Minggu, 22 Juli 2018

MENDAMPINGI ANAK BELAJAR DI RUMAH


Saya tidak pernah berputus asa dalam menghadapi Thole. Thole yang selama ini selalu bilang emoh sekolah, membuat saya lebih sabar dibanding menghadapi kakaknya pada usia yang sama.

Mungkin Thole telah memiliki kesadaran sendiri untuk belajar. Meski bilang emoh sekolah tapi masih mau membaca dan menulis. Oleh karena saya memberi tahu Thole bahwa teman-temannya ikut les, Thole semakin antusias untuk saya dampingi belajar.

Kini, saya bisa bernafas lega. Setiap malam tidak ada lagi alasan mengantuk kalau Thole disuruh belajar. Entah, kesadaran tersebut datang dari mana? Yang jelas, kerepotan saya semakin berkurang.

Pada pagi hari, ketika tidak sekolah, saya harus siap mendampinginya bermain di depan rumah. Saya tidak melarang kegiatan yang dilakukan Thole. Saya membebaskannya. Bermain tanah dan air, serta membuat pancuran adalah kegiatan yang mengasyikkan baginya.

Saya lihat Thole menikmati acara bermainnya.  Inilah saat-saat yang saya tunggu, sehari bersama Thole sebab suami sedang dinas ke luar kota.

Malam hari, saya mendampingi Thole belajar. Alhamdulillah, Thole tidak lagi ngeyel, dia cukup menurut. Tidak ada tawar menawar, semua dilakukannya dengan senang hati. Semoga saya dan suami tidak terlambat memberikan penanganan terhadap Thole. Thole memang beda dengan yang lain. Sukses untuk Thole yang mau belajar!