Kamis, 02 April 2020

30 Hari Menulis Tanpa Henti



Bukan karena bosan menulis dan tidak ada waktu menulis tetapi aku mempersiapkan tulisan lain yang akan kujadikan sebuah buku. Namun, untuk memberikan semangat pada seorang murid, aku ikut menulis menjawab tantangan 30 hari menulis tanpa henti.

Seorang murid yang sudah lulus beberapa tahun yang silam, kini sedang stay at home. Dia sedang menjalani kuliah jarak jauh karena keadaan sedang tidak memungkinkan untuk kuliah secara offline. Sebab itulah, agar waktunya tidak banyak luang, dia menyibukkan diri dengan belajar menulis.

Sebenarnya belajar menulis itu yang penting kemauan, niat, dan aksi. Selanjutnya, belajar menulis bukan sekadar keinginan sesaat lalu ingin segalanya cepat mendapatkan hasil. Tantangan 30 hari menulis ini bisa untuk menilai bahwa serius belajar atau tidak. Sebab, biasanya orang akan bersemangat di awal-awal dan merasa bosan di tengah jalan.

Oleh karena sedang belajar menulis, maka aku tidak memberikan tema pada tantangan ini. Biarlah muridku mencari tema sendiri, lalu menulis sebisanya. Aku akan memberikan koreksi sebatas penulisan tanda baca dan huruf kapital terlebih dahulu. Namanya juga belajar, jadi koreksiannya tidak perlu banyak-banyak. Tujuannya adalah agar dia tidak mundur secara teratur. Seiring berjalannya waktu, muridku akan tahu bagaimana menulis sesuai permintaan pasar. Menulis tidak lagi sembarang menulis. Bisa menulis karena terbiasa.

Agar disiplin menulis, aku memberikan batasan waktu untuk menulis di facebook setiap hari paling lambat pukul 22.00 WIB. Mengapa demikian? Alasannya adalah agar dia segera menyelesaikan tulisannya. Bagaimana bila ide menulisnya mentok? Ada buku, koran, berita dari media sosial sebagai bahan bacaan dan bahan untuk ditulis.

Apakah belajar menulis  ini berbayar? Tidak! Gratis saja. berbagi ilmu tidak ada ruginya. Namun, bila ada yang ingin mendapatkan materi belajar menulis yang lebih, bisa bisik-bisik ya. Kalau ada yang ingin lebih serius belajar menulis, aku juga menyediakan buku khusus untuk penulis pemula.

Yuk, menulis sekarang juga. 30 hari berturut-turut menulis akan ringan bila kamu serius dalam belajar menulis.

#30harinulisxnoerimakaltsum


Rabu, 01 April 2020

MERDEKA BELAJAR SELAMA LEARN FROM HOME


Selama belajar di rumah, anak-anak sekolah siap belajar secara online duduk manis mengikuti pelajaran sambil ngemil (kalau disediakan camilan). Sayangnya ketika orang tua mendampingi anak yang "katanya belajar jarak jauh" saat membuka classroom ternyata tidak ada materi pelajaran sama sekali. Orang tua hanya mendapatkan tugas berupa soal-soal yang harus dikerjakan putra-putrinya dan dikumpulkan secara online.


Bagi orang tua tugas untuk anak itu hanya sepele, kecil, seujung kuku kelingking, sekali kedip mata selesai dikerjakan. Tentu saja hal itu berbeda bagi anak-anak, apalagi selama 17 hari di rumah. Anak mulai bosan meskipun tetap terpaksa harus menyelesaikan tugas. Betul kata pak gubernur Jawa Tengah, "KLENGER." Klenger di sini bukan karena tugasnya banyak tapi anak-anak sudah bosan dan merasa jenuh.

Konon katanya sekarang anak-anak sekolah harus merdeka belajar. Merdeka belajar itu sebaiknya anak-anak bebas mempelajari apa yang dia suka. Yang suka bercocok tanam ya silakan disuruh tandur menandur menanam sayuran dalam pot atau wadah plastik bekas. Saat masuk sekolah, hasilnya besok dibawa. Yang suka beternak silakan ternaknya besok dibawa ke sekolah (kambing, sapi, kuda). Byuh... fleksibel saja, mungkin yang dibawa lele, ikan-ikan kecil, anak ayam, dan lain-lain. Anak-anak yang suka memasak, hasil karyanya dibawa ke sekolah. Misalnya stik rasa keju, kembang gula, dan lain-lain. Anak-anak yang suka ketrampilan bisa membawa boneka dari flannel atau hasil karya ketrampilannya. Kalau seperti ini baru namanya merdeka belajar. Untuk melengkapi dokumen dan mengembangkan budaya literasi, anak-anak bisa diminta menulis pengalamannya selama merdeka belajar di rumah.



Kalau bisa sebagian kegiatan yang dilakukan di rumah diambil gambarnya sebagai bukti untuk meyakinkan kalau anak-anak benar-benar melakukannya. Tidak semua anak mempunyai kemampuan yang sama di bidang akademik. Misalnya ada tugas yang sama untuk mata pelajaran tertentu, sebaiknya porsinya sedikit saja. Merdeka belajar di rumah bagi orang tua justeru untuk mengetahui minat dan bakat anak-anaknya. Bukan anak belajar di rumah, orang tua tambah stress. Jadi, learn from home benar-benar membuat anak-anak nyaman dan tetap bahagia.


#catatanimapenulis

Rabu, 11 Maret 2020

Benarkah Food Combining Dapat Membantu Menjaga Wudu?


noerimakaltsum.com. Seorang kerabat yang beberapa hari yang lalu aku ceritakan meluangkan waktu berjalan kaki di sekitar sekolah saat istirahat tak mengajar. Saat bertemu denganku lagi beberapa waktu yang lalu dia mengkhawatirkan keadaannya yang sebentar-sebentar buang angin alias "ngentutan".

 "Bagaimana saya bisa menjaga wudu kalau ngentutan gitu?" tanyanya.
"Jangan khawatir, Mbak. Insya Allah kita bisa kok belajar menjaga wudu. Caranya adalah segera berwudu dan berusaha untuk tetap suci. Bila batal karena kentut, ya wudu lagi. Kalau bertahannya suci hanya sebentar, berarti kondisi perut kita perlu dicek. Teraturkah BAB-nya, apa saja yang kita makan, apakah makanan yang kita konsumsi benar-benar yang sehat dan kita butuhkan? Di sini ketahuan, pola makan kita sehat nggak, kita menerapkan pola hidup sehat atau tidak? Memangnya kenapa, Mbak?"
"Besok saat tawaf ‘kan harus bisa menjaga wudu agar tidak batal."

Kerabatku tersenyum, seolah membenarkan kalau BAB-nya tidak lancar, makanan yang dikonsumsi tidak sehat, dan kemrungsung.

Kalau BAB lancar dan teratur, sepertinya tidak akan ngentutan. Kalau makanan yang kita konsumsi adalah makanan sehat dan "secukup" yang kita butuhkan, rasanya perut kita juga akan baik-baik saja. Dengan demikian, kita bisa menjaga wudu selama 15 menit, 30 menit, 45 menit, dan seterusnya.

Agar BAB lancar, sudah semestinya bila kita benar-benar memperhatikan apa saja yang kita makan dan waktunya harus tepat. Sebelum aku menerapkan food combining, aku telah melakukan pembatasan jumlah nasi putih yang aku konsumsi. Selain jumlah yang aku batasi (dikurangi dari sebelumnya), juga waktu makan nasi hanya saat makan siang. Pagi minum jeruk nipis peras, minum air putih dan sarapan buah. Kudapan pagi sekitar pukul 09.00 adalah sup telur, makan siang berupa nasi, sayur dan lauk, sore hari makan sayur dan lauk, malam hari (sampai batas isya) hanya makan buah. Selain air putih, aku juga minum teh manis.

Pola makan yang aku terapkan ditambah olahraga jalan kaki bisa menurunkan berat badan sebesar 1 kg dalam satu minggu. Total berat badan turun 4 kg setelah pola makan diatur sedemikian rupa. Menurunkan berat badan adalah keinginanku agar badan tidak terasa berat dan aku bisa beraktivitas dengan nyaman. Menurunkan berat badan bila sudah diniatkan ternyata bisa berhasil juga meskipun turunnya lambat.

Beberapa hari yang lalu aku mendapatkan hadiah sebuah buku berjudul 99 Tanya Jawab Food Combining. Setelah aku baca-baca, ternyata pola makan yang aku terapkan ada persamaannya dengan pola makan food combining, misalnya pagi minum juniper, sarapan buah, siang makan karbohidrat, sayur, dan lauk. Hanya saja aku masih makan karbohidrat dan protein hewani secara bersamaan, sedangkan di food combining langkah ini tidak tepat.

Akhirnya aku mencoba menerapkan food combining pada hari ini dan berhasil. Selama sehari ber-food combining, aku tidak merasa kelaparan meskipun pada siang hari tidak makan secara kalap. Mengapa pagi hari sarapan buah, bukan nasi? Ada alasan logis yang berguna bagi kesehatan. Dalam food combining dikenalkan fase buang, fase cerna, dan fase serap. Adanya fase inilah maka makanan yang masuk pada fase tertentu ada aturannya. Tidak sembarang makanan dimakan pada fase buang, fase cerna, dan fase serap. Rumit dong kalau begitu? Tidak juga asal sudah dipahami.

Bila makan secara teratur, BAK, dan BAB juga teratur, maka perut akan terasa nyaman. Dengan demikian tidak sebentar-sebentar buang angin alias ngentutan. Barangkali ini sangat cocok bagi orang yang ingin selalu menjaga wudu agar tidak cepat batal. Nah, bagi kamu yang harus dalam keadaan wudu terjaga, terutama saat melaksanakan tawaf, pola makan food combining bisa diterapkan.

Sebagian orang yang belum pernah sarapan buah, tentu akan menolak food combining. Makan nasi bersamaan protein hewani tidak dianjurkan, akan diprotes sebagian orang. Kalau begitu, coba dulu menerapkan food combining secara bertahap.   



#catatanimapenulis
#hajimabrur
#naikhajibersamamu

Yang berminat buku Mendekap Rindu Baitullah dan 99 Tanya Jawab Food Combining, silakan hubungi 082328716737

Kamis, 05 Maret 2020

Indahnya Bunga Celosia di Agro Rumpun Ijo Matesih Kabupaten Karanganyar


Karanganyar memiliki Taman Bunga Celosia yang tak kalah indahnya. Tempat wisata teranyar ini adalah AGRO RUMPUN IJO. Agro Rumpun Ijo terletak di Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Agro Rumpun Ijo terletak di pinggir jalan. Tiket masuk ke taman bunga ini sebesar Rp. 5.000,00 per orang.


Di Agro Rumpun Ijo pengunjung dapat menikmati keindahan berwarna-warni bunga Celosia, bunga tanaman lainnya, dan sayuran yang ditanam di sekitarnya. Meskipun tempat wisata ini baru dibuka tapi pengunjungnya selalu membludak, terutama hari libur.

Bagi saya, Agro Rumpun Ijo adalah tempat wisata terdekat, indah, dan murah. Untuk kuliner, tidak harus menikmati di sekitar tempat wisata. Saya mencari warung makan di dekat Pasar Matesih. Di sekitar Matesih banyak kuliner yang akan memuaskan lidah Anda.

Setelah memanjakan mata dengan keindahan bunga Celosia, pengunjung juga bisa meneruskan perjalanan ke Makam Ibu Tien Soeharto dan Pak Harto. Bagi yang ingin merasakan dinginnya udara pedesaan juga bisa langsung menuju Grojogan Sewu, Tawangmangu.

Jangan lupa, ya, tidak boleh merusak atau mengambil bagian dari tanaman. Budayakan tetap sopan dan menjaga keindahan taman.



Jumat, 14 Februari 2020

Pengalaman Pertama Membuat Paspor Haji



Khusus calon jemaah haji, pembuatan paspor sangat mudah. Saya dan calon jemaah haji lainnya hanya membawa beberapa dokumen asli untuk keperluan pengecekan saja ke kantor Imigrasi. Mengapa demikian? Sebab semua persyaratan pembuatan paspor telah kami kumpulkan jauh hari. Semua persyaratan dikumpulkan secara kolektif di KBIH, lalu pihak KBIH menyerahkannya ke kantor Kemenag. Di kantor Kemenag persyaratan yang kami kumpulkan benar-benar dicocokkan dengan data yang telah masuk. Bila ada kekurangan, maka calon jemaah haji tidak perlu mondar-mandir ke kantor imigrasi. Kekurangan tersebut cukup diselesaikan di Kantor Kemenag Kabupaten Karanganyar.

Saya dan calon jemaah haji dari Kecamatan Kerjo dan Kecamatan Karanganyar datang ke Kantor Imigrasi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Kebetulan calon jemaah haji dari Kecamatan Kerjo mendapatkan antrean lebih awal. Setelah calon jemaah haji dari Kecamatan Kerjo telah diambil foto dan sidik jarinya, giliran kami selanjutnya.

Proses pembuatan paspor tidak sampai 10 menit. Oleh karena biaya pembuatan paspor sudah dibayarkan secara kolektif, maka setelah foto kami bisa langsung pulang. Memang khusus calon jemaah haji, waktu untuk membuat paspor juga khusus, yaitu setelah selesai jam kantor alias setelah jam tiga sore baru bisa dilayani.

Alhamdulillah, saya dan calon jemaah haji dari KBIH yang sama tidak mengalami kesulitan. Semua sudah beres dan semua dokumen untuk persyaratan sudah komplit. Namun demikian, bagi calon jemaah haji yang masih ada kekurangan dokumen, petugas dari Kantor Kemenag siap untuk membantu menyelesaikannya. Calon jemaah haji tidak perlu panik dan khawatir. Semua bisa diselesaikan dengan baik asal mau mengikuti prosedur.

Oya, dokumen yang saya dan suami kumpulkan adalah fotokopi KTP, Kartu Keluarga, dan fotokopi surat nikah. Untuk paspor, nama yang ditulis minimal 3 kata, misalnya namaku Noer Ima Kaltsum. Kebetulan nama suami terdiri atas satu kata, maka ditambah nama ayahnya. Masih kurang satu kata, maka ditambah nama kakeknya. Untuk penambahan nama kakek harus disertai surat keterangan yang dikeluarkan oleh lurah setempat dan disahkan oleh camat setempat. Mudah, bukan? Ya, karena kami, para calon jemaah haji mendapatkan perlakuan yang sangat istimewa.

Sebetulnya hari itu paspor langsung dicetak, tapi paspor diserahkan kelak saat kami sudah masuk di Asrama Haji Donohudan sebelum terbang ke tanah suci.

Selasa, 28 Januari 2020

Cek Kesehatan Kedua Calon Jemaah Haji Kabupaten Karanganyar




Rabu, 22 Januari 2020 akan dilakukan pemeriksaan kadar gula dalam darah puasa dan tidak puasa. Pemeriksaan ini untuk kepentingan calon jemaah haji Kabupaten yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Jam 23.00 dianjurkan untuk makan (apa pun, yang penting makan). Sebab bila terlalu lama berpuasa, kadar gula dalam darah yang diperiksa hasilnya kurang baik.


Malam sebelumnya aku sudah mencoba untuk makan terakhir dengan nasi putih dan telur asin. Alhamdulillah, masih kuat untuk puasa. Ini baru latihan, riilnya masih keesokan harinya. Mengapa harus pakai latihan? Karena kebiasaanku kalau pagi minum air putih hangat lalu sarapan buah. Mengko ndak lali alias lupa!
Kuikuti tahapan demi tahapan semua persiapan menuju menjadi lebih sehat.

Tanggal 2 Oktober 2019 yang lalu, waktu cek kesehatan pertama untuk calon jemaah haji, aku dibuat kaget dengan berat badanku yang menembus angka 59. Pantas saja badan terasa berat. Jalan kaki di terminal dan berlari mengejar Bus Mira atau Sumber Selamat agak kesulitan. Mudah terengah-engah.

Kuputuskan untuk mengurangi berat badan dengan mengurangi porsi makan. Aku memilih pagi hari sarapan buah. Siang makan biasa, nasi, sayur, dan lauk. Nasinya cukup 5 sendok makan saja. Sore hari makan sayur dan protein.

Camilan cukup buah dipotong-potong. Yang murah meriah, aku memilih pisang dan pepaya. Sesekali semangka, melon, apel, buah pir, dan buah pemberian orang-orang.

Seminggu turun 1 kg. 2 minggu turun 2 kg. Setelah turun 4 kg, dan berat badan 55 kg, aku hanya mengatur pola makan saja. Maklumlah, kalau di bawah 50 kg, nanti aku dibilang kurang gizi dan banyak cacingnya.

Tanggal 22 Januari 2020, cek kesehatan kedua. Berat badanku 55 kg. Tensi 120/80. Alhamdulillah, jalan kaki bisa gesit lagi. Dhengkul alias lutut tak sakit lagi, tidur bisa nyaman. Tanpa minum obat, saat sakit kepala tinggal minum dan makan buah yang banyak.

Banyak cara dilakukan untuk menuju sehat. Makan secara teratur dan gizi seimbang, minum air putih secukupnya, kurangi gula, tepung, gorengan, susu, dan olahraga cukup, sudah bisa menyehatkan badan.

Masih ada 5 bulan untuk memperbaiki semuanya. Semoga Allah memberikan kemudahan dan kesehatan padaku dan suami.

Jam 23.00 mulai puasa dan diakhiri jam 09.00 keesokan harinya dengan pengambilan darah. Pengambilan darah (saat puasa) sukses. Petugas medis memberikan pengarahan. Setelah pengambilan darah ini, boleh makan tanpa jeda lalu puasa lagi selama 2 jam.

I : bolehkah makan soto sampai kenyang dan minum teh manis, mbak?
PM : boleh asal tanpa jeda.
I : kirain 2 jam boleh makan terus menerus pakai jeda.

Keluar dari ruang pengambilan darah, suami telah mengambil buah segar yang kupotong-potong dan teh manis. Buah pir dan pisang siap kami santap. Tiba-tiba beberapa orang mengingatkanku.

"Bu. Sebaiknya minum air putih dan makan snack yang telah kita terima saja. Biar nanti hasil cek darah setelah puasa baik."

Aku dan suami diam. Buah pir dan pisang telah kami santap. Air putih telah kami minum segelas. Lalu sedikit kudapan kami makan.

Orang-orang melihat kami keheranan. Mungkin mereka membatin, kami pasangan ngeyel saat disarankan makan snack.

Ya, aku dan suami biasa pagi hari minum air putih lalu makan buah. Namun demikian bukan berarti kami meninggalkan makanan lainnya. Tetap makan seperti kebanyakan orang, tapi waktunya sudah diatur sedemikian rupa.

Sarapan buah bagi kami sudah biasa, tapi bagi orang lain mungkin dinilai aneh. Aku tidak suka berbantah-bantahan. Ya, tetap menghargai pendapat orang lain dengan caraku.

Dua jam kemudian, jadwal pengambilan darah lagi. Namun saudara-saudara, kali ini petugas medis kesulitan mencari "jalur pengambilan darah" lengan kiriku. Hampir 10 menit, sang petugas gagal memperoleh sekian cc darah. Jarum yang terlanjur ditusukkan tidak pas sasaran. Petugas gembrobyos. Lalu dipanggillah petugas yang lebih senior. Meski sedikit lama, akhirnya berhasil juga proses pengambilan darah.

"Maaf, ya mbak. Kami kesulitan mengambil darah."
"Ndakpapa."

Setelah selesai cek kesehatan waktunya makan siang. Berdua makan pecel serasa orang lain di sekitar kami ngontrak. Hahaha.

Minggu, 19 Januari 2020

Menulis Resensi, Nulis Dapat Duit



Kegemaranku menulis diikuti dengan gemar membaca. Buku, majalah, koran, dan media sosial bisa kujadikan bahan bacaan. Namun, dari bacaan tersebut aku harus menyaring terlebih dahulu. Tidak semua bahan bacaan dan berita kuterima mentah-mentah.
Di antara bacaan tersebut, aku memerlukan waktu yang lama untuk menyelesaikan aktivitas membaca buku. Membaca buku bisa aku cicil. Bila bukunya menarik dan aku membutuhkannya, secepatnya kuselesaikan membaca. Bila buku yang kubaca kurang menarik, aku harus menyelesaikannya dalam jangka waktu lama.
Agar buku yang telah kubaca bisa diingat lebih lama, biasanya aku membuat ringkasannya. Saat ini aku suka membuat ringkasan buku. Isi bukunya hanya diringkas saja. Ternyata meringkas buku lalu memberikan penilaian pada buku tersebut, bisa menghasilkan uang. Ah, benarkah itu? Benar. Bagaimana cara menghasilkan uang dari membaca buku dan membuat ringkasannya?
Ada 3 macam aktivitas setelah membaca, yakni membuat ringkasan, meresensi, dan meriview buku. Aku memilih meresensi buku setelah membaca. Beberapa kali mengirim naskah resensi buku, belum ada yang dimuat, membuatku penasaran. Seperti biasanya, aku ingin menaklukkan sesuatu yang baru bagiku. Kupelajari lagi materi tentang meresensi buku. Kubaca buku yang akan diresensi berulang-ulang, agar yang kutulis benar-benar mewakili isi buku tersebut.
Ternyata syarat dan ketentuan meresensi buku agar bisa lolos di media antara media satu yang lain berbeda. Setelah memahami syarat dan ketentuan, aku kembali mengirimkan naskah resensi.
Senang rasanya, akhirnya tulisanku dimuat di koran Solopos. Aku meresensi buku berjudul AKU DISLEKSIA yang ditulis Diba Tesi Zalziyati. Buku AKU DISLEKSIA diterbitkan oleh Penerbit ANDI, Yogyakarta.
Ada tiga tulisan resensi buku yang dimuat di Solopos. Tulisan kedua adalah resensi buku antologi Ngeblog Seru Ala Ibu-ibu, diterbitkan oleh Penerbit Najmubooks. Tulisan ketiga adalah resensi Buku Orang Lumpuh Naik Haji diterbitkan PT. Smart Media Prima (dimuat hari Minggu, 19 Januari 2020). Pada akhirnya aku berpikir bahwa bila akan berhasil, aku tak boleh menyerah begitu saja saat belum berhasil.