Rabu, 23 Mei 2018

MAKE UP TIPIS BU GURU

Beberapa hari terakhir, saya mencoba menggunakan make up lebih sedikit dari biasanya. Dahulu, saya hanya memakai bedak tipis dan lipstik setiap bepergian termasuk mengajar.

Ketika anak saya menghadiri perpisahan sekolah sebelum pengumuman kelulusan, dia memakai make up agar wajahnya berbeda dari biasanya. Dia menyiapkan alat kosmetik sendiri.

Bagi saya, untuk ukuran anak yang tidak pernah dandan, make up anak saya sudah lumayan. Tidak terlalu tebal tapi wajahnya "jadi berbeda" dari biasanya.

Oleh karena anak saya saja berani mengubah penampilan maka tidak ada salahnya saya mencoba. Kebetulan, guru seni di sekolah sering mendandani anak-anak bila sedang mengadakan pentas.  Saya iseng-iseng ikut menyentuh kosmetik sambil bertanya seputar cara menggunakan kosmetik. Saya memperhatikan tahapan demi tahapan dalam mendandani.

Berbekal melihat teman guru yang mengubah kondisi wajah anak-anak, saya pun mencobanya. Tentu saja hanya tipis-tipis, tidak tebal seperti anak-anak mau pentas. Hasilnya memang wajah saya jadi manglingi.

Sampai suatu hari, teman guru seni berbisik pada saya,"Bu Ima sekarang berani tampil beda."

"Jelas, dong. Ini juga karena ingin menjawab rasa penasaranku setelah melihat panjenengan mendandani anak-anak."

Ternyata, banyak orang yang memuji pada saya. Saya mengubah penampilan dan berbeda. Lalu saya berseru dalam hati,"Cantiknya aku!"

Saya memakai make up sewajarnya saja. Maklum, saya seorang guru. Setiap gerak-gerik, penampilan saya selalu mendapatkan komentar dari anak didik saya.

Bahkan, tadi pagi ada siswa saya secara spontan nyeletuk,"Tumben, Bu Ima dandan."

Saya sih, tidak dandan juga cantik. Nama saya kan Kaltsum yang artinya cantik. Haha, begitu ge er-nya saya. Tidak ada yang memuji, memuji sendiri saja untuk menghibur diri.