Minggu, 25 Februari 2018

JAS HUJAN PLASTIK TIPIS

dok.pri

noerimakaltsum.com. Jas hujan plastik tipis, biasa saya pakai ke sawah kalau saya sedang panen saat hujan. Kalau memakai jas hujan tebal, rasanya terlalu panas. Untuk saya bawa bepergian, saya memilih jas hujan dengan ketebalan medium. Biasanya saya membawa dua buah jas hujan. Satu buah untuk saya dan satu buah lainnya untuk si kecil bila saya menjemput di Taman Penitipan Anak.

Pada suatu hari yang cerah, saya dan teman-teman menjenguk teman yang sakit. Rumah teman saya, tidak jauh dari Taman Penitipan Anak (tempat anak saya dititipkan). Perlahan-lahan awan datang, mendung tak begitu hitam. Saya berharap hujan tidak turun sebelum saya pulang.

Seorang teman tidak membawa jas hujan, padahal rumahnya Solo. Saya menawarkan jas hujan untuknya. Teman saya menolak tapi saya tetap memaksanya.

“Dibawa sampeyan saja, Pak. Mungkin sampeyan tidak membutuhkan tapi beras sekarung itu perlu dilindungi.”

Teman saya baru saja membeli sekarung beras sekitar 20 kg-an. Kalau hujan deras beras tidak dilindungi, jelas itu bukan langkah yang bijak. Akhirnya, teman saya mau menerima jas hujan plastik tipis. Ada tas plastik besar yang bisa digunakan untuk merangkap jas hujan plastik tipis.

Tidak susah untuk berbuat baik. Kalau mau action, apapun bisa dilakukan, tinggal niatnya saja. Selamat beraktivitas. Semoga tulisan ini bermanfaat.  

Karanganyar, 25 Februari 2018

Jumat, 23 Februari 2018

SATU HARI SATU HALAMAN AL QURAN

dok.pri


Satu hari, memegang hape bisa berlama-lama. Akan tetapi untuk memegang dan membaca quran, jangankan pakai lama, mungkin satu hari tidak sama sekali.

Setelah ada smartphone, apakah ibadah kita semakin menurun dan tidak berkualitas? Kalau jawabannya Iya, berarti kita harus mengurangi memegang smartphone. Kita harus kembali ke masa yang lalu, masa kanak-kanak dengan suka cita ikut mengaji.

Kita perlu membuat target-target kecil dan berusaha untuk menyelesaikan dan menyukseskan target tersebut. Tidak perlu muluk-muluk untuk memulai sesuatu yang baru atau sudah lama kita tinggalkan.

Satu hari satu halaman Al Quran, tidaklah terasa berat bila sudah diniatkan. Bacalah ayat-ayat Al Quran sehari satu halaman. Lebih baik lagi satu hari setelah shalat membaca Quran. Bila kita sutin setelah shalat membaca 1 halaman Quran, moga-moga kita bisa meningkatkan jumlah halaman pada tiap-tiap membaca.

Kita akan kaget sendiri, yang awalnya terbata-bata menjadi lebih lancar. Ayo, baca Al Quran, satu hari satu halaman. Semoga kita bisa melakukannya dengan baik.


Karanganyar, 23 Februari 2018

Kamis, 22 Februari 2018

AYO, MINUM AIR PUTIH SECUKUPNYA

dok.pri

noerimakaltsum.com. Ayo, minum air putih secukupnya. Secukupnya saja, jangan berlebihan. Apabila kita minum air putih dalam jumlah berlebihan sekali minum, maka kelebihan air putih lainnya akan terbuang dengan cara muntah.

Banyak orang yang tidak mau mengkonsumsi air putih. Mereka lebih suka minum teh, kopi, sirup, dan lain-lain. Alasan mereka enggan minum air putih karena rasanya tawar dan tidak menarik. Lebih parah lagi, seseorang tidak minum air putih tapi mereka tak memiliki alasan yang jelas.

Saya termasuk orang yang tidak pantang minum air putih. Saya minum air putih meskipun jumlahnya tidak banyak. Saya lebih banyak minum teh hangat, baik manis maupun tawar. Dahulu, saya kurang suka minum air putih. Setelah mengetahui manfaat air putih, di antaranya agar kita tidak mengalami dehidrasi, saya berupaya (mencoba) untuk minum air putih.

Air putih yang saya konsumsi adalah air putih hangat. Kali ini, setelah tahu ilmunya, saya menambah jumlah air putih hangat yang harus saya konsumsi. Awalnya, saya sering buang air bila terlalu sering minum air putih. Akan tetapi, sekarang setelah tubuh menyesuaikan diri, tidak ada masalah dengan frekuensi buang air.

Pagi hari, bangun tidur sebelum shalat subuh, saya minum segelas air putih hangat. Sebelum berangkat sekolah, minum teh hangat. Di sekolah, teh hangat menemani hari-hari saya. Setelah di rumah, kembali saya minum air putih hangat. Saya memang belum bisa minum air sebanyak 8 gelas  dalam sehari. Mungkin sekitar 5 gelas saja. Akan tetapi kalau udara sangat panas, saya akan menambah jumlah air putih yang harus saya minum.

Alhamdulillah, perut saya terasa nyaman, badan tidak lemas dan tetap semangat. Mungkin suatu saat saya harus mengurangi air teh secara bertahap.

Bagi yang belum mengkonsumsi air putih, silakan minum air putih sekarang juga. Sedikit demi sedikit lalu jumlahnya ditambah. Air putih, baik untuk tubuh kita lo. Air putih juga menyegarkan kerongkongan kita. Minumlah air putih dengan suhu sama dengan suhu ruangan, jangan air putih dingin.


Semoga bermanfaat!

Rabu, 21 Februari 2018

CALON PENGANTIN DILARANG MEMEGANG BARANG

Foto. dokumen Tyan Wardana

Saya tidak memaksa Anda untuk mempercayai hal-hal di luar nalar atau logika. Silakan, Anda mau percaya atau tidak. Saya juga tidak akan mempengaruhi Anda. Bagi saya, apa yang telah saya alami, mereka alami, bukti bahwa semua yang awalnya kita tidak percaya menjadi percaya.

Kalau Anda tidak setuju, jangan lantas mengatakan kami telah melakukan syirik. Sekali lagi, semua kembali pada Anda, mau percaya atau tidak.

Dahulu, ketika saya diajak calon suami (sekarang menjadi suami) ke rumahnya. Kebetulan di rumahnya sedang ada acara memasak penganan untuk persiapan pernikahan kami. Waktu itu, calon Ibu mertua membuat ceriping, keripik/kerupuk. Saya menyebutnya rengginan (renggenang).

Proses pembuatan rengginang cukup lama. Mula-mula beras ketan dikukus, lalu dicetak. Selanjutnya ketan yang sudah dicetak tersebut dikeringkan/dijemur. Setelah kering, rengginan mentah digoreng.

Ketika saya mendekat di dapur, calon mertua saya dan kerabatnya melarang. Saya dilarang memegang ketan masak. Katanya, kalau saya nekat memegang ketan, nanti rengginannya tidak bisa jadi sesuai harapan.

Oleh karena keluarga calon suami percaya hal itu, maka saya menurut. Saya sekadar menghormatinya saja. Saya sendiri sebagai muslim, tidak percaya.

Nah, tadi siang, teman saya yang baru saja menikah bercerita.

“Bapak, Ibu,  boleh percaya, boleh tidak percaya. Kemarin waktu kami mau berangkat ke rumah calon istri, kerabat saya dan tamu yang ada di rumah repot menyiapkan segalanya yang akan dibawa ke rumah calon istri. Sebenarnya saya sudah diingatkan tidak boleh memegang apapun yang akan dibawa ke rumah calon istri.

Merasa tidak enak hati, saya ikut-ikutan memegang pisang raja yang akan dibawa. Ternyata setengah jam kemudian, pisang yang saya pegang berubah jadi gosong warnanya. Sedangkan pisang yang tidak saya pegang tetap baik kondisinya.”

Teman saya menunjukkan fotonya. Bagi saya, semua itu tinggal percaya atau tidak pada awalnya. Kalau memang percaya dengan hal semacam itu, kalau melanggar biasanya akan terjadi apa-apa. Bila tidak percaya, semua akan baik-baik saja.

Bukan berarti saya syirik. Keluarga kami tidak mempercayai hal semacam itu dan kami baik-baik saja. Kini setelah mertua saya sudah tidak ada (meninggal), saya dan suami menjalankan sesuatu hanya karena Allah. Kalau ada sesuatu yang terjadi, itu semata-mata takdir.

Karanganyar, 21 Februari 2018 

Selasa, 20 Februari 2018

SAAT GUKGUK YANG LUCU JADI SANTAPAN

Foto: dok.pri

Sebagai muslim, jelas saya mengatakan bahwa daging anjing haram hukumnya bila dimakan. Di sini, saya jangan didebat. Pendapat saya mungkin tidak sama dengan Anda, tapi tolong biarkan saya untuk sekadar menulis. Banyak hal yang saya dapatkan dari artikel yang ada di Solopos. 

Kebetulan, saya juga membaca facebook tentang ulasan ini, banyak komentar. Silakan Anda berpendapat. 

Sumber : Solopos, Senin Kliwon, 19 Februari 2018 halaman II

Konsumsi Daging Anjing
1.    Setiap tahun, jutaan anjing dibunuh untuk dikonsumsi
2.    Di Solo, terdapat 100-an warung makan yang melayani satai jamu, oseng-oseng, dan rica-rica, semua berbahan daging anjing. Jika satu warung menyediakan 4 ekor anjing, tak kurang dari 400 ekor anjing yang dieksekusi setiap hari
3.    Harga satu porsi masakan daging anjing Rp. 19.000 – 24.000
4.    Anjing itu berasal dari daerah Pangandaran, Ciamis, Garut, dan lain-lain
5.    Anjing itu berasal dari kampung, dipungut di jalanan, bahkan dicuri untuk diperjualbelikan

Risiko Mengancam
1.    Penyebaran rabies dan penyakit zoonosis (infeksi yang ditularkan dari hewan kepada manusia dan sebaliknya)
2.    WHO menyoroti perdagangan daging anjing sebagai factor penyebab penyebaran rabies di Indonesia
3.    Perdagangan anjing tidak melalui regulasi

Aktivis penyayang binatang menyatakan anjing bukan hewan yang dikonsumsi. Menurut aktivis penyayang binatang, eksekusi anjing sangat sadis. Cara ini melanggar kesejahteraan hewan (animal welfare).

Sahabat Anjing Surakarta juga menyoroti ancaman penyakit yang lebih mengerikan, yaitu rabies. Menurut Meme, orang yang mengkonsumsi daging anjing lebih beresiko terkena rabies daripada orang yang digigit anjing. Sahabat Anjing Surakarta merekomendasikan pembuatan peraturan tentang larangan perdagangan anjing.

Semoga bermanfaat bagi pembaca.


Karanganyar, 20 Februari 2018

Parangtritis

Muridku di Paris