Selasa, 13 April 2021

Siapkan Nabeez Saat Sahur

 

Sumber: pontianak.tribunewsdotcom


Ramadan tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya. Aktivitas di luar rumah dibatasi. Masa pandemi tahun lalu memberi pelajaran berharga bagi keluarga saya untuk menyesuaikan keadaan.

 

Makan sahur dan berbuka puasa dengan makanan apa adanya, tidak mengada-adakan makanan istimewa. Tidak ada es buah, kolak, atau makanan secara berlebih. Semua dikondisikan dalam jumlah minimalis.

 

Nah, Ramadan tahun ini saat sahur di hari pertama saya telah menyiapkan minuman Nabeez. Nabeez adalah minuman yang terbuat dari buah kurma yang direndam selama 6-9 jam (tidak melebihi 12 jam).

 

Nabeez kaya akan nutrisi. Minum nabeez serasa makan sahur secara praktis no ribet. Cara membuat nabeez juga gampang, lo.

 

Cara membuat nabeez adalah sebagai berikut:

1. Ambil buah kurma sebanyak 3, 5 atau 7 (maksimal 7 dan ganjil).

2. Buang isi kurma lalu iris kecil.

3. Masukkan irisan kurma ke dalam gelas atau botol kaca.

4. Tuangkan air panas dalam gelas atau botol kaca, lalu tutup.

5. Setelah 6-9 jam, air nabeez bisa diminum.

 

Saya mengawali sahur dengan minum segelas air nabeez. Setelah itu makan secukupnya. Beberapa saat kemudian minum segelas teh. Sebelum azan subuh minum air putih hangat.

 

Dengan minum nabeez dan makan sahur seperti itu, alhamdulillah badan tetap segar dan tidak merasakan haus. Beberapa hari sebelum  Ramadan saya berpuasa dengan makan sahur seperti itu.

 

Kalau kamu pingin tetap segar saat berpuasa, silakan minum air nabeez saat sahur.

Rabu, 07 April 2021

Jon Koplo Hari Ini : Tenda Jarit



Setelah beberapa bulan tidak tembus media, hari ini ada berita membahagiakan. Tulisanku dimuat di Ah Tenane SOLOPOS. Tulisan ini idenya dari teman dunia maya, Mas Arta Oye. Mas Arta waktu kecil memang sedikit bandel. 

Kalau mau tahu ceritanya, bisa baca di sini atau silakan beli koran Solopos, ya. 



Selasa, 06 April 2021

Wafer Oreo Crispy Creamy



Sejak kecil aku suka banget wafer. Zaman masih kecil untuk bisa makan wafer harus nunggu lebaran atau beli satu bungkus kecil. Saat lebaran, roti kalengan ada beberapa biji saja jumlah wafernya. Tentu saja wafer dalam roti kaleng untuk rebutan. 

Setelah remaja, kakakku selalu membelikan biskuit, roti, dan wafer dalam jumlah banyak. Jadi, kami tak lagi berebut wafer. Ternyata kegemaran kami sama: wafer. Untuk itulah tiap lebaran kakakku memilih membeli wafer kaleng daripada roti.

Sekarang banyak sekali produk wafer yang beredar di pasaran. Kini ada wafer oreo rasa choco vanilla dan double choco. Di rumah selalu tersedia wafer oreo karena renyah, crispy creamy. Ngemil wafer oreo sambil nonton televisi atau dibawa untuk bekal bepergian. 

Wafer oreo rasanya benar-benar yummy. 

Kamis, 01 April 2021

Anak Umur 11 Tahun Punya 10 Kambing



Syukur Alhamdulillah, kambing milik Faiz beranak pinak. Dari 3 ekor kambing betina, sekarang menjadi 10 ekor. Dua ekor kambing betina pertama dalam satu tahun dua kali beranak. 

Dulu saya dan suami sempat ragu ketika Faiz minta dibelikan kambing. Alasannya Faiz masih terlalu kecil untuk diberi tanggung jawab merawat kambing. Namun, ternyata ada orang yang mau memelihara kambing-kambing Faiz dengan sistem bagi hasil.

Bulan April ini Faiz berencana untuk menambah beberapa ekor kambing jantan sebagai persiapan dijual saat Idul Adha. Kebetulan saya dan suami mendukung rencana Faiz. 

Saat pandemi seperti sekarang ini, belajar di rumah benar-benar memiliki nilai positif untuk Faiz. Faiz nyaman dengan belajar di rumah sebisanya dan memiliki kambing. Mengunjungi kandang kambing adalah hal yang menyenangkan. Sang jutawan cilik kini beraksi lagi. Faiz ingin sukses di usia muda dengan memiliki banyak kambing.

Jumat, 19 Maret 2021

Belimbing Wuluh Untuk Penderita Hipertensi

Belimbing Wuluh
Dok.pri


Selain buah mengkudu atau pace, belimbing wuluh juga bisa dikonsumsi bagi penderita hipertensi. Buah yang rasanya sangat masam ini dapat menurunkan tekanan darah. 

Belimbing wuluh mudah didapat dan cara mengkonsumsinya juga gampang. Kita hanya perlu merebusnya. Setelah mendidih dan air berkurang, api dimatikan. Air rebusan belimbing wuluh ini fiminum hangat-hangat. Rasanya segar, tidak semasam seperti yang kita bayangkan. 

Resep berbahan dasar belimbing wuluh untuk menurunkan tekanan darah penderita hipertensi:

Bahan: 

3 buah belimbing ukuran sedang 

3 gelas air

Cara membuat:

1. Cuci buah belimbing lalu iris tipis-tipis

2. Masukkan buah belimbing dan air ke dalam panci.

3. Masak air dan belimbing hingga air berkurang  dan tinggal 1,5 gelas lalu matikan apinya.

Mudah dan praktis, bukan?

Belimbing wuluh bisa dicampurkan untuk masak sayur asem. Masakan tambah segar bila ditambah belimbing wuluh meskipun sudah diberi tomat.

Semoga bermanfaat.


Senin, 08 Maret 2021

Semelak Minuman Olahan Buah Pace

 

Sumber : IDN Times


Sejak di rumah ada yang sakit tekanan darah tinggi, saya jadi suka mencari informasi tentang herbal yang bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Daun seledri, daun salam, buah labu siam, mentimun, daun bayam, dan lain-lain pernah dicoba untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Bahan-bahan tersebut mudah didapat di sekitar rumah.

 

Belakangan suami yang selalu minum rebusan herbal membawa pulang buah pace atau mengkudu. Suami minta untuk mengolah buah pace menjadi ramuan siap minum. Begitu suami minta dibuatkan ramuan buah pace, saya jadi ingat jajanan waktu masih kecil berbahan buah pace masak. Jajanan berupa minuman segar itu bernama semelak.

 

Bagi yang belum pernah minum semelak pasti penasaran. Apa sih semelak itu? Semelak adalah minuman segar berbahan utama buah pace atau mengkudu yang matang, air, gula jawa, dan jeruk nipis.  Semelak merupakan olahan buah pace yang sangat sederhana cara membuatnya.

 

Berikut ini adalah cara membuat semelak, yakni:

1.    Buah pace yang sudah matang tersebut dicuci  terlebih dahulu

2.    Buah pace yang sudah bersih dipotong kecil-kecil.

3.    Selanjutnya buah pace diremas.

4.    Tambahkan air lalu  didihkan.

5.    Setelah airnya sedikit berkurang, matikan apinya.

6.    Saring lalu airnya ditambah sedikit jeruk nipis dan gula jawa sesuai selera.

Semelak bisa diminum selagi hangat. Rasanya segar dan aromanya tidak terlalu menyengat.



Perlu diketahui bahwasanya buah pace matang baunya sangat menyengat. Namun, bila telah dimasak dengan air, lalu ditambah jeruk nipis, baunya khas dan tidak lagi menyengat seperti sebelum dimasak. Nah, bagi kamu yang ingin mencoba minuman semelak, bisa membuat sendiri atau membeli yang sudah jadi di pasar tradisional kios jamu.

Jumat, 12 Februari 2021

Aku Ingin Naik Haji Bersamamu

 


Sewaktu kamu bilang suka padaku, aku tidak bisa menerima. Aku tak mau membuka hati buru-buru. Jangan sampai menerimamu hanya karena untuk mengisi ruang yang kosong. Maafkan aku yang lagi patah hati ini, hahaha (1994, belum pacaran sudah putus duluan). Lagian aku belum tahu siapa kamu. Aku belum mengenalmu secara dekat. Dua bulan mengenalmu bagiku adalah waktu yang terlalu singkat.

 

Kalau kamu mulai memperhatikanku 5 tahun sebelumnya secara diam-diam (1990). Itu juga karena kebetulan rute ke kampus naik sepeda onthel yang sama. Aku sama sekali tak tahu itu. Sebab saat aku naik sepeda ke kampus, pandanganku lempeng saja nggak noleh kiri kanan. Selempeng hati ini yang yak mudah terombang-ambing. Ciaaa

 

Suatu hari kamu meyakinkan aku dengan 5 kata ajaib, yang membuatku yakin keseriusanmu: aku ingin naik haji bersamamu. Kata-kata yang kuyakini inilah lamaranmu padaku.

 

Tahun 2005, aku merasakan arti kehilangan. Pada saat itu anak kedua yang kutunggu-tunggu harus kurelakan "pulang" setelah 10 minggu berada di rahim. Ada air mata dan hati yang perih karena perjuangan untuk kembali mendapatkan momongan harus berakhir.

 

Tahun 2006, bapak mertua meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Setelah keguguran, aku tak kunjung hamil lagi. Ibu mertua bilang seandainya Allah hanya mempercayakan satu anak, maka rawatlah dengan baik. Sekolahkan anak setinggi mungkin. Aku tersenyum. Usaha keras sudah dilakukan, terakhir adalah pasrah. Allah pasti memberikan yang terbaik buat aku dan suami.

 

Tahun 2008, Ibu mertua divonis mengidap tumor. Saat itu suami dengan mata berkaca minta izin aku untuk membawa ibu ke rumah sakit.

 

"Ayah, apa yang kamu miliki seandainya untuk kepentingan pengobatan ibu belum bisa membalas ibu dari kamu lahir hingga saat ini."

"Tapi kita nggak punya uang."

 

Akhirnya aku dan suami sepakat mencari pinjaman ke koperasi lalu ke bank. Tahun 2009, kondisi Ibu mertua semakin memburuk. Tumor limfa ganas selama setahun terakhir membuat Ibu mertua pasrah.

 

Waktu itu akhir bulan puasa. Ibu akan dibawa ke rumah sakit. Dana untuk berobat makin menipis. Suami terlambat mengajukan pinjaman ke bank karena bank telah libur cuti bersama lebaran. Mau tidak mau, yang penting pegang uang, maka suami meminjam uang koperasi. Ibu minta pulang dan dirawat di rumah saja.

 

Sepekan setelah lebaran, ibu wafat. Uang pinjaman dari koperasi masih utuh, lalu dikembalikan. Seminggu setelah meninggalnya Ibu, aku positif hamil F2. Alhamdulillah. Bahagia tak terperi. Ternyata Allah menguji aku dan suami untuk bersabar. Sabar merawat Ibu hingga meninggal. Sabar menunggu buah hati tanpa keluh kesah.

 

Kala duduk santai dengan suami, aku pernah bilang, "Yah, Ayah berangkat umroh dulu."

"Kalau ada rezeki, kita berangkat ke tanah suci naik haji bersama-sama."

"Ayah berangkat dulu saja. Aku belakangan. Kita kan nggak punya dana. Atau mau mengajukan dana talangan?" tanyaku.

"Nggak usah pakai dana talangan. Kalau koperasi dan bank telah lunas, kita nabung dulu."

 

Suamiku memang sangat sederhana. Prinsipnya jangan utang kalau tidak terpaksa. Terakhir utang untuk biaya pengobatan Ibu mertua. Ya sudah, aku manut suami saja.

Akhir tahun 2011, suami membulatkan tekadnya.

"Mi, aku ingin naik haji bersamamu. Aku mengajukan pinjaman koperasi untuk mendapatkan 1 porsi, sedangkan 1 porsi yang lain sudah bisa kita bayar dari tabungan."

 

Benar-benar meleleh air mata ini. Kamu telah memenuhi janjimu, tahun 1995 yang lalu ingin naik haji bersamaku. Pantas saja tiap kuberikan semangat untuk berangkat ke tanah suci lebih dulu, kamu tak pernah setuju dan bilang, "aku akan bersamamu."

 

Kini aku tahu, makna genggaman tanganmu tiap kita bepergian berdua. Kamu tak ingin melepaskanku. Kamu bilang, kelak di tanah suci kita selalu bersama-sama.

Matur nuwun, kau yang terbaik yang dikirim untuk menjagaku.

 

#naikhajibersamamu #hajimabrur #catatanimapenulis