Minggu, 21 Agustus 2016

Pedagang Bensin Eceran Tak Terlihat Lagi

Di SPBU, pembelian bensin dengan jerigen tidak dilayani. Pedagang bensin eceran jelas yang dirugikan (kata mereka lo). Tapi katanya ada pengecualiannya, khusus untuk petani boleh membeli bensin dengan wadah jerigen (dilayani).
Lantas pedagang eceran jelas rugi dong. Dulu beli botol-botol dan jerigen kecilnya kan mahal. Keuntungan penjualan bensin selama ini belum bisa menutup modal pembelian wadah bensin ecerannya.
Mau tidak mau, suka tidak suka mereka hanya bisa pasrah. Ya sudah nggak jualan bensin eceran lagi. Nah, pengguna sepeda motor dan mobil yang biasa beli di pedagang eceran karena tak mau repot ke SPBU jadi ikut kena dampaknya. Bahkan kalau tiba-tiba di jalan kehabisan bensin, harus nyurung alias mendorong motor karena SPBU jauh.
Yang banyak mengeluh adalah warga yang tinggal di pedesaan. Di desa tidak ada SPBU. Orang-orang mengandalkan pedagang bensin eceran. Wah, kasihan ya. Pedagang eceran kasihan gak bisa jualan lagi. Konsumen juga kasihan, harus ke kota untuk mendapatkan bensin.
Sebenarnya pedagang eceran juga bisa membeli bensin kok. Seperti yang dilakukan oleh seseorang yang tak saya kenal. Di depan rumah saya ada dua orang laki-laki, mereka membawa 2 jerigen besar (isi 30-an liter). Mobil espas siap memuntahkan bensinnya. Dipindah ke jerigen  besar tadi. Itu yang punya mobil, la kalau gak punya mobil nrimo wae-lah. Ora dodol bensin eceran meneh.
Karanganyar, 21 Agustus 2016