Rabu, 03 Agustus 2016

Penyebab Perempuan Yang Tak Memberikan ASI

Nutrisi Untuk Memperlancar ASI
dok.pri
Penyebab Perempuan Yang Tak Memberikan ASI
Bagi perempuan, mengandung anak apalagi anak pertama, sungguh sangat membahagiakan. Perempuan mana pun ingin dapat menyusui anaknya hingga sang anak berusia 2 tahun. Pada usia kehamilan 8 bulan, calon Ibu sudah mempersiapkan diri, melakukan banyak hal agar nantinya ASI dapat keluar dan si baby mau menyusui.  
Setelah melahirkan, ada beberapa cara untuk merangsang agar ASI bisa keluar dan si baby mau minum ASI. Ternyata oh ternyata, tak sesederhana yang kita bayangkan. Ternyata ada beberapa Ibu yang tak bisa memberikan ASI untuk anaknya. Ada beberapa faktor yang membuat ASI tidak bisa diberikan untuk anaknya. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah:
1.      Kurangnya stimulasi menyusui
2.      Kelelahan, stress, dan penyakit Ibu
3.      Kafein, rokok dan alkohol
4.      Obat-obatan dan pil KB
5.      Diet dan hamil saat menyusui
6.      Riwayat operasi payudara
Adapun solusi supaya ASI keluar, antara lain dengan :
1.      Keinginan yang kuat untuk memberikaan nutrisi yang terbaikbagi si baby,
2.      Dukungan suami dan keluarga,
3.      Suasana hati yang nyaman dan gembira,
4.      Nutrisi untuk memperlancar ASI
Kalau kita melihat/tahu ada seorang perempuan alias seorang Ibu yang tidak menyusui anaknya, jangan sinis terlebih dahulu, jangan berburuk sangka. Siapa tahu memang ASI benar-benar tidak keluar, atau keluar hanya sedikit lalu berhenti dengan sendirinya.
Memang ada beberapa Ibu yang sengaja tidak memberikan ASI pada anaknya dengan alasan sibuk. Tapi jumlah dari mereka tidak banyak. Sebagian besar Ibu yang tak memberikan ASI karena sebab-sebab yang sudah disebutkan di atas.
Kebetulan saya dapat memberikan ASI bagi kedua anak saya hingga mereka berusia dua tahun. Bahkan ketika saya harus menyapih, saya mengalami kesulitan. Meskipun tidak sampai melimpah ruah, tapi persediaan ASI buat anak-anak cukup. Ketika saya harus berhenti memberi ASI, badan saya sakit semua, panas dingin, meriang sampai beberapa hari.
Ketika saya tahu ada beberapa kenalan yang tak bisa memberikan ASI karena suatu hal, saya justeru merasa kasihan. Padahal mereka benar-benar ingin memberikan ASI buat anaknya. Jadi, jangan sinis terhadap mereka, kaum Ibu/perempuan yang tak memberi ASI.
Semoga bermanfaat.

Karanganyar, 3 Agustus 2016

Selasa, 02 Agustus 2016

Kapan Sebaiknya Anak-anak Belajar Membaca?

Dua Istimewa
dok.pri
Kapan Sebaiknya Anak-anak Belajar Membaca?
Ketika saya duduk di bangku SD dahulu, saya baru mulai belajar membaca: ini budi. Di TK baru dikenalkan huruf dan angka-angka. Kalaupun diajari menulis, cukup menulis namanya sendiri.  Pada saat kelas 1 SD, barulah diajar membaca, menulis dan berhitung.
Beberapa tetangga saya bahkan tidak masuk TK terlebih dahulu. Mereka langsung kelas 1 SD. Meskipun tidak melalui jenjang prasekolah, anak-anak juga bisa membaca. Belajar membaca dengan asyik. Setiap siswa diminta untuk maju di depan papan tulis, membawa kayu untuk menunjuk tulisan. Waktu itu guru kelas 1 di SD saya cukup sabar.
Beberapa tahun yang lalu, anak-anak usia prasekolah tidak diizinkan belajar calistung di TK. TK adalah tempat bermain anak. Di TK hanya ada permainan dan permainan. Akan tetapi permainannya yang menyenangkan. Setelah masuk SD, anak-anak sudah mulai belajar. Belajar yang benar-benar belajar secara serius.
Ketika si Dhenok masih TK, di rumah saya perkenalkan huruf dan angka-angka. Saya juga mengajarinya membaca. Oleh karena Dhenok mau diajari membaca dan menulis, maka ketika kelas 1 SD tidak ada kesulitan.
Berbeda dengan kakaknya, si Thole bila di rumaah saya ajari mengenal huruf dan membaca tapi tidak mau. Thole tidak bisa fokus, dia masih ingin bermain-main. Meskipun saya sudah menyediakan alat tulis, buku-buku belajar membaca, tetap saja dia tak mau belajar membaca.
Thole selalu beralasan saja. Mana yang lelah, mengantuk, pingin bermain dan beberapa alasan lainnya. Saya memang tidak mau memaksa. Menurut saya, kalau di TK tak boleh diajari calistung maka di SD tugas guru kelas 1 adalah mengajari anak untuk membaca dan menulis.
Dari sekolah, Thole diberi beberapa buku pegangan. Saya mencoba membuka-buka isinya. Badalah… tidak ada pelajaran membaca dan menulis. Pelajarannya sudah masuk ke inti pelajaran.
Contoh materi pelajaran Bahasa Indonesia. Tema: diri sendiri. Materinya yang disampaikan adalah mendengarkan.
.nama saya isa
.umur saya 6 tahun
.saya adalah murid sekolah dasar islam terpadu
.dan seterusnya……
Di bagian yang lain ada perintah: jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan bacaan di atas:
1.      .siapa yang memperkenalkan diri?
2.      .berapa umur isa?
3.      .di mana sekolah isa?
4.      .dan seterusnya
Di bagian yang lain ada perintah : tulislah data dirimu di bawah ini!
1.      .nama saya …..
2.      .umur saya …..
3.      .saya tinggal di …..
4.      . dan seterusnya
00000
Kalau di TK tidak boleh diajarkan calistung, yang akan saya tanyakan: kapan dan di mana anak belajar membaca? Seperti kasus si Thole, anak belum tentu mau belajar membaca di rumah dengan orang tua/saudaranya. Saya sendiri sudah tak kurang-kurang cara membujuk Thole agar mau belajar membaca. Dinding rumah saya tempeli fotokopian buku belajar membaca yang tulisannya besar-besar. Tujuannya adalah biarpun Thole bermain, saya berharap dia tertarik dengan rangkaian huruf-huruf tersebut. Ternyata masih kurang tertarik.
Kalau sekarang usianya 6 tahun, seharusnya sudah mau diajak belajar membaca (kakaknya dulu seusia dia sudah lancar membaca). Saya minta bantuan pihak pondok untuk memberikan pelajaran “membaca” bagi Thole. Di pondok, Thole belajar sampai sore hari. Harapan saya, Thole mau belajar membaca bila diajar ustaznya. Ternyata benar, sedikit demi sedikit Thole mulai mau memperhatikan deretan huruf yang saya tempel di dinding.
Setiap anak memang beda dan unik. Saya tidak akan memaksakan diri, memaksa Thole agar sama dengan Dhenok. Mereka memang istimewa meski beda. Dan sebagai anak yang istimewa, Thole harus diperlakukan secara istimewa. (ini nasihat buat saya sendiri, saya bukan mendikte orang lain lo)
Thole memiliki kisah masa lalu yang cukup melelehkan air mata. Saya tidak akan keras padanya. Saya tahu keistimewaan Thole, maka saya ceritakan ke ustaz-ustazahnya. Saya berharap mereka, guru-guru Thole memaklumi.  Tidak hanya Thole yang belum bisa membaca. Ada beberapa temannya yang belum bisa membaca dan orang tuanya juga tenang-tenang saja.
Saya dan beberapa orang tua yang menyekolahkan anak-anak di pondok tidak begitu memaksakan kehendak. Biarlah anak-anak belajar mengalir dan mengikuti arus. Kami yakin lama-lama juga bisa membaca. Yang penting hafalan surat pendek dalam Alquran makin bertambah, akhlak mereka baik dan shalat mereka juga baik.
Ternyata saya tak perlu pusing dan khawatir. Pasti ada jalan keluar, jalan terbaik buat Thole.
Karanganyar, 2 Agustus 2016 

Senin, 01 Agustus 2016

Permainan Seru Gobag Sodor

Gobag sodor, SMK Tunas Muda
dok.pri
Permainan anak yang paling berkesan dan sampai sekarang masih dilakukan anak-anak adalah gobag sodor. Gobag sodor dimainkan secara berkelompok/grup. Dalam permainan ini diperlukan stamina dan fisik yang kuat (karena harus lari secara cepat). Selain itu para pemain juga pandai mengatur strategi, ketangkasan, kecerdasan dan kecerdikan. Dalam satu grup harus ada kerja sama yang baik.

Permainan gobag sodor adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Dibutuhkan lapangan dengan ukuran menyesuaikan jumlah pemain-pemainnya. Permainan ini bisa dilakukan anak-anak sekolah sebab di sekolah ada lapangan/halaman.Lapangan ini dibuat kamar-kamar (atau garis-garis membatasi kotak/kamar).


Inti permainannya adalah menghadang lawan (bagi grup penjaga garis) agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup (bagi grup yang dihadang/lari bolak-balik) harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.

Karanganyar, 1 Agustus 2016

Minggu, 31 Juli 2016

Satu Hari Satu Posting Artikel Selama Juli Ngeblog #31

Alhamdulillah #JuliNgeblog  Selesaai
dok.pri
Satu Hari Satu Posting Artikel Selama Juli Ngeblog #31
Sebenarnya kalau kita mau menulis, banyak sekali hal yang bisa kita tulis. Mulai dari kehidupan sehari-hari, pekerjaan, anak, hobi, hubungan sosial dengan tetangga, teman, perjalanan, makanan dan masih banyak lagi.
Untuk memulai menulis juga tidak sulit. Cara memulai menulis yaitu dengan segera menulis. Bisa di hape, laptop, buku, kertas tak terpakai dan lain-lain. Jangan menunda-nunda menulis. Jangan mengungkapkan banyak alasan. Karena alasan yang kita buat, juga tak akan menyelesaikan “rencana menulis” kita. Biasanya bila kita banyak beralasan itu berarti kita memang tak mau segera menulis.
Saya mencoba menulis setiap hari, baru taraf mencoba. Saya berusaha menulis setiap hari lalu saya posting di blog. Meskipun kepala sedang pusing, mata mengantuk berat, lelah dan capek, tidak ada alasan untuk tidak menulis. Mengapa demikian? Kalau kita beralasan seperti di atas, sebenarnya kita hanya menghindar dari “kewajiban”.
Bulan Juni yang lalu, saya berhasil sebulan penuh memosting tulisan. Oleh karena saya menulis dengan hati, sehingga apa yang saya tulis benar-benar diberikan kemudahan.
Untuk bulan Juli ini, saya mencoba untuk menerima tantangan menulis selama sebulan penuh dengan tema #JuliNgeblog. Sebuah tantangan yang sebenarnya mempertajam kualitas tulisan saya.
Keberhasilan menulis setiap hari saya, tidak lepas dari peranan suami yang memberikan kemudahan bagi saya untuk menulis. Suami memberikan berbagai fasilitas yang mendukung dunia menulis saya. Selain suami, anak-anak juga cukup tahu diri dengan pekerjaan maminya, yaitu menulis. Anak-anak cukup pengertian kalau maminya sedang repot menulis.
Pada bulan Juli ini, akhirnya saya akan menuliskan tentang menulis naskah sebanyak 80-150 halaman. Suatu hari saya ditanya oleh murid saya. Kebetulan dia sering memperhatikan kalau saya mengingatkan murid-murid untuk menulis setiap hari meskipun satu paragraph.
Pertanyaannya adalah : bagaimana cara menulis naskah sebanyak 80-150 halaman? Menulis naskah sebanyak 80-150 halaman, sebenarnya tidak sulit. Yang penting adalah komitmen untuk menyelesaikan naskah tersebut. Kalau waktu luang untuk menulis benar-benar banyak, bisa secepatnya. Apabila kita harus meluangkan waktu karena suatu kesibukan, 80-150 halaman ini bisa kita bagi-bagi dulu. Kalau kita bisa menulis dalam sehari sebanyak 5 halaman, berarti maksimal waktu yang kita butuhkan untuk menyelesaikan naskah tersebut adalah 30 hari.
Satu hari lima halaman tadi kita bagi lagi menjadi beberapa waktu. Bisa dua atau tiga waktu, paling tidak dalam sekali menulis harus selesai 2 halaman. Ternyata ringan juga kalau kita memiliki komitmen untuk menulis setiap hari.
Apakah saya pernah melakukan teori tersebut? Jujur saya katakan kalau saya belum pernah menulis dalam sebulan sebanyak 150 halaman. Saya memiliki alasan yang cukup umum yaitu kerepotan ibu rumah tangga dan bekerja tak memungkinkan waktu luang banyak.
Bila suatu saat ada waktu luang banyak, apakah saya bisa menerima tantangan menulis 150 halaman selama 30 hari? Sepertinya saya harus menjawab tidak. Lo, mengapa? Kalau saya menulis beberapa halaman saat waktunya luang, suami saya sepertinya akan melakukan aksi. Itu sudah pasti.
Kecuali kalau saya ikut suatu pelatihan/kursus, di mana saya hanya fokus menulis, tidak melakukan pekerjaan apapun. Mungkin saya bisa sukses menulis 150 halaman dalam waktu tertentu.
Saya akan mencoba menerapkan teori yang pernah saya dapat, lalu saya bagikan kepada orang lain. Menulis 5 halaman setiap hari, ternyata mudah. Lalu saya bersemangat membuat tema/judul. Mencari materi penunjang, dan menyesuaikan keadaan.   Saya memulai menulis, lalu mengendapkan tulisan, mengedit dan selesai. Pasti saya akan merasa bahagia sekali.
Sekarang waktunya berandai-andai, tapi tetap memiliki semangat untuk mewujudkan “perandaian” saya tadi. Orang boleh bermimpi, siapa tahu mimpi saya menjadi kenyataan. Saya juga bercita-cita besar, siapa tahu cita-cita sayaa terwujud. Saya sadar diri, cita-cita memerlukan perjuangan untuk meraihnya. Maka cita-cita saya cukup yang bisa saya jangkau saja.
Bahagianya saya, bisa mengikuti tantangan sebulan ngeblog dalam #JuliNgeblog. Tantangan #JuliNgeblog ini akhirnya saya tutup dengan penuh syukur, Alhamdulillah. Sampai bertemu di tantangan lainnya.

Karanganyar, 31 Juli 2016

Sabtu, 30 Juli 2016

Bercanda Tanpa Batas Akibatnya Fatal #30

Jangan Berlebihan
dok.pri
Bercanda Tanpa Batas Akibatnya Fatal #30
Ketika saya kelas 3 SMP sekitar tahun 1986/1987, seorang teman dengan niat bercanda mengambil kursi secara diam-diam. Kursi tersebut akan diduduki teman saya lainnya. Karena teman yang akan duduk tidak tahu kalau kursinya sudah diambil, maka teman saya terjatuh. Kejadian itu tepat di depan saya. Hampir semua teman yang melihat menjerit.
Mungkin teman saya yang mengambil kursi ini hanya berniat bercanda saja. Akan tetapi kalau bercanda sudah kebablasan tentu akan berakibat fatal. Dan apa yang terjadi? Kepala teman saya sedikit bocor. Dia segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk diobati. Ada beberapa jahitan, lukanya tidak serius.
Tiga puluh tahun telah berlalu, tetapi saya selalu ingat peristiwa itu. Saya selalu mengingatkan murid saya untuk membatasi dalam bercanda. Dan beberapa larangan, sejak awal semester saya beritahukan. Tujuannya adalah untuk menjaga keselamatan bersama.
Beberapa waktu yang lalu, seorang teman lama memosting kejadian yang hampir serupa dengan kejadian di atas. Syukurlah, semua bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Inilah ceritanya:

Baru dua minggu masuk sekolah, si bungsu yg kelas 1 SMP bikin ulah hingga urusan dgn guru BP/ BK. Gara2nya pas ngerjakan tugas math di kelas ada temennya yg usil gangguin... sdh diperangatkan masih ngeyel kata anakku... "awas jangan lari nanti tak jegal"... eee beneran lari temennya yg tadi ganggu... ya dikejar dan di tackle kakinya.... jatuh dan retak pergelangan tangannya.... ono ono wae...

Pak A :  Wealah...calon kuwi
Noer Ima Kaltsum Mas agung, kelingan biyen pas kelas 3, seseorang mengambil kursi yang mau diduduki purwadi. Akibatnya purwadi jatuh, kepala berdarah dibawa ke PKU kalo ndak salah. Sampai sekarang ingat terus. Semoga putrane menyadari kekhilafannya dan temannya nggak dendam.
Agung  Iyo mbak.... tadi anakku tak ajak waktu ke RS nemuin anaknya supaya minta maaf dan meminta mereka berdamai.
Hermawan  Butuh penanganan yang tepat, Tak ada dendam
Tak trauma
Itu harapan nya
Sebab ketika dendam itu tersimpan
Pasti akan mencoba membalas
Entah sampai kapan
Demikian juga jika ada trauma
Merasa bersalah
Dosa dan sebagainya
Itu juga masalah yang akan menjadi potensi mengganggu di masa hadapan
Agung Iya mas bro.... tak tekankan ke anakku agar jangan cepet emosi. Setidaknya buat pembelajaran agar pakai logika sebelum berbuat.
Upik  Waduh... jd panjang urusannya ya pak....sabar ya pak..
Dewi Gpp mas Agung , yg penting bicara dgn Ortu anak tsb dg baik" biar masalah clear. Biaya pengobatannya diganti ya mas...
Kejadian spt ini jg biar menjadi pembelajaran buat putrane & temannya tadi, "bercanda itu ada batasnya", jadi mereka jg bisa lebih hati" lagi dalam bersikap, bertutur kata & semua tindakan yg mereka lakukan pasti ada konsekwensinya.
Hermawan Sepakat
Bercanda kadang berujung maut
Meski tak ada niat sama sekali
Namun kadang maut juga tak memandang niat
Dewi Ia mas Hermawan, apa lagi anak" ini kan masih masa transisi dr SD ke SMP jadi jiwa kekanakannya masih kuat, blom mikir akibatnya hehe...
Hermawan  Aku pernah liat tayangan di medsos candaan anak SMP di pinggir kolam renang itu
Menggendong dan terjatuh leher patah dan tak ketolong miris...
Anaku SMP dua kali pulang sekolah digips tangane karena retak
Azizah Kejadiaannya hampir mirip anakku. Anakku menendang, memukul. Mengerikan. Alhamdulillah si korban masih diberi keselamatan.
Langkah penyeselaianku adalah kami selesaikan secara kekeluargaan. Aku sekeluarga cepet2 datang ke rumahnya, minta maaf, segala pengobatan aku yg nanggung. Seandainya masalah ini sampai pengadilan kan bahaya. Orang nyubit saja kena pasal. Apalagi lebih dari itu. Alhamdulillah, sejak kudatangi rumahnya dan minta maaf, sampai sekarang..korban tidak lapor polisi.
Secara umum remaja itu belum bisa mengendalikan emosinya. Tidak memikirkan bahwa apa yg dilakukan itu berakibat fatal atau tidak.
Aku bilang ke anakku, "Mending kamu ngomong kata2 a b c keluar semua.. daripada fisik. Sebab omongan nggak akan kena pasal tapi fisik kalo korban nggak terima.. kamu bisa dipenjara." Anakku hanya menunduk saja.
Kita juga pernah remaja dan berpikir belum dewasa. Kini setelah menjadi orang tua, kita tak boleh lupa untuk  mengingatkan anak-anak kita. Ada batasan dalam bercanda agar tak menimbulkan bencana. Memang anak-anak perlu nasihat dari kita para orang tua. Mungkin kita perlu menekankan lagi pada anak-anak lagi : 1) jangan mudah terpancing emosi, 2) jangan mengganggu teman atau siapa saja, 3) tetap berbaik sangka pada teman, 4) memaafkan dan segera minta maaf, dan 5) berani bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.
Bagi saya cukup sekali saja, semoga tak ada kejadian yang sama menimpa anak-anak lainnya. Semoga bermanfaat.

Karanganyar, 30 Juli 2016

Jumat, 29 Juli 2016

Obat-obatan Yang Tersedia di Rumah #29

Penurun panas
dok.pri
Obat-obatan Yang Tersedia di Rumah #29
Setiap  orang pasti menginginkan selalu sehat badannya. Akan tetapi kadang-kadang penyakit ringan tiba-tiba datang tanpa permisi. Untuk mengatasi hal tersebut maka kita memerlukan obat yang biasa kita konsumsi. Di rumah, keluarga kecil saya menyediakan obat-obatan minimal yang bisa dikonsumsi/digunakan sebagai solusi darurat (sebelum ke dokter). Obat-obatan tersebut antara lain:
1.      Obat penurun panas
Sebenarnya obat penurun panas tidak semata-mata berfungsi menurunkan suhu badan saja. Obat ini juga bisa diminum untuk mengatasi sakit kepala, nyeri, dan radang.  
2.      Anti diare
Sakit perut, bisa saja karena makan pedas, masuk angin, dan keracunan makanan. Untuk mengatasi diare, saya menyediakan anti diare. Selain anti diare berupa obat, di rumah sedia teh setiap saat. Teh kental manis ditambah gula bisa digunakan sebagai anti diare dan bisa juga berfungsi sebagai oralit. Biasanya bila diare, badan menjadi lemas maka kita perlu oralit. Oralit bisa dibuat sendiri yaitu air putih yang diberi gula dan sedikit garam.
3.      Minyak kayu putih
Bila badan pegal, digigit serangga, menghangatkan badan dan lain-lain saya memerlukan minyak kayu putih. Memijat lengan atau pundak dengan minyak kaayu putih, bisa menguraangi sakit kepala.
4.      Balsam
Fungsi dari balsam sebenarnya hampir sama dengan minyak kayu putih. Hanya saja tingkat kehangatannya lebih besar balsam dibanding minyak kaayu putih.
5.      Obat luka/anti septik
Obat luka ini kami gunakan bila lukanya tidak serius.
6.      Cairan pembersih luka
Cairan ini digunakan setelah luka dibersihkan memakai air lalu dikeringkan. Setelah itu luka dibersihkan memakai cairan ini sebelum diberi anti septik.
7.      Anti Alergi
Bila kami tiba-tiba terserang alergi, ada obat alergi yang kami siapkan. Setelah minum obat alergi ini, maka kami tidak melakukaan aktivitas yang sifatnya serius. Mengapa demikian? Sebab efek samping bilaa kita minum obat anti alergi adalah mengantuk.
Itulah beberapa obat yang tersedia di rumah kami. Memang macam obatnya tak terlalu banyak. Untuk penyakit ringan yang tiba-tiba datang, bisa diobati dengan obat-obatan di atas. Apabila ternyata sakitnya memerlukan pengobatan dari dokter, tetap saja ke dokter.
Kami berusaha semaksimal mungkin tidak pergi ke dokter. Kami juga berusaha untuk meminimalkan minum obat-obatan. Doa kami selalu sehat setiap hari. Amin.

Karanganyar, 29 Juli 2016

Kamis, 28 Juli 2016

Benda Yang Wajib Dibawa Saat Bepergian #28

Tas Multifungsi
dok.pri
Benda Yang Wajib Dibawa Saat Bepergian #28
Sebenarnya saya tidak hobi bepergian. Kalaupun saya harus bepergian, pasti itu karena ada kepentingan. Saya selalu berpikir untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Saya menyadari, betapa sangat berharganya waktu saya. Maklum, setelah status menjadi ibu-ibu, saya harus pandai-pandai membagi waktu.
Bila bepergian, saya juga harus mengatur sedemikian rupa, sehingga waktu bisa saya gunakan secara optimal. Saat bepergian saya harus menyiapkan benda-benda yang akan saya bawa. Tentu saja benda-benda tersebut sudah jelas fungsi dan kegunaannya.
Berikut ini adalah benda-benda yang harus saya bawa saat bepergian:
1.      Rompi
Saya memang tidak pernah lepas dari rompi. Ada 4 rompi, yang warnanya sama 2 buah (krem), yang lain hijau dan biru. Akan tetapi saya lebih suka memakai rompi warna krem. Karena ada 2 rompi warna krem, biasanya saya diolok teman-teman rompinya tidak pernah ganti.
Saat bepergian, saya juga nyaman memakai rompi. Teman-teman mengatakan rompi adalah kostum wajib bagi saya. Mungkin bagi orang lain tidak ada yang istimewa dengan rompi saya tetapi bagi saya rompi yang saya kenakan memiliki fungsi. Rompi dengan 2 buah saku besar, tentu ada fungsinya.
2.      Tas
Kalau tidak bepergian jauh, atau tidak dalam rangka wisata, saya hanya membawa satu tas. Tas yang saya selempangkan menyamping talinya. Kalau bepergian jauh atau wisata, saya membawa dua tas. Tas selempang dan tas ransel. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
Tas selempang hanya berisi benda-benda ringan. Misalnya dompet (beserta isinya), hape, alat tulis, kamera. Untuk tas ransel berisi pakaian, mukena, dan makanan ringan.
3.      Telepon genggam
Telepon gemggam wajib saya bawa. Fungsinya untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun teman/kerabat. Apalagi bila bepergian keluar kota, siapa tahu bisa silaturahmi ke rumah teman/kerabat di kota tersebut. Kalau tidak membawa hape, jelas ini sangat merepotkan. Hape, sekarang bukan merupakan barang mewah untuk memenuhi gaya hidup. Hape adalah alat untuk memenuhi kebutuhan. Apalagi hape yang ada kameranya, penting sekali.
4.      Alat tulis
Alat tulis ini berupa buku/notes dan bolpoin. Dengan alat tulis ini, tentu saya bisa menuliskan kata kunci berbagai informasi atau sesuatu yang saya lihat. Yang saya tulis adalah kata kunci saja. Kadang-kadang saya menuliskan rute perjalanan.
5.      Kartu identitas
KTP wajib saya bawa. Selain KTP, ada kartu identitas lain yang saya bawa. Kartu identitas ini biasanya diminta untuk ditunjukkan bila ada razia/operasi. Ya, semoga semua aman-aman saja.
6.      Uang
Uang yang saya bawa biasanya saya sesuaikan kebutuhannya. Saya tidak membawa uang berlebihan. Kalau saya naik sepeda onthel, sepeda motor atau membonceng, isi dompet berbeda jumlahnya. Kalau naik sepeda motor atau membonceng, saya perlu menyiapkan uang untuk membeli bensin. Harapannya tidak ada kejadian tak mengenakkan.
Selain untuk membeli bensin, juga untuk makan di warung/angkringan. Yang murah meriah saja, bukan yang berlebihan menguras kantong.
7.      Kamera
Sekarang zamannya cekrek-cekrek. Saya akan mengambil gambar yang sesuai dengan kebutuhan. Kalaupun ada gambar yang saya ambil asal cekrek, harapannya semoga suatu saat bisa digunakan untuk mendukung tulisan yang akan diposting.
Rasanya rugi kalau kamera tidak masuk daftar dalam benda yang harus dibawa saat bepergian. Asal penggunaannya tidak berlebihan saja, pasti tak menimbulkan bisik-bisik sinis dari orang yang melihat kita.
8.      Minyak kayu putih
Minyak kayu putih saya bawa untuk berjaga-jaga saja. Biasanya saya mabuk tempat yang tinggi. Bila di tempat yang tinggi, misal pegunungan, kepala sedikit pusing. Biasanya hanya sebentar saja.
9.      Parasetamol
Selain minyak kayu putih, saya juga memerlukan parasetamol bila kepala pusing. Parasetamol saya minum bila pusingnya sudah tak bisa ditahan. Bila minum teh panas saja badan terasa segar kembali, itu artinya saya bebas obat-obatan. Saya tidak membawa obat yang lain karena saya alergi beberapa obat-obatan.
10.  Minuman dan Makanan
Biasanya saya membawa teh manis dan air putih untuk persediaan. Daripada membeli lebih baik membawa sendiri. Inilah seninya bepergian ngirit. Kalau minuman habis, ya tetap harus beli. Tidak mentang-mentang melakukan pengiritan terus hausnya ditahan sampai pulang. Kalau seperti itu bukan lagi pengiritan, melainkan pelit. Selain minuman tentu saja dengan makanan ringan sebagai camilannya.

Nah, itulah kurang lebih benda-benda yang wajib saya bawa saat bepergian. Mungkin Anda tidak sama dengan saya. Setidaknya ada yang fungsinya sama. Semoga bermanfaat.

Karanganyar, 28 Juli 2016