Kamis, 20 Januari 2022

Sudahkah Siap Menghadapi Masa Pensiun?


 

noerimakaltsum.com Saya termasuk orang yang dipaksa "berhenti mengajar" di tempat saya mengajar. Mengapa dipaksa? Karena sebelumnya tidak ada pembicaraan tentang pekerjaan saya dari kepala sekolah dan yayasan. Saya diberhentikan secara sepihak di usia saya menjelang 47 tahun. 

Anggap saja saya pensiun tapi tidak mendapat uang pensiun. Mendapatkan uang pesangon sebesar 1 kali gaji yang jumlahnya kurang dari tujuh ratus dua puluh ribu rupiah. Uang pesangon tersebut langsung saya tabung dalam bentuk emas.

Usia saya masih produktif untuk bekerja. Saya masih bisa mengajar meskipun tidak di sekolah formal. Saya mengajar privat di sebuah bimbingan belajar (bimbel) dan memiliki murid privat selain dari bimbel. Alhamdulillah, kimi usia saya 50 tahun, bekerja tidak begitu ngaya. Saya mencari penghasilan untuk mengamalkan ilmu dan mengisi waktu luang. Secara materi hasilnya sangat jauh dari ketika saya mengajar di sekolah. Namun, saya cukup tenang. Sebab, sejak awal saya dan suami memang telah siap menghadapi masa tua dan pensiun. 

Sudah sejak lama saya dan suami telah menyiapkan dana dan investasi untuk masa tua. Dana dan investasinya tidak besar,  hanya secukupnya saja. Yang penting anak-anak juga sudah memiliki dana untuk usaha. Jadi, dana tersebut bukan semata-mata untuk saya dan suami, melainkan bekal untuk anak-anak.

Kalau sekarang saya mengajar di bimbel dan privat, itu semata-mata untuk kepentingan saya pribadi. Toh saya bukan perempuan yang neko-neko. Tidak suka kemewahan, hidup glamour, dan menghambur-hamburkan uang. Saya lebih suka berinvestasi untuk akhirat. Alhamdulillah, saya tak memiliki utang. Sebab, saya dan suami saat ini tidak punya alasan untung berutang. Bukan berarti tabungan saya jumlahnya besar. Secukupnya saja. Cukup untuk kulakan kambing buat si kecil dan cukup untuk modal usaha beternak ikan untuk si sulung.

Nah, bagi Anda yang sekarang bekerja kantoran, pegawai, atau ASN, tentu saja harus lebih siap menghadapi masa pensiun. Saat pensiun adalah saat menikmati masa tua bersama pasangan. Jangan sampai ada kata belum siap pensiun. Kalau Anda pegawai, pekerja kantoran, atau ASN mau tidak mau harus menerima dengan ikhlas saat pensiun. Bersiaplah mulai sekarang dengan cara lunasi utang-utang, kurangi hidup penuh gaya, dan menabunglah.

Semoga saat pensiun nanti Anda benar-benar siap secara finansial, psikis/mental, dan spiritual. 

Selasa, 11 Januari 2022

Menjadi Orang Yang Selalu Dirindukan


 

Saya dan anak perempuan F1 memiliki persamaan, salah satunya yaitu tidak terlalu suka menonjol berada di barisan terdepan. Kami sama-sama lebih suka berada di belakang layar tetapi tetap dibutuhkan. Ibaratnya kehadiran kami selalu dirindukan oleh orang lain.

F1 tinggal di luar kota untuk menempuh kuliah. Hanya sesekali pulang kampung dan janjian dengan teman-teman untuk bertemu. Biasanya nanti bertemu di rumah salah seorang temannya atau di rumah kami. Kalau teman-teman F1 berada di rumah, biasanya acaranya makan-makan, berbagi pengalaman atau sharing satu sama lain.

Demikian pula saya. Saya suka menulis dan sering menghadiri pertemuan dengan teman-teman anggota komunitas menulis. Khusus untuk komunitas IIDN Solo Raya, saya selalu berusaha untuk meluangkan waktu untuk menghadiri kopdar. Dari kopdar ini selalu mendapat ilmu baru. Ilmu yang didapat sangat bermanfaat di kemudian hari. Kalau tak ada halangan tapi saya tidak berangkat rasanya sangat rugi. 

Selain ilmu, saya juga mendapatkan manfaat dari silaturahmi saat kopdar. Rasa kangen, rindu bertemu teman-teman bisa terobati. Saya tak muluk-muluk, tapi ternyata kami satu sama lain memang saling merindukan kehadiran teman-teman. Inilah bentuk perhatian kami kepada yang lain.

Bila kopdar atau pertemuan IIDN Solo Raya, biasanya saya "mengakhirkan" pulang supaya bisa bantu-bantu membersihkan tempat. Saya lebih suka menjadi orang di belakang layar dan bermanfaat bagi yang lain. 

Ada saatnya saya tidak bisa menghindar dan harus berada di depan. Mau tidak mau saya harus menerima suatu keputusan. Belajar dari pengalaman orang lain, dan berusaha semaksimal mungkin menjalankan amanah dengan baik.

Saya jadi ingat saat remaja. Waktu itu diminta menjadi ketua panitia kegiatan bulan Ramadan. Ketua takmir masjid bilang bahwasanya kepanitiaan kegiatan bulan Ramadan tetap didampingi takmir masjid dan semua panitia akan bekerja sama. Dengan demikian jika ada pekerjaan yang tidak dapat dikerjakan sendiri maka teman yang lain akan membantu. Akhirnya selama sebulan penuh saya bisa mengerjakan amanah dengan baik karena ada dukungan dari takmir masjid dan teman-teman.

Pengalaman saat remaja ini sangat bermanfaat di kemudian hari. Ketika saya didapuk menjabat suatu jabatan, alhamdulillah yakin bisa karena ada dukungan sana sini. Diberi amanah berarti dipercaya orang lain. Dipercaya orang lain artinya keberadaan atau kehadiran kita selalu ditunggu-tunggu. 

Jadi, mau di belakang layar, nggak menonjol di depan, yang penting selalu dirindukan teman-teman. Pertanyaannya: Anda merindukan saya atau tidak?

SELESAI

Senin, 10 Januari 2022

Menabung Setelah Lunas Utang


Terakhir memiliki utang, uangnya digunakan untuk membeli barang yang sangat membantu pekerjaan. Utang di koperasi dengan cicilan lima ratus ribu per bulan. Utangnya nggak banyak jumlahnya. 

Setelah lunas dan tak memiliki utang, pada Januari 2022 ini telah mulai menabung di awal bulan. Buat apa tabungannya? Saya mempersiapkan dana pensiun. Tidak terlalu besar jumlahnya hanya dua ratus ribu saja per bulan. Selain dana pensiun, ada tabungan lain untuk keperluan anak-anak. 

Syukur alhamdulillah, meskipun tidak banyak tapi saya berusaha menabung tiap bulan. Saya juga mengajarkan pada anak-anak untuk menabung tiap bulan. 

Saya belum bisa menyiapkan pos dana darurat. Jadi, kalau ada keperluan mendadak, tabungan bisa diambil dahulu. Kalau suatu saat ada rezeki dari pintu lainnya bisa dimasukkan ke tabungan. 

SELESAI



 

Kamis, 06 Januari 2022

SEDEKAH NASI AYAM TIAP SENIN


 

Kerabat saya berjualan paket nasi, ayam goreng, sambal, dan teh manis. Harganya cukup terjangkau. Karena enak dan harganya murah, alhamdulillah kerabat saya dimudahkan rezekinya. Satu paket harganya 7500 rupiah. 

Awal berjualan paket nasi ayam beliau cukup sabar. Maklum, baru pertama kali membuka warung. Jadi, tidak risau saat dagangannya tidak seluruhnya habis terjual. Namanya juga baru mencari pelanggan. 

Setelah beberapa minggu berjualan, pelanggan mulai berdatangan. Tidak hanya sebatas di warung, pembeli di rumah pun juga ada. Para tetangga membeli ayam goreng beberapa potong dan sambalnya. Bahkan ada yang memesan ingkung ayam atau nasi, ayam, sambal beberapa bungkus untuk disedekahkan.

Warung kerabat saya setiap hari Senin tutup. Meskipun warung tutup bukan berarti aktivitas dapur berhenti. Sebab ada seorang dermawan yang memesan paket nasi ayam setiap Senin. Jumlahnya cukup banyak. Paket nasi ayam tersebut disedekahkan kepada siapa saja yang mau. Mekanismenya sederhana. Kerabat saya menaruh nasi ayam di meja yang telah disediakan. Siapa saja boleh mengambil tanpa minta izin karena memang statusnya halal untuk diambil.

Sedekah ala dermawan seperti ini sudah cukup banyak orang yang melakukan. Rutin, konsisten, dan jauh dari publikasi. Sedekah semampunya, ikhlas, rutin, dan tidak mengharapkan balasan lipat ganda. (SELESAI)


Rabu, 05 Januari 2022

IKHLAS BERSEDEKAH REZEKI TAMBAH BERKAH

 


Kalau kamu punya kelebihan harta, silakan sedekah harta.

Kalau kamu punya badan yang sehat dan kuat, silakan sedekah tenaga.

Sedekah harta benda sesuai kemampuan

Kalau kamu mampunya sedekah maksimal 10% dari hartamu ya jangan dilebihkan, jangan memaksakan diri.


Sedekah juga bukan jor joran,  dia bisa kasih apa masa sih aku nggak bisa

Sedekah juga bukan untuk berlomba-lomba dengan orang lain

Kalau berlomba-lomba untuk diri sendiri, memang ya.

Kemarin gaji sejuta bisa sedekah nasi bungkus 5

Sekarang ada rezeki dua juta, bisa bersedekah tidak hanya 10 bungkus (bisa lebih 50 bungkus)

Artinya menjadi lebih baik (tolok ukurnya bukan orang lain tapi diri sendiri)


Kalau kamu punya barang yang statusnya masih kredit, jangan disedekahkan. Lunasi dulu. Kalau sudah menjadi milik sendiri, baru disedekahkan. La wong nasihatnya saja jangan berutang, lunasi utangmu, maka hidupmu akan tenang. 


Sedekah itu slow wae

Duwe sithik sedekah sithik

Duwe akeh aja pelit-pelit

Sing penting keluarga tetep ora kapiran

Sedekah ki sing ikhlas, cul

Orasah ngarep lipat ganda utawa matikel-tikel

Tikel loro, telu, pitu, utawa satus


Sedekah ki nek ikhlas mengko diganti

Ora mesthi bandha donya

Bisa wae diparingi sehat seger waras

Anak anak saleh lan salehah

Keluarga ayem tentrem

Golek rezeki gampang

Tambah sedulur

Ora kena musibah lan sapiturute


Niyat sedekah krana Gusti Allah

Aja merga pingin entuk luwih akeh

Diluruske niyate

Sing diluruske ora mung barisan pas latihan PBB


Yen ana wong sedekah kok terus muni bangkrut, sik sik. Yuk, sinau agama meneh. Ben mengko sampeyan ora gela yen ngetokke sedekah. Ora ana sejarahe wong ikhlas sedekah kok bangkrut

Merga sing disedekahke barang duweane dewe tur ya samadya

Luwih apik meneh ki sedekah marang kiwo tengene, sedulur sing ora duwe utawa butuh bantuan


Dinggo pengeling-eling. 

Esuk sedekah gedang, sore entuk hadiah gedang lan lumpia semarang.

Awan sedekah banyu mineral, sore slamet saka musibah klebon ula (duwe wisa)


#catatanimapenulis

Selasa, 04 Januari 2022

BUKAN TEMAN TAPI MESRA

 


Anak adalah peniru ulung kebiasaan orang tuanya. Anak saya yang besar sebut saja F1 sukanya ATM, meng-Amati, Tiru dan Modifikasi kebiasaan saya dan suami. Kebiasaan kami adalah berbagi pada saudara, kerabat dekat, tetangga, atau teman meski hanya dengan sebuah pisang atau hasil kebun.

F1 juga sering berbagi pada teman-temannya. Kali ini sedikit berbagi tapi temannya juga ikutan berbagi. Hanya saja tempat yang dipilih untuk menyantap makanan adalah depan rumah kami. Memang makan apa sih? Cuma bakar-bakar bakso, sosis, otak-otak, makan nasi sambel, dan kudapan ala kadarnya. 

Siapa saja yang ikut makan-makan di depan rumah? F1 mengundang teman SMP. Sejak kelas 7 mereka berteman akrab sampai sekarang semester 7. Kalau bisa ngumpul semua, lumayan penuh rumah kami. Saking akrabnya, teman-teman F1 tidak canggung pada saya dan suami. Apalagi suami saya dulu adalah guru mereka. Hehe. 

Bersedekah semampu F1 disponsori ayahnya. Dengan sedekah, mempererat tali silaturahmi. Tak hanya F1 lo yang suka bersedekah. Teman-teman F1 juga suka bersedekah sebab sebagian dari mereka juga sudah memiliki penghasilan. Kadang-kadang mereka patungan untuk makan-makan. 

Persahabatan bila tidak diikuti perasaan tertentu antara satu dan lainnya, akan membuat nyaman. Kelak, apa yang telah dilakukan sekarang akan menjadi cerita mengesankan. Mereka berteman akrab, dan bukan teman tapi mesra.


Senin, 03 Januari 2022

SEDEKAH RATUSAN JUTA TAPI PUNYA UTANG RATUSAN JUTA RUPIAH

 


Sedekah itu diniatkan karena Allah semata dan tidak mengharapkan sesuatu dari manusia. Kalau kita ikhlas bersedekah maka hati menjadi tenang. Sedekah sesuai kemampuan saja. Bersedekah dengan harta terbaik dan harta milik sendiri. Kalau harta yang disedekahkan bukan milik sendiri alias dari berutang berarti belum mampu.

Seperti cerita pada link di bawah. Punya utang ratusan juta, untuk biaya hidup dipenuhi dengan cara berutang tapi gaji yang diterima semua disedekahkan dengan mengharapkan sesuatu. Padahal dalam ajaran Islam, bayarlah utang pada waktunya. Artinya membayar utang itu lebih utama, sedekah dengan semampunya.

Seharusnya berutang disesuaikan dengan  kemampuan untuk melunasinya. 

Punya utang ratusan juta bisa dicicil dengan sebagian uang gaji, sisa gaji bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bersedekah, menabung dan lain-lain. Gaji yang diterima bisa cukup untuk memenuhi krbutuhan sehari-hari selama sebulan, bukan memenuhi gaya hidup.

Bersedekah dengan ikhlas, rezeki yang diterima lebih berkah. Salah besar bila mengatakan setelah sedekah malah apes. 


https://www.google.com/amp/s/www.solopos.com/sedekah-ala-yusuf-mansur-biar-bebas-utang-irt-magelang-malah-apes-1226548/amp