Minggu, 10 Juni 2018

MANFAAT DIBENTUKNYA GRUP WA

Satu grup WA ini hanya terdiri dari empat orang, saya dan 3 bapak teman guru. Jangan berpikiran negatif dulu. Tiga teman saya sudah berteman akrab sejak tahun 1999. Sudah lama, bukan?
Setiap ada kejadian di sekolah, bila di antara kami sedang tidak masuk mengajar pasti ada berita di grup kecil ini. Demikian juga dengan informasi seputar kedinasan, di mana info tersebut tidak semua orang harus tahu. Grup WA ini sangat membantu kami berempat.
Bila ada kegiatan yang harus melibatkan kami berempat, tinggal diinfokan lewat Grup kecil ini. Dua di antara kami tinggal di Solo. Jadi, bila ada kegiatan apapun, kami kontak-kontakan terlebih dahulu. Kami janjian agar tidak terjadi miskomunikasi.
Suatu hari, kami akan menjenguk orang tua teman kami di Purwodadi. Sebelumnya di sekolah, rencana sudah kami matangkan. Pada hari pelaksanaan, kami dengan mudah terhubung lewat WA grup. Dan, semua berjalan dengan lancar meskipun dari kami dua orang domisili Karanganyar dan dua orang domisili Solo.
Nah, hari Jumat 8 Juni 2018 kemarin adalah hari penerimaan rapor sekaligus hari terakhir kami masuk sekolah. Bagi PNS, hari Jumat adalah hari terakhir presensi fingerprint (FP). Presensi FP dimulai lagi setelah libur cuti bersama, yaitu tanggal 21 Juni 2018.
Di sekolah, kami merencanakan sore harinya melaksanakan buka puasa bersama. Pilihan kami bertempat di Warung Makan Bu Agung. Warung makan ini terletak di sebelah utara alun-alun Karanganyar (sebelah Barat Gereja Santo Pius). Ternyata satu orang di antara kami ada yang izin tapi kami mengundang satu teman putri. Jadilah kami tetap berempat.
Awalnya, saya memesan asem-asem iga dan teh panas untuk saya sendiri. Ternyata, yang lain juga memesan menu yang sama. Alhamdulillah, kami bisa menikmati buka puasa bersama di hari terakhir masuk sekolah. Khusus untuk asem-asem iga harganya Rp. 30.000,00. Harga tersebut belum dengan nasi dan minumannya. Satu porsi asem-asem iga bisa untuk 2 orang karena sayurnya memang banyak.
Kami menikmati menu buka puasa dengan penuh syukur. Setelah selesai buka puasa, kami mengobrol ringan tentang hal-hal yang terjadi di sekolah sepanjang hari tadi. Entah itu kedinasan, kejadian lucu, tentang anak-anak didik atau apa saja. Buka puasa bersama ini termasuk buka puasa paling simpel dan tercepat. Jam enam kami sudah meninggalkan rumah makan dan kembali ke rumah masing-masing.
Tentu saja, selanjutnya kami fokus untuk acara lebaran, misalnya mudik untuk saya. Tiga orang teman saya asli Solo dan Karanganyar, jadi mereka tidak mudik.
 Saya dan 3 orang teman (bapak guru) mendapat sebutan kwek-kwek. Kalau di sekolah, teman-teman yang lain juga tahu status keakraban kami. Untuk kepentingan dinas, Grup WA dengan anggota sedikit ini sangat membantu info sampai kepada kami lebih cepat. Mengapa demikian? Karena salah satu dari kami adalah operator sekolah, yang selalu mengetahui sesuatu lebih dahulu dari yang lain.
00000