Rabu, 03 Januari 2018

BERHENTI AROGAN KALAU SUDAH MUJUR NGALOR


Beberapa hari ini, saya mendapatkan banyak pesan di WA dari beberapa teman tentang orang yang sombong. Hidup dalam kesombongan, congkak atau arogan.

Menurut KBBI, arogan memiliki arti 1) sombong, congkak, angkuh, 2) Psi mempunyai perasaan superioritas yang dimanifestasikan dalam sikap suka memaksa atau pongah. Contoh: di dunia yang penuh manusia arogan dan kepalsuanini, kemampuan melihat dan merasakan kekuasaan dan kebesaran Allah akan menyebabkan seseorang memiliki jiwa besar.

Arogansi, kesombongan, keangkuhan, contoh: kalau tidak meminta maaf, berarti menunjukkan arogansi kekuasaannya.

Orang yang arogan, sombong dan bangga dengan “kesembongannya”, biasanya akan dijauhi, dikucilkan dan jadi bahan pembicaraan orang. Akan tetapi orang tersebut akan semakin bangga bila semakin banyak orang yang membicarakannya.

Kadang-kadang orang yang arogan, perbuatannya kelewat batas. Dengan demikian, banyak orang yang merasa keberadaannya mengganggu orang lain. Orang yang arogan, tidak peduli dia kaya atau miskin, pintar atau bodoh, di manapun dia berada tidak akan mau merendah. Bahkan bila kondisinya sudah memprihatinkan saja, masih bisa untuk sombong.

Bagi orang yang melihat perilaku orang yang arogan, akan mengatakan,”yen durung mujur ngalor” wong kuwi tetep sombong. Maksudnya mujur ngalor adalah meninggal dunia. Jelas, kalau orang sudah meninggal dunia alias mujur ngalor, sudah tidak bisa arogan lagi.

Mengapa harus arogan? Apa yang bisa kita sombongkan setelah kita mati? Tidak ada! Oleh sebab itu, jauhkan dari sikap arogan. Usia kita terbatas, waktunya untuk memperbaiki diri, introspeksi. Siapkan diri kita mengadapi kematian.


Karanganyar, 3 Januari 2018