Rabu, 04 April 2018

STOP MINTA OLEH-OLEH



noerimakaltsum.com. Kita sering mengharapkan oleh-oleh dari seseorang yang akan/sedang bepergian. Zaman now, sudah tidak zamannya lagi minta atau pesan oleh-oleh kepada orang-orang yang sedang melakukan perjalanan.

Bagi saya ada beberapa faktor yang perlu saya pertimbangkan bila mengharapkan dibawakan oleh-oleh dari seseorang yang sedang melakukan perjalanan. Faktor-faktor tersebut adalah:

Menambah kerepotan
Seseorang yang bepergian, biasanya telah memiliki agenda tertentu karena waktunya sangat terbatas. Saya memaklumi kepadatan jadwal seseorang yang sedang bepergian. Kadang-kadang untuk mengurus atau memenuhi keinginannya sendiri, orang tersebut kewalahan mengatur waktu. Dengan kita meminta/menitipkan sesuatu, maka waktunya semakin terbatas.

Seseorang yang sedang melakukan perjalanan, biasanya akan membawa barang seminimal mungkin. Tas yang dibawa juga akan diisi dengan barang semaksimal mungkin. Seandainya kita memesan/titip dibelikan barang maka orang tersebut akan bertambah repot dalam pengemasan dan membawanya.

Mungkin kita akan mengatakan, ah barangnya kan kecil dan beratnya tidak seberapa. Ya, itu kalau yang dibawakan hanya satu orang. Coba bayangkan, seandainya yang memesan barang lebih dari 5 orang, betapa repot membawa oleh-oleh tersebut. Belum lagi apabila barang yang kita maksud “pencariannya” tidak mudah.

Dengan pertimbangan semacam ini, saya tidak akan minta /titip/pesan dibelikan oleh-oleh. Akan tetapi seandainya orang tersebut menawari oleh-oleh, dengan senang hati akan saya terima.
  
Menambah biaya atau dana
Kadang-kadang kita memesan oleh-oleh pada orang yang akan bepergian tapi kita tidak menitipkan uang atau memberi uang saku. Jelas pesanan kita ini akan menambah biaya atau dana yang harus dikeluarkan oleh seseorang!

Kadang-kadang, orang bepergian juga dengan alasan terdesak bukan untuk senang-senang. Malah ada yang terpaksa mereka berutang karena tak memiliki uang sama sekali. Apakah kita tega memberatkan mereka dengan minta dibelikan oleh-oleh?

00000

Kita cukup mendoakan bagi mereka yang sedang bepergian. Seandainya kita diberi oleh-oleh, selayaknya kita berterima kasih. Seandainya tidak diberi oleh-oleh, kita tak perlu menggerutu.

Saya punya teman kalau bepergian tanpa diminta beliau akan membawakan oleh-oleh. Tidak hanya oleh-oleh dimakan di kantor tapi oleh-oleh tersebut bisa dibawa pulang. Beliau memberi dompet berisi makanan. Alhamdulillah, kalau sudah rezeki tanpa diminta saja akan datang dengan sendirinya.

Semoga bermanfaat.