Rabu, 18 Juli 2018

TRAINING GRATIS DI UP GREAT FROM ZERO TO SUPERWOMAN



Saya hanyalah penulis pemula yang selalu belajar dan berani melakukan proses. Apa yang saya dapatkan sekarang, bukan secara instan melainkan melalui proses yang panjang. Alhamdulillah, dengan ketekunan yang saya lakukan lambat laun keberhasilan demi keberhasilan berpihak pada saya.

Saya berhasil menembus “AH TENANE” Koran Solopos beberapa kali. Dengan dimuatnya beberapa tulisan saya dengan lakon Jon Koplo ini, saya mulai dikenal banyak orang (banyak teman menulis). Saya diminta untuk mengisi berbagi tulisan mewakili Ibu-Ibu Doyan Nulis Solo tentang menulis AH TENANE.

Saya juga berhasil memenangkan lomba menulis yang diselenggarakan Ibu-Ibu Doyan Nulis Pusat. Bukan hadiah yang saya buru, yang lebih utama adalah saya berhasil melewati proses menulis. Saya bisa konsisten menulis 14 hari berturut-turut dengan tema yang sudah ditentukan.

Setelah berhasil memenangkan beberapa lomba penulisan, saya mencoba mengikuti lomba menulis tentang #AkuDanIIDN dalam rangka ulang tahun IIDN ke-8 di Instagram. Saya tidak pandai memotret tapi saya selalu belajar memotret sebisa mungkin. Selain tak pandai memotret, saya juga tak pandai membuat video dengan hape.

Saya pantang menyerah, saya harus mencoba. Saya lihat, peserta lomba menulis di instagram ini tidak banyak. Saya bersyukur, saya berhasil memenangkan hadiah utama. Lima pemenang hadiah utama mendapatkan hadiah berupa Tiket Training INSCRIPT TRAINING CENTER. Rasanya, sangat bahagia. Di IIDN, hadiah ini sangat bergengsi. Kebetulan teman IIDN Solo juga ada yang menjadi pemenang hadiah utama, yaitu mbak Hana Aina.

Ketika saya memenangkan sebuah lomba atau tulisan tembus media, saya selalu ingat pada kedua orang tua saya dan kakak saya. mereka mendoakan saya menjadi penulis, saat mereka berada di tanah suci menunaikan ibadah haji. Alhamdulillah, ya Allah.

Saya selalu bersyukur atas apa yang saya peroleh dari menulis. Semoga saya bisa konsisten menulis dan keluarga besar tetap mendukung kegiatan menulis saya. sampai sekarang saya selalu menekankan pada diri saya pribadi bahwa MENULIS DENGAN NIAT BERBAGI DAN MENULIS DENGAN HATI. Kalau sudah begitu, saya selalu ikhlas dalam menulis karena kegiatan menulis saya niatkan untuk berbagi manfaat.

00000

Selasa, 17 Juli 2018

DIET KARBO DAN GULA (tulisan yang beda)


Saya memesan makan siang di kantin. Pengelola kantin merespon dengan cepat. Beberapa saat kemudian datanglah Mas Tiyan Kusuma Wardhana dengan senyuman yang khas, akrab dengan siapapun.

Pengelola kantin, mbak Endang Winarti menyapa dengan baik.

"Pak Tiyan tambah langsing."
"Nggih bu. Diet gula."
"Diet gula dan karbo pak?"
"Iya. Alhamdulillah sudah turun xx kg. Badan terasa bugar."
"Saya juga pernah diet gula dan karbo, dalam sebulan turun 5 kg."kata mbak kantin.

Obrolan tentang diet gula dan karbo ini mengingatkan tulisan saya. Kebetulan saya tidak menjalani diet, jadi yang saya tulis berdasarkan pengalaman suami seorang teman menulis (suami bu Hidayati Yansen).

Akhirnya saya ikut nimbrung obrolan. Pada dasarnya, bila menjalani diet harus konsisten dan tidak memaksakan diri secara drastis. Diet dilakukan secara bertahap. Diet karbo dan gula prinsipnya mengurangi mengkonsumsi makanan yang mengandung gula (karbohidrat). Energi didapatkan dari protein yang dikonsumsi. Oleh sebab itu bagi orang yang menjalani diet karbo dan gula, mereka akan mengkonsumsi lebih banyak daging.

Bagi siapa saja yang menjalani diet, jangan sampai membayangkan dalam waktu sekejab bisa langsing dengan penurunan BB secara drastis. Ikuti dulu prosesnya lalu lihat hasilnya.

Saya doakan bagi teman-teman yang sedang menjalani diet bisa berhasil dengan sukses. Karena sehat adalah gaya hidup maka sayangilah tubuh kita.

#kahfinoer

Senin, 16 Juli 2018

PANTAI PARANGKUSUMO BANTUL DIY



Sebagai orang Yogya, sebenarnya saya sudah pernah diajak lewat pantai selatan yang jumlahnya tidak hanya satu dua.

Dari pantai Depok, suami juga pernah melanjutkan perjalanan ke Parangtritis, lalu naik sampai Gunung Kidul.

Jadi, sebenarnya saya juga pernah dilewatkan di Pantai Parang Kusumo. Hanya saja, dulu bagian depan belum ada tulisan manis seperti nama-nama tempat di zaman now.

Ada sesuatu yang menarik dengan Pantai Parang Kusumo. Konon di pantai ini, banyak orang melakukan ziarah, melakukan ritual tertentu, ada dunia lain yang sengaja dikunjungi para peziarah.

Tadi saya sempat melihat seorang lelaki sedang melakukan lelaku. Lelaki berambut panjang, memakai pakaian Jawa bercelana panjang dan memakai iket kepala. Lelaki tua itu duduk bersila menghadap pantai. Celana dan pakaiannya sudah basah. Entah sudah berapa kali lelaki tersebut kena ombak besar.

Dua teman saya yang tahu dua lain mendadak perutnya terasa mual dan pingin muntah.

Katanya, lelaki tersebut sedang berkomunikasi dengan penguasa pantai. Dia ditemui punggawa atau penjaga pantai. Saya tak pernah bisa mengikuti alur cerita mereka.

Hal2 gaib itu memang ada dan sebagai muslim, saya harus percaya. Hanya saja saya membatasi diri untuk tidak lebih jauh untuk tahu lebih banyak.

Seandainya ada prosesi labuhan atau apapun yang berkaitan dengan dunia mereka yang "percaya", tentu saya hanya bisa mencatatnya sebagai tulisan yang bisa untuk diceritakan kepada orang lain.

Parang Kusumo biasa digunakan untuk nenepi, kata orang-orang.

#kahfinoer