Kamis, 05 Mei 2016

Ternak Ayam Adalah Tabungan Si Kecil

Tabungan : ternak ayam
dok.pri
Sejak tinggal di rumah dekat sawah, saya memelihara ayam. Ayam-ayam tersebut sengaja saya pelihara  agar sisa nasi tidak terbuang dengan percuma. Dalam satu tahun, ayam beranak pinak dan saya tak perlu membeli ayam untuk konsumsi.
Beternak ayam kampung untuk konsumsi sendiri saya hentikan karena saya mulai menanam sayuran di sawah belakang rumah. harapan saya, jangan sampai tanaman sayuran rusak karena diserbu ayam-ayam yang sengaja diumbar.
Setelah tidak menanam sayuran, kembali saya memelihara ayam. Kali ini yang minta si kecil. Rupanya si kecil terobsesi memiliki beberapa jenis ternak. Katanya, dia ingin punya sapi, kambing, kelinci, ayam, bebek dan burung.
Saya tidak ingin memberikan harapan palsu dengan berbohong. Saya katakan kalau memelihara sapi, kambing dan kelinci maka dia akan kesulitan mencari rumputnya. Kalau memelihara burung perawatannya juga tidak gampang. Yang gampang memelihara ayam saja. Pakannya nasi campur katul. Untuk bebek, pakannya sama dengan ayam, si kecil hanya memiliki satu ekor saja (meri, anak bebek).
Tiap hari si kecil memberi pakan untuk ayam-ayamnya. Ketika ayamnya sudah mulai banyak, si kecil pernah merelakan ayamnya disumbangkan untuk gurunya (sekaligus pemilik Taman Penitipan Anak, tempat dia bermain sepulang sekolah). Gurunya kebetulan mau mantu.  Lima ekor ayam jago yang besar pun berpindah tangan.
Kalau dulu kebanyakan jago, sekarang hanya ada 1 ekor ayam jantan. Ada sekitar sepuluh ekor ayam betina. Memiliki ayam betina dalam jumlah banyak ada suka dan dukanya. Sukanya telur yang dihasilkan banyak. Susahnya kalau anak-anak ayam menetas banyak bersamaan dengan banyak induk.
Induk-induk ayam ini akan menyerang anak ayam yang bukan asuhannya. Kalau anak ayam dalam jumlah banyak, induknya juga banyak, kalau hanya diumbar tidak dipisahkan dalam kandang-kandang kecil, anak ayam tersebut akan mati satu persatu.
Sekarang saya mengambil anak-anak ayam, lalu saya pisahkan dari induknya. Tiap induk hanya ada seekor anak ayam yang mengikutinya. Alhamdulillah, anak-anak ayam yang saya pisahkan dan saya masukkan dalam kandang berhasil hidup sampai besar dan siap potong ayam buat lauk.
 Inilah tabungan si kecil yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan gizi keluarga. Saya ingin kedua anak saya, Dhenok dan Thole, memiliki hewan ternak dan tanaman sayuran di rumah. Dulu saya mencoba menanam sayuran untuk merintis usahanya Dhenok di bidang pertanian. Dan untuk Thole bidangnya peternakan. Klop bukan?
Semoga bermanfaat!
Karanganyar, 5 Mei 2016