Selasa, 21 Februari 2017

Menulis Itu Harus Dipaksa

Adakah yang menulis karena terpaksa? Tak perlu menunjuk orang lain. Menulis itu harus dipaksa. Kalau kita tidak memaksakan diri, kita tidak akan memulai menulis. Atau bila kita kehilangan mood, lantas tidak segera memulai menulis maka kita akan semakin terlena. Waktu kita akan terbuang sia-sia. Banyak hal yang harus kita tulis, tapi tidak segera dimulai, akhirnya apa yang ada di angan-angan dan pikiran kita akan segera hilang. Rugi, bukan?
Untuk itu, dalam kondisi apapun, segeralah kita menulis dan jangan menunda-nunda. Semakin kita menunda-nunda waktu, semakin banyak hal-hal yang baik berlalu begitu saja.
Memang awalnya kita harus memaksa diri kita sendiri. Orang lain tidak akan membantu kita menjadi penulis kalau kita tidak memaksa diri kita sendiri. Orang lain hanya bisa memberi dukungan, menyemangati, memuji, dan memberikan masukan. Selebihnya kalau kita tidak mau bergerak, tidak mau memulai, semua itu tidak akan ada artinya.
Mungkin, awalnya kita merasa terpaksa harus menulis. Suatu saat menulis akan menjadi sebuah kebiasaan. Sepertinya kalau tidak menulis, ada sesuatu yang kurang. Pada tahap berikutnya, menulis adalah kebutuhan kita. Entah itu karena ada imbalan materi atau bukan, yang jelas kalau tidak menulis maka kita merasa rugi.
Tidak mengapa kita sekarang merasa terpaksa menulis, semoga dari keterpaksaan tersebut maka kita akan menuai hasil yang memuaskan.

Karangnayar, 21 Februari 2017