Rabu, 28 November 2018

Motivasi Belajar di Rumah Anak SD

Si kecil sudah 8 tahun, kelas 2 SD. Dulu saya sempat khawatir dengan akademiknya. Menurut saya dia lambat dalam mengerjakan soal. Selain lambat menjawab soal, juga sepertinya kurang suka untuk membaca soal. Tiap latihan soal hasilnya kurang optimal.

Namun, kekhawatiran tersebut sirna seketika saat si kecil mau diajak duduk bersama. Membaca buku bersama dan mengerjakan soal bersama menjadi kebiasaan kami setiap malam. Barangkali sekarang sudah waktunya si kecil untuk serius belajar. Ternyata si kecil bisa diajak berpikir dan ikhlas menghadapi saya.

Meski belum signifikan kemajuannya, tapi paling tidak sudah ada perubahan. Sambil berjalan, saya mulai mencari penyebab dia kurang suka membaca pada waktu dahulu. Ternyata ada hubungan antara lancar dan cakap dalam membaca dengan motivasi mengerjakan soal.

Kenyataannya, sekarang setelah lancar membaca, si kecil memiliki kesadaran untuk belajar. Namun, saya tetap harus sabar dan menjaga kewarasan saya. Si kecil tidak 100% konsentrasi belajar. Dia minta imbalan bila sudah mau membaca. Imbalannya berupa bermain di sela-sela belajar.

Bermain apa, sih? Bermain sesuka hatinya, tidak hanya satu macam permainan. Mungkin dengan cara ini dia mau belajar. Sebagai Ibu yang baik, saya harus tetap menjaga kewarasan saya. 

Kadang-kadang imbalannya sedikit berat bagi saya, yaitu berkunjung ke rumah saudara pada malam keesokan harinya. Saya tidak mau bila berkunjung ke rumah saudara pada malam hari, karena pulang dari bepergian, dia pasti langsung klipuk alias tidur. Kalau pas malam Minggu, saya mau-mau saja.

Rasanya sudah pada waktunya si kecil serius untuk belajar. Semoga karena tidak dipaksa ini, si kecil mau belajar dengan serius. Tetap konsisten ya, Le!