Senin, 18 Juni 2018

TIDUR BERKUALITAS

TIDUR BERKUALITAS

Saat Ramadhan kemarin, seorang kenalan kelihatan lelah dan mengantuk sambil bilang ngantuk banget. Saya bertanya padanya jam berapa mulai tidur tadi malam. Jawabnya jam sembilan. Saya hitung, jam sembilan tidur lalu bangun jam tiga pagi, berarti tidur malam selama 6 jam. Dan ternyata siang hari tidur sekitar satu jam. Total 7 jam tidurnya selama sehari.

Saya membandingkan antara tidurnya kenalan dan saya. Saya mulai tidur jam sebelas malam dan bangun sekitar jam 3 - setengah empat. Siang tidak tidur. Pulang dari sekolah beraktivitas. Rasanya tidak mengantuk.

Entah apa yang membedakan antara saya dan kenalan? Mungkin kualitas tidurnya. Saya kalau sudah tidur selalu bleksek, angler, alias nyenyak.

Kata kenalan saya, lama tidur dalam sehari minimal 8 jam. Mungkin ada benarnya. Tapi kalau terlalu lama tidur, badan saya malah loyo. Akan tetapi kalau masanya libur alias tidak mengajar, saya akan memanfaatkan siang saya dengan tidur. Kadang-kadang tidur siang selama 30 menit rasanya lama sekali.

Biasanya kalau ada target-target kecil yang harus saya selesaikan, tidur selama 4-5 jam sehari sudah cukup. Tapi kalau tidak ada beban pekerjaan yang harus segera diselesaikan, saya bisa lebih lama tidur karena mulai tidur lebih awal.

Tidur berkualitas dasarnya bukan lamanya tidur.

#kahfinoer


Waktu belum menikah, saya tidurnya bisa lama dan sangat nyenyak. Mungkin ada gempa bumi saja sampai tidak terasa.