Juni 2002, saya, suami, dan Faiq pindah ke rumah baru. Menempati bangunan belum sempurna dibangun. Tembok belum diplester seluruhnya, hanya satu kamar yang kami tempati untuk tidur. Baru dua buah jendela yang sudah tertutup. Yang lain (pintu dan jendela) masih tertutup papan cor bekas.
Di halaman rumah kami Pakde Sutar (kakaknya ibu mertua) menanam bibit pohon sukun. Daunnya sekitar 4-5, tingginya belum ada 1 m.
Sampai kini pohon sukun tersebut sudah menghasilkan ratusan buah selama 24 tahun ini. Selain itu beberapa anakan pohon sukun sudah tersebar di beberapa titik ditanam kenalan-kenalan. Alhamdulillah, semoga membawa keberkahan.
Pohon sukun di rumah dipertahankan sebanyak 2 batang. Suami saya sejak awal ingin "menjadikan" pohon sukun ini tambang pahala jariyah buat Pakde.
Selama ini siapa pun yang ngersakke silakan ambil sendiri. Kami menyediakan genter (galah), tali, dan arit. Tidak perlu bayar.
Kalau ada yang memaksa membayar dengan alasan mereka jual lagi, uangnya nanti juga akan disedekahkan dalam bentuk makanan/barang.
Saat ini buah sukun sangat banyak, masih muda. Penampakannya seperti pada gambar.
Sedekah pohon sukun, sedekah buah sukun.
00000

Tidak ada komentar:
Posting Komentar