Sabtu, 08 Desember 2018

Cerpen Yang Menggigit


Nulis cerpen itu gampang, tinggal nulis. Mau nulis panjang, ya ceritanya dibuat panjang. Mau nulis sangat pendek atau berupa fiksi mini, ya ceritanya dibuat singkat. Nulis cerpen bisa fleksibel, menurut selera, apalagi bagi pemula yang baru belajar nulis seperti saya. Dalam menulis cerpen, yang sulit adalah nulis cerpen yang benar-benar menggigit. Ada gertakan, kehebohan, keharuan, dan lain-lain yang sifatnya menggigit. 

Ternyata tidak mudah "menciptakan suasana menggigit" lantaran unsur keakuan penulis masih mengikuti karakter tokoh dalam tulisan. Kadang-kadang penulis tidak tega bila menciptakan tokoh yang  melakukan kekerasan atau perilaku yang memang kurang sreg menurut penulis.

Jadi penulis itu kadang-kadang "keakuannya" masuk dalam sifat tokoh dalam cerpen. Memang kalau mau membuat cerpen menggigit, penulis harus keluar dari zona nyaman dan tinggalkan keakuan itu. Karakter tokoh jangan dipengaruhi karakter penulis. 

Nulis cerpen yang menggigit, harus berpikir lebih lama. Kalau cerpen sudah selesai, tulisan perlu dikonsultasikan ke pakarnya atau mentornya. Tujuannya adalah agar cerpen yang ditulis benar-benar berkualitas. Namun, jangan khawatir, semua bisa dipelajari dan segera nulis nulis dan nulis. Jangan menyerah dan berhenti nulis gara-gara cerpennya enggak menggigit.

Pada saat ini banyak komunitas, lembaga penulisan, atau pelatihan menulis. Kita bisa belajar menulis mulai dari nol. Asal kita menurut instruksi dari mentor dan mengerjakan tugas yang diberikan, pasti ada kemajuan yang berarti dalam belajar. Kalau mau cerpen yang ditulis menggigit, yuk banyak latihan menulis cerpen. Mulailah membaca cerpen karya orang lain. Setelah itu pelajari cerpen tersebut. Lalu, terapkan dengan baik.