Jumat, 30 November 2018

DUA RAKAAT SALAT DUHA SETIAP PAGI

Pernahkah Anda melakukan salat Duha? Belum? Yuk, mulai sekarang mengerjakan salat Duha. Loh, salat Duha kan nggak wajib, melainkan sunat. Betul, tapi kalau yang sunat berpahala, apakah tak sayang untuk ditinggalkan? Sayang loh. Coba, berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk bekerja, mengurus rumah tangga, mengurus anak, me time, buka-buka gadget, dan lain-lain? Lama juga ya untuk melakukan aktivitas yang saya sebutkan di atas.

Bandingkan, berapa menit waktu yang kita gunakan untuk melakukan salat Duha? Mungkin tak sampai 10 menit, malah 5 menit saja. Namun, selalu ada alasan untuk meninggalkan salat Duha. Alasan klasik yang tidak bisa diganggu gugat adalah repot dan tak ada waktu. Saudara, 5 menit saja. Yuk, luangkan waktu untuk melakukan 2 rakaat salat Duha! Dua rakaat saja. Kalau sudah terbiasa, mungkin bisa ditambah menjadi 4 rakaat sampai 8 rakaat.

Sebenarnya, salat Duha ringan untuk dikerjakan. Salat Duha dikerjakan minimal 2 rakaat. Waktu untuk pelaksanaan salat Duha adalah waktu matahari naik setinggi tombak sampai tergelincir matahari. 

Dari Abu Hurairah. Ia berkata, "Kekasihku (Rasulullah s.a.w) telah berpesan kepadaku tiga macam pesan: (1) puasa 3 hari setiap bulan, (2) shalat Dhuha dua rakaat, dan (3) shalat witir sebelum tidur." (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kalau sudah tahu keutamaan salat Duha, pasti tak ingin meninggalkannya tiap hari. Yuk, kerjakan salat Duha saat istirahat pagi (sekitar jam 9-10). Berhentilah beraktivitas barang 10 menit.  Setelah mengerjakan salat Duha, aktivitas bisa dilanjutkan kembali.