Jumat, 24 Februari 2017

Jangan Menyerah Dalam Menulis

Beberapa penulis yang saya kenal, ternyata mereka berjuang dengan susah payah di awal menulis. Kala itu mereka sudah menjadi penulis pemula (mungkin saya lagi asyik menanam sayuran). Sekali menulis lalu dikirim ke media, menunggu kabar ternyata tidak ada kabar. Tulisan kedua dikirim lagi lewat pos dengan biaya yang tidak sedikit, tidak dimuat juga. Tulisan ketiga, keempat, kelima dan seterusnya ternyata tidak ada yang dimuat!
Apakah mereka patah semangat lalu berhenti menulis? Tidak semuanya patah semangat. Sebagian dari mereka tetap menulis. Setelah tulisan kesekian kali, barulah pecah telur. Rasanya bahagia sekali.
Ada teman yang tulisannya belum pernah dimuat di media, beliau malah ganti haluan menulis buku. Ternyata, rezeki beliau jatuh pada menulis buku. Beberapa buku bahkan best seller dan cetak ulang. Rasanya bikin iri!
Tiap orang memang berhak memutuskan sendiri mau menjadi penulis apa. Ada yang rezekinya jatuh pada menulis artikel, mengikuti lomba menulis, menulis buku religi, menulis buku fiksi, non fiksi, cerita anak, menulis buku pelajaran, menjadi ghost writer, dan lain-lain. Kalau sudah begitu maka tidak ada yang mengeluh lahannya diambil orang lain.
Penulis-penulis yang saya kenal tersebut memulai dari nol, dengan diawali penolakan-penolakan, lalu eksis dan sekali banyak dikenal orang. Rumusnya adalah jangan menyerah meskipun beberapa kali ditolak.
Bagi saya sendiri, tulisan/naskah ditolak, tidak saya permasalahkan. Malu? Mengapa harus malu? Saya dan redaksi tidak saling kenal dan tidak tatap muka, jadi santai saja. Dia tidak mengenal saya secara langsung. Kecuali kalau kita saling berhadapan, mungkin ada rasa malu ketika naskah kita dikembalikan. Apalagi kalau dalam pengembalian naskah diiringi dengan kata-kata yang kurang berkenan dan menohok. Mungkin muka kita memerah, dan mereka tahu hal itu!
Penulis itu tugasnya menulis. Dan, setiap tulisan pasti ada jodohnya. Allah sudah mempersiapkan rezeki untuk tulisan kita. Jangan pernah menyerah dalam menulis meskipun ada penolakan-penolakan. Tetaplah bersemangat dalam menulis!

Karanganyar, 24 Februari 2017