Senin, 24 September 2018

KONSISTEN MENJALANKAN SHALAT DHUHA

Shalat Dhuha adalah shalat sunah bukan shalat wajib. Shalat sunah bila dikerjakan mendapat pahala dan bila ditinggalkan rasanya disayangkan. Oleh karena itu shalat Dhuha bisa dilaksanakan semampu kita.
Shalat Dhuha bisa dilakukan pada waktunya. Bila kita aktif bekerja di luar rumah maka sebelum aktif bekerja, luangkan waktu untuk shalat Dhuha. Shalat Dhuha bisa dilakukan di rumah sebelum berangkat kerja atau di kantor.
Bila kita terbiasa shalat Dhuha, hati akan lebih tenang lagi. Niatkan shalat Dhuha mendapatkan ridha dari Allah semata bukan ingin cepat kaya atau dibantu secara materi oleh Allah.
Bila kita rutin menjalankan shalat Dhuha, hikmahnya adalah Allah memberikan banyak kemudahan pada kita. Mengawali shalat Dhuha memang mudah tapi untuk menjaga konsistensi masih terlalu sulit.
Untuk menjaga konsistensi maka lakukan shalat Dhuha sesuai jadwal yang telah kita tentukan. Insya Allah, Allah akan memberi kemudahan kepada kita untuk melaksanakan shalat Dhuha.
Kerjakan shalat Dhuha dengan jumlah rakaat semampu kita. Kalau kita memaksakan diri melaksanakan shalat Dhuha dengan jumlah rakaat banyak, suatu saat akan ada rasa bosan lalu meninggalkannya.
Setelah shalat Dhuha, kita bisa berdoa dan meminta sesuatu pada Allah sesuai dengan keinginan kita. Akan tetapi doa yang kita panjatkan belum tentu dalam waktu relative cepat akan dikabulkan.
Mungkin doa kita secepatnya dikabulkan, ditunda atau ditangguhkan dengan cara dikabulkan di surga. Yang penting niat kita benar. Kalau niat shalat Dhuha keliru maka ketika doa kita tidak segera terkabul kita akan marah karena tidak sesuai dengan harapan kita.
Bagi orang yang bekerja di rumah, shalat Dhuha bisa dikerjakan, waktunya lebih fleksibel.  Biasanya setelah shalat Dhuha, berdoa lalu dilanjutkan dengan membaca Alquran. Tentu saja pahalanya akan berlipat ganda.
Bagi yang belum mengerjakan shalat Dhuha, yuk shalat Dhuha mulai saat ini. Banyak hikmah yang bisa kita dapatkan setelah rutin mengerjakan shalat Dhuha. Kalau kita sudah tahu hikmah shalat Dhuha, pasti kita tidak akan meninggalkannya.

00000

Jumat, 21 September 2018

MENYITA HP PELANGGARAN HAM

Hari kedua setelah diberhentikan mengajar, Maharani dikirimi pesan lewat WA maupun SMS beberapa temannya. Isinya: Maharani jangan mengirim pesan lewat WA. Kalau bisa semua chat dalam grup dihapus dan sebagai admin Grup Kwek-Kwek membubarkan grupnya. 

Maharani tidak habis pikir, ada apa dengan Vijay sampai-sampai HP semua warga perguruan disita? Bukankah sekarang Maharani sudah tidak  berada di perguruan? Apa hubungan Maharani tidak lagi bekerja dengan penyitaan HP semua warga perguruan?

Ternyata Vijay ingin tahu pembicaraan antara Maharani dengan warga perguruan. Vijay penasaran! Kalau sampai membaca chat pribadi berarti itu pelanggaran Hak Azazi Manusia, itu bisa dilaporkan pada yang berwajib.

Maharani itu siapa? Mengapa Vijay melakukan tindakan penyitaan HP? Apakah Vijay ketakutan atau ingin tahu dengan apa yang disampaikan Maharani pada teman-temannya. Jangan salah duga, Vijay. Pesan yang disampaikan pada Maharani semua biasa saja. Tidak ada nada marah, kecewa, ancaman dan sebagainya. 

Penyitaan Hp tersebut hingga malam hari. Setelah Isya' HP semua warga perguruan dikembalikan. Dengan perasaan yang biasa-biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa, warga perguruan pulang.

Satu yang mereka ingat, sebelum menyita HP, Vijay marah-marah. Nah, tindakan cerdas salah satu warga perguruan adalah merekam semua yang diucapkan Vijay dalam keadaan marah selama lebih satu jam.

Maharani di rumah selonjoran sambil menulis, tersenyum. "Aku yang di sini tenang-tenang saja. Kamu di sana kok masih pusing memikirkan aku, Vijay? Mungkin namaku telah terlanjur terukir di relung hatimu, Jay. Maafkan aku, kamu tak bisa melupakan aku." 

AKU BISA MAKAN TANPA KERJA DI KANTOR ITU

Namanya juga orang kecewa dan kesal maka wajarlah kalau Pak Kapoor marah-marah. Mencaci dan mengumpat tanpa bisa dikendalikan. Meskipun Maharani sudah menahannya dengan kalimat yang menenteramkan tapi Pak Kapoor masih terbawa emosi.

+ Vijay bilang, aku mau makan apa kalau tidak bekerja di kantor itu. Akan aku buktikan kalau rezeki yang menjamin Allah. Dia dan kantor tidak memberi rezeki kepadaku. Tidak bekerja di kantor itu bukan berarti aku lantas tak bisa makan.

Maharani tetap memberikan masukan. Boleh saja Pak Kapoor marah-marah, tapi tetap tahan omongannya. Jangan sombong dan banyak omong, yang penting buktikan. Lakukan yang terbaik. Lebih baik bertindak nyata daripada banyak omong.

Maharani jadi ingat ketika suatu hari dia dipanggil Vijay. Di situ ada Pak Kapoor juga. Vijay bilang,"Anda mau makan apa kalau tidak kerja di sini?"

Maharani tersenyum. Rezeki yang menjamin Allah. Kalau dia tidak bekerja di kantor itu, masih ada penghasilan dari menulis. Masih ada suami yang setiap hari memberi makan untuk keluarganya. Maharani tidak perlu banyak omong dan menyombongkan diri. Benar, ketika Maharani diberhentikan dari pekerjaannya, Alhamdulillah sampai hari ini masih tetap bisa makan. Allah telah menjamin rezekinya.

Burung saja sudah dijamin rezekinya. Pagi hari dalam keadaan lapar, burung meninggalkan sarang dan sore hari pulang dalam keadaan kenyang. Siapa yang menjamin rezeki burung?

Manusia bisa berpikir, manusia bisa bergerak dan manusia bisa berupaya. Selama ada kesempatan, manusia bisa menjemput rezekinya.

Kamis, 20 September 2018

MENANAM FITNAH MENUAI FITNAH

Dengan santainya, malam itu Maharani mengirim pesan lewat WA pada Pak Kapoor.

= Selamat malam, Pak Kapoor. Apakah benar, Anda mengundurkan diri dari kantor?"
+ Betul, Bu Maharani. Saya tidak terima difitnah. Saya difitnah lagi oleh Vijay. Katanya saya selingkuh dengan istrinya. Daripada saya bekerja tidak nyaman, lebih baik saya resign. Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.
= ya. Fitnah memang lebih kejam daripada pembunuhan. Saya adalah salah satu korbannya. Saya telah difitnah dan saya tidak keluar melainkan dikeluarkan dari kantor.

Mungkin Pak Kapoor memahami kata-kata Maharani. Maharani difitnah Vijay dan Pak Kapoor adalah salah seorang di antara 3 orang yang menandatangani surat yang berisi fitnah tersebut.

Mungkinkah Pak Kapoor telah lupa dengan apa yang telah dia lakukan terhadap Maharani? Entah itu dengan alasan dipaksa, ditekan atau di bawah ancaman, secara tidak langsung Pak Kapoor membenarkan apa yang ditulis oleh Vijay adalah benar. Ada 7 fitnah yang sengaja ditulis oleh Vijay. Maharani tidak melakukan semua itu. 

Maharani telah memaafkan 5 orang yang menandatangani kertas-kertas itu. Dia telah memaafkan mereka tapi biarlah Allah Hakim Yang Seadil-adilnya memberikan balasan. Apakah ini yang dinamakan hukum karma? Bukan, ini bukan hukum karma. Ini adalah hukum alam, sapa nandur bakal ngundhuh. (SELESAI)

RESIGN KARENA DITUDUH SELINGKUH

“Mulai hari ini saya resign.”
Pak Kapoor beranjak dari tempat duduknya. Dia membuka pintu lalu keluar ruangan. Dia menutup pintu dengan cara membantingnya. Dher! Dia mengemasi barang-barangnya dengan perasaan dongkol. Dengan mengendarai sepeda motor, Pak Kapoor meninggalkan perguruan.
Tak dihiraukannya sapaan teman-teman yang berada di ruang tamu kantor. Kepergian Pak Kapoor tidak bisa dicegah. Orang-orang yang berada di ruang tamu saling berpandangan. “Pak Kapoor nesu tenan.”
Beberapa saat kemudian Pak Kapoor mengirim pesan lewat WA grup .
“Mulai hari ini, aku keluar. Aku dituduh selingkuh dengan istrinya. Sungguh menyakitkan!”
Reema mengernyitkan keningnya. Mosok Kapoor dituduh selingkuh sama Laksni, istri Vijay? Yang benar saja? Walah, Vijay terlalu pede, dia menilai istrinya paling cantik sedunia. (SELESAI)

Rabu, 19 September 2018

HANDSOCK DARI KAUS KAKI

Bagi perempuan, memakai kaus kaki jari membuat  kaki kita nyaman. Sekarang banyak pilihan warna dan ukuran kaus kaki sesuai dengan keinginan kita. Bagi sebagian muslimah, kaus kaki merupakan benda yang wajib dikenakan.

Selain memakai kaus kaki, biasanya perempuan yang berhijab akan melengkapi tangannya dengan handsock. Handsock dapat kita temukan dengan harga cukup terjangkau dan variatif sesuai dengan modelnya.

Bila kita mau sedikit repot untuk mendapatkan handsock yang harganya murah, kita bisa membuat handsock sendiri dari kaus kaki. Kaus kaki yang kita gunakan untuk membuat handsock bisa yang model kaus kaki jari atau bukan jari. Caranya: tinggal dipotong bagian ujung kaus kaki yang tertutup.

Setelah membuat lubang dari kaus kaki maka kita mulai bermain variasi. Silakan mau dibuat model apa saja tergantung selera. Handsock bisa kita beri hiasan. Hiasan-hiasan tersebut bisa kita beli di toko craft yang menyediakan berbagai macam hiasan/asesoris. 

Apa pun hasilnya, kita bisa dengan percaya diri memakainya. Handsock buatan sendiri pasti lebih murah daripada handsock yang dijual di luar. Hanya saja, dari segi kualitas mungkin belum masuk kategori kualitas prima. 

Kalau kita tidak mau repot dan tinggal memakai saja, pilihannya adalah membeli handsock yang ada di pasaran. Di toko offline maupun online, banyak dijual handsock dengan harga dan kualitas yang variatif, tinggal kita menyesuaikan tebal tipisnya isi dompet.

Yuk, membuat handsock sendiri!
Yuk, berkreasi dengan kaus kaki!
Yuk, memakai hijab syar'i!

Minggu, 16 September 2018

JANGAN MAKLUM DENGAN PIKUN


Tidak semua orang tua yang usianya semakin lanjut memiliki tubuh yang sehat dan kuat, daya ingat normal dan masih bisa beraktivitas normal. Pada usia tertentu, ada sebagian kecil orang tua mengalami penurunan daya ingat dan menjadi pelupa.  Kondisi semacam ini biasanya orang menyebut pikun.
Oleh karena tidak semua orang menua pikun maka jangan maklum dengan pikun dengan mengatakan usia menua pikun ya wajar. Karena sudah dimaklumi kondisi pikun ini lantas penderita tidak mendapatkan pendampingan. Jangan maklum dengan pikun, damping penderita pikun dan perlambat proses pikun kea rah yang lebih kronis.
Kenali gejala dan faktor risiko pikun. Ada 10 gejala pikun, yaitu:
1.    Gangguan daya ingat, pelupa
2.    Sulit focus, penderita tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik.
3.    Sulit melakukan kegiatan yang familiar, penderita sulit menyelesaikan kegiatan sehari-hari.
4.    Disorientasi, penderita mengalami kebingungan waktu dan tempat.
5.    Salah membuat keputusan, contoh penderita tidak bisa menyerasikan pakaian yang akan dikenakan.
6.    Kesulitan memahami visuospasial, beberapa penderita mengalami kesulitan membaca, mengukur dan menentukan jarak.
7.    Gangguan komunikasi, penderita kesulitan untuk berbicara dan mencari kata yang tepat
8.    Menaruh barang tidak pada tempatnya, lupa di mana meletakkan sesuatu.
9.    Menarik diri dari pergaulan, hilang semangat berkumpul dan bersosialisasi
10. Perubahan perilaku dan kepribadian, penderita mengalami emosi yang berubah secara drastis.
Bila sudah mengenali gejala pikun pada anggota keluarga (misalnya orang tua) maka yang perlu dilakukan adalah mendampingi mereka dengan melakukan komunikasi yang baik.
Berbicaralah dengan santun, sabar dan penuh hormat. Gunakan ekspresi wajah, nada suara, dan sentuhan fisik untuk membantu menyampaikan apa yang ingin Anda bicarakan dan tunjukkan perasaan saya pada mereka. Berbicaralah dengan jelas dan perlahan, gunakan kata-kata danm kalimat sederhana dan mudah dipahami. 
Bila kita mendapatkan orang tua pikun maka bersabarlah. Dahulu, mereka sabar membesarkan kita, mengajak bicara dan menjawab pertanyaan sama yang diulang-ulang. Mereka tidak pernah mengeluh dan tidak bosan. Sekarang giliran kita yang harus dengan sabar mengajak komunikasi dengan baik.
Jangan hanya sekadar maklum dengan kondisi orang tua pikun. Lakukan sesuatu agar orang tua merasa aman dan nyaman pada usia tak lagi muda.

00000