Minggu, 08 Maret 2026

Nikah Sederhana


Nikah sederhana dengan biaya minimalis tentu saja bisa. Yang penting adalah keputusan keluarga ini tanpa campur tangan orang luar. Akad nikah dilakukan di KUA. Di rumah hanya mengadakan syukuran kecil-kecilan. Tamu yang diundang keluarga pengantin, Pak RT, Pak RW, beberapa tetangga satu gang kecil, dan teman dekat yang sudah dianggap saudara.


Caranya adalah yang penting kesepakatan 2 keluarga calon pengantin. Pemberitahuan ke saudara waktunya mepet hari H. Dijamin tidak akan memengaruhi rencana yang akan dilaksanakan. Kadang orang luar sukanya mengatur-atur. Kalau banyak orang yang terlibat tentu akan memengaruhi rencana awal. Niat nikah sederhana akan gagal karena campur tangan orang luar.


Nikah sederhana bukan berarti pelit. Ada banyak hal yang perlu diselesaikan setelah nikah. Ada kebutuhan yang harus terpenuhi setelah nikah. Bayar kontrakan, beli perabot, merencanakan masa depan dan lain-lain. 


O ya. Nikah sederhana  memberikan contoh kepada calon pengantin lainnya untuk "siap menikah" tanpa resepsi mewah karena uang terbatas. Nikah sederhana yang penting sah!  


00000

Senin, 09 Februari 2026

Simpanan Emas Untuk Masa Depan


Kemarin saya ngobrol dengan tetangga sepulang dari acara PKK. Bahan obrolan bermacam-macam. Ada yang sangat menarik yaitu tentang menabung emas.

Awalnya tetangga saya bilang, "Bude, kok Faiq dan Faiz sudah berbisnis itu nurun siapa?"

"Saya. Alhamdulillah, saya fukung mereka untuk berbisnis. Yang kecil diam-diam punya tabungan emas 3 gram."

"Wow. Istri adikku juga senang beli logam mulia. Uangnya disisihkan. Hidupnya sederhana, makan dan pakaiannya juga pada umumnya. Nggak kelihatan kalau dia punya tabungan melimpah. Uangnya dibelikan emas keping 5 gram-an lalu disimpan di pegadaian. Jadi, emasnya tidak di rumah."

Saya jadi antusias ngobrol. Saya juga menceritakan pengalaman menabung emas dan manfaatnya.

"Kelak, tabungan emas tersebut bisa digunakan untuk biaya kuliah atau keperluan lainnya."

"Betul Bude. Kita nggak perlu kelihatan wah."

"Iya. Kalau ada uang ya dimanfaatkan untuk apa saja. Tidak perlu pelit. Namun, tetap harus punya simpanan emas."

"Buat masa depan ya Bude."

Hujan masih turun. Obrolan kami hentikan karena hampir magrib.

00000