Selasa, 13 November 2018

KORAN MINIM BERITA HOAKS


Pada saat ini, kita mudah mengakses berita. Dengan android kita bisa memperoleh berita yang beragam dalam hitungan detik. Bila kita tidak menyaring informasi atau kroscek informasi terlebih dahulu, maka kita akan terjebak.

Sebelum menyebarkan berita dari internet, dipikirkan masak-masak terlebih dahulu. Sebaiknya jangan buru-buru menyebarkan berita yang kebenarannya belum teruji. Menjadi pembaca dan menyebarkan informasi lebih bijak, itu langkah yang tepat.

Selain membaca berita dari internet, coba imbangi dengan membaca koran. Koran ditulis oleh seorang jurnalis yang sudah dipercaya. Seorang jurnalis tidak akan menulis sesuatu secara serampangan. Mereka menuliskan berita sesuai fakta yang ada di lapangan, atau berdasarkan pendapat narasumber.

Kalau kita menyebarkan berita dari koran, itu jelas sumbernya. Yuk, imbangi aktivitas jempol kita pada gadget dengan membaca koran. Rasakan sensasinya membaca koran dibanding membaca berita dari gadget.
00000

Kamis, 08 November 2018

BISAKAH MENULIS BUKU ANAK?


Apakah saya bisa menulis buku anak? Bisa! Siapa bilang Anda tidak bisa menulis buku anak? Agar bisa menulis buku anak, tentu Anda harus tahu ilmunya. Bila sudah tahu ilmunya, lalu terapkan secepatnya, jangan menunda-nunda.

Menulis buku anak prosesnya sama dengan menulis buku pada umumnya. Bila telah diberikan ketentuan, seperti jumlah kata dan jumlah halaman, Anda tinggal mengerjakan. Ada syarat lain dalam menulis buku anak, yaitu kalimat-kalimatnya harus ramah anak. Bila ada gambar untuk mempermanis tulisan, hendaknya gambar tersebut juga ramah anak.

Anda bisa menulis buku anak dengan cara mencicil. Perlu Anda siapkan agenda pencapaian. Meskipun mencicil, tetap harus punya target untuk menyelesaikan. Anda harus memiliki deadline agar naskah buku cepat selesai. Misalnya Anda akan menulis buku anak berupa kumpulan cerita, maka tentukan jumlah judul cerita. Dari jumlah judul cerita tersebut, lalu menargetkan dalam sehari bisa membuat berapa cerita?

Seandainya belum ada rencana membuat buku anak, setidaknya Anda telah menuliskannya di buku. Bila setiap hari bisa menulis satu cerita secara konsisten, dalam sebulan sudah memiliki 30 cerita anak. Cerita anak tidak perlu panjang-panjang. Dalam satu cerita cukup 250-500 kata.

Yuk, menulis buku untuk anak yang ramah anak.  

BUKU ANAK MASIH DIMINATI

Buku bacaan untuk anak masih banyak peminatnya. Dengan demikian, stok buku anak juga harus banyak dari segi jumlah dan jenisnya. Berarti peluang untuk menulis buku anak juga besar.

Masyarakat semakin cerdas. Orang tua zaman sekarang tidak semuanya mempercayakan gadget pada anak-anaknya. Sebagian besar masih memiliki prinsip bahwa anak harus jauh dari gadget dan dekat dengan bacaan yang ramah anak.

Untuk anak-anak usia PAUD sampai kelas 2 SD, buku bacaan bergambar sangat diminati.  Narasinya tidak terlalu banyak, yang penting gambarnya besar. Anak-anak tertarik membaca karena banyak gambar menarik yang mendukung bacaan tersebut.   Untuk anak kelas 3-6 SD lebih suka membaca buku cerita, dengan gambar tidak terlalu besar.

Dongeng, cerita rakyat, fabel, dan kisah nyata adalah beberapa pilihan untuk bacaan anak. Sebenarnya setiap orang bisa menulis cerita anak, tapi tidak bisa memulainya. Bila setiap orang, khususnya orang tua mau membuat cerita anak lalu ditulis di dalam buku, tentu akan memiliki nilai positif. Satu cerita bisa dibacakan berulang-ulang sampai anak hafal jalan ceritanya.

Pada saat berikutnya, dibacakan cerita yang lain. Sampai beberapa hari ke depan, cerita yang sama dibacakan. Cerita  yang dibaca berulang-ulang, membuat anak lebih mengenali bahasa orang tuanya.

Apakah membuat cerita anak itu sulit? Jawabannya adalah tidak. Mungkin karena belum pernah mencoba, jadi ditantang seperti ini kita sudah angkat tangan. Seandainya kita tidak bisa menuliskan cerita yang sudah ada di kepala, sekarang waktunya untuk mencari buku bacaan di luar.

Kalau kita mau mendatangi pameran buku, di sana banyak dijual buku murah meriah dan berkualitas. Kita tinggal memilih sesuai selera dan sesuai isi dompet. Kalau sudah membeli buku, tentu harus dibaca.

Dari membaca buku orang lain inilah nanti kita bisa menulis cerita untuk anak. Bagi penulis, mendapatkan tawaran untuk menulis buku, tidak boleh disia-siakan begitu saja. Mumpung buku anak masih banyak peminatnya, yuk, tulis buku anak sebanyak-banyaknya. 

Rabu, 07 November 2018

BIJAK MENGGUNAKAN AIR


Di daerah Kabupaten Gunungkidul, masih banyak yang kekurangan air bersih saat musim kemarau. Kalau mata air di rumah alias sumur mulai mengering, warga mulai mendatangkan air dengan cara membeli. Satu tangki air harganya Rp. 150.000,00.

Beberapa orang yang sempat saya tanyai, mereka mengatakan bahwa air adalah barang berharga saat musim kemarau panjang. Untuk mendapatkan air, mereka harus rela menjual barang berharganya. Tidak jarang warga menjual ternaknya untuk sekadar membeli air.

Mendengar penjelasan warga Gunungkidul yang mengalami kesulitan air, saya jadi merenung. Di Karanganyar tempat saya kini bermukim, saya belum pernah mengalami kekeringan atau tidak mendapatkan air sama sekali. Kebetulan saya menggunakan air PAM karena tidak memiliki sumur. Bila air PAM macet, biasanya karena ada perbaikan saluran air. Seandainya air PAM mati, masih ada sumur tetangga yang bisa diambil airnya secara gratis.

Saya dan keluarga terbiasa bijak menggunakan air. Artinya, kami tidak boros menggunakan air. Air kami gunakan seperlunya saja. Kami sadar, nun jauh di sana banyak orang kekurangan air. Mereka harus mengeluarkan rupiah untuk mendapatkan air bersih.

Kini hujan mulai turun, meskipun belum merata. Betapa bahagianya bila hujan mulai turun. Sebagian warga yang merindukan air sangat antusias untuk mengumpulkannya dan memindahkan air hujan ke dalam wadah-wadah. Bak mandi, tempayan, ember, tendon dan lain-lain diisi sampai penuh.

Bila Anda pernah punya pengalaman kekurangan air atau mengalami kekeringan, apakah akan boros dalam menggunakan air? Langkah tepat menggunakan air adalah memakai air secukupnya. Masih banyak orang yang belum bisa menikmati air secara maksimal.

Yuk, bijak menggunakan air.   

BUKU ANAK YANG RAMAH


Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti suatu diskusi. Dalam diskusi tersebut hadir narasumber salah satu penerbit buku di Yogyakarta. Banyak hal yang disampaikan oleh dua orang narasumber. Namun, narasumber menekankan pada buku anak.

Buku untuk anak-anak sangat dibutuhkan. Yang dimaksud anak-anak di sini adalah anak usia  PAUD sampai kelas 4 SD. Anak kelas 5 dan kelas 6 sebenarnya masih digolongkan usia anak.

Bagi kami seorang penulis, tawaran untuk menulis buku adalah suatu rezeki yang tidak boleh disia-siakan dan ditolak. Hampir semua peserta diskusi ingin membuat buku anak. Buku anak bisa dikerjakan oleh siapa saja, tapi tidak semua orang bisa mengerjakan buku anak sesuai dengan rambu-rambu yang telah disampaikan narasumber. Mengapa demikian? Sebab, dalam menulis buku anak, penulis harus benar-benar sadar kalau buku yang ditulis ramah anak.

Buku anak menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, santun, tidak mengandung kata-kata yang mengarah pada kekerasan, SARA, dan porno. Selain itu dalam buku anak juga tidak boleh ada kalimat yang menggambarkan kehidupan orang dewasa. Artinya, dalam menulis buku anak, kita benar-benar menggunakan diksi yang tepat.

Setelah berdiskusi, rasanya ingin segera melakukan aksi, tindakan nyata untuk menulis. Semoga keterangan dari narasumber tersebut bisa menambah wawasan dan ilmu baru. Ya, beginilah cara mendapatkan ilmu. Ilmu bukan ditunggu kedatangannya, tapi ilmu perlu dijemput agar sampai pada kita.

Selasa, 06 November 2018

ILMU HARUS DIJEMPUT

Ilmu harus dijemput, bukan hanya ditunggu kehadirannya. Dengan menjemput ilmu, kita lebih bersemangat untuk mengikatnya. Ilmu apa saja yang harus dijemput? Yang akan dijemput adalah ilmu dunia dan ilmu akhirat  Bila keduanya bisa kita raih, semoga ada ketenangan dalam hati kita. Kalau kita tidak segera menjemput ilmu, belum tentu ilmu akan segera datang.

Kita bisa menjemput ilmu di tempat-tempat, seperti:
1.    Masjid
2.    Sekolah
3.    Tempat kajian
4.    Media
5.    Alam sekitar

Semoga kita bisa istiqomah menerima ilmu baru, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat.

Selasa, 30 Oktober 2018

BELATUNG SEBAGAI PAKAN BURUNG CENDET


Memiliki hewan piaraan rasanya senang-senang tapi susah. Senang karena ada hiburan setelah sehari penuh melakukan aktivitas. Susahnya bila mau bepergian sampai menginap beberapa hari. Sebenarnya bisa juga hewan piaraan dititipkan pada orang lain, tapi kita harus mengeluarkan ongkos/biaya titipan, bukan?

Di rumah kami ada beberapa ekor ayam yang kami pelihara. Selain ayam, si kecil juga memiliki burung cendet dan burung puter. Untuk burung puter, makanannya gampang. Bahkan setelah memiliki piyik, burung puter juga merawat anaknya dengan nglolohi cara memberi makannya. Untuk seekor burung cendet, pakannya cukup mahal juga.

Oh, ya. Burung cendet ini kami miliki sudah beberapa bulan. Dulu waktu membeli, harga burung cendet adalah Rp.50.000,00. Sumber makanan burung cendet bukan biji-bijian, melainkan hewan dengan protein tinggi. Menurut informasi dari pedagang burung, makanan burung cendet adalah belatung dan jangkrik.

Setiap seminggu sekali, kami menyiapkan belatung dan jangkrik. Seminggu sekali kami harus merogoh uang lima ribu rupiah. Dengan pakan yang cukup, burung cendet akan berkicau dengan suara merdu sekali. Bila pakannya kurang, burung cendet akan malas mengeluarkan suara.

Kalau kehabisan jangkrik, burung cendet cukup diberi pakan belatung. Awalnya, saya merasa geli dan jijik melihat belatung pakan burung cendet. Lama kelamaan saya terbiasa dan tidak jijik lagi.


Kalau kami tinggal mudik ke Yogyakarta, sekarang tidak lagi saya titipkan. Burung cendet cukup disediakan pakan yang banyak dalam wadah. Burung cendet ditaruh di dalam rumah biar aman.