Sabtu, 23 September 2017

Pemeriksaan Kesehatan Pada Penjaringan Siswa Baru


Pemeriksaan Kesehatan Pada Penjaringan Siswa Baru

Istilah penjaringan siswa baru ini, bagi saya hal yang tidak asing lagi. Akan tetapi, ketika istilah penjaringan siswa baru ini disampaikan pada saat minilokakarya di UPT Puskesmas Tasikmadu, saya mulai bertanya apa hubungan antara UKS dan penjaringan siswa baru?

Setelah diberi tahu tentang UKS berkaitan dengan penjaringan siswa baru dan diberi tulisan tentang hal-hal yang berkaitan dengan UKS secara terperinci, saya baru paham. Tidak puas sampai di sini, saya mencari informasi tentang penjaringan siswa baru ini melalui internet. Hampir semua tulisan yang saya baca melalui internet memberikan penjelasan yang gamblang.

Sesuai dengan istilahnya, Penjaringan siswa baru ini sasarannya adalah siswa baru, yaitu kelas I SD, kelas VII SMP dan kelas X SLTA. Penjaringan siswa baru bertujuan untuk mengetahui kesehatan siswa sedini mungkin. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi kesehatan fisik secara umum. Misalnya, tinggi badan, berat badan, kesehatan mata, kesehatan telinga, kesehatan mulut, pemeriksaan golongan darah, pemeriksaan Hb dalam darah. Selain itu, siswa juga diminta untuk membawa garam dapur yang dikonsumsi di rumah untuk diperiksa kadar yodiumnya.

Dalam pelaksanaan pemeriksaan ini, tentu saja memerlukan biaya. Sebagian ada yang ditanggung pemerintah, dibayar oleh sekolah (melalui dana BOS) dan dibayar oleh siswa sendiri. Khusus yang dibayar oleh siswa ini untuk biaya memeriksaan darah.

Pemeriksaan kesehatan melalui penjaringan siswa baru ini sangat penting bagi siswa itu sendiri. Dengan pemeriksaan kesehatan, dapat diketahui sejak dini kondisi kesehatan siswa. Apabila pada siswa didapatkan hal-hal yang perlu segera ditindaklanjuti, maka tidak akan mengganggu siswa dalam proses pembelajaran. Misalnya, bila diketahui ada kelainan pada mata, maka anak segera ditangani dan masalah mata langsung bisa diatasi. Misalnya, anak terindikasi kekurangan gizi, hal ini juga bisa segera diatasi.

Secara umum pemeriksaan kesehatan yang dilakukan UKS pada penjaringan siswa baru ini untuk kepentingan siswa. Bila siswa sehat maka proses belajar mengajar berjalan dengan lancar. Oleh sebab itu, mari dukung kegiatan UKS, mari dukung pemeriksaan kesehatan melalui penjaringan siswa baru!

Semoga bermanfaat.

Karanganyar, 23 September 2017 

Kamis, 21 September 2017

Olahraga Ringan Jalan Santai Keliling Lingkungan Sekolah


Olahraga Ringan Jalan Santai Keliling Lingkungan Sekolah

Beberapa hari terakhir, udara terasa sangat panas. Beruntung, di kelas-kelas sudah dipasang kipas angin, sehingga pelaksanaan/kegiatan belajar-mengajar bisa berjalan dengan lancar. Namun demikian, rasa haus semakin terasa kalau waktu melebihi pukul sepuluh.

Setiap hari Jumat di sekolah ada program Jumat sehat. Dalam program ini, kegiatan yang dilakukan bisa senam, jalan santai atau gabungan dari keduanya. Tentu saja pelaksanaan Jumat sehat pada pagi hari. Dengan demikian, udara masih segar dan belum begitu panas.

Meskipun ada variasi jalan santai dan senam, siswa dan guru cenderung/lebih suka mengisi Jumat sehat dengan jalan santai mengelilingi lingkungan sekolah. Meskipun jalan santai, namun kami juga bisa mengeluarkan keringat lo.

Ada alasan mengapa kami lebih memilih jalan santai. Sebab dengan jalan santai, kami mengenal lingkungan sekitar sekolah. Dengan jalan santai, apa yang kita lihat juga berubah-ubah/bermacam-macam, tidak monoton. Di samping itu, pada saat jalan sehat, kami tidak memerlukan instruktur. Jadi, sekolah tidak mengeluarkan biaya transport untuk instruktur. Lagian, kalau senam dibimbing instruktur, siswa jarang yang mengikuti gerakan senam. Mereka malah sebagai penonton, menonton guru-guru yang senam.

Setelah jalan santai, kami akan merasa haus dan minum air hangat adalah cara yang tepat untuk mendinginkan badan. Jalan santai adalah salah satu olahraga yang bersifat irit. Olahraga jalan santai juga bisa dilakukan siapa saja tanpa mengeluarkan tenaga yang ekstra.

Pengenalan lingkungan sekolah sangat penting bagi siswa baru. Dengan jalan santai ini, semoga keluarga besar sekolah kami lebih mengenal tetangga sekitar sekolah, menjadi sehat dan semakin sehat.


Semoga bermanfaat. 

Rabu, 20 September 2017

Ayo Makan Telur dan Daging Ayam


Ayo Makan Telur dan Daging Ayam

Untuk memenuhi gizi, kita wajib mengkonsumsi makanan yang mengandung 4 sehat 5 sempurna. Kalau tidak ada alergi dalam tubuh kita, kita dianjurkan mengkonsumsi telur dan daging ayam. Mengapa pilihannya jatuh pada telur dan daging ayam? Sebab telur dan daging ayam harganya relative lebih murah dibanding komoditi lain yang memiliki kandungan protein yang dimilikinya.

Bagaimana kalau alergi terhadap kedua komoditi tersebut? Sebaiknya memang dihindari,tapi akan lebih baik kalau dikonsultasikan kepada ahli gizi atau dokter terlebih dahulu.  


Ayo makan telur dan daging ayam. Karena protein yang terkandung di dalamnya kita butuhkan. Untuk sehat ternyata tidak perlu mahal. 

Selasa, 19 September 2017

Tetap Fit Saat Udara Panas Menyengat

Tetap Fit Saat Udara Panas Menyengat

Beberapa hari terakhir udara sangat panas, matahari begitu terik menyengat. Air dan daging kelapa muda sangat nikmat dan membantu untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Kita perlu banyak cairan untuk tubuh. Jangan sampai kita mengalami dehidrasi.  Ada beberapa langkah agar tubuh tetap fit tatkala udara sangat panas, antara lain:

1.    Secukupnya minum air putih
2.    Berada di tempat yang teduh
3.    Menggunakan topi atau payung untuk melindungi kepala
4.    Hindari tempat yang panas menyengat
5.    Banyak mengkonsumsi buah-buahan


Silakan langkah-langkah di atas dipraktekkan. Semoga bermanfaat.

Minggu, 17 September 2017

Keberhasilan Imunisasi MR di Kecamatan Tasikmadu



Seperti di kota lainnya, Kabupaten Karanganyar juga melaksanakan imunisasi MR dengan sasaran anak berusia 9 bulan sampai 15 tahun. Untuk memudahkan pelaksanaan imunisasi MR, target terpenuhi dan sasaran tepat maka tiap kecamatan ada petugasnya. Di Kecamatan Tasikmadu, petugas yang melaksanakan imunisasi MR adalah para pegawai yang bekerja di Puskesmas Tasikmadu.

Tentu saja harus ada kerja sama antara petugas imunisasi dengan pihak-pihak terkait agar pelaksanaan imunisasi MR berjalan dengan lancar. Oleh karena sasaran imunisasi MR ini adalah anak berusia 9 bulan sampai 15 tahun, maka imunisasi dilaksanakan di Posyandu, Puskesmas, sekolah-sekolah (dari TK sampai SMP, termasuk sanggar PKBM), PAUD, dan pesantren (kalau ada yang belum saya sebutkan, sumangga lebih diperinci lagi).

Petugas dari puskesmas, para kader Posyandu, guru-guru dan lain-lain memberikan penjelasan tentang imunisasi MR kepada anak-anak dan orang tua. Penjelasan ini tentang apakah imunisasi MR itu, tujuan dilaksanakannya imunisasi MR, dan efek samping dari imunisasi. Lebih jelasnya, petugas sudah diberi pembekalan terlebih dahulu.

Kabupaten Karanganyar menargetkan keberhasilan imunisasi MR ini mencapai 95 persen.Di Kecamatan Tasikmadu sampai tanggal 14 September 2017, dilaporkan bahwa pelaksanaan imunisasi MR sudah mencapai 92,5 persen. Pelaksanaan imunisasi ini dijadwalkan selesai hingga akhir  bulan September. Tanggal 14 dan 15 September masih ada 2 titik yang akan melaksanakan imunisasi MR. Diharapkan, dari 2 titik ini nanti target pencapaian 95% dapat terlampaui.

Dalam pelaksanaan imunisasi ini, ada beberapa anak yang menolak dengan berbagai alasan. Menolak dengan alasan tidak mau disuntik (takut), ada orang tua yang menolak anaknya diimunisasi dengan alasan tertentu, anak benar-benar dalam keadaan sakit, dan pihak pesantren tidak memberikan akses bagi petugas untuk melaksanakan imunisasi MR. Para petugas terus saja memberikan edukasi dengan pendekatan persuasive. Dengan pendekatan ini, diharapkan anak/orang tua mau anaknya diimunisasi. Apabila sudah diedukasi tetap saja ada penolakan, petugas tidak akan memaksa.

Ketika saya mengikuti evaluasi pelaksanaan imunisasi MR di UPT Puskesmas Tasikmadu, Alhamdulillah Bapak dr Ibnu Ridwan memberikan keterangan yang panjang lebar dan jelas. Para undangan yang terdiri dari guru, kader Posyandu, Kepala Sekolah, Kapolsek, Bapak Camat, dan petugas dari Puskesmas, semua bekerja sama agar target keberhasilan dapat tercapai.

Dengan tercapainya target 95% anak sudah diimunisasi, diharapkan anak-anak keluarga besar Kecamatan Tasikmadu tidak terjangkit virus campak dan rubella. Seandainya ada anak yang sudah divaksin, tapi tetap terjangkit campak dan rubella, harapannya keadaannya tidak terlalu parah dan tidak menular ke anak yang lain.

Bagaimana dengan anak yang usianya 15 tahun tetapi sudah SMA dan anak yang putus sekolah? Para petugas Puskesmas, guru, elemen masyarakat, akan mendata anak-anak yang berusia 15 tahun ini lalu akan diimunisasi di tempat dan pada waktu yang telah ditentukan.

Sekali lagi, petugas akan mendata kembali anak-anak yang belum diimunisasi lalu anak akan diimunisasi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Jadwal dan tempat ini ditentukan karena berkaitan dengan efisiensi. Petugas lebih efisien dalam melaksanakan tugas, dan vaksin yang telah dibuka bisa digunakan untuk beberapa anak sekaligus. Perlu diketahui, harga vaksin MR ini cukup mahal dan diberikan kepada masyarakat secara gratis. Vaksin dalam botol ini sekali dibuka harus habis dan tidak bisa disimpam untuk digunakan pada waktu yang lain.

Saya berharap anak-anak di Kecamatan Tasikmadu dan anak-anak yang berada di Kabupaten Karanganyar telah diimunisasi MR. Dengan imunisasi MR ini, anak-anak semakin sehat dan tidak kena virus campak dan rubella.


Semoga bermanfaat.

Jumat, 15 September 2017

Cara Mengempukkan Daging Secara Alami

Agar daging yang akan kita konsumsi menjadi empuk, ada beberapa langkah yang bisa kita tempuh. Langkah-langkah tersebut adalah:
1.    Daging dilumuri air nanas
Ambil satu potong buah nanas yang sudah bersih. Parut buah nanas lalu air dan ampasnya dilumurkan pada daging sapi/kambing yang sudah dipotong sesuai selera. Diamkan selama 15 menit. Setelah itu daging bisa diolah sesuai keinginan.

2.    Daging dibungkus atau ditutup dengan daun pepaya
Ambil daun pepaya lalu remas tapi tidak perlu sampai robek-robek. Taruh daun pepaya di atas wadah sebagai alas. Siapkan daging yang sudah dipotong sesuai selera. Taruh daging di atas daun pepaya, lalu tutup dengan daun pepaya lainnya. Diamkan hingga 30 menit.

Setelah 30 menit, ambil daun-daun pepaya tersebut lalu singkirkan. Langkah selanjutnya adalah masak daging sesuai selera. Ada catatan kecil agar tidak salah persepsi: daun pepaya tidak ikut dimasak. Daun pepaya hanya untuk membungkus saja.  Daun pepaya mengandung enzim papain yang bermanfaat untuk melunakkan daging sehingga daging menjadi empuk. Apabila daun pepaya ikut dimasak maka masakan akan terasa pahit.

3.    Tusuk sate ditusukkan ke dalam buah pepaya muda
Sate kambing/sapi yang empuk adalah kesukaan tiap orang. Agar sate yang akan kita konsumsi bisa empuk, ada cara alami untuk mengempukkan daging. Agar sate kambing/sapi empuk, mula-mula tusuk sate ditusukkan ke dalam buah pepaya muda. Diamkan selama kurleb 15 menit, tusuk sate .siap digunakan untuk membuat sate.
Buah pepaya muda juga mengandung enzim papain.

Ambil tusuk sate dari buah pepaya muda. Setelah itu tusuk sate digunakan untuk membuat sate. Daging ditusukkan pada tusuk sate. Dijamin, daging kambing dan sapi akan empuk.

Selamat mencoba, semoga berhasil.

Rabu, 13 September 2017

Kurangi Penggunaan Gadget Perbanyak Baca Koran

Kurangi Penggunaan Gadget Perbanyak Baca Koran

Tulisan ini semata-mata pengalaman pribadi yang dipakai untuk mengoreksi diri dan keluarga. Tulisan ini bukan ditujukan kepada orang lain di luar keluarga. Seandainya tulisan ini pas dan mengena pada orang lain, hal itu semata-mata kebetulan saja.

Saya dan keluarga mengenal gadget sudah sekitar tiga tahunan. Sebelumnya, aktifitas di dunia maya, saya lakukan melalui laptop dan computer dihubungkan oleh jaringan internet. Kemajuan teknologi berpengaruh pada aktifitas sehari-hari kami.

Alhamdulillah, saya dan keluarga tidak sampai kecanduan menggunakan gadget. Gadget kami gunakan seperlunya saja, terutama untuk menunjang pekerjaan. Seandainya ada aktifitas yang sifatnya suka-suka, saya akan membatasi diri.

Sisi negatif gadget adalah membuat pemiliknya tidak mau melepas benda ajaib ini. Mungkin, awalnya kami juga agak “ndesa”. Awal-awal memiliki gadget kami sering buka-buka gadget padahal tidak ada sesuatu yang berhubungan dengan kami. Penasaran dengan info terbaru dari FB atau WA, kami sering buka tutup gadget.

Kadang-kadang, pasangan dan anak-anak tidak diperhatikan dan lebih memilih sibuk dengan menyentuh layar. Meskipun penggunaan gadget di rumah masih dalam taraf wajar, saya memiliki inisiatif untuk mengurangi pegang gadget. Caranya adalah saya membeli Koran secara eceran tiap hari. Benar saja, penggunaan gadget bisa kita kurangi.

Banyak yang kami peroleh dari membaca Koran. Pengetahuan dan wawasan kita bertambah, dan kami lebih banyak berkomunikasi secara lisan. Dengan membaca Koran, kami bisa leluasa mengulang membaca berita yang kami anggap menarik dan penting.

Selain di rumah, di kantor juga demikian. Dengan membaca Koran, saya dan teman-teman tidak sibuk dengan gadget masing-masing. Kami bisa membicarakan berita yang hangat. Misalnya tentang kelangkaan gas melon, mahalnya beras, kekeringan, obyek wisata di sekitar Kabupaten Karanganyar, kuliner dan lain-lain.

Saya berharap keadaan kami di rumah maupun di kantor bisa kembali seperti dulu lagi. Dulu, tanpa gadget, kami bisa berbincang-bincang dan selalu berinteraksi secara langsung di dunia nyata. Setelah ada gadget, komunikasi secara langsung terganggu. Kesibukan kami dengan teman dunia maya sangat menyita waktu.

Untuk itu, kiranya mulai sekarang saya dan keluarga perlu untuk mengurangi penggunaan gadget lalu memperbanyak membaca Koran, buku, majalah dan lain-lain. Dunia ini akan penuh warna bila kita mengisinya dengan kegiatan membaca. Banyak hal yang bisa kit abaca. Bukan hanya literasi, membaca bisa juga kita lakukan dengan cara membaca alam.


Karanganyar, 13 September 2017