Minggu, 21 Januari 2018

ULANG TAHUN KEEMPAT IIDN SOLO (2013-2017)

Juara Tembus Media
dok.IIDN Solo

Hujan turun dengan deras ketika kami sudah bersiap-siap menuju tempat berlangsungnya upacara pemotongan tumpeng. Kenapa kami? Bukankah dari rumah saya berangkat sendiri? Ya, iya dong, kan di Solo Raya kompak hujan. Maka teman-teman juga belum bisa berangkat kalau hujan deras. Namanya juga Januari, hujan sehari-hari. Pagi, siang, sore, malam kembali ke pagi hari kalau hujan turun, ya wajar kan?

Upacara pemotongan tumpeng dalam rangka memperingati hari ulang tahun IIDN Solo keempat. IIDN Solo resmi mengadakan Kopdar I pada tanggal 25 Desember 2013. Seharusnya, Desember 2017 kemarin, kami mau merayakan HUT IIDN Solo, tapi karena kesibukan kami, kopdar belum dapat dilaksanakan. Akhirnya, hari ini, Ahad, 21 Januari 2018 baru bisa terlaksana.

Anggota Berprestasi
dok.IIDN Solo
Bismillah, kami dari rumah masing-masing anggota IIDN Solo berdoa semoga hujan lekas reda. Dan, jreng-jreng, hujan benar-benar reda. Oh, ya, hari ini dresscode-nya pinky-pinky. Oleh karena saya tidak memiliki baju warna pink, akhirnya si Dhenok anak saya meminjamkan kemeja kotak-kotak beserta kerudungnya. Ahai, saya jadi kelihatan lebih muda dari aslinya. Saya diantar suami menuju rumah bu Hida di selatan Papahan. Alhamdulillah, rezeki Ibu sholehah dapat nunut duduk manis sampai tempat tujuan. Tak lupa kami menuju rumah Bu Astuti. Bu Astuti (daerah Sumber) mendapat tugas membawa/pesan tumpeng dengan uba rampenya.

Tumpengan
dok.IIDN Solo

Sampailah kami di TKP, Rumah Joglo (penanggung jawabnya bu Tri Hardiningtyas) di Makam Haji. Sambil menunggu anggota yang belum datang, kami menyiapkan konsumsi termasuk menyiapkan piring, sendok, daun pisang, kudapan dan minuman.

Pemotongan Tumpeng
dok.IIDN Solo
Acara tetap dimulai meskipun anggota yang datang belum lengkap. Ketika acara berlangsung, datang beberapa teman. Bagi yang terlambat alasannya karena hujan.
Acara :
1.    Pembukaan dengan bacaan Basmallah
2.    Sambutan tuan rumah oleh Ibu Tri Hardiningtyas
3.    Sambutan Ketua IIDN Solo
4.    Pemotongan tumpeng, acara santai
5.    Pengumuman pemenang lomba menulis
6.    Lain-lain
7.    Penutup dengan berdoa
Kok ada lomba menulis, itu lombanya macam apa sih? IIDN Solo, dalam rangka memperingati HUT mengadakan lomba. Lombanya adalah tembus media dan berprestasi. Untuk lomba tembus media yang dimaksud di sini adalah setiap anggota IIDN Solo yang naskahnya dimuat di media, maka akan mendapatkan poin.

Ternyata oh ternyata, lomba tembus media ini sangat efektif untuk memberi semangat menulis dan kirim ke media. Buktinya, masya Allah, beberapa anggota dalam waktu yang berdekatan bisa tembus media di Solopos. Tulisan apakah itu? Hehe, JON KOPLO. Ternyata, Ibu-ibu yang awalnya bilang tidak bisa menulis humor malah bisa tembus media. Alhamdulillah, berkat Rubrik Ah Tenane (SOLOPOS), anggota IIDN Solo bisa mengukir namanya di Koran. Selamat! Siapa sih kompornya (yang ngompori)? Jangan heran, penulisnya ini lo kompornya. (Owalahhh, pantas saja). Tak hanya cerita humor lo. Cerpen atau artikel apa saja yang bisa tembus media juga mendapatkan poin.

Nah, untuk anggota yang berprestasi, prestasi yang dimaksud adalah menerbitkan buku (baik individu maupun antologi), menang lomba blog, menang lomba karya tulis dan lain-lain.

Meskipun hadiah yang disampaikan kepada para pemenang tidak begitu besar nominalnya, tapi rasanya tetap senang dan menambah semangat. Lantas hadiah tersebut dari mana sumbernya? Hadiah-hadiah tersebut sumbernya dari iuran-iuran kami tiap kopdar.
Selamat Ulang Tahun IIDN Solo
dok.IIDN Solo
IIDN Solo, bagi saya adalah wadah yang banyak memberikan manfaat. Saya sangat berterima kasih kepada IIDN. IIDN telah membuat saya lebih banyak berkarya, dikenal orang dan tentu menambah penghasilan. Saya berharap, di masa yang akan datang, banyak perempuan (Ibu-ibu dan remaja) yang bergabung di IIDN. Bargabung di komunitas ini tidak ada ruginya. Mereka yang sudah bergabung di IIDN Solo mengaku lebih produktif dalam berkarya.

Selamat ulang tahun IIDN Solo. Tahun keempat ini, semoga IIDN Solo semakin berprestasi, amin. Terima kasih IIDN Pusat yang banyak memberikan dukungan moril.


Karanganyar, 21 Januari 2018

Sabtu, 20 Januari 2018

Yuk Kunjungi Tempat Wisata Di Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar


Kebun Teh Kemuning
dok.pri


Candi Sukuh
dok.pri

Bagi orang Karanganyar yang tinggal di Ngargoyoso, kalau tidak mau menulis, sepertinya rugi banget. Kenapa? Karena di Ngargoyoso dan sekitarnya, banyak tempat wisata yang perlu dikunjungi dan dapat diceritakan ke orang lain. Di Ngargoyoso, banyak keindahan yang kadang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata karena keelokannya yang luar biasa. Selain itu, banyak kegiatan yang dilakukan hanya khusus di Ngargoyoso.

Candi Sukuh
dok.pri

 Orang-orang yang tinggal di Ngargoyoso dan sekitarnya, kudu mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di sana. Ada Candi Sukuh, ada Telaga Mandirda, ada Kebun Teh Kemuning, Kampung Karet,  ada Rumah Teh Ndoro Donker, ada aktivitas paralayang, dan lain-lain. Ada upacara adat yang menarik untuk disebarluaskan ke masyarakat umum dan dijadikan sebagai promosi kekayaan budaya di Karanganyar. Upacara keagamaan Agama Hindu tentu sangat bermanfaat bagi umat Hindu yang ada di Karanganyar dan di Indonesia pada umumnya.

Rumah Teh Ndoro Donker
dok.pri
Ngargoyoso dengan segala keindahannya, jangan hanya disembunyikan. Sampaikan informasi yang menarik tentang tempat-tempat yang bisa dikunjungi oleh wisatawan domestik dan manca Negara. Tulis dan bubuhkan foto-foto yang menarik, agar para pembaca tidak hanya sekadar penasaran tapi benar-benar mau mengunjungi tempat wisata di Ngargoyoso. Sampaikan informasi tentang tempat-tempat yang wajib dikunjungi di Ngargoyoso secara lengkap.

Sebagai orang Karanganyar, tentu bangga apabila tempat wisata yang ada di Ngargoyoso banyak dikenal dan dikunjungi oleh wisatawan. Kalau Anda (warga Ngargoyoso) merasa tempat wisata di kampung sendiri tidak begitu menarik untuk dibicarakan tapi bagi orang lain (pasti) menarik untuk dikunjungi. Sebagai contoh (Di Tawangmangu) Grojogan Sewu. Bagi kebanyak orang Tawangmangu, Grojogan Sewu mungkin kesannya biasa saja. Akan tetapi begitu informasi tentang Grojogan Sewu masuk TV, ternyata orang-orang dari luar Karanganyar berbondong-bondong ke Grojogan Sewu. Mereka (wisatawan) rela (mengalami) macet berjam-jam agar bisa sampai di Grojogan Sewu.

Atau bagi orang Bantul Yogyakarta, Pantai Parangtritis adalah tempat yang biasa saja, tidak ada istimewanya. Akan tapi menurut wisatawan (luar Yogyakarta), Pantai Parangtritis selalu menjadi prioritas tempat wisata yang wajib dikunjungi saat mereka ke Yogyakarta.

Mari kunjungi tempat wisata di Ngargoyoso, kemudian abadikan tempat wisata tersebut, tuliskan dan sebar luaskan informasi tentang tempat wisata tersebut. Semoga Ngargoyoso menjadi salah satu tempat favorit selain Tawangmangu sebagai destinasi tempat wisata.

Semoga tulisan ini bermanfaat.


Karanganyar, 20 Januari 2018

*Mengantar Saudara dari Yogyakarta yang penasaran dengan obwis Ngargoyoso

Jumat, 19 Januari 2018

Menulis Artikel Tentang Tempat Wisata Dan Kuliner

Candi Sukuh
dok.pri


Menulis artikel tentang tempat wisata yang berada di Karanganyar, ternyata bermanfaat bagi orang lain. Tentu saja, ada yang penasaran dan ingin mengunjungi tempat wisata yang pernah saya tulis. Inilah salah satu bentuk promosi tempat wisata.

Sondokoro
dok.pri

Tahun 2017, saya memiliki resolusi bisa berwisata ke tempat yang dekat-dekat dengan Karanganyar saja. Tidak perlu jauh-jauh kalau mau refreshing. Selain hemat waktu, juga hemat energy dan biaya (biasa, Ibu-ibu yang penuh perhitungan). Tahun 2018, semoga saya bisa melakukan perjalanan wisata ke tempat yang lebih jauh.

Grojogan Sewu, Tawangmangu
dok.pri

Tempat wisata dan kuliner adalah perpaduan bahan tulisan yang mantap. Oleh sebab itu, agar tulisannya menarik dan pembaca menyukainya, saya sertakan foto pada artikel tersebut.  Kalau sudah begitu, saya harus membawa kamera untuk mengambil gambar. Cekrek-cekrek sih boleh tapi saya tidak berlebihan dalam cekrek-cekrek.

Kampung Karet
dok.pri

Kalau Anda suka perjalanan/wisata, berbagilah tulisan tentang perjalanan Anda. Mungkin bagi Anda tempat terdekat di kota tidak terlalu menarik untuk dipublikasikan tapi untuk orang lain mungkin artikel tersebut sangat bermanfaat dan membantu.
Candi Cetho
dok.pri


Ayo, tebar manfaat! Ayo, menulis artikel wisata dan kuliner!

Karanganyar, 19 Januari 2018

Rabu, 17 Januari 2018

KLARIFIKASI DULU SEBELUM BERTINDAK


Kalau tulisan kita tidak diterima, gimana dong? Ya nggak gimana-gimana. Tugas penulis kan nulis. Kalau ternyata sana-sini ada yang tidak sependapat, ngeyel, ya dibiarkan saja. Kadang-kadang, tulisan kita kan nggak sengaja menyinggung orang lain padahal sumpah nggak ada maksud di hati menyinggung orang lain. Ya, cuekkin ajah. Sebenarnya sebuah tulisan, terwujud berdasarkan banyak pertimbangan, banyak masukan, dan ternyata kebetulan ada yang mengalami.

Nah, gimana kalau tulisan itu sudah dibuat 2-3 tahun yang silam (waktu itu tidak ada kejadian apa-apa) lantas  baru-baru ini ada kejadian (sesuai realita) sama persis dengan tulisan seseorang tersebut. Salahkah penulis tersebut? Ya, hembuh. Tulisan dibuat jauh sebelum suatu peristiwa terjadi.

Lantas penulisnya dicaci maki, pokoke disalahkan. Dengan hati yang lapang, sang penulis berdoa semoga orang yang mencacimakinya mendapatkan hidayah, mendapatkan pencerahan, agar tidak berburuk sangka. Lebih baik klarifikasi dahulu sebelum mencaci maki.

Ketika ada penulis menayangkan sebuah artikel, kemudian ada pembaca yang tidak dikenalnya sama sekali bilang kalau tulisan itu sama seperti yang dialaminya, penulis manalah tahu. Kenal saja tidak, apalagi kok tahu latar belakangnya. Berarti tulisan tersebut dan pengalaman seseorang tersebut kebetulan sama.

Tanggal 13 Januari seorang penulis menulis artikel lalu diposting. Tanggal 15 Januari (2 hari setelahnya) ada peristiwa terjadi hampir sama dengan artikel tersebut. Apakah sang penulis bermaksud tidak baik terhadap orang yang mengalami peristiwa yang sama dengan apa yang ditulis? Tentu saja tidak. Tulisannya kan tayang duluan daripada suatu kejadian.

#Kroscek

Karanganyar, 17 Januari 2018

Senin, 15 Januari 2018

[Ah Tenane] Teh Rasa Solar

noerimakaltsum.com
Tulisan ini dimuat di Solopos hari Senin, 15 Januari 2018. Inilah naskah aslinya. Naskah versi redaksi bisa dibaca di koran hari ini.

AH TENANE
TEH RASA SOLAR
Oleh : Noer Ima Kaltsum
Musim panen padi telah tiba. Mbah Tom Gembus mengawasi orang-orang yang ngerek alias panen sekaligus merontokkan gabahnya. Untuk mengisi waktu, mbah Gembus memindahkan damen atau batang padi ke tempat yang aman untuk pakan sapi.
Sebelumnya, Lady Cempluk anak mbah Gembus sudah menyiapkan minuman teh panas camilan untuk Bapaknya.  Udara sangat panas. Mbah Gembus yang sudah sepuh, lebih dari 75 tahun ini beberapa kali istirahat dan minum untuk memulihkan stamina.
“Wow, la wedangku wis entek ta. Jam segini, Cempluk belum juga pulang.”sambat mbah Gembus.
Mbah Gembus masih wira-wiri untuk mengambil damen. Sejenak beliau beristirahat. Tidak mau menunggu Cempluk pulang, mbah Gembus minta air teh pada salah satu tenaga tleser.
“Mas Koplo, mbok aku dikasih wedange. Tehku sudah habis je.”
“Sumangga, mbah. Sampeyan ambil sendiri saja, jerigennya di sawah. Kami baru repot,”jawab Jon Koplo.
Para tenaga tleser hanya memperhatikan mbah Gembus sekilas saja. Ada yang teriak,”Cah, mbah Gembus mau minta wedang.” Mereka kembali bekerja dan meninggalkan mbah Gembus untuk menganbil serumpun padi yang sudah dirit (dipotong batangnya).
Mbah Gembus mengambil gelas. Rumangsa ada 2 jerigen, dan yang satunya ada isinya, mbah Gembus membuka jerigen dan menuangkan isinya ke dalam gelas.
Setelah itu, mbah Gembus meneguk isi gelas. Baru sedikit yang diteguk langsung ditelan, tiba-tiba mbah Gembus huwek-huwek. Beberapa tenaga tleser mendekati mbah Gembus.
“Ada apa mbah? Kok, huwek-huwek. Mbah Gembus masuk angin ya.” 
“Aku, ambil teh di jerigen itu. Lalu kuminum, rasane kok ora karuan ta tehnya?”
“Pangampunten mbah. Njenengan tadi ambilnya jerigen dekat jerigen kosong, ya? Jerigen itu isinya bukan wedang mbah, melainkan solar. Tadi kan sudah dibilangi kalau wedangnya ada di sawah”
“Jadi, yang kuminum solar? Sontoloyooo.”mbah Gembus nesu-nesu tidak menyadari kepikunannya.

Orang-orang berusaha untuk mengeluarkan “wedang” yang sudah terlanjur diminum. Akhirnya mbah Gembus muntah. Tak lama kemudian Cempluk dan suaminya pulang. Cempluk merasa bersalah karena Bapaknya hampir keracunan “wedang” solar. (SELESAI)

Minggu, 14 Januari 2018

Ayo Menulis Buku Untuk Anak

Saya mulai melirik untuk menulis buku untuk anak. Semoga bisa terwujud dalam waktu dekat. Dunia anak adalah dunia yang paling dekat. Setiap waktu, setiap saat saya bersentuhan dengan anak-anak. Tentu akan lebih mudah menceritakan sesuatu yang dekat dan familiar dengan kita. Banyak hal yang bisa diceritakan tentang anak-anak. Mulai dari kebiasaan, hobi, permainan, permasalahan dan lain-lain. Bacaan untuk anak memang perlu ditambah koleksinya agar anak tertarik dan mengurangi ketergantungan menggunakan gadget.


Karanganyar, 14 Januari 2018

Sabtu, 13 Januari 2018

IBU BEKERJA HARUS PANDAI MENGATUR WAKTU

Menjadi Ibu bekerja di luar rumah, harus pandai mengatur waktu agar ada keseimbangan dan keselarasan pekerjaan di luar dan domestik. Saya sangat menikmati pekerjaan di sekolah dan di rumah. Saya bekerja dengan professional. Pembagian tugas (pekerjaan di rumah) dengan suami tetap kami laksanakan agar beban pekerjaan harian saya tidak terlalu berat.

Ada yang membuat saya santai sehari-hari meskipun saya bekerja di luar rumah. Suami saya tidak banyak menuntut agar saya menyiapkan masakan (memasak sendiri) di rumah. Bagi kami, yang penting menanak nasi dan menyediakan telur ayam, itu sudah cukup. Sayur matang bisa kami beli di warung makan tetangga atau kantin sekolah. Kami memilih yang praktis-praktis saja. Kalau ada yang tidak sependapat dengan saya, silakan saja.

Mungkin ada yang bilang kalau masak sayur sendiri lebih sehat, lebih bersih, dan lain-lain. Ya, silakan saja dengan pendapat itu. Saya yakin sekali, masakan di warung makan itu pengelolaannya juga tidak sembarangan dan memperhatikan kebersihan. Bukankah pemilik warung makan itu (keluarganya, pembantunya) juga makan hasil olahannya? Bukankah selama bertahun-tahun atau mungkin puluhan tahun, masakan yang mereka jual tidak bermasalah?

Saya salut terhadap Ibu-ibu yang bisa menyediakan masakan untuk keluarganya sehari-hari. Saya acungi jempol buat mereka. Mereka rela berlama-lama di dapur, menyiapkan semuanya dan membersihkan peralatan masak setelah selesai eksekusi. Luar biasa!

Saya salut terhadap Ibu-ibu yang menyiapkan bekal makanan untuk putra-putri mereka yang akan dibawa ke sekolah. Bekal makanan tersebut biasanya menunya bervariasi. Agar si anak mau makan dan menghabiskannya, Ibu-ibu rela menghias makanan/bekal yang dibawa putra-putri mereka (bekal makanan berkarakter). Saya sangat salut pada mereka (terus saya mikir, kapan ya aku pernah melakukan itu? Sepertinya belum pernah deh).

Ternyata, saya kekurangan waktu kalau untuk melakukan semua pekerjaan rumah tangga. Pulang mengajar jam setengah empat sore baru sampai rumah, bersih-bersih rumah, nyuci, setrika, mendampingi anak belajar, nulis, tau-tau sudah larut. Setiap hari seperti itu ritmenya.

Sekolah tempat saya mengajar, menerapkan 5 hari sekolah. Hari Sabtu dan Ahad, saya baru bisa memainkan panci, suthil, wajan, dan alat dapur lainnya. Saya tidak mau membuat sayur yang ribet cara masaknya. Yang sederhana saja, yang plung-plung-plung, matang lalu santap.

Selain memasak, saya juga bisa memasang kancing baju yang lepas, menjahit dengan tangan alias “ndondomi” pakaian yang sedikit robek. Saya bisa membaca Koran dengan leluasa bahkan iklan-iklan yang gak penting juga dibaca. Saya bisa merawat ayam-ayam kampung yang merupakan tabungan si kecil.

Kalau ada waktu luang, barulah saya minta kepada suami untuk sekadar jalan-jalan yang tidak perlu jauh dari rumah. Syukur Alhamdulillah kalau saya diizinkan mudik ke Yogya.

Ibu bekerja, harus pandai mengatur waktu sebab setiap detik waktu nilainya sangat berharga. Ibu bekerja, baik di rumah maupun di luar rumah sangat menghargai waktu. Kebanyakan dipilihlah yang simple-simpel dan praktis-praktis saja sesuatu yang tidak terlalu penting.

Semoga bermanfaat.

Karanganyar, 13 Januari 2018