Selasa, 27 Februari 2018

HIDUP TENANG TANPA RIBA 2

dok.kahfinoer

noerimakaltsum.com. Kalau sudah terbiasa berdamai dengan utang memang sulit untuk lepas dari riba. Biasanya utang piutang yang mulus dan lancar akan menjerat pelan-pelan di kemudian hari.

Saya tidak ingin pengalaman orang lain yang terlalu menderita karena utang melanda saya. Saya tidak bisa dengan mudah mengatakan jauhi riba dan utang bila saya tidak bisa memberi jalan keluar. Menurut saya, cukup saya menunjukkan contoh yang saya lakukan saja, yaitu saya tidak berutang di bank konvensional dan koperasi.

Kalau kita tidak sepaham dengan orang lain tentang utang dan riba, walaupun cara penyampaiannya sudah pada taraf paling halus, tetap saja akan ada konflik.

Saya hanya bisa berharap dan berdoa, semoga saudara-saudara seiman pelan-pelan menjauhi utang dan riba. Utang di sini adalah bentuk pinjaman dari bank konvensional atau lembaga keuangan konvensional yang menggunakan bunga atau jasa alias penambahan jumlah uang yang harus dibayarkan.

Setidaknya, saya telah memulai dari sekarang. Ternyata memang hidup saya tenang setelah tidak berutang pada bank. Saya bukan orang yang memiliki materi berlebihan. Hidup saya sederhana biasa saja. Rumah saya di desa dengan bangunan permanen ala kadarnya. Rumah saya adalah rumah yang membuat kerasan anggota keluarga, murid-murid, saudara-saudara saya, tetangga dan teman-teman saya bila singgah.

Salam “putus hubungan” dengan riba.

Karanganyar, 27 Februari 2018