Minggu, 08 Mei 2022

Sarapan Praktis Dengan Naraya Oat Choco


Seperti tahun-tahun sebelumnya, bingkisan lebaran kali ini salah satunya berupa camilan ringan Naraya Oat Choco. Di rumah camilan ini selalu menjadi rebutan. Rasanya enak dan tidak bikin eneg.

Meskipun ringan tapi cukup mengenyangkan untuk sekadar sarapan pagi, yang penting perut terisi. 

Naraya Oat Choco bisa dimakan secara langsung. Tinggal buka kemasannya lalu santap. 

Kalau kamu ingin cara yang lain bisa dengan dibuat sereal. Caranya ambil 3 pcs Oat Choco. Taruh Oat Choco ke dalam cangkir. Tambahkan gula/susu lalu tambahkan air panas 200 ml. Aduk pelan-pelan. Terakhir minum sereal dengan cara disendok atau langsung diminum dari cangkir. 

Segelas sereal oat choco untuk setiap pagi hari cukup untuk mengisi perut sampai siang sebelum "bertemu" makan siang pakai nasi.

Untuk anak-anak sekolah yang tidak biasa sarapan pagi dengan nasi, Oat Choco juga cocok ya. Nah, untuk anak-anak pada masa pertumbuhannya tetap harus makan makanan bergizi, seimbang, minum yang cukup, istirahat, dan tetap berolah raga. 

0000

Reuni di Kopi Randu Puncak Bibis Bangunjiwo Bantul

 


Setelah bertahun-tahun tidak bertemu, alhamdulillah, saya bisa hadir dalam acara reuni alumni SD Keputran 8 angkatan '84. Reuni diadakan di tempat yang jauh dari keramaian kota Yogyakarta. Rumah Makan Kopi Randu Puncak Bibis Bangunjiwo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. 

Rumah makan ini menyediakan masakan Jawa yang harganya bersahabat. Dipilihnya tempat reuni di Bantul karena suasana pedesaan yang top. Oleh karena berada pada tempat yang tinggi, kita bisa melihat sawah yang letaknya jauh di sana. 

Kalau kamu tertarik untuk berkumpul di tempat yang tidak terlalu ramai, bisa browsing lewat google, ya.



Nah, reuni kali ini bagi saya adalah reuni kedua setelah lulus SD. Sepertinya teman-teman yang saya temui waktu reuni wajahnya nggak jauh berbeda dengan ketika lulus. Awet muda.

Sebagian besar teman-teman tinggal di Yogyakarta dan sekitarnya. Kebetulan hanya ada 3 orang yang tinggal di luar kota Jogja. Saya di Karanganyar, Noviantara di Bekasi, dan Akhdian di Purwakarta. Teman yang lain tinggal di kota, Bantul, dan Sleman.



Beberapa teman yang hadir di acara reuni kali ini adalah:

1. Noer Ima Kaltsum (saya)

2. Christiati Widjanarsasi (Wiwit)

3. Akhdian Rahayuningsih (Yayuk)

4. Noviantara

5. Bambang Purnomo

6. Wisnu Widjayanto

7. Sigit Sudarmaji (seangkatan tapi pindah)

8. Agung Sumarno

9. Muhammad Yahya

10. Joko Tri Haryanto

11. Setiawan

12. Bagus Haryanto

13. Heriyanto Setiawan

14. Rahadi Saptata Abra

15. Ananto Subaryanto

16. Ali Eko Atmojo

Sebetulnya teman-teman yang  bergabung di grup sudah banyak tapi berhalangan hadir karena tidak ada kesempatan mudik dan ada kegiatan. Bagi saya tidak masalah, semoga semua dalam keadaan sehat.  

Reuni ini bukan hanya sekadar bertemu, berhaha hihi. Namun, di sini juga membicarakan tentang open donasi, rencana berkunjung ke rumah guru yang dulu mengajar kami, silatutahmi ke rumah teman dan lain-lain.

Meskipun waktunya terbatas, alhamdulillah bisa bertemu teman lama dan tahu kabarnya. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan dan kami berpisah untuk bertemu kembali. Semoga di masa yang akan datang, entah kapan, bisa bertemu dengan teman yang lain.

Akhirnya saya menyadari, semakin bertambah usia, yang perlu dilakukan adalah berinteraksi dengan banyak orang agar pikiran tetap terbuka dan ingatan kita tetap tajam.

0000

Kamis, 28 April 2022

Medical Check Up Untuk Jemaah Haji 2022


Saya dan suami memutuskan bergabung di grup Haji Berangkat 2022 meskipun status kami sebagai cadangan. Sebab, dengan bergabung di grup tersebut, saya dan suami jadi tahu perkembangan info terbaru tentang haji 2022. 


Sebenarnya bagi calon jemaah dengan status cadangan belum perlu mengikuti Madical Check Up sebab belum tahu kepastian keberangkatan. Namun, saya dan suami memutuskan ikut MCU untuk mengetahui kondisi kesehatan secara keseluruhan. Bagi saya dan suami adalah perlu, terutama suami yang memiliki riwayat darah tinggi sejak akhir 2019. 


Pada hari Selasa, 26 April 2022 saya dan suami sampai di Puskesmas Karanganyar. Khusus untuk antrean MCU tidak terlalu panjang. Biaya MCU (tanpa pemeriksaan golongan darah) untuk laki-laki adalah 665.000 dan perempuan adalah 695.000.


Tahap-tahap pemeriksaan adalah:

1. Pengukuran tensi, berat badan, tinggi badan dan lingkar pinggang.

2. Rekam jantung.

3. Pengambilan urin

4. Konsultasi dokter

5. Foto torach

6. Pengambilan darah (puasa 8 jam)


Alhamdulillah, tensi kami normal. Semoga saya dan suami dalam keadaan sehat sampai bisa berangkat ke tanah suci tanpa kendala. Amin.


Waktu konsultasi, dokter bilang: mbak, sebenarnya yang wajib MCU adalah yang akan berangkat 2022. Untuk yang cadangan belum kita infokan. Sebab dari kemenag belum ada kepastian pemberangkatan bagi cadangan.


Me: niat kami untuk mengetahui kondisi kesehatan. Sebab sudah 2 tahun tidak cek up.


Dokter: ya, saya paham. Dengan cek up kita tahu dalam keadaan sehat atau tidak.


Me: njih, bu Dokter 


Nah, saat pengambilan sampel darah saya dan suami terlambat datang sehingga saat dipanggil, kami belum datang ya terpaksa dilewati sampai nomor antrean terakhir selesai. Barulah diurutkan dari awal. Sabar, sabar, sabar.


Saat pengambilan sampel darah, ada ibu-ibu yang takut jarum. Selesai pengambilan sampel darah, beliau membersihkan air matanya. Wah, ternyata traumanya benar-benar deh. Katanya, waktu vaksin meningitis itu sakitnya pakai banget. Padahal nggak sakit. Lebih sakit pas vaksin booster AZ, njaremnya 3 hari.


Alhamdulillah, selesai MCU saya dan suami pulang. Tiba di rumah setelah salat saya langsung klipuk alias tidur manis.


Saya dan suami tetap berdoa lebih, minta lebih, agar bisa berangkat ke tanah suci tahun ini, meskipun nanti berangkat pada kloter tambahan. Amin. (SELESAI)



Senin, 25 April 2022

Berita Gembira Kesempatan Naik Haji Tahun 2022

 


Berita gembira ini sangat dinantikan para jemaah haji kuota tahun 2020. Seharusnya tahun 2020 calon jemaah haji berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan rukun Islam kelima. Apa boleh buat, takdir berkata lain. Oleh karena pandemi covid 19, tahun 2020 dan 2021 pemerintah Arab Saudi membatasi jumlah jemaah haji.


Tahun 2022 ini pemerintah Arab Saudi membuka untuk umum  jemaah haji secara keseluruhan sebanyak satu juta orang. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan dengan kuota tahun 2019. Indonesia diberikan kuota 100.051. Itu artinya hampir 50% dari kuota tahun 2019.


Namun demikian tetap perlu disyukuri. Masih ada kesempatan untuk berangkat ke tanah suci dengan syarat dan ketentuan diberlakukan. Salah satu syaratnya adalah usia tidak melebihi 65 tahun. Artinya bagi calon jemaah haji yang berusia 65 tahun ke atas, tahun 2022 ini belum bisa berangkat. 


Kuota terbatas, usia dibatasi, padahal jemaah yang berada pada posisi "menunggu" tahun 2020 panjang sekali. Daftar jemaah yang akan berangkat tahun 2022 ini berdasarkan nomor urut porsi (sesuai pendaftaran). 


Kabupaten Karanganyar akan memberangkatkan 423 calon jemaah haji dan 77 cadangan. Kebetulan saya dan suami masuk daftar cadangan dengan nomor urut 52 dan 53. Saya dan suami betharap tahun ini bisa berangkat. Menurut pantauan kami ada beberapa orang calhaj urung berangkat tahun ini karena pasangannya belum bisa berangkat mengingat usianya sudah di atas 65 tahun.


Bagi saya, takdir Allah itulah yang terbaik. Kalau belum bisa berangkat tahun ini, artinya saya dan suami belum dipanggil. Calon jemaah haji yang belum dipanggil juga banyak. Jadi, temannya banyak dan diminta untuk bersabar.


Meskipun belum tahu kepastiannya berangkat ke tanah suci atau tidak, saya dan suami besok pagi tetap menjalani medical cek up untuk mengetahui kondisi kesehatan badan kami secara keseluruhan. 


Semoga Allah memberi umur panjang dan menitipkan kesehatan sehingga saya dan suami bisa ke tanah suci. Amin.

Rabu, 20 April 2022

Pilihan Tepat Soal Keuangan

 


Setiap orang punya hak untuk mengelola uang di dalam keluarga. Setiap keluarga juga memiliki hak penuh untuk mengelola uang yang mereka miliki. Sebagai orang luar, kita tidak boleh memaksa orang lain sama dengan kita. Namun, orang di luar keluarga juga bisa memberi masukan sekadarnya.

Saya dan suami mungkin berbeda dengan pasangan lainnya. Kebetulan saya dan suami sejak memutuskan untuk menikah memiliki frekuensi yang sama. Saya dan suami punya niat untuk hidup sederhana, hidup minimalis, dan lebih mengutamakan kepentingan akhirat.

Setelah memiliki rumah sendiri, saya dan suami berusaha untuk menabung. Menabung sedikit demi sedikit. Meskipun menerapkan gaya hidup sederhana dan minimalis, kami tidak melupakan sedekah. Sedekah semampunya dan berusaha memaksakan diri untuk bersedekah dengan apa yang kami miliki.

Tahun 2009 ibu mertua meninggal dunia. Pada tahun itu suami ikut membiayai pengobatan ibu mertua. Oleh karena kami belum mapan secara ekonomi, dulu kami mengajukan pinjaman pada sebuah bank konvensional. Setelah ibu mertua meninggal, suami melunasi pinjaman bank dengan uang tunjangan profesi (2010).

Tahun 2011, saya dan suami menerima tunjangan profesi. Kami memilih uang tersebut kami gunakan untuk biaya naik haji. Tunjangan profesi yang kami terima periode berikutnya ditabung untuk membeli tanah dan menabung emas.

Sebetulnya ada yang menawari mobil second, tapi saya tidak tertarik. Saya lebih memilih menabung emas, sebab merasa belum membutuhkan kendaraan roda 4.

Sudah 4 tahun berjalan, saya tak lagi mengajar dan tak memiliki penghasilan tetap. Namun, kami tidak risau. Sebab kami terbiasa dengan hidup hemat, sederhana dan minimalis. Alhamdulillah, berkat tepat mengelola keuangan, dapur kami tetap mengepul. Kuliah anak tetap lancar, dan kami bisa melunasi biaya naik haji. 

00000





Selasa, 19 April 2022

Anak-anak Punya Usaha Sejak Dini


Mungkin saya dan suami berbeda dengan orang tua lainnya dalam mendidik anak. Kali ini saya akan bercerita tentang mendidik anak dalam hal mengajarkan kemandirian pada anak secara finansial sejak dini.


Saya dibesarkan dari keluarga tidak mampu. Kedua orang tua bekerja keras untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anak. Siang malam bekerja keras tapi hasilnya tidak berlimpah. Keluarga suami termasuk mampu dalam hal ekonomi. 


Meskipun latar belakang ekonomi berbeda tapi saya dan suami sepakat agar anak-anak bisa mandiri finansial sejak dini. Caranya yaitu dengan memberikan sejumlah uang untuk modal usaha. 


Anak pertama umur 22 tahun, sejak SD sudah bisa mencari uang dengan berjualan. Sampai sekarang anak pertama masih berjualan dan alhamdulillah dia tidak merasa terbebani. Berjualan dilakukan dengan senang hati. Meskipun modal awalnya tak begitu besar tapi keuntungannya bisa untuk makan sehari-hari.


Anak kedua umur 12 tahun. Sejak kelas 4 SD (10 tahun) dia sudah menjadi jutawan. Apakah usaha yang dijalankan? Dengan uang tabungannya sendiri, anak kedua bisa membeli kambing. Kambing tersebut dititipkan dan dirawat orang lain dengan sistem bagi hasil. 


Pertama kali dia mendapatkan untung dari jualan kambing saat idul fitri dan idul kurban. Total keuntungan yang didapat lebih dari satu juta rupiah. Rupanya pilihan usaha anak kedua adalah tepat. 


Setelah ada tambahan modal serta keuntungan dari penjualan kambing, harta kekayaan anak nomor 2 lebih dari 10 juta. Selain usaha ternak kambing, sebagai kegiatan yang menyenangkan anak kedua jual beli ikan channa.


Dulu ada yang bilang bahwa paling ada campur tangan bapak ibunya. Masa sih anak-anak dibiarkan berjualan dan beternak? Sebagai otang tua, kami mendukung dan memberi motivasi. Selebihnya kembali ke anak. Sebab kedua anak saya bercita-cita sukses berniaga. Sepertinya belum tertarik kerja kantoran.


00000



Senin, 18 April 2022

Memiliki Rumah Tanpa Utang Riba




Selama 3 tahun saya dan suami tinggal di rumah mertua. Kami belum memiliki rumah dan tidak diizinkan mengontrak. Alhamdulillah, selama ikut mertua keadaan kami baik-baik saja dan hubungan saya (menantu) dan mertua tidak seperti cerita kebanyakan yang penuh dengan konflik.

Tahun keempat pernikahan kami, mertua meminta suami untuk membangun rumah. Batu bata telah punya, kayu dan besi mulai dicicil. Sebenarnya kami membutuhkan dana besar tapi belum ada uang. Akhirnya, suami mengajukan utang ke bank untuk sekadar mendirikan bangunan ala kadarnya.

Dengan terpaksa kami mengajukan pinjaman yang statusnya ada unsur riba. Kurang dari waktu yang telah ditentukan, utang kami lunas. Setelah itu untuk menambah dan mempercantik rumah, saya dan suami mengandalkan tabungan, tidak lagi utang.

Sudah lebih dari 10 tahun saya dan suami tidak ada hubungan dengan bank untuk utang piutang. Bukan karena kami kaya raya, melainkan mulai menabung untuk membeli sesuatu.

Beberapa bulan terakhir saya sering membaca dan mendengar nasihat dan saran, yaitu menabung dalam bentuk emas. Kelak bisa untuk membeli barang mewah, rumah, atau untuk naik haji.

Bila Anda belum memiliki rumah, tak perlu utang lewat KPR. Anda bisa mengontrak rumah dengan harga miring lalu tiap bulan menabung dalam bentuk emas. Kalau kita menjauhkan diri dari riba, Insya Allah akan ada jalan yang tak pernah kita sangka-sangka. Tahu-tahu kita bisa membeli rumah secara kontan atau membangun rumah tanpa utang riba. 

Silakan dicoba, dan yakinlah Allah akan memberikan jalan.

00000