Tampilkan postingan dengan label tabungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tabungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Agustus 2018

TABUNGAN EMAS DI PEGADAIAN DARI AMPLOP TERAKHIR


Selain tabungan uang, saya juga memiliki tabungan emas. Akan tetapi saya tidak menyimpan emas dalam bentuk fisik.. Saya menabung emas di pegadaian tapi saya belum mencetak dalam bentuk fisik, sebab saya merasa tidak aman untuk menyimpan emas di rumah.  

Isi dari “amplop terakhir” yang saya terima harus awet. Jangan sampai habis begitu saja. Akhirnya, saya menjatuhkan pilihan uang saya tabung di pegadaian dalam bentuk  tabungan emas. Alhamdulillah, tidak terasa tabungan emas yang saya miliki di pegadaian sangat membantu saat saya mengalami kesulitan keuangan.

Amplop terakhir tersebut berisi 706.500 rupiah. Ketika sampai di pegadaian, uang tersebut saya tambahi menjadi 708.000 rupiah. Saat ini harga beli emas di pegadaian adalah 5.940 rupiah per 0,01 gram emas. Dari 708.000 tersebut, saya mendapatkan emas sebanyak 1,1919 gram (seharga 707.989 rupiah). Benar-benar lega setelah uang dari amplop terakhir bisa saya simpan dengan aman.

Bagi Anda yang belum memiliki tabungan emas, silakan menabung emas di pegadaian mulai sekarang. Menabung emas di pegadaian sangat mudah dan jumlah uang yang kita tabung jumlahnya tidak mengikat. Selain itu, kita bisa mengambil uang dari tabungan emas tersebut. Bila kita bisa secara rutin (konsisten) menabung emas, Insya Allah kita akan mendapatkan keuntungan.

Sabtu, 01 Oktober 2016

Rezeki Kayu Jati di Kebun Desa | Kahfi Noer

Noer Ima Kaltsum : Rezeki Kayu Jati di Kebun Desa
Bukan hutan jati, melainkan pinus
dok.pri
Namanya tanah ternyata juga akan menemukan jodohnya. Tanah, walaupun dikejar kalau belum jodohnya juga tidak mungkin kita miliki. Demikian juga bila tanah itu memang berjodoh dengan kita, ternyata tanah akan mendatangi kita. Sungguh, cerita tentang perjodohan orang dengan tanah adalah benar adanya.
Kisah Maharani dan Mahendra ini contohnya. Sebenarnya bukan hanya Maharani, kakak perempuannya Maduri juga demikian. Maduri tiba-tiba ditawari tanah beserta bangunannya oleh tetangga samping rumah orang tuanya. Dua kapling sekaligus dengan harga murah, tanpa tawar-menawar. Beberapa tahun kemudian, Maduri mendapatkan tawaran rumah tetangga depan rumah orang tuanya.
Dulu ketika Maduri dan saudara-saudaranya masih kecil dan remaja, rumah orang tuanya terlalu sempit dihuni 8 orang. Sekarang di saat semua sudah meninggalkan rumah orang tua, kok tetangga sebelah dan depan rumah pindah dan rumah ditawarkan pada keluarganya. Ternyata tanah memang akan menemukan jodohnya atau orang menemukaan tanah yang sudah menjadi jodohnya.
Maharani dan Mahendra memilih hidup sederhana. Mereka tak pernah bangga dengan apa yang dimilikinya. Semua hanya titipan. Dan titipan itu sewaktu-waktu akan diambil pemilik yang sebenarnya. Oleh sebab itu Maharani dan Mahendra kelihatan menikmati hidup sederhananya.
Sebagai anak tertua dan kedua orang tua telah tiada, Mahendra selalu bermusyawarah dengan ketiga adik-adiknya. Di kala kedua orang tua Mahendra masih hidup, mereka tak pernah sekalipun membicarakan “rencana Warisan” untuk anak-anaknya. Dengan musyawarah tersebut, Mahendra berharap tidak ada rasa iri dan merasa diperlakukan tidak adil.
Mahendra justeru membiarkan ketiga adiknya memilih lokasi/tanah yang disenangi milik orang tuanya. Mahendra tidak mengatur ketiga adiknya. Baginya, kerukunan yang menjadi prioritas.
Setelah berembug, ternyata ketiga adiknya memilih tanah di pinggir jalan raya, Jalan Solo-Tawangmangu. Lokasi yang sangat strategis untuk mendirikan usaha. Lantas di mana tanah yang Mahendra dapatkan? Mahendra mendapatkan tanah di desa. Jauh dari keramaian kota. Tanah tersebut berupa kebun dan biasa ditanami sayuran/palawija oleh orang desa. Dan untuk hasil kebunnya, keluarga Mahendra tidak mendapatkan apa-apa. Kalau sedang beruntung, mendapat kiriman hasil kebun. Jumlahnya tak seberapa.
Di atas kebun tersebut terdapat beberapa batang pohon tahunan. Dan salah satu pohon yang bisa diambil manfaatnya adalah pohon jati. Pohon jati yang usianya 20 tahunan.
Beberapa waktu yang lalu, Mahendra pernah ditawari tanah oleh kenalannya. Maharani menolak. Maharani tahu kalau tanah tersebut bermasalah. Lagi pula Maharani tidak memiliki sejumlah uang yang harus dibayarkan. Mahendra ingin membeli tanah tersebut dengan cara berhutang. Sekali lagi, Maharani menolak. Buat apa memiliki tanah kalau hutang menumpuk lalu tiap bulan sebagian besar gajinya dipakai untuk membayar hutang? Hidup tak nyaman karena hutang. Tidur tak lagi nyenyak karena tagihan hutang.
Bagi Maharani, tanah dan rumah yang dibangun di atasnya sudah lebih dari cukup. Dunia itu kalau dikejar, tidak akan ada habisnya. Prinsip Maharani hidup itu yang secukupnya saja, tidak berlebihan.(Ora sah ngaya)
Baru-baru ini Mahendra ditawari tanah oleh seorang kerabat. Kebetulan kerabatnya membutuhkan uang. Kalau yang ini Maharani sangat setuju. Semoga tanah yang dibeli ini membawa keberkahan. Tanah yang masih berupa sawah dan lokasinya dekat dari rumah tersebut bisa digunakan untuk bercocok tanam. Cocok untuk menyalurkan hobi Maharani. Kalau musim hujan ditanami padi, lumayan kan hasilnya. Tidak perlu membeli beras.
Kalau kebun warisan ada beberapa batang pohon jatinya, di sekitar rumah Maharani ada 3 batang pohon jati. Sebenarnya 14 tahun yang silam, Maharani sudah menyarankan pada Mahendra untuk menanam pohon jati di sekitar rumah. Misalnya ada 10 batang pohon jati, ya hasilnya lumayan. Kalau bukan Maharani dan Mahendra yang memanen, bukankah bisa dinikmati oleh anak cucu?
Mungkin mulai saat ini, Mahendra harus memiliki program satu orang 3 batang pohon jati. Tugasnya adalah memupuk dan menyiram. Biarkan pohon-pohon itu tumbuh dan hidup dengan sentuhan pemiliknya. Semoga pohon-pohon jati tersebut memberikan manfaat.
Semoga bermanfaat.
Karanganyar, 1 Oktober 2016

Selasa, 21 Juni 2016

Mari Menabung Emas di Pegadaian

Buku Tabungan Emas
dok.pri
Mengapa mengajak menabung emas di pegadaian? Wah, jangan-jangan saya promosi karena dapat bonus kalau berhasil membawa satu atau beberapa orang nasabah? Ah, tidak juga. Jangan berprasangka yang bukan-bukan. Tapi, mengapa saya tidak mengajak menabung emas terserah tempatnya mau di mana? Ya, karena saya memiliki alasan tertentu yang mungkin menguntungkan kita kalau menabung emas di pegadaian. Mau tahu alasan saya?


Pertama, ringan. Karena kita bisa menabung dengan cara mencicil (menabung) dengan tabungan mulai enam ribuan rupiah saja. Dengan enam ribuan rupiah kita bisa mendapatkan 0,01 gram emas (lebih sedikit). Coba kalau kita ke toko emas, apa mungkin dengan uang enam ribuan kita bisa membawa pulang emas? Setahu saya, yang ada di toko emas entah itu bentuk perhiasan atau keping, berat emasnya pasti lebih dari 0,01 gram. Dengan demikian, kita harus membawa uang dalam jumlah banyak bukan?

Kedua kadar emas 24 karat. Memang di toko emas juga ada keping emas dengan kadar 24 karat, tapi kita harus membeli minimal dengan berat yang sudah ada di toko. Kalau untuk perhiasan kadar emasnya bervariasi. Sebagian besar kadar emas perhiasan di bawah 90%.

Ketiga emas bersertifikat PT ANTAM, sekarang pegadaian juga menegeluarkan Merk Pegadaian.

Keempat bisa dijual kembali mulai 1 gram dengan harga kompetitif. Kita bisa menjual emas kapan pun. Prosesnya cepat, seperti saat kita menabung.

Kelima aman. Menabung emas di pegadaian, jelas dijamin keamanannya. Bandingkan bila kita memiliki emas berada di rumah, resiko tetap ada.

Keenam sebagai dana pensiun. Tidak semua orang bekerja sebagai pegawai. Dengan demikian tidak semua orang memiliki dana pensiun di hari tua. Kalau mulai sekarang kita menabung emas dengan jumlah kecil, rutin setiap bulan, maka beberapa tahun yang akan datang kita akan mendapatkan keuntungan. Harga emas cenderung naik. Untuk jangka panjang, tabungan emas bisa digunakan sebagai dana pensiun.

[Saya bukan pegawai, maka saya ingin memiliki dana pensiun ketika saya tak mengajar lagi. Saya sisihkan uang yang saya miliki untuk menabung emas, agar bisa saya gunakan ketika saya sudah tidak bekerja lagi]


Anda tertarik menabung emas, dan bingung karena memiliki dana terbatas? Mari menabung emas di pegadaian.

Kamis, 09 Juni 2016

[Pegadaian Tabungan Emas] Nabung Lima Ribuan Rupiah Bisa Jadi Emas

 
Asyik, Tabungan Emas
dok.pri
Saya ingin berbagi pengalaman menabung emas. Selama ini saya menabung emas, emas yang berada di genggaman tangan dalam bentuk fisik. Berarti saya harus memiliki sejumlah uang untuk mendapatkan emas batangan atau perhiasan. Tentu saja saya harus menyiapkan sejumlah uang yang cukup besar.

Memang ada beberapa gram emas yang saya miliki, akan tetapi kadarnya kurang dari 24 karat. Saya ingin memiliki emas dengan kadar 24 karat tapi uang saya sedikit. Bagaimana cara untuk mendapatkan emas 24 karat tersebut? Caranya gampang. Datang saja ke Pegadaian. Jangan dikira kalau datang ke pegadaian lalu kita menjadi nasabah, selalu dikaitkan dengan gadai-menggadai barang. Tidak selalu ke Pegadaian dengan tujuan menggadaikan barang/sertifikat.

Sekarang ada produk Tabungan Emas. Untuk menjadi nasabah dan menabung emas di Pegadaian, caranya tidak rumit. Ternyata sangat mudah. Sebenarnya beberapa waktu yang lalu saya sudah ingin menjadi nasabah Pegadaian, hanya untuk ke Pegadaian waktunya tak ada. Di samping mau menabung emas, ini juga dalam rangka ikut lomba. Karena DL sudah berlalu lama, hari ini saya menabung saja.

Kebetulan saya pertama kali dilayani Pak Satpam. Setelah diambilkan formulir pendaftaran/pembukaan rekening, ada karyawan yang khusus melayani saya. Saya diminta untuk menyerahkan fotokopi identitas (KTP). Pada formulir saya hanya diminta untuk mengisi nama kecil Ibu Kandung dan nomor hape saya lalu saya membubuhkan tanda tangan dan nama terang. Saya memerlukan satu buah materai 6000 untuk surat pernyataan.
Transaksi di Pegadaian
dok.pri
Untuk mendapatkan buku tabungan, saya membayar biaya administrasi lima ribu rupiah (5.000), membayar 0,01 gram emas (5.460 rupiah) sebagai setoran awal/tabungan awal. Jadi saat itu juga saya membayar Rp. 16.460,00.

Selanjutnya berapa pun uang yang akan saya bayarkan akan dikonversikan dengan sejumlah emas.  Yang paling unik, misalnya saya menabung Rp. 17.000,00, maka saya akan mendapatkan 0,03 gram emas. Harga 0,0311 gram emas adalah Rp. 16.980,00. Saldo uangnya Rp. 20,00 tetap dicatat saldo bentuk rupiah. Saldo ini didebet, dikembalikan pada nasabah. Oleh karena pecahan 20 rupiah tidak ada, maka nasabah tidak menerima kembalian.

Kebetulan saya tadi sedianya menabung Rp. 9.000.000,00, tapi setelah dikonversi dalam bentuk emas, saya diminta untuk membayar Rp. 9.010.000,00. Saya mendapatkan 16,5018 gram emas seharga Rp. 9.009.983,00. Masih ada sisa uang Rp. 17,00 didebet hingga saldo sama dengan nol. karena pecahan 17 rupiah tidak ada, maka tidak dikembalikan (tidak ada kembaliannya).

Ternyata saldo bentuk rupiah memang besarannya tak seberapa. Dan biasanya dibuat saldonya seminimal mungkin.

Alhamdulillah, akhirnya saya memiliki tabungan emas. Tujuan saya menabung emas di pegadaian adalah agar saya tidak mudah tergiur untuk menjual kembali emas yang saya miliki. Harapan saya, tabungan yang saya kumpulkan sedekit demi sedikit ini bisa saya gunakan untuk melunasi biaya naik haji.  

Ternyata menabung emas di pegadaian sangat mudah dan ringan. Kalau kita konsisten menabung emas, tentu keuntungannya luar biasa. Untung di sini karena harta kita aman dan harganya tidak mungkin turun.

Bagi Anda yang ragu-ragu untuk menabung dengan dana yang minim atau pas-pasan, saya mengajak Anda untuk menabung saja di pegadaian. Jangan abaikan uang receh di rumah. Coba kumpulkan uang receh tersebut. Ternyata jumlahnya fantastis, bukan. Lalu tabungkan saja dalam bentuk emas, siapa tahu bisa dipakai untuk bayar sekolah/kuliah anak. Bagi Anda yang muslim, niatkan untuk naik haji.

Anda bisa mendatangi Kantor Pegadaian yang terdekat di kota Anda. Ayo, segera menabung emas.

Kamis, 05 Mei 2016

Ternak Ayam Adalah Tabungan Si Kecil

Tabungan : ternak ayam
dok.pri
Sejak tinggal di rumah dekat sawah, saya memelihara ayam. Ayam-ayam tersebut sengaja saya pelihara  agar sisa nasi tidak terbuang dengan percuma. Dalam satu tahun, ayam beranak pinak dan saya tak perlu membeli ayam untuk konsumsi.
Beternak ayam kampung untuk konsumsi sendiri saya hentikan karena saya mulai menanam sayuran di sawah belakang rumah. harapan saya, jangan sampai tanaman sayuran rusak karena diserbu ayam-ayam yang sengaja diumbar.
Setelah tidak menanam sayuran, kembali saya memelihara ayam. Kali ini yang minta si kecil. Rupanya si kecil terobsesi memiliki beberapa jenis ternak. Katanya, dia ingin punya sapi, kambing, kelinci, ayam, bebek dan burung.
Saya tidak ingin memberikan harapan palsu dengan berbohong. Saya katakan kalau memelihara sapi, kambing dan kelinci maka dia akan kesulitan mencari rumputnya. Kalau memelihara burung perawatannya juga tidak gampang. Yang gampang memelihara ayam saja. Pakannya nasi campur katul. Untuk bebek, pakannya sama dengan ayam, si kecil hanya memiliki satu ekor saja (meri, anak bebek).
Tiap hari si kecil memberi pakan untuk ayam-ayamnya. Ketika ayamnya sudah mulai banyak, si kecil pernah merelakan ayamnya disumbangkan untuk gurunya (sekaligus pemilik Taman Penitipan Anak, tempat dia bermain sepulang sekolah). Gurunya kebetulan mau mantu.  Lima ekor ayam jago yang besar pun berpindah tangan.
Kalau dulu kebanyakan jago, sekarang hanya ada 1 ekor ayam jantan. Ada sekitar sepuluh ekor ayam betina. Memiliki ayam betina dalam jumlah banyak ada suka dan dukanya. Sukanya telur yang dihasilkan banyak. Susahnya kalau anak-anak ayam menetas banyak bersamaan dengan banyak induk.
Induk-induk ayam ini akan menyerang anak ayam yang bukan asuhannya. Kalau anak ayam dalam jumlah banyak, induknya juga banyak, kalau hanya diumbar tidak dipisahkan dalam kandang-kandang kecil, anak ayam tersebut akan mati satu persatu.
Sekarang saya mengambil anak-anak ayam, lalu saya pisahkan dari induknya. Tiap induk hanya ada seekor anak ayam yang mengikutinya. Alhamdulillah, anak-anak ayam yang saya pisahkan dan saya masukkan dalam kandang berhasil hidup sampai besar dan siap potong ayam buat lauk.
 Inilah tabungan si kecil yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan gizi keluarga. Saya ingin kedua anak saya, Dhenok dan Thole, memiliki hewan ternak dan tanaman sayuran di rumah. Dulu saya mencoba menanam sayuran untuk merintis usahanya Dhenok di bidang pertanian. Dan untuk Thole bidangnya peternakan. Klop bukan?
Semoga bermanfaat!
Karanganyar, 5 Mei 2016 

Senin, 18 April 2016

Ajari Anak Menabung Sejak Dini

Gambar 1. Akhirnya Buka Rekening
dok.pri
Sebenarnya saya memunyai niat untuk memberikan tabungan buat anak-anak sejak masih kecil. Contohnya Dhenok, dulu saya simpankan uang tiap bulan Rp. 25.000,00. Coba kalau sampai sekarang konsisten dan tabungan tidak pernah diambil, tentu uangnya boleh dibilang tidak sedikit. Usia Dhenok sekarang 16 tahun. Secara matematis uang yang ada seharusnya 16 x 12 x Rp.25.000,00 = Rp. 4.800.000,00. Akan tetapi uang tersebut sekarang wujudnya berbeda, tidak tunai.
Ketika saya membangun dan merenovasi rumah, eh ternyata tabungan Dhenok ikut terbawa arus. Ikut dipakai untuk transaksi pembelian semen dan keramik. Meskipun demikian, saya berterus terang pada Dhenok. Suatu saat saya akan mengembalikan dalam bentuk yang berbeda. Niat saya kan baik.
Coba dihitung secara cermat, misalnya delapan tahun yang lalu, berarti tabungan Dhenok sebesar Rp. 2.400.000,00. Saat itu bisa untuk membeli keramik sekian meter. Kalau uang tersebut tidak saya pakai untuk membeli keramik, tentu saat ini sudah tak ada nilainya lagi. Wah, simboknya ini pandai berdalih ya. Ya, beberapa waktu yang lalu saya belikan cincin. Harapan saya beberapa tahun yang akan datang, cincin emas tersebut tidak turun harganya.
Selain emas, pada bulan ini saya memenuhi janji saya untuk membuka rekening atas nama Dhenok. Tapi sayangnya, belum bisa karena Dhenok belum 17 tahun. Jadi rekening tersebut atas nama saya dan Dhenok. Saya sebagai walinya. Ya sudah tak apa-apa, yang penting mulai sekarang harus bisa mengatur uang.
Adapun syarat untuk membuka rekening buat Dhenok antara lain:  2 lembar fc akta kelahiran, 2 lembar fc Kartu Keluarga, 2 lembar fc KTP wali, 2 lembar fc identitas pelajar (kartu pelajar/KTA), 1 buah materai 6000. Pengisian formulir atas nama wali diberi garis miring nama Dhenok. Untuk pembuatan kartu ATM, atas nama Dhenok.  Pembuatannya tidak memerlukan waktu yang lama. Akhirnya selesai sudah proses pembukaan rekening buat Dhenok dengan produk TabunganKu dari Bank Jateng.
Gambar 2. Tabungan Thole, recehan
dok.pri
Nah, untuk si kecil saya juga sudah menyiapkan tabungan. Tabungan berupa uang receh. Nanti kalau sudah mencapai sejumlah tertentu, bisa digunakan dulu untuk kepentingan simboknya. Lalu simboknya harus mengembalikan kalau anaknya sudah agak besar. Misalnya uang Thole (usia 6 tahun) sekarang Rp. 1.800.000,00 kan bisa untuk membeli barang yang produktif hehe. Barulah besok dikembalikan, kalau anaknya sudah besar dan secara ekonomi simboknya mapan benar.
Semoga tulisan ini bermanfaat. Menabunglah sedikit demi sedikit, lama-lama bisa untuk bekal ke Tanah Suci. Amin, amin.
Karanganyar, 18 April 2016