Sabtu, 19 Mei 2018

RAMADHAN SILATURAHMI, RAMADHAN MENULIS KISAH INSPIRASI



Saya ingin menuliskan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Saya ingin menuliskan sesuatu yang obyektif dengan gaya bahasa saya sendiri dengan bahasa tutur. Agar tulisan saya tidak membosankan dan dapat diterima oleh orang banyak.

Bulan Ramadhan tahun ini, sepertinya kesempatan saya untuk bersilaturahmi baik secara langsung maupun di dunia maya. Saya memiliki tujuan mengunjungi teman-teman atau kenalan saya. Saya ingin berbagi cerita dan mendapatkan informasi dari orang-orang yang saya kunjungi.

Beberapa hari terakhir sebelum Ramadhan, saya mendapatkan banyak cerita dari teman SMA. Cerita yang mengharu biru ini tersimpan di WA. Semoga saya bisa memindahkan percakapan tersebut, sehingga tidak banyak tulisan yang hanya merupakan opini saya.

Sebagai penulis memang harus membuka telinga lebar-lebar. Apa yang kita ketahui, informasi yang kita dapatkan bisa menjadi bahan tulisan di blog. 

Tentu saja, Ramadhan tahun ini harus lebih produktif dari sebelumnya. Sebenarnya saya menantang diri saya sendiri untuk menulis setiap hari selama Ramadhan. Sayang, pada hari kedua, saya terlalu terlena dengan kegiatan domestik dan kejar setoran di media dan lomba, sehingga posting di blog kurang satu hari.

Akan tetapi, saya akan menggantinya pada hari ketiga ini. Pada hari ketiga ini saya harus memosting dua tulisan. Semangat, semangat.

Oh ya, hari kedua kemarin, saya sedang mengumpulkan informasi dari istri Mas Kukuh (alm). Mas Kukuh adalah teman saya selama di SMA yang baik hati dan sangat perhatian pada teman-teman. Saya berniat untuk menuliskan tentang "Mas Kukuh Jalink". Semoga kelak bisa dibaca teman, sahabat, dan keluarga Mas Kukuh.

Ramadhan tahun ini, saya harus produktif menulis. Dengan memaksakan diri menulis satu hari satu tulisan, semoga saya hati bisa semakin lembut. Cieeee