Senin, 09 Oktober 2017

IDE TULISAN

Banyak hal bisa kita tuliskan. Bila kita banyak membaca, kita tidak akan kehabisan ide untuk menulis. Bila kita banyak berkomunikasi dengan banyak orang, ide yang akan kita tulis juga banyak. Sebenarnya ide bertebaran di mana-mana. Tinggal kita pandai-pandai saja menangkap ide lalu menuangkan dalam bentuk tulisan.
Seorang penulis sekali tempo akan kehabisan bahan yang akan ditulis. Itu bukan berarti lalu berhenti. Bila kita kehabisan bahan untuk tulisan kita, kita bisa membuka-buka buku, membaca koran, majalah, membuka-buka internet. Selesai, mengapa mesti bingung kehabisan bahan.
Sebenarnya bahan tulisan itu ada, yang sering kita alami adalah kemacetan alias kebuntuan dalam menulis. Kemacetan itu dikarenakan jenuh, bosan, lelah, atau memang saatnya berhenti. Kita bisa mengatasi kemacetan menulis kita dengan penyegaran. Jalan-jalan, bersepeda, refreshing adalah cara mengatasi masalah kemacetan.
Untuk menyegarkan kembali pikiran, kita tidak perlu berlama-lama berhenti menulis. Setelah kembali segar pikiran kita, kita harus segera memulai lagi untuk menulis. Kita tidak boleh menunda-nunda waktu. Semakin cepat semakin baik.
Waktu refreshing, kita juga akan mendapatkan bahan yang kita tulis. Jangan sia-siakan bahan-bahan tadi. Apa yang kita lihat, kita alami selama refreshing adalah sesuatu yang baru. Tuliskan saja semuanya. Dengan demikian tulisan kita akan penuh dengan warna.
Kadang tanpa sengaja kita akan keluar dari kerangka tulisan/outline karena mendadak ada ide. Hal semacam itu biasa saja. Karena selagi kita masih dalam proses menulis, semua kemungkinan akan terjadi.
Ide akan datang bila kita sering berinteraksi. Berinteraksi dengan buku, koran, majalah, lingkungan, orang, pasar atau apa saja.
Satu contoh yang saya alami sendiri. Suatu hari saya mengikuti diklat yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS-Surakarta). Saat melaksanakan observasi di laboratorium Biologi, saya melihat bungkusan kain kafan menyerupai pocong. Pocong tersebut nangkring di atas meja permanen di dalam almari kaca.
Menurut dosen Biologi yang menunjukkan, ternyata pocong tersebut berisi kerangka manusia asli. Muncullah ide menulis cerita lucu dan saya kirim ke rubrik Ah Tenane SOLOPOS.
Masih tentang cerita lucu, yaitu saat saya melewati pabrik tahu. Saya teringat tetangga sebelah rumah saya yang mempunyai pabrik tahu. Kebetulan anaknya mau dicabut giginya. Sang anak tenang-tenang saja. Justeru yang bermasalah adalah bapaknya. Ketika anaknya mau dicabut giginya, bapaknya mendadak pingsan. Maka jadilah tulisan berjudul “Mendadak Pingsan”.
Cerpen yang saya kirimkan dan dimuat di SOLOPOS lainnya idenya adalah dari kisah nyata. Kisah yang saya ambil dari keluarga saya sendiri. Kejadiannya adalah sekitar tiga puluh tahunan yang lalu. Cerpen yang berjudul Rahasia Ibu menceritakan seorang Ibu yang berbohong demi kebaikan.
Kalau kita peka, kalau kita pandai menangkap sesuatu, semua bisa menjadi ide. Paling tidak kita tuangkan dulu ide-ide yang banyak dan melimpah itu. baru nanti kita pilah-pilah.
Karanganyar, 11 Mei 2014