Minggu, 18 Agustus 2019

Angkatan 1990 Jurusan Pendidikan Kimia D3 IKIP Negeri Yogyakarta


Setelah sekitar 20-an tahun berpisah karena saya dan teman-teman harus kembali ke kampung halaman dan bekerja, kini saatnya ingin kembali bertemu dengan teman-teman seangkatan. Tahun 1990, saya dan teman-teman kuliah di IKIP Negeri Yogyakarta Jurusan Pendidikan Kimia D3, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).

Adapun nama-nama mahasiswa Kimia D3 adalah sebagai berikut:
1.    Sumarsono
2.    Aih Suciati
3.    Fathikah
4.    Surahmi
5.    Zanuarto Ambar Suryono
6.    Sapta Pramana
7.    Achmad Muhari
8.    Rohmat Widiyanto
9.    Sunarni
10. Noer Ima Kaltsum
11. Sugiarti
12. Mardiyanti
13. Darwati Kartikasari
14. Nindarsari
15. Ali (Muhammad Ali)
16. Sopyantara
17. Muryani
18. Anastasia Sri Utami
19. Sri Rejeki (almh)
20. Eni Juaeni
21. Siti Yuhanah
22. Tri Haryati
23. Siti Fathonah
24. Nur Khasanah
25. Petrus Joko (mengundurkan diri)
26. Mulyaningsih
Di antara kedua puluh enam orang ini, saya dan teman-teman masih mencari keberadaan dan informasi dari:
(Muhammad) Ali
Ahmad Muhari
Darwati Kartikasari (MTs Al Fatah Banjarnegara)
Sunarni
Muryani
Rohmat Widiyanto
Nur Khasanah
Semoga dalam waktu dekat saya dan teman-teman bisa mengetahui informasi tentang teman-teman di atas.

Sebenarnya saya mau mengunggah foto bersama yang ada, tapi karena ada teman yang sekarang sudah berhijrah memakai jilbab, maka saya tidak bisa menampilkan foto bersama tersebut.


Selasa, 13 Agustus 2019

NIKMAT SEHAT MAHAL HARGANYA



Seperti biasa, bila mendapatkan daging kurban, tidak semua saya simpan/masak sendiri. Agar tidak eneg lihat daging kurban, sebagian besar saya berikan kepada kerabat yang tinggal di desa. Nah, pulangnya saya selalu diberi cilok karena kerabat saya jualan cilok.


Tadi malam saya ke rumah kerabat dan mendapatkan berita kalau salah satu anaknya beberapa hari yang lalu operasi. Sebut saja adik Ganteng. Waktu lahir, di kaki kanan adik Ganteng terdapat tanda lahir yang biasa disebut toh.


Setelah adik Ganteng agak besar, sekarang kelas 6 SD, "toh" tadi ikut membesar dan cukup mengganggu. Di sekolah dia diolok-olok temannya. Setelah konsultasi dengan dokter di Solo, diputuskan untuk dioperasi. Tadi malam, saya lihat anaknya tiduran. Dia malu-malu menerima tamu setahun sekali ini datang.


Bila telah melihat suatu peristiwa, keadaan, dan lain-lain, yang cukup menguras air mata, saya hanya bisa bersyukur atas keadaan keluarga saya. Alhamdulillah diberi sehat. Alhamdulillah diberi rezeki yang seperti mata
air di musim kemarau. Alhamdulillah diberi umur panjang. Alhamdulillah bersyukur setelah mendapatkan nikmat dan musibah.


Nikmat sehat mahal harganya. Bahkan kita tidak bisa menghitung2 nikmat sehat tersebut. Kita hanya bisa menyebut beberapa nikmat sehat, tapi tidak bisa semua nikmat-nikmat.


Bersyukur atas nikmat sehat

Selasa, 06 Agustus 2019

Buku Hijrah Journey Najmu Books Publishing



Judul Buku      : Hijrah Journey
Penulis             : Lelly Fitriana, dkk
Penerbit           : Najmu Books Publishing
Cetakan Pertama         : Juli 2019
Tebal               : x + 183 halaman
ISBN               : 978-623-7339-00-7

Rabu, 31 Juli 2019

Meresensi Buku Cara Membaca Sampai Tuntas



Bila Anda gemar membaca buku, maka ikatlah bacaan tersebut dengan cara menuliskan kembali. Caranya adalah dengan cara meringkas, memberikan penilaian kelebihan dan kekurangan serta memberikan pendapat dari referensi lain. Dengan cara meringkas, apa yang telah Anda baca akan selalu diingat. Tentu saja dalam menulis ringkasan harus diperhatikan bahwa yang ditulis adalah hal-hal yang penting.

Setelah menuliskan ringkasan, berikanlah penilaian terhadap buku tersebut berkaitan dengan kelebihan dan kekurangannya. Dengan menuliskan kelebihannya bisa mengajak pembaca resensi untuk membaca buku tersebut sampai tuntas. Menuliskan kekurangan buku berarti memberikan masukan, kritik dan saran yang berguna untuk memperbaiki sebagian isi ibu. Kritik dan saran dari pembaca sangat diperlukan penulis agar buku yang ditulis benar-benar bisa diperbaiki lebih baik.

Nah, kalau sudah meresennsi buku, sebaiknya tulisan tersebut dikirim ke media massa atau dibagikan kea kun media sosial yang Anda miliki. Dengan demikian, sebenarnya meresensi buku adalah bentuk promosi buku. Syukur Alhamdulillah bila ternyata resensi yang ditulis dimuat di media massa. Pada media massa tertentu, peresensi akan mendapatkan sejumlah uang sebagai honor.

Ternyata dari membaca buku, meringkas, meresensi, mengirimkan dan tulisan dimuat di media massa, bisa menghasilkan uang. Oleh karena itu, gunakan kemampuan membaca dan tajam menangkap informasi penting dalam buku untuk memperoleh penghasilan.

Sebagai penulis, Anda memiliki banyak pintu untuk mendapatkan rupiah. Anda bisa mendapatkan penghasilan dari menulis cerpen, artikel, resensi, mengikuti lomba menulis, dan lain-lain.

Bila Anda tidak ingin resensi tersebut dikirim ke media, bisa saja tulisan tersebut disebarkan lewat media sosial dan tidak berbayar. Yang penting dengan meresensi buku berarti Anda telah menuntaskan membacanya. Terhadap buku yang menarik, Anda akan berulang-ulang membacanya.

Bagi penulis pemula, jangan takut untuk menulis resensi buku. Belajarlah meresensi buku dengan diawali membaca buku sampai tuntas.

Senin, 29 Juli 2019

[RESENSI BUKU] NGEBLOG SERU ALA IBU-IBU



RESENSI BUKU
Penghasilan dari Ngeblog Ala Ibu-Ibu
Judul   Buku     : NGEBLOG SERU ALA IBU-IBU
Penulis             : Widyanti Yuliandari, dkk
Penerbit           : Najmubooks Publishing
Cetakan           : Februari 2019
Tebal                 : x + 207
ISBN                 : 978-602-52947-5-4

Bagi perempuan, menulis adalah kegiatan yang menyenangkan sekaligus bisa mendatangkan uang. Menulis bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja. Dari pendidik, jurnalis, pebisnis, wirausaha, dokter, akuntan, pustakawan, penulis freelance, pekerja kantoran, apoteker, pengusaha, dan lain-lain. Perempuan penulis menuangkan gagasannya dalam bentuk artikel, buku, dan jurnal. Tulisan-tulisan tersebut bisa ditayangkan di media cetak dan media sosial, misalnya blog.

Buku Antologi Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu ini berisi 40 judul tulisan yang ditulis oleh 39 perempuan penulis yang bergabung di komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Jadi, perempuan penulis yang bergabung dalam Ibu-Ibu Doyan Nulis ini juga merupakan blogger. Buku ini terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian 1 berisi Why Blogging, bagian 2 berisi Membangun Konsistensi, dan bagian 3 berisi Penghasilan dari blog. Pada tiap bagian terdapat beberapa tulisan.

Pada bagian 1 (hal 2-96), setiap penulis menuliskan alasannya mengapa mereka ngeblog. Ngeblog bisa merupakan terapi, merasakan bahagia, membuka peluang, berbagi ilmu, manfaat, mendapatkan hadiah dari lomba, mendapatkan penghasilan, agar dikenal orang, dan ingin meninggalkan jejak untuk anak cucu.

Pada bagian 2 (hal 100-143) para penulis sepakat bahwa menulis harus dilakukan dengan konsisten. Agar bisa konsisten ngeblog, maka jadwal ngeblog ditulis terlebih dahulu. Mengikuti lomba ngeblog adalah sarana untuk bisa rutin ngeblog..

Muncul pertanyaan apakah ngeblog bisa mendatangkan materi, untuk mencari penghasilan, dan hasilnya menggiurkan? Pada Bagian 3. Penghasilan dari Blog (halaman 145-207) dikupas tuntas, bagaimana para blogger bisa mendapatkan rupiah dari ngeblog. Namun, jangan berharap bila blogger pemula akan langsung bisa menggemukkan pundi-pundi. Semua membutuhkan proses yang panjang.

Bila niat dan tujuan awal ngeblog sudah ditentukan, biasanya blogger akan menikmati semua proses yang harus dilalui. Mereka tidak merasa kecewa bila dalam hitungan 1-2 tahun, blog belum bisa menghasilkan rupiah.

Sebagian blogger menulis dengan bahasa tutur, bahasa sehari-hari, dan banyak kata yang tidak baku, maka tulisan dalam buku ini masih memerlukan perbaikan. Sebaiknya digunakan kata ganti orang yang seragam.

Buku sederhana ini cocok dibaca oleh blogger perempuan, khususnya pemula. Bukan hanya hal-hal menyenangkan yang ditulis di sini, tetapi para blogger perempuan berkisah tentang bagaimana mereka membangun sebuah blog dari nol, suka dan duka ngeblog. Perjalanan blogging tidak selalu mulus. Ada keringat dan air mata. Kadang malah dicaci karena anggapan bahwa blogging hanya buang-buang waktu belaka.  

Catatan: Tulisan ini pernah dimuat dimuat di SOLOPOS, hari Minggu, 28 Juli 2019

Selasa, 23 Juli 2019

Buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu Diburu Para Blogger





Buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu karya Widyanti Yuliandari dan kawan-kawan ini, sekarang banyak dicari para blogger. Baik blogger pemula maupun blogger yang sudah lama ngeblog ingin memiliki buku ini. Buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu ini memang unik. Buku ini ditulis oleh 39 perempuan dengan 40 judul. Isinya benar-benar keren.

Buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu ini diterbitkan secara indie dengan penjualan bagus. Rasanya tidak salah bila buku ini akan dicetak ulang. Mengapa demikian? Sebab siapa saja yang sudah membaca salah satu atau beberapa tulisan, maka dia ingin membaca tulisan yang lain sampai selesai. Yang belum memiliki, mereka memburu.

Untuk blogger pemula bisa belajar banyak hal dari tulisan dalam buku ini. Untuk itu, bagi yang ingin memiliki buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu, kalau nanti dibuka Pre Order silakan segera pesan dan jangan sampai kehabisan. Dapatkan keuntungan-keuntungannya bila telah memiliki dan membaca buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu.

Meskipun buku antologi tapi percayalah para penulis adalah penulis pilihan. Buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu ini disusun setelah menyeleksi banyak tulisan yang masuk dalam suatu sayembara. Penanggung Jawab buku ini juga blogger mumpuni. Jadi, isinya dijamin berkualitas.

Pasti ada yang penasaran dengan Buku Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu. Untuk itu tunggu informasi berikutnya ya. Kalau ketinggalan informasi, jangan salahkan saya bila nanti nggak kebagian bukunya.

Sabtu, 20 Juli 2019

Rezeki Akan Datang Bila Sudah Waktunya



Beberapa waktu yang lalu di salah satu komunitas yang saya ikuti seru membicarakan honorarium pemuatan tulisan. Tentu saja sebagai penulis, kami punya hak untuk mendapatkan honor setelah tulisan dimuat di media. Hanya saja kadang sebagian tidak sabar akan cairnya honor.

Bagi saya honor adalah bentuk rezeki nomplok karena niat awal menulis adalah berbagi. Setelah tulisan dimuat, saya tidak terlalu berharap honor segera cair. Bila cair secepatnya, cukup disyukuri. Bila cairnya lambat, ya tidak masalah.

Kalau teman-teman menanyakan waktu paling cepat pencairan honor, bisa diambil sendirikah, dan lain-lain, saya juga tak bisa menjawab. Saya tidak memusingkan soal honor. Nah, kalau iseng-iseng ke bank lalu mencetak buku rekening ternyata ada pemasukan, saya sangat bersyukur.

Seperti hari ini, honor dari tulisan Jon Koplo dan resensi telah cair. Alhamdulillah, rezeki memang selalu datang tepat waktu. Ya, beginilah kebahagiaan penulis, yakni tulisan dimuat lalu honor cair dengan segera.

Selain dari nulis, saya juga mendapatkan rezeki dari menjual anak ayam. Kebetulan di rumah ada beberapa ayam betina. Ada yang baru bertelur, ada yang mengeram, dan anak-anaknya telah keluar dari cangkangnya. Anak-anak ayam inilah yang bisa untuk menggelembungkan pundi-pundi saya. dari penjualan anak ayam ini dapat lumayanlah, bisa untuk membeli sayur dan lauk.

Masih ada satu lagi rezeki yang datang pada saat yang tepat adalah panen padi. Tiga bulan penantian saya dan keluarga berbuah manis. Kemarin keluarga panen padi. Beruntung sawah di belakang rumah selalu menghasilkan padi berkualitas baik. panen kali ini hasilnya sangat memuaskan. Jadi, bila rezeki selalu datang pada waktu yang tepat, pantaskah saya tidak bersyukur?