Minggu, 19 Januari 2020

Menulis Resensi, Nulis Dapat Duit



Kegemaranku menulis diikuti dengan gemar membaca. Buku, majalah, koran, dan media sosial bisa kujadikan bahan bacaan. Namun, dari bacaan tersebut aku harus menyaring terlebih dahulu. Tidak semua bahan bacaan dan berita kuterima mentah-mentah.
Di antara bacaan tersebut, aku memerlukan waktu yang lama untuk menyelesaikan aktivitas membaca buku. Membaca buku bisa aku cicil. Bila bukunya menarik dan aku membutuhkannya, secepatnya kuselesaikan membaca. Bila buku yang kubaca kurang menarik, aku harus menyelesaikannya dalam jangka waktu lama.
Agar buku yang telah kubaca bisa diingat lebih lama, biasanya aku membuat ringkasannya. Saat ini aku suka membuat ringkasan buku. Isi bukunya hanya diringkas saja. Ternyata meringkas buku lalu memberikan penilaian pada buku tersebut, bisa menghasilkan uang. Ah, benarkah itu? Benar. Bagaimana cara menghasilkan uang dari membaca buku dan membuat ringkasannya?
Ada 3 macam aktivitas setelah membaca, yakni membuat ringkasan, meresensi, dan meriview buku. Aku memilih meresensi buku setelah membaca. Beberapa kali mengirim naskah resensi buku, belum ada yang dimuat, membuatku penasaran. Seperti biasanya, aku ingin menaklukkan sesuatu yang baru bagiku. Kupelajari lagi materi tentang meresensi buku. Kubaca buku yang akan diresensi berulang-ulang, agar yang kutulis benar-benar mewakili isi buku tersebut.
Ternyata syarat dan ketentuan meresensi buku agar bisa lolos di media antara media satu yang lain berbeda. Setelah memahami syarat dan ketentuan, aku kembali mengirimkan naskah resensi.
Senang rasanya, akhirnya tulisanku dimuat di koran Solopos. Aku meresensi buku berjudul AKU DISLEKSIA yang ditulis Diba Tesi Zalziyati. Buku AKU DISLEKSIA diterbitkan oleh Penerbit ANDI, Yogyakarta.
Ada tiga tulisan resensi buku yang dimuat di Solopos. Tulisan kedua adalah resensi buku antologi Ngeblog Seru Ala Ibu-ibu, diterbitkan oleh Penerbit Najmubooks. Tulisan ketiga adalah resensi Buku Orang Lumpuh Naik Haji diterbitkan PT. Smart Media Prima (dimuat hari Minggu, 19 Januari 2020). Pada akhirnya aku berpikir bahwa bila akan berhasil, aku tak boleh menyerah begitu saja saat belum berhasil.


Selasa, 07 Januari 2020

Buku Antologi Mendekap Rindu Baitullah




Tunjangan profesional periode tahun 2011 milik saya dan suami telah cair. Saldo tabungan hanya cukup untuk mendaftarkan satu orang ke Depag sebagai calon jemaah haji. Saya ikhlaskan dana yang ada untuk suami mendaftarkan diri ke Depag. Namun, suami bilang, “Aku akan berangkat ke tanah suci bersamamu.”
“Uang kita tidak cukup. Ayah mendaftar dahulu, kalau ada rezeki lagi nanti aku menyusul.”
“Kita cari pinjaman dulu agar dapat mendaftar dan berangkat bersama-sama.”
“Nanti pemberangkatannya mundur lagi. Daftar tunggunya lebih lama lagi.”
“Mami, aku sudah berkomitmen akan menunaikan ibadah haji bersamamu, bagaimanapun caranya. Selama ini, di sini kita sudah melakukan semuanya bersama-sama. Mencari nafkah, membangun rumah, membesarkan anak-anak, berbakti pada orang tua, suka dan duka kita lewati bersama."
(cuplikan buku Mendekap Rindu Baitullah)

Sabtu, 04 Januari 2020

Buku Mendekap Rindu Baitullah


Buku ini berkisah tentang kerinduan seseorang bisa ke tanah suci untuk umrah atau berhaji merupakan kisah inspiratif. Ternyata setelah menuliskan cerpennya, penulis benar-benar dapat berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah umrah.

Di dalam buku ini ada tulisanku dan penulis lainnya:
list nama untuk di cover buku 
1. Fuatuttaqwiyah el-Adiba
2. Hisyam
3. Noer Ima Kaltsum
4. Marlia
5. Amrina Syahidah
6. Risa Mardyana
7. BintuZen
8. Dian Kinanthi
9. Steffi Budi Fauziah
10. Aina al Mardliyah
11. Dyah Nyenk
12. Dede Sumiati
13. Yunita Soekandar
14 Hamni
15. Fitri Ye
16. Rachma Saleh
17. Anna R Nawaning S
18. Mutik Atun Nasikhah
19. Tien Izza Madinah
20. Umbara Al Mafaaza
21. Lusia Eksi
22. 'Alimah Tina

Buku Mendekap Rindu Baitullah bisa dipesan, dengan harga 65.000 + ongkir. Pengiriman dari Cirebon.
Penasaran dengan cerita mereka?

Kamis, 02 Januari 2020

Buku Menjadi Remaja Tangguh di Era Milenium



BUKU
Judul: Menjadi Remaja Tangguh di Era Milenium
Penulis: Nurul Chomaria
Cetakan Pertama: Januari 2019
Penerbit: Penerbit Metagraf
Tebal: viii + 168 halaman
ISBN: 978-623-7013-75-4

Buku Menjadi Remaja Tangguh di Era Milenium ini aku dapatkan dari seorang teman penulis yang bukunya sudah puluhan. Sebagai orang tua yang telah memiliki anak remaja, aku merasa perlu belajar banyak hal. Pengalaman pribadi dan orang lain merupakan pelajaran yang sangat berharga bagiku.

Membaca buku ini, rasanya seperti duduk bersama anak gadisku lalu ngobrol seperti biasanya. Remaja dengan segala permasalahannya dibahas dalam buku ini. Permasalahan anak remaja tidak melulu soal cinta dan patah hati, melainkan ada  masalah dengan orang tua ketika menginjak remaja kesulitan belajar, perubahan fisik, kesehatan, mentalnya, kesulitan beradaptasi dengan lingkungan, teman sejawat, masalah dengan dunia barunya, dan lain-lain.

Anak-anak remaja jangan dibiarkan berjalan sendirian, memecahkan masalah, dan melakukan apapun sendirian. Sebagai orang tua *wajib* mendampingi anak-anak remajanya agar mereka tetap merasa nyaman dan tidak sendirian. Lebih membahagiakan mereka bila permasalahan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik.

Buku ini cocok sebagai bahan bacaan untuk remaja, orang tua, dan guru. Kalau kamu ingin memiliki buku ini, bisa langsung pesan pada penulisnya. Semoga bermanfaat.
*Aku sangat terharu, buku ini diberikan padaku secara gratis. Terima kasih mbak Nurul

Rabu, 01 Januari 2020

Resolusi 2020 Diet Untuk Kesehatan



Bagi teman-teman yang memiliki keinginan untuk menurunkan berat badan, yuk action sekarang dan jangan lagi menunda-nunda.

Tetapkan targetnya untuk mencapai berat ideal. Misalnya targetnya seminggu minimal turun 1 kg. Baiklah, setelah itu pilihlah salah satu diet yang ada. Ada DSA, OCD, DEBM, GM, dan lain-lain. Bila ingin diet, aku sarankan kamu jangan mengkonsumsi obat pelangsing, peluruh lemak, dan sejenisnya. Selain mengkonsumsi makanan dengan *tertib* tentu saja diimbangi olahraga teratur.

Berjanjilah untuk sungguh-sungguh menjalani diet. Kalau kamu ingin menjaga konsistensi berdiet, bergabunglah dalam suatu komunitas untuk mendapatkan dukungan.

Kalau mau menurunkan berat badan tapi takut menjalani diet, sebaiknya ubah pola makan. Kurangi porsi makan, minum air putih yang cukup, sayur dan buah jangan ditinggalkan, dan tenangkan pikiranmu. Tidak usah galau dan kemrungsung. Nikmatilah proses menurunnya berat badan. Tidak perlu menimbang berat badan tiap pagi hari. Bisa-bisa stres bila tahu BB belum turun sesuai keinginan. Yuk, lakukan sekarang!

#catatanimapenulis
#akusudahlangsing
#resolusi2020

Rabu, 25 Desember 2019

Buku Motivasi Langsing Muslimah Penulis Kayla Mubara




Buku ini aku dapatkan setelah memenangkan kuis. Alhamdulillah, selain mendapatkan hadiah buku, aku juga memiliki kesempatan mengikuti training sharing melangsing secara gratis.

Senang rasanya berada di kelas yang super "heboh". Beberapa peserta berhasil melangsing sesuai target.

Buku ini merupakan buku motivasi. Kalau teman-teman mau melangsing alias menjalankan diet, jangan hanya membaca buku ini, tapi praktikkan juga. Karena tanpa aksi, melangsing hanyalah sebuah mimpi.



Kebetulan aku tidak termasuk muslimah kegemukan. Jadi, mengikuti kelas bukan dalam rangka melangsing, melainkan menjaga pola makan dan menjalankan gaya hidup sehat.

Bagi teman-teman yang menginginkan buku ini, beli buku ada bonusnya loh. Penulisnya mbak Kayla Mubara, temanku di Temu Penulis Yogyakarta.


Selasa, 17 Desember 2019

Rahasia Tape Ketan Manis




Aku bukan penggemar ketan dan makanan olahannya. Namun, belakangan ini setelah lama bermukim di Karanganyar, lidahku jadi harus menyesuaikan diri. Tape ketan, jadah, wajik, dan lain-lain, sesekali aku harus menikmatinya. 

Tape ketan. Tape ketan berbahan dasar ketan putih (ada juga yang memakai ketan hitam) dan ragi. Satu kilogram ketan dibutuhkan 2 butir ragi agar tape ketan bisa matang. Namun, untuk mendapatkan hasil yang baik, kadang-kadang 1 kilogram ketan dibubuhi ragi bubuk dari 3 butir. Hasilnya air ketannya manis alami. 

Yuk, intip cara membuat tape ketan.
Bahan dan alat:
1. Kukusan
2. Kompor
3. Panci
4. Daun
5. Tampah/tambir
6. Beras ketan 1 kg
7. Ragi 2-3 butir
8. Air

Cara membuat
1. Bersihkan beras ketan dengan mencucinya lalu tiriskan
2. Masukkan beras ketan ke dalam kukusan.
3. Kukus beras ketan selama 30 menit (sampai empuk).
4. Ambil ketan yang telah dikukus lalu dibilas dengan air dingin, tiriskan
5. Kukus kembali selama 30 menit.
6. Ketan didinginkan sampai benar-benar dingin
7. Setelah ketan dingin, taburi dengan ragi sampai merata
8. Bungkus dengan daun ukuran sesuai selera.
9. Peram sehari semalam, tape ketan sudah jadi dan rasanya manis.

#catatanimapenulis
#reseptapeketan