih mudah daripada ngobrol dengan Bapak-bapak.

Konon, katanya bahan baku keripik tales didapatkan dari petani langsung. Petani mengantarkan tales tersebut ke rumah teman suami atau mereka bertemu di pasar terdekat.

Melakukan usaha apapun bisa menambah penghasilan. Asal ada kemauan, pasti ada jalan. Seperti yang dilakukan teman suami, untuk menambah penghasilan, beliau dan istri membuat keripik tales dan memasarkannya. Mungkin keuntungannya tidak seberapa tapi bisa untuk menambah penghasilan dan bisa mencukupi kebutuhan keluarga besarnya.

Semoga bermanfaat.
Karanganyar, 27/28 Juli 2018

Kamis, 26 Juli 2018

MENABUNG UNTUK MELUNASI ONH


 Mendekati tahun 2020, saya dan suami harus konsisten menabung. Selama ini, kami menabung dalam bentuk rupiah dan emas. Tabungan emas bukan burupa emas fisik. Saya menabung emas di Pegadaian terdekat.

Tabungan ini saya niatkan untuk melunasi ONH. Semoga Allah memberikan kemudahan pada kami untuk melunasi ONH dan bisa berangkat sesuai rencana. Akan tetapi apabila Allah menghendaki kami segera berangkat, Alhamdulillah alangkah senangnya kami. Kami sangat bersyukur.

Saya dan suami bukan tipe orang yang suka membeli barang yang tidak kami butuhkan. Kami sangat selektif dalam pemilihan barang. Barang-barang yang tidak kami butuhkan, tidak kami beli.

Kami menyimpan uang agar kehidupan kami lebih nyaman. Setelah dihitung-hitung secara cepat, Insya Allah uang kami cukup.

Bagi Anda yang memiliki niat untuk melaksanakan ibadah haji, saya doakan semoga Allah memberikan kemudahan-kemudahan untuk Anda. Bila Anda belum memiliki dana yang cukup untuk membayar setoran (mendapat porsi), sebaiknya menabung terlebih dahulu.

Jangan malu menabung dalam jumlah sedikit. Simpanlah uang sedikit demi sedikit, setelah terkumpul banyak, maka uang tersebut belikan emas. Demikian seterusnya, maka tak terasa Anda bisa mendapatkan porsi dari tabungan tersebut.

Banyak orang yang awalnya hanya berniat naik haji tapi tidak memiliki uang yang cukup. Dengan niat karena Allah dan gemar menabung, semua akan dimudahkan.

Bila Anda belum menabung, saya mengajak Anda untuk segera menabung. Semoga Allah memudahkan urusan kita, Amin.

Karanganyar, 26 Juli 2018

Senin, 09 Juli 2018

STOP IKUT ARISAN

Sudah lama saya tidak mengikuti arisan, baik arisan  PKK maupun arisan sekolah. Alasan saya sederhana, saya tidak mau terbebani iuran tiap bulannya. Lebih baik saya menabung. Menabung dengan cara menyimpan uang sendiri, bisa diambil saat membutuhkan uang. 

Beberapa waktu yang lalu, saya melihat tayangan pengajian yang disampaikan oleh seorang ustaz. Dalam tayangan tersebut dikatakan bahwa arisan membuka pintu utang. Bagi yang mendapatkan giliran pertama menerima uang yang terkumpul, maka orang tersebut dianggap utang (tanpa bunga). Bagi yang mendapatkan giliran terakhir menerima uang yang terkumpul, orang tersebut selalu berharap tiap bulan.

Mungkin saya berbeda dengan orang lain. Orang akan menilai bahwa saya adalah orang yang terlalu ribet soal keuangan. Memang saya ingin menikmati kehidupan saya. Saya ingin menikmati apa yang saya miliki tanpa beban. Saya bukan orang yang berlebihan harta, maka saya harus membelanjakan harta saya secara tepat.

Sudah lama saya tidak mengikuti arisan. Kalau Anda bisa mengikuti arisan dengan baik dan tidak pernah ada masalah, silakan bila diteruskan. Kalau Anda ingin stop ikut arisan, itu lebih baik.

Anda boleh berbeda pendapat dengan saya, tapi jangan mencibir!

Rabu, 04 Juli 2018

MANFAAT MENABUNG UNTUK PENDIDIKAN TINGGI


Beberapa waktu yang lalu, saya pernah menuliskan tentang menabung untuk mempersiapkan masuk perguruan tinggi. Tabungan saya berupa uang dan emas.

Ternyata sekarang saya memerlukan dana untuk membayar kuliah anak saya yang tahun ini masuk perguruan tinggi. Saya bersyukur biaya kuliah yang sangat terjangkau ini bisa saya ambilkan dari tabungan. Untuk tempat tinggal, anak saya akan “menumpang tidur” di rumah kakak saya. Jadi, saya bisa menghemat biaya.

Menabung sedikit demi sedikit, tidak terasa hasilnya bisa meringankan beban saya. Beruntung, saya selalu memiliki rencana yang matang untuk masa depan kedua anak saya. Tidak sia-sia usaha saya dalam hal menabung untuk pendidikan tinggi anak-anak. Saya berkomitmen untuk konsisten menabung sedikit demi sedikit setiap bulan.

Bagi yang belum menabung, silakan paksa diri sendiri untuk menabung meskipun jumlahnya kecil. Kalau saya bisa, tentu Anda juga bisa.

Sabtu, 30 Juni 2018

BERAPA RUPIAH UANG YANG HARUS DITABUNG TIAP HARI?


Berapa rupiah uang yang harus ditabung tiap hari untuk anak sekolah? Jawabannya adalah relatif, tidak sama antara anak satu dengan yang lain. Hal ini melihat dari jumlah uang saku setiap hari dan kebutuhan anak di sekolah.
Minimal Rp. 500,00 untuk anak-anak SD. Bisa jadi tiap hari menabung lebih dari itu. Yang penting tiap hari menabung. Bila uang sakunya banyak dan diberikan mingguan/bulanan maka jumlah tabungan juga disesuaikan.
Baik anak-anak SD, SMP dan SMA sebaiknya diajari mengelola uang secara harian, mingguan atau bulanan. Anak-anak diberi contoh untuk menggunakan uang secara bijak dan penuh tanggung jawab.
Uang saku untuk anak SD, SMP dan SMA ini sebaiknya jumlahnya cukup. Jangan terlalu sedikit atau terlalu banyak. Kadang-kadang uang saku bukan hanya digunakan untuk jajan. Uang saku bisa dipakai untuk keperluan di sekolah secara mendadak.
Selain dari uang saku, uang tabungan juga bisa didapatkan anak-anak dari “mereka bekerja”. Mungkin anak-anak berjualan makanan kecil/minuman di sekolah, sebagian dari keuntungannya bisa ditabung. Ada juga yang mendapatkan upah dari membantu seseorang. Upah yang diperoleh bisa ditabung.
Yang penting adalah anak harus memiliki sejumlah tabungan. Jangan sampai anak tidak memiliki tabungan sama sekali. Bila anak-anak belum memiliki tabungan, sebagai orang dewasa mari kita wajibkan anak untuk menabung mulai sekarang.
Jangan pernah bilang menabung itu kalau punya uang, kalau tidak punya uang ya tidak usah menabung. Ubah pikiran kita menjadi bagaimana caranya anak bisa menabung, meskipun jumlahnya kecil.