Sabtu, 23 Desember 2017

MENGUNJUNGI WADUK GAJAH MUNGKUR WONOGIRI (1)


Me and Mami
(fotografer: Septian Arif Kusuma  Wardana)

Sida piknik, sida piknik. Akhirnya, saya dan teman-teman guru jadi piknik. Pikniknya tidak usah jauh-jauh. Piknik ini namanya piknik “nggo genep-genep”, daripada tidak piknik sama sekali. Sebenarnya saya tidak begitu peduli, mau piknik atau tidak, tidak masalah. Tapi kalau ada acara piknik, apalagi gratis saya jadi antusias banget. Bayangkan, betapa sakitnya kalau dibilang kurang piknik. Hehe

Oleh karena piknik jatuh pada hari Sabtu, 23 Desember 2017, sementara suami saya masih membagikan rapor dan si kecil harusnya masuk  untuk menerima rapor, maka saya putuskan si kecil ikut saya piknik. Biarlah setelah selesai membagikan rapor, suami mengambil rapor si kecil di SD. Kalau Nok Faiq, rapornya sudah diambil hari Jumat kemarin. Si kecil, anaknya sangat istimewa. Mungkin tidak sama dengan anak-anak seusia dia cara berpikirnya. (Bakat dan hobinya perlu dukungan dari orang tua).

Sabtu pagi, saya dan si kecil mengenakan kaos keluarga warna ungu. Persiapan sudah matang, sudah sarapan lalu meluncur ke sekolah. Sampai di sekolah si kecil rewel karena teman saya ada yang membawa alat untuk memancing. Sudah saya bujuk, nanti mincing bareng menggunakan pancing teman tapi tidak mau. salah seorang teman menyarankan saya untuk pulang dan mengambil peralatan pancing dahulu.

Akhirnya, saya diantar teman untuk kembali ke rumah mengambil peralatan mincing. (Sabar, sabar. Mami sabar disayang anak). Sampai di rumah, si kecil membawa 2 buah pancing dan tas. Saya paksa untuk membawa sendiri tasnya.

Di sekolah, peserta piknik sudah lengkap. Maka dengan mengucap doa, harapan kami semua bisa berjalan dengan lancar. Saya berada di dalam mobil D. si kecil duduk di depan berbagi tempat duduk dengan pak Bambang. Pak Muljadi (pemilik mobil) mengemudikan mobil, saya, mbak Lina dan mbak Rika duduk di tengah, sedangkan mas Kuncoro duduk di belakang.

Perjalanan yang menyenangkan karena penghuni mobil D sudah disetting sedemikian rupa. Saya sangat bersyukur bisa mengajak si kecil bepergian. Oh ya, teman saya juga ada yang mengajak anaknya yaitu mbak Vera. Mbak Vera mengajak Jeje. Jeje sebaya dengan si kecil.


Keseruan selama di lokasi wisata akan saya ceritakan di lain waktu.