Senin, 11 Desember 2017

SIOMAY IKAN HAHO REZEK

Melayani pelanggan
dok.pri

Setiap pergi ke pasar Jungke, Karanganyar kota, saya selalu memperhatikan pedagang-pedagang yang berada di depan pasar alias di pinggir jalan. Ada pedagang mie ayam, dawet, Siomay, dan lain-lain. Biasanya saya hanya  sekadar memperhatikan aktifitas mereka melayani pelanggan.

Suatu hari, setelah saya berbelanja di Toko Sami Seneng depan Pasar Jungke, saya ikut mengantre di depan pedagang dawet. Dawetnya memang mantap. Nah, saat itu saya lihat ada orang yang akan membeli siomay. Pedagang sembako di kios bilang pada calon pembeli siomay,”Mbak, yang jualan lagi shalat zuhur. Ditinggal belanja dulu, nanti kembali ke sini lagi.” Calon pembeli akhirnya pergi.

Beberapa saat kemudian datanglah pedagang siomay, yang saya kenal bernama Mas Nugroho dan memiliki akun Facebook Haho Rezek. Saya bilang kalau tadi ada orang yang mau membeli siomay tapi kemudian pergi lagi.

“Rezeki sudah ada yang ngatur kok, Mbak. Kalau rezekiku nanti pembeli akan datang kembali. Tapi kalau belum rezeki, biarlah… Waktunya shalat ya shalat dulu. Dunia itu nggak usah dikejar, dia akan datang sendiri (maksudnya rezeki).”

Saya kagum dengan anak muda, jomblo, religious, sukses berdagang, dan dagangannya halal. Mas Haho ini biasa mangkal di depan Pasar Jungke. Satu porsi siomay komplet berisi tahu putih, pare, kol, kentang, siomay ikan, dan 1 butir telur harganya cukup terjangkau, hanya enam ribu rupiah. Mas Haho juga melayani pembeli yang hanya membeli sesukanya, misalnya dua ribuan, tiga ribuan dan seterusnya (ramah di kantong).

Setelah pasar mulai sepi, Mas Haho berkeliling kampung untuk menjajakan dagangannya. Mas Haho juga menerima pesanan siomay dan siap antar. Tak tanggung-tanggung, sering dipesan dalam jumlah banyak saat pertemuan RT. Pelanggan sangat percaya dengan kualitas siomay Mas Haho. Kalau sudah mencicipi siomay buatan Mas Haho, pasti bakalan ketagihan.  

Beberapa kali saya memesan siomay dagangan Mas Haho untuk makan bersama di sekolah. Alhamdulillah, teman-teman saya merasa puas. Bagi panjenengan yang tinggal di sekitar Pasar Jungke, bisa mencoba siomay Mas Haho.

Mas Haho menyiapkan dagangan dibantu Ibu dan keluarganya. Sebetulnya, ada orang yang ingin ikut menjualkan dagangan Mas Haho tapi Mas Haho merasa kerepotan kalau ada “orang” yang ikut menjual dagangannya. Mas Haho cukup puas dengan keadaannya sekarang, berdagang sendiri.

Saya tidak ada hubungan kekerabatan dengan Mas Haho, tapi saya senang bisa berbagi cerita tentang Mas Haho dan siomaynya. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rezeki buat Mas Haho, amin. Semoga laris manis!


Semoga bermanfaat.