Sabtu, 14 Oktober 2017

TIPS MENGURANGI KEREPOTAN PEKERJAAN DI PAGI HARI



Pada saat mengikuti sharing ngeblog, ada peserta yang memberikan contoh judul yang bisa dipakai. Kurang lebih judulnya seperti di atas.

Bagi Ibu-Ibu, pagi hari adalah waktu yang semuanya menjadi harus serba cepat. Bangun tidur lebih awal, kadang-kadang belum bisa menyelesaikan masalah repotnya di pagi hari. Harus ada usaha untuk membuat pagi tidak terlalu repot..

Saya sendiri mengalami kerepotan di pagi hari. Padahal yang memerlukan perhatian ekstra hanya si kecil. Kadang, saya membandingkan aktivitas saya dengan Ibu saya (ketika saya masih remaja). Saat ini, saya memiliki 2 anak, yang besar kelas XII SMA sedangkan yang kecil kelas I SD. Ibu saya memiliki 6 anak. Sepertinya Ibu saya tidak serepot saya. Kok bisa, ya? Ya, karena Bapak saya bisa bekerja sama dengan Ibu untuk melakukan pekerjaan rumah.

Untuk mengurangi kerepotan (baca kemrungsung) pekerjaan di pagi hari, usaha yang saya lakukan adalah:
1.    Menyiapkan pakaian di malam hari
Pakaian kerja dan seragam sekolah si kecil, saya siapkan pada malam hari. Oleh karena suami guru olahraga, maka saya harus menyiapkan pakaian olahraga dan seragam dinas sesuai jadwal yang telah ditetapkan sekolah. Untuk si kecil, saya juga menyiapkan pakaian ganti yang akan dikenakan sepulang sekolah selama berada di Taman Penitipan Anak. Tidak lupa kaos kaki dan sepatu juga dipersiapkan pada malam hari.
2.    Menyiapkan alat tulis/properti di malam hari
Pulang sekolah, biasanya pada sore hari si kecil bermain di sekitar rumah. Pada malam hari, saya ajak si kecil untuk belajar membaca (biar lancar) dan mengerjakan latihan soal. Setelah selesai, saya menyiapkan buku-buku yang akan dibawa sesuai jadwal keesokan harinya. Saya juga menyiapkan benda-benda yang harus dibawa yang ada kaitannya dengan pelajaran ketrampilan, termasuk fotokopi tugas..

Untuk saya dan suami, tas beserta isinya juga harus disiapkan pada malam hari. Termasuk pekerjaan mencetak suatu dokumen.

3.    Membuat lauk yang praktis
Memasak air dan menanak nasi bisa saya lakukan pada pagi hari. Saya cukup menyiapkan sarapan untuk anak-anak sesuai kesukaannya. Sarapan pada pagi hari kadang-kadang tidak berselera. Oleh karena itu, saya tidak memaksa anak untuk sarapan sesuai keinginan saya.

Saya bukan tipe ibu rumah tangga yang suka mencoba berbagai resep masakan. Saya lebih suka memasak yang praktis saja.  Tahu dan tempe goreng adalah lauk yang tidak membosankan. Telur dadar dan telur mata sapi juga kesukaan anak-anak.

Untuk sayur, di dekat rumah ada warung makan yang menyediakan makanan dan sayur. Untuk alasan praktis, mending saya beli sayur matang daripada harus repot memasak. (Saya mempunyai alasan khusus untuk hal yang satu ini)

4.    Mengecek kendaraan di malam hari
Membersihkan sepeda motor, mengecek kembali bahan bakar, dan segala sesuatu yang ada kaitannya dengan sepeda motor, saya lakukan pada malam hari. Pada pagi hari, tinggal mengeluarkan sepeda motor, memanasi dan berangkat!

5.    Mencuci alat dapur, mencuci pakaian dan merapikannya, sepulang bekerja
Pulang sekolah/kerja, tidak lantas beristirahat. Saya lebih suka mencuci pakaian sambil mencuci alat-alat dapur. Kalau sudah selesai, bisa juga sambil mengambil pakaian yang sudah kering dari jemuran lalu melipatnya. Semua saya lakukan dengan santai tidak merasa terbebani.

6.    Menyetrika pakaian seperlunya
Kalau ada waktu dan badan tidak lelah, saya menyetrika pakaian seperlunya. Saya tidak menyetrika seluruh pakaian. Bagi saya, cara saya yang demikian adalah menghemat waktu. Pakaian yang belum disetrika, cukup dilipat lalu dimasukkan ke dalam lemari. Yang penting, pakaian rapi tertata.

7.    Membersihkan rumah, menyapu dan mengepel pada sore hari
Selesai urusan cucian, istirahat barang sebentar. Selonjorkan kaki sambil membaca Koran. Nah, kalau sudah begitu biasanya mata gampang terpejam. Bagi saya, tidak ada alasan susah tidur. Badan saya sudah cukup tahu diri kalau waktunya harus beristirahat. Oleh karena saya tidak memiliki pesawat TV, jadi hiburan saya adalah Koran, buku, majalah, dan menulis.

Sore hari barulah saya bekerja yang sifatnya “lebih ringan”, yaitu membersihkan rumah, menyapu dan mengepel. Apakah semua saya lakukan sendiri? O, tentu saja tidak! Ada suami dan anak saya yang besar, yang bisa membantu. Akan tetapi saya tidak tergantung pada mereka. Saya bukan tipe Ibu yang suka marah-marah dan suka perintah-perintah. Sebisa mungkin pekerjaan saya lakukan. Kalau saya tidak sanggup melakukan semua, maka saya akan berhenti bekerja. “Alon-alon waton klakon.”

Untuk anak saya yang sudah besar, dia memiliki tugas menyetrika baju sendiri, membersihkan kamar sendiri, merawat barang-barangnya sendiri. Saya tidak membebani anak saya dengan pekerjaan rumah, karena dia sudah memiliki kesibukan yang bisa mendatangkan uang.


Beberapa usaha yang saya lakukan tersebut bisa mengurangi kerepotan saya pada pagi hari. Mungkin pembaca ada yang memiliki kerepotan yang sama, semoga bisa mengatasi pagi yang repot dengan solusinya.