Jumat, 14 Desember 2018

MEMBURU BUKU MURAH DI PAMERAN BUKU

MEMBURU BUKU MURAH DI PAMERAN BUKU

Saya paling suka membaca buku-buku ringan, dengan ketebalan sedang. Biasanya buku yang saya beli menjadi bahan untuk menulis setelah dibaca. Tentu saja buku-buku tersebut sudah sesuai dengan selera saya. Saya tidak memaksakan diri membeli buku yang berbau politik, karena saya tidak suka politik. 

Apabila membeli buku di toko buku bonafid, tentu harus merogoh kantong paling dalam. Berlembar-lembar rupiah bakalan keluar tanpa terasa. Namun, sekarang saya lebih suka membeli buku saat ada pameran buku. Di sana, buku-buku berkualitas dijual murah. Kalau sudah seperti itu, rasanya ingin memborong.

Di Karanganyar sering ada pameran buku. Bila ingin mendatangi tempat diselenggarakan pameran, saya harus membawa uang saku yang cukup. Cukup untuk membeli buku dan cukup untuk membeli makanan setelah jalan-jalan.

Ketika mendatangi pameran buku, saya perlu teman agar tidak repot mengawasi si kecil yang gampang bosan. Kadang-kadang saya harus berangkat mengunjungi pameran buku sendiri daripada mengajak si kecil. Si kecil tinggal dibelikan buku sesuai usianya saja. 

Sebagai seorang yang memiliki hobi menulis, tentu membaca buku harus dijadikan "makanan wajib" untuk menambah wawasan. Dengan membaca buku, maka akan ada ide yang bisa ditulis. Dengan membaca buku, artinya saya menjaga kualitas tulisan. Sedapat mungkin apa yang saya tulis memberikan manfaat bagi orang lain. 

Liburan semester telah tiba. Waktunya menambah koleksi buku, sehingga liburan tidak hanya bengong, melainkan ada kegiatan membaca. 

Mumpung libur semester ini bertepatan dengan musim hujan, alangkah tepatnya bila saya menambah bacaan tentang bercocok tanam. Aha, Majalah Trubus sangat cocok menemani liburan saya kali ini. Kebetulan saya membeli Majalah Trubus saat pameran berlangsung. Harganya murah, hanya lima ribu rupiah saja. 

Semoga buku-buku yang sudah ada di rak bisa saya baca semua. Saya punya prinsip, buku tidak hanya dibeli, melainkan wajib dibaca juga!