Minggu, 14 Agustus 2016

10 Pedagang Keliling Kampung Favorit

Pedagang siomay dan pembeli
dok.pri
Menurut pengamatan saya dalam kurun waktu yang lama, sebagian besar pedagang keliling di kampung/perumahan adalah mas-mas dan bapak-bapak. Memang ada beberapa yang ibu-ibu dan mbak-mbak. Beberapa mas-mas dan bapak-bapak, pedagang keliling menurut pantauan saya adalah :
1.      Pedagang sayur di pagi hari
Ada sekitar 5 orang pedagang sayur keliling kampung/perumahan yang sering saya lihat. Kelima mas-mas tadi memiliki jadwal sendiri. Mereka mejajakan dagangan antara pukul 05.30 - 09.00. Pedagang sayur ini mengendarai sepeda motor, di jok belakang ditempatkan bronjong/keranjang tempat dagangan. Biasanya pembeli tinggal ambil dan bayar barang yang dibutuhkan. Misal, cabai, bawang putih, bawang merah dan lain-lain sudah dibungkus plastik kecil-kecil.
Untuk lauk, daging ayam, lele, ikan, tahu dan tempe, juga sudah dalam wadah kemasan tertentu. Kerupuk, rambak dan lain-lain juga sudah dikemas dalam wadah ukuran tertentu.
2.      Pedagang bubur ayam
Sebelum jam setengah enam, pedagang bubur ayam sudah memanggil konsumen dengan cara memukul piring memakai sendok. Bubur ayam ini dalam satu porsi berisi bubur, suwiran ayam, kuah opor, sedikit kecap dan sambal (bagi yang menginginkan pedas). Dengan tambahan kerupuk ala kadarnya, menyantap bubur ayam jadi nikmat sekali.
3.      Pedagang siomay
Pedagang siomay biasanya keliling perumahan bila sore hari. Mas pedagang siomay ini kalau pagi sampai siang hari mangkal di Pasar Jungke. Siomay ikan dengan harga terjangkau. Kalau memakai telur utuh, satu porsi siomay sekarang harganya tujuh ribu. Bila tak memakai telur, berapapun kita beli juga dilayani. Siomay ikan yang dijajakan mas-mas tadi berisi tahu putih, kentang, pare, kubis, siomay ikan.
4.      Pedagang bubur kacang ijo
Pedagang bubur kacang ijo memanggil konsumen dengan cara memukul mangkuk. Kedatangan pedagang bubur kacang ijo ini sekitar jam 09.00-10.00. Bubur kacang ijo ini juga bisa dicamput dengan ketan hitam dan bubur mutiara. Tinggal konsumen/pembeli memilih bagaimana.  
5.      Pedagang bakso kuah
Jangan membayangkan bakso kuah seperti bakso pada umumnya dijual dengan porsi besar. Bakso kuah ini hanya melayani porsi amat kecil. Baksonya juga kecil-kecil. Kalau pembeli tidak membawa wadah sendiri, maka pedagang membungkus memakai plastik. Harganya murah saja, antara 2000-3000.
6.      Pedagang es krim
Kalau es krim ini yang dijual sama dengan yang dijual di toko-toko. Harganya sedikit lebih mahal dibanding harga di toko.  
7.      Pedagang es potong
Pedagang es potong keliling biasanya menjajakan dagangannya dengan gerobak kecil roda tiga seperti becak. Es potong dengan beberapa rasa misalnya coklat, santan, durian, kacang ijo. Harga satu potong es adalah 2000. Sedangkan bila utuh harganya sepuluh ribu.
8.      Pedagang susu murni
Susu sapi murni dijajakan pada pagi dan sore hari. Biasanya pelanggan sudah memesan, jadi pedagang tinggal mengantarkan pesanan. Konsumen harus memanaskan dan menambahkan gula (menurut selera) sebelum diminum. Selain susu murni yang belum diberi rasa, ada juga susu murni dalam cup. Susu murni dalam cup kecil seharga 2500 rupiah. Ada rasa vanilla, coklat dan stroberi.
9.      Pedagang tahu bulat
Tahu bulat, digoreng langsung di mobil, harga lima ratusan. Pedagang tahu bulat mengendarai mobil. Ada 2 orang di mobil, sopir dan petugas yang menggoreng tahu.
10.  Pedagang mie ayam
Pedagang menjajakan dagangannya mengendarai sepeda motor. Pedagang mie ayam keliling perumahan pada sore hari. Tapi sekarang jarang lewat, hanya kadang-kadang saja. Mungkin karena sudah banyak pilihan makanan yang akan disantap, jadi konsumen bebas memilih jajanan kesukaannya.
Pedagang keliling di atas yang masih beroperasi berkeliling menjajakan dagangannya di perumahan dekat rumah saya. Tuhan Mahakaya, para pedagang tersebut semua mendapatkan konsumen/pembeli.
Karanganyar, 14 Agustus 2016