Senin, 23 April 2018

KOLAM IKAN DAN SAYURAN DALAM POT


Foto diambil dari affnanaquaponic.com

Gara-gara berlangganan dan membaca Majalah Trubus, banyak keinginan saya untuk bertani dan beternak. Keduanya sudah saya lakukan dan Alhamdulillah mendapatkan keuntungan yang menggiurkan. Bercocok tanam sangat mengasyikkan dan sering lupa waktu kalau sudah berada di kebun/sawah. Memelihara ikan nila dan lele, meskipun hanya skala rumah tangga pun saya mendapatkan banyak keuntungan.

Setelah ada si kecil (2009 masih di dalam perut), saya berhenti bercocok tanam. Saya fokus merawat si kecil mulai dari kandungan hingga lahir. Akan tetapi saya masih memelihara ayam. Sampai sekarang, ayam tidak bisa dipisahkan dari kehidupan saya.

Sejak si kecil masuk TK, dia ingin memelihara hewan ternak. Hewan yang sudah pernah dipelihara antara lain ayam, ikan, kelinci, itik, burung. Sampai sekarang ayam, ikan dan burung merupakan hewan piaraan yang mengasyikkan si kecil sepulang sekolah.

Saya memelihara ikan nila dan lele tapi tidak dalam jumlah yang besar. Ikan nila dan lele ini saya pelihara dalam ember secara terpisah. Saya ingin menerapkan gabungan ternak ikan dan menanam sayuran.

Ember besar berisi ikan ini, airnya bisa saya gunakan untuk menyiram sayuran dalam pot. Sejak dulu, saya hanya ingin menerapkan sesuatu yang sederhana dan tidak perlu dipikir secara rumit. Kalau mau modern memang menggunakan sistem aquoponic dan hydroponic. Akan tetapi keduanya memerlukan biaya yang cukup banyak.

Saya ingin melakukan sesuatu secara konsisten dan konsekuen. Saya tidak mau melakukan sesuatu karena latah semata. Prinsip saya adalah saya suka, saya lakukan dan menghasilkan (bisa dalam bentuk panenan dan uang).

Untuk kolam ikan, saya menggunakan ember. Untuk sayuran dalam pot, saya menggunakan gelas plastik bekas. Jumlah ikan dan sayuran tidak terlalu banyak. Bagi saya, yang penting semuanya berjalan terlebih dahulu. Seandainya berhasil, nanti dikembangkan lagi. Sebenarnya bila kegiatan beternak dan bercocok tanam ini ditekuni, hasilnya bisa untuk menambah penghasilan.

Apa yang telah saya lakukan, semoga berhasil dan saya tetap bersemangat mengelolanya. Semoga bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung.

Minggu, 22 April 2018

PISAHKAN UANG PRIBADI DAN UANG BISNIS




Saya belum pernah menggeluti satu bisnis secara serius lalu sukses. Saya hanya pernah mencoba untuk berbisnis dengan pencatatan keuangan secara sederhana. Selama ini, saya selalu memisahkan uang bisnis dan uang pribadi.Dengan demikian saya tahu untung atau rugi bisnis yang saya kerjakan. Alhamdulillah selama ini saya merasa beruntung tidak merugi.

Seandainya saya mau melanjutkan bisnis yang sudah saya tekuni, saya akan berpikir ulang karena saya tidak bisa terjun langsung. Oleh karena keuntungan yang saya peroleh tidak terlalu besar, yakni hanya cukup untuk menggaji diri saya sendiri maka saya tidak mau memaksa bisnis jalan terus dengan menggaji orang lain.

Kalau menggaji orang lain dan saya tidak mendapatkan apa-apa, berarti saya hanya memberi modal pada orang lain. Saya bukan tipe orang yang setengah hati menjalani bisnis. Inginnya terjun secara total dalam berbisnis.

Bagi Anda yang ingin memulai berbisnis, silakan buatlah catatan keuangan secara sederhana. Berapa modal awal, berapa hasil penjualan dan berapa keuntungannya, semua dicatat dengan baik. tujuannya adalah agar uang bisnis dan uang pribadi tidak bercampur.

Meskipun berwirausaha, usaha milik sendiri, kita tetap mendapatkan gaji dari hasil keuntungan bisnis yang sedang berjalan. Apabila bisnis sudah mulai berkembang, jangan sampai semua keuntungan dimasukkan untuk modal tambahan. Sisihkan sedikit dari keuntungan tersebut untuk menggaji kita lalu kita gunakan untuk kepentingan pribadi.

Semoga bermanfaat.

Sabtu, 21 April 2018

BERBURU BUKU MURAH UNTUK PERPUSTAKAAN SEKOLAH




Dahulu ketika masih sekolah, mau membeli buku pegangan saja tidak bisa karena tidak memiliki uang. Saya dan saudara-saudara hanya mengandalkan buku pinjaman dari perpustakaan sekolah. Dengan meminjam buku di perpustakaan, saya merasa sangat terbantu. Untuk menghadapi liburan, biasanya saya meminjam buku berupa novel atau buku bacaan ringan lainnya.

Kini setelah berkeluarga dan saya memiliki hobi menulis, saya harus menambah koleksi buku. Beberapa buku yang sudah lawas, biasanya saya bawa ke sekolah untuk dibaca-baca lagi. Bisa juga buku tersebut saya serahkan ke perpustakaan sekolah. Meskipun buku lawas tapi membawa informasi yang baru buat anak-anak sekolah.

Kalau dulu saya berhemat untuk berbelanja buku, sekarang tidak lagi. Saya suka membeli buku dalam jumlah banyak lalu say abaca sedikit demi sedikit. Kebiasaan saya membeli buku ini ditiru oleh anak perempuan saya. Anak saya hobi membeli buku. Kalau dengan ayahnya, dia akan mengambil banyak buku lalu bilang terima kasih ayah.  

Ternyata untuk mendapatkan buku yang berkualitas, saya tidak perlu mengeluarkan uang banyak. Pada saat pameran buku, kita bisa memilih buku yang berkualitas/berbobot dengan harga murah. Tentu saja harus memiliki kesabaran yang tinggi untuk memilih buku murah pada saat pameran buku.

Dengan demikian, belanja buku dalam jumlah banyak tetapi uang yang kita keluarkan hanya sedikit. Membeli buku dalam jumlah banyak, tujuannya untuk apa? Kita bisa menyedekahkan buku-buku tersebut ke perpustakaan sekolah. Dengan menyerahkan buku-buku ke perpustakaan sekolah maka buku tersebut bisa bermanfaat bagi orang lain. Semakin banyak orang yang membaca buku kita, semakin banyak orang yang mendapatkan manfaat dari buku tersebut.

Mungkin kita bisa memberikan buku-buku yang kita beli dengan harga murah tersebut ke perpustakaan sekolah anak atau keponakan kita. Atau bisa juga buku yang kita beli kita sedekahkan ke perpustakaan sekolah terdekat (rumah kita). Insya Allah, apa yang telah kita keluarkan, tidak akan pernah sia-sia.

Kalau buku koleksi kita berlebihan, silakan kelebihannya dibagikan pada perpustakaan sekolah yang dekat dengan rumah kita. Bersedekah buku, pahalanya akan mengalir bagai amal jariyah.

Sisihkan rezeki kita. Datangi pameran buku. Beli beberapa buku yang harganya tidak terlalu mahal lalu sedekahkan. Semoga bermanfaat.

Jumat, 20 April 2018

BLUS TANPA KANCING BAJU

Setelah selesai dijahit, baju tinggal diobras, diitik-itik dan dipasang kancing. Oleh karena saya tidak memiliki mesin obras dan itik, maka saya harus menggunakan jasa obras di dekat Pasar Jungke.

Sebenarnya saya bisa meluangkan waktu di sela-sela jam kosong tidak mengajar ke Pasar Jungke tapi untuk izin pasti dipersulit. Kalau ke Pasar sepulang sekolah, tempat jasa obras sudah tutup. Akhirnya saya hanya bisa menunda waktu, berharap saat libur tidak mengajar bisa ke Pasar Jungke.

Waktu terus berlalu, dan sampailah pada Hari Kamis. hari di mana pakaian seragam yang dikenakan adalah batik hijau yang selesai saya jahit belum berkancing. Itu saja saya mengakali menjahit kelim dengan jarak panjang karena masih akan saya bongkar (belum diobras).

Lalu bagaimana dengan kancingnya? Dalang tidak kekurangan cerita dan lakon. Pagi harinya bagian kancing saya kaitkan dengan peniti. Haha, karena saya memakai kerudung besar, jadi baju saya kelihatan aman terkendali.

Seperti biasa, kalau baju saya jahit sendiri, teman saya selalu mengoreksi. Dan taraaaa, korektornya tertawa melihat kenyataan bahwa saya menggunakan banyak peniti. Mereka bilang, Bu Ima kok dilawan.

Sekali ini saja blus tanpa kancing baju. Memang jahitan mesin dan tangan saya hasilnya rapi sehingga pas dan nyaman di badan saya.

Mungkin ini isyarat agar saya membeli mesin obras.

Semoga bermanfaat.

Kamis, 19 April 2018

ANAK LAKI-LAKI TAAT KEPADA IBUNYA



Sejak saya menikah, saya taat kepada suami. Tentu saja saya juga taat kepada orang tua. akan tetapi seorang laki-laki yang sudah menikah, taatnya kepada Ibunya bukan istrinya.

Melaksanakan perintah agama dengan baik akan membawa hikmah besar. Islam mengajarkan dan mengatur banyak hal untuk manusia. Manusia wajib taat dan patuh pada perintah agama.

Meskipun istri taatnya kepada suami, tetapi dibatasi bukan untuk bermaksiat dan menentang perintah agama. Apabila seorang suami memerintahkan kepada istrinya tapi perintahnya bertentangan dengan ajaran agama, maka istri boleh tidak melaksanakan perintah tersebut.

Apabila orang tua istri (mertua) sudah lanjut usia, sebaiknya suami juga bijak mengizinkan istrinya untuk berbakti kepada orang tua dengan cara membiarkan istrinya untuk merawat dan memberikan perhatian kepada orang tua.

Demikian juga dengan sang istri, dia tetap mendukung suaminya untuk melakukan ketaatan kepada orang tua (khususnya Ibu mertua). Istri harus memberikan dukungan penuh kepada suaminya untuk merawat dan memberikan perhatian kepada Ibu mertua (orang tua).

Suksesnya anak-anak juga karena didikan orang tua. Tidak ada anak yang sukses dan mandiri dari bayi. Tentu anak memerlukan orang tua. Selama pertumbuhan dan perkembangan, semua dipenuhi kebutuhannya oleh Ibu.

Oleh sebab itu wahai laki-laki, janganlah kamu sombong. Wahai anak laki-laki, taatlah kepada Ibumu!

00000

Rabu, 18 April 2018

MENJAHIT DAN MENULIS


Bapak saya bukan penjahit, tapi bisa menjahit. Seragam SD - SMA, baju lebaran kami, dijahit Bapak. Tiap Bapak menjahit, saya cuma memperhatikan. Saya tidak punya niat untuk belajar menjahit karena Bapak juga bukan tipe "orang" yang sabar mengajar menjahit.
Tahun 2000, ketika dhenok masih baby, saya belajar menjahit dengan cara ikut-ikutan kursus. Saya tidak sabar mengikuti kursus. Saya ingin cepat langsung praktek bukan teori semata.
Ketika pertama kali praktek adalah membuat blus lengan pendek, kancing satu di belakang. Teman-teman saya dan instruktur kursus mengatakan kalau hasil jahitan saya baik/halus. Baju kedua, ketiga dan seterusnya, saya jahit dengan penuh kesabaran.
Sekarang, kalau mau menjahit baju, tidak asal jahit. Saya tetap sabar, bila ada yang kurang baik, saya rela untuk membongkar dan memasang kembali.
00000
Pertama kali menulis waktu kelas II SMA, tahun 1988. Sama halnya dengan menjahit, ketika menulis, saya sabar menulis di buku lalu menyalin dengan mesin ketik. Zaman dulu, komputer masih langka (jangan memikirkan kemudahan seperti sekarang, dengan main delete bila keliru dan kirim surat elektronik). Sabar adalah kata kuncinya.
Persamaan kegiatan menjahit dan menulis adalah harus dilakukan dengan sabar. Persamaan yang lain adalah the power of kepepet bila sudah dekat dengan DL akan dikerahkan.
Beruntung saya memiliki kemauan belajar menjahit dan menulis. Dengan metode "mengintip" orang lain, alhamdulillah ilmu saya sedikit bertambah.
Ibarat gelas yang awalnya kosong, saya memilih mengisinya dengan ilmu. Kali ini baru ilmu menjahit dan menulis, isinya.
00000
Semoga tidak bosan melakukan aktivitas menjahit dan menulis.

Sabtu, 14 April 2018

THE POWER OF “MESIN JAHIT”




Sebenarnya saya bukan tipe orang yang suka menunda-nunda waktu dan membiarkan waktu terbuang dengan percuma. Akan tetapi saya sering tidak bisa membagi waktu untuk melakukan semua pekerjaan. Sepulang sekolah, saya harus mengerjakan tugas sebagai Ibu rumah tangga dan istri sholehah. Kalau malam hari saya berupaya untuk menulis dan berbagi tulisan.

Selain menulis, saya memiliki hobi menjahit. Menjahit pakaian, rok atau celana panjang sangat mengasyikkan. Kadang-kadang saya lupa waktu kalau sudah asyik menjahit. Akhir bulan Maret yang lalu, guru-guru sudah diingatkan untuk memakai baju batik terbaru  tiap hari Kamis.

Saya ingin menjahit sendiri baju batik hijau. Dengan modal pola jiplak milik mbak Wilis, saya mencoba membuat baju seragam PKK RT. Ternyata menggunakan pola jiplak ini memang sangat praktis. Tinggal jiplak, tak perlu mengukur dan membuat pola sendiri.

Untuk seragam batik hijau, belum sempat saya buat ternyata hari merangkak menuju Kamis. Oleh karena sebagian besar guru/karyawan sudah memakai seragam batik hijau maka saya diingatkan oleh beliau orang nomor satu di sekolah.

Ketika saya bilang kalau baju saya belum jadi, beliau mengatakan bahwa beliau tidak mau kalau nanti ada teman yang membicarakan saya gara-gara tidak memakai seragam batik hijau. Saya diam saja. Saya hanya membatin, pokoknya seragam segera diselesaikan.


Sampai di rumah, saya mulai mengeksekusi. Setelah memotong kain, mulailah menjahit. Tapi apa yang terjadi? Pada tahap akhir pemasangan lengan, tali karet yang dihubungkan dengan dynamo putus. Innalillahi. Hari sudah malam, suami tidak di rumah pula (lagi mudik bersama anak-anak).

Bismillah. Akhirnya, saya mengeluarkan jurus  penggunaan tali untuk menjahit secara manual tidak menggunakan dynamo. Tali tersebut saya buat dengan cara menrobek kain jarik yang sudah tidak dipakai. Syukur Alhamdulillah, akhirnya baju saya jadi. Tinggal memasang kancing dan membuat lubangnya.

Kalau sudah kepepet, mesin jahit saya ini memang sangat membantu. Mesin jahit saya beli belasan tahun yang silam. Waktu itu saya mendapatkan rezeki berupa insentif dari pemerintah. Saya minta izin terlebih dahulu kepada suami. Meskipun uang saya sendiri, saya biasa minta izin bila mau membelanjakan uang.

Meskipun belum modern, setidaknya mesin jahit saya masih bisa digunakan. Keuntungan saya bila menggunakan mesin jahit untuk menjahit baju adalah unsur pengiritan. Selain itu, menjahit sendiri waktunya hanya sebentar saja. Tidak perlu menunggu lama seperti kalau menjahitkan di penjahit. Kekurangannya adalah saya belum bisa memasang saku dalam. Semua baju yang saya jahit tidak memakai saku. Untuk rok dan celana panjang tetap saya beri saku.

Semoga penjahit pemula seperti saya ini bisa terus berkembang dan maju. Bagi yang belum memulai menjahit, ayo menjahit mulai sekarang, jangan tunggu besok.