Minggu, 31 Juli 2022

Buku Antimalas Dan Suka Menunda


  
Gara-gara postingan seorang teman, saya jadi beli Buku Antimalas Dan Suka Menunda + Panduan Mengatasinya. Karya Choi Myung Gi ini berisi tulisan yang simpel, sederhana, dan bahasanya ringan tentang seputar kemalasan dan solusinya.

Kalau pekerjaan yang harus segera diselesaikan menumpuk, kadang membuat kita malas untuk mengerjakan. Namun, bila pekerjaan yang banyak sama sekali tidak kita kerjakan ya jelas tidak bisa selesai. Kalau demikian menjadi masalah untuk kita maupun orang lain.

Mencicil melakukan pekerjaan menjadi solusi. Tidak harus selesai dalam waktu singkat. Mulailah dari yang mudah, yang harus segera diselesaikan, dan dibuat skala prioritas. Jangan berkecil hati bila tidak bisa melakukan pekerjaan yang sedemikian menguras tenaga.

Jangan menunda waktu. Apa yang bisa kita lakukan, lakukan segera. Bila telah selesai maka kita boleh merayakan keberhasilan ini. Kita tidak bisa melakukan semuanya dengan sempurna, tapi kita bisa menyelesaikan dengan baik.

0000

Sabtu, 30 Juli 2022

Belajar Membaca Alqur'an Setelah Lanjut Usia



Sebagai seorang muslim punya kewajiban untuk membaca Alquran dan mengkaji isinya dengan membaca terjemahannya. Bagaimana bila belum bisa membaca Alqur'an? Tentu saja harus belajar membaca Alqur'an terlebih dahulu. 

Usia tak muda kadang menjadi alasan tidak mau belajar membaca Alqur'an. Namun, sekarang belajar mrmbaca Alqur'an bisa lebih mudah dan cepat. Syaratnya hanya satu agar kita bisa membaca Alqur'an, yakni niat yang kuat.

Kalau sudah ada niat, tidak perlu belajar membaca tiap hari ditarget berapa jam. Cukup tiap 15-30 menit per hari secara rutin dan tidak terputus. Insya Allah tidak perlu menunggu satu tahun untuk bisa membaca Alqur'an dengan lancar. 

Sebaiknya ada guru atau orang yang nisa membantu kita dalam belajar. Tujuannya adalah agar bacaan minim kesalahan. Kalau masih awal atau pemula dengan usia cukup tidak muda lagi, dengan menirukan bacaan yang telah dibaca tutor atau guru.

Sedikit demi sedikit kita akan berhasil menyelesaikan belajar membaca Alqur'an. Masih tidak mau belajar Alqur'an? Yuk, buka kitab suci kita. Minimal sehari membaca 1 ayat Alqur'an agar bisa khatam. Selamat mencoba.

Selasa, 26 Juli 2022

CEK HP SUAMI



Sebagian orang mengatakan bahwa meskipun sudah menjadi pasangan halal alias suami istri, bukan berarti semua harus terbuka. Bukan berarti milikmu adalah milikku dan milikku adalah milikmu. Sebagian ada yang menganut bahwa "ada sesuatu" yang tidak menjadi milik bersama, di antaranya ada smartphone. 

Smartphone adalah barang pribadi dan pasangan tidak bisa bebas membuka-buka yang bukan miliknya. Masing-masing rumah tangga memiliki aturan dan tata tertib sendiri-sendiri. Namun, bagi saya dan suami smartphone bukan termasuk ranah privasi. Toh, tidak ada yang dirahasiakan. Buka hp milik pasangan juga sekadarnya, apa perlunya. 

Biasanya saya membuka hp suami untuk mengetahui kegiatan "perbadmintonan atau pertenisan". 

Kalau ada sesuatu yang tidak sesuai, ya dibicarakan. Misal chat tak penting dengan teman. Daripada chat tentang sesuatu tak penting, lebih baik menggunakan waktu untuk hal yang lebih penting. Yang saya takutkan kalau nanti obrolan tak penting jadi kebablasan. 

Smartphone dan media sosial itu tidak jahat, asal kita bijak menggunakannya. Suami dan istri juga harus saling mengontrol. Jangan sampai semuanya dibiarkan. Biar begini atau begitu. Nanti kalau sudah telanjur dan efeknya tidak baik akan timbul masalah.

Masalah keluarga bisa berawal dari rahasia-rahasiaan, cuek dengan pasangan, tidak saling mengingatkan, curiga berlebihan, mudah tersinggung, komunikasi kurang, dan lain-lain.

Saya meletakkan hp di rumah tanpa ada rasa takut. Sebab tak ada rahasia yang berarti. Misalnya suami membuka hp saya, dia juga akan membatin chat istri cuma soal nulis dan nulis. Tak ada yang lain. Hahaha.

Ada seorang kenalan yang curhat bahwa di rumah suaminya tidak pernah lepas dari hp, bahkan saat ke kamar mandi juga dibawa. Suatu saat suami sedang di kamar mandi, hp lupa tidak diamankan. Nah, kenalan saya membuka hp suami yang tidak dipassword. Kenalan saya benar-benar syok. Karena ternyata ada nama istimewa di hp suami selain namanya. 

00000

Senin, 18 Juli 2022

Kamis, 30 Juni 2022

TEMBUS POJOK TERJADI SUNGGUH-SUNGGUH


www.noerimakaltsum.com tulisan pendek ini ada di pojok Terjadi Sungguh-sungguh Koran Merapi, Selasa 28 Juni 2022. 

Alhamdulillah, pada tanggal yang sama tulisan saya juga dimuat di Koran Solopos di Ah Tenane. Saya bersyukur karena usaha saya tidak sia-sia.

Bagi teman-teman yang ingin mengirim Terjadi Sungguh-Sungguh, nih alamat emailnya: koranmerapi@gmail.com

Selasa, 28 Juni 2022

Cara Membuat Mukena Atas Berlengan



www.noerimakaltsum.com Salat adalah kewajiban seorang muslim. Hukum menunaikan ibadah salat adalah wajib 'ain bagi yang sudah balig dan memenuhi syarat. Aurat seorang muslimah saat melaksanakan salat adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Biasanya seorang muslimah pada saat di rumah bila akan melaksanakan salat memakai mukena. Mukena ada 2 macam, yakni mukena terusan dan mukena potongan atas bawah.  

Kalau di rumah saya lebih suka memakai mukena terusan. Mukena terusan ada bagian lengan tangannya. Hanya saja kalau pakai mukena terusan kadang-kadang bila bagian bawah belakang terinjak kaki membuat tidak nyaman kepala.

Saya ingin memakai mukena potong tapi berlengan. Oleh karena kalau harus beli mukena potong berlengan harganya mahal, ya harus kreatif. Caranya mukena potong bagian atas dibuat berlengan. Setelah utak-atik ternyata bisa juga mengubah mukena atasan jadi berlengan.

Langkah-langkah membuat mukena atas berlengan adalah sebagai berikut:
1. Siapkan mukena atas lalu balik, bagian luar berada di dalam dan sebaliknya.
2. Bentangkan mukena, bagian lubang untuk muka (wajah) berada di tengah.
3. Atur sisi kiri dan kanan simetris berdasar jahitan bagian bawah lubang muka.
4. Beri garis pola untuk membuat lengan dan bagian samping badan.
5. Jahit pada lengan dan bagian samping badan lalu gunting agar  bagian badan dan lengan bisa terbentuk.
6. Balik kembali mukena atas berlengan yang telah jadi. 




Mudah, bukan?

Senin, 27 Juni 2022

Apa Yang Membuatmu Merasa Bahagia?




www.noerimakaltsum.com Setiap orang berhak bahagia. Setiap orang memiliki versi bahagia sendiri-sendiri. Ketika seseorang bahagia karena bisa makan sayur brambang salam lauk tempe garit, kamu tidak boleh bilang oalah wong kok ndesa men. Mung mangan tempe garit we seneng. 


Dulu saat saya kuliah, bahagia versi saya adalah dari rumah pamit pada bapak dan ibu lalu berangkat naik sepeda ontel sampai kampus. Pulang dari kampus lewat malioboro dan selamat sampai rumah itu sudah bahagia.


Setelah menikah, ke mana-mana boncengan sama suami naik alfa, itu sudah bahagia. Bahagia saya memang sederhana. Mudik dari Karanganyar sampai Yogya atau dari Yogya ke Karanganyar, di sepanjang jalan kehujanan pun bahagia. 


Sekarang, mudik naik KRL lanjut naik bus, itu juga bahagia. Jadi, bahagia versi saya hanya sederhana saja tapi formatnya berbeda, berubah sesuai kondisi. 


Makan bareng berempat, kami bahagia.

Mudik boncengan, saya dan F1, ayah dan F2, kami bahagia.

Pergi berempat ke angkringan, juga bahagia. 

Di rumah berkumpul saya, suami, dan anak-anak, sembelih ayam lalu memasak, dimakan dengan kembulan, itu pun membuat bahagia.


Mungkin kamu punya versi tersendiri dengan format berbeda dari waktu ke waktu. 


Sebenarnya bahagia itu kuncinya adalah banyak bersyukur dan sabar.


Istri teman saya, sebut saja Fulanah, diberi ujian sakit kanker. Setahun yang lalu teman saya meninggal dunia. Sekarang Fulanah sedang berjuang melawan kanker.


Saat bertemu saya, Fulanah mengungkapkan dulu ketika formasi masih lengkap, bahagianya mereka bisa melakukan berbagai macam aktivitas berempat. Berkumpul di rumah sambil melakukan kegiatan, sekadar ngobrol, atau makan bareng, mereka cukup bahagia. Melakukan perjalanan wisata berempat dan tak lupa bersilaturahmi, itu membuat hati bahagia dan kaya raya. Kuncinya bersyukur.


Sekarang setelah teman saya meninggal, Fulanah dan kedua anaknya membuat format baru. Bahagia mereka dengan format baru. Bukan berarti kehilangan satu anggota keluarga kemudian kebahagiaannya hilang sama sekali. Bahagia mereka ketika mereka lengkap bertiga yaitu Fulanah dan kedua anaknya. Mereka tetap bisa bahagia dan bersyukur. Tentu saja mereka tak bisa berandai-andai. Andai masih bisa berempat. Atau merasa sayang karena salah satu telah tiada.




#catatanimapenulis