Senin, 08 Agustus 2016

Katanya Anak Adalah Harta Paling Berharga

Mereka Tak Ternilai
dok.pri
Katanya Anak Adalah Harta Paling Berharga

Katanya, anak adalah harta paling berharga. Nilainya tak bisa ditukar dengan apapun. Itu katanya. Tapi kesibukan orang tua kadang membuat anak tak dihargai. Orang tua lebih asyik dengan pekerjaannya, hobinya, dan rekan-rekannya.

Kalau memang anak sangat berharga, lebih penting dari segalanya maka tinggalkan segera lembur-lembur, hobi dan rekan-rekannya. Berkumpul, bercanda dan bercengkeramalah dengan anak-anak. Mereka membutuhkan kehadiran orang tua dengan segera dan tak bisa ditunda.


Karanganyar, 8 Agustus 2016

Minggu, 07 Agustus 2016

Luangkan Waktu Untuk Saudaramu

Bersama dik Aufi
dok.pri
Luangkan waktu untuk berkumpul dengan saudaramu.
Kita terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan dan berkumpul dengan orang lain.
Tapi kita tak pernah ada kesempatan berkumpul dengan saudara sendiri.
Luangkan waktu untuk berkumpul dengan saudaramu.
Merekalah kelak yang akan kita harapkan bisa berkumpul di surga.

Karanganyar, 7 Agustus 2016

Sabtu, 06 Agustus 2016

Ide Faiz Memindahkan Barang dengan Skateboard

Ide Faiz Memindahkan Barang dengan Skateboard
Banyak permainan tanpa gadget yang masih saya lakukan untuk mendampingi Thole, 6 tahun. Sejak kecil Thole (ketika itu 3 tahun)  suka dengan aktivitas mengikat barang. Thole belum banyak bicara, cenderung diam. Dua tempat duduk plastik kecil (bahasa jawanya: dhingklik), diikat dalam artian disambung. Beberapa mobil-mobilan, truk, juga disambung dengan cara diikat dengan tali rafia atau tali plastik.  
Sampai sekarang aktivitas mengikat barang-barang ini menjadi perhatian besar saya. Lebaran tahun ini, Thole minta papan luncur (skateboard). Waktu itu kami sedang mudik. Saya dan suami bertanya, Thole lihat di mana kok tiba-tiba minta papan luncur. Katanya, dia melihat ketika diajak puter-puter keliling kota Yogya.
Jelas tidak mungkin membeli papan luncur di Yogya. Soalnya akan kesulitan membawanya. Kami mudik PP naik sepeda motor. Bahkan ketika pulang, saya justeru ditinggal di Yogya. Suami, Dhenok dan Thole balik duluan.
Sampai di rumah, saya kaget. Thole bermain papan luncur. Papan luncur digunakan untuk membawa barang-barang. Tentu saja tumpukan buku, dan mainannya diikat kuat dengan tali rafia di atas papan luncur. Ada yang diikat dengan cara disambung bagian belakangnya. Di bagian lain papan luncur diikat dengan tali plastik. Rupanya dia tahu bahwa membawa barang dengan papan beroda lebih ringan dan lebih gampang.
Sampai sekarang, Thole lebih tertarik bermain tali-temali dibanding yang lainnya. Tentang bermain dengan tali yang terakhir adalah membuat ketapel (plintheng). Ternyata bermain dengan tali lebih asyik daripada bermain gadget.

Karanganyar, 6 Agustus 2016 

Jumat, 05 Agustus 2016

Saya Tidak Marah

Saya Tidak Marah

Saya tidak marah ketika ada orang yang mengatakan anak saya sipit, anak saya seperti orang bangun tidur, anak saya lagi sakit. Saya tidak marah.

Saya tidak marah ketika ada orang yang mengatakan pada saya, anak saya aneh, pakai celana cingkrang, pakai gamis kedodoran. Saya tidak marah.

Saya tidak marah ketika ada orang yang meledek anak saya. Tidak apa-apa, kita boleh beda kan.
Saya hanya tersenyum. Di dunia ini tak ada yang sempurna. Dan saya selalu bersyukur, saya bisa menerima semua itu.

Saya pernah bilang pada teman yang mengatakan anak saya sipit, anak saya seperti orang bangun tidur, anak saya seperti lagi sakit.

Dan saya bilang, anak saya pemberian Allah, dan saya terima apa adanya dari Allah tanpa keluh kesah.
Saya tidak marah karena saya selalu bersyukur.


Karanganyar, 5 Agustus 2016

Rabu, 03 Agustus 2016

Penyebab Perempuan Yang Tak Memberikan ASI

Nutrisi Untuk Memperlancar ASI
dok.pri
Penyebab Perempuan Yang Tak Memberikan ASI
Bagi perempuan, mengandung anak apalagi anak pertama, sungguh sangat membahagiakan. Perempuan mana pun ingin dapat menyusui anaknya hingga sang anak berusia 2 tahun. Pada usia kehamilan 8 bulan, calon Ibu sudah mempersiapkan diri, melakukan banyak hal agar nantinya ASI dapat keluar dan si baby mau menyusui.  
Setelah melahirkan, ada beberapa cara untuk merangsang agar ASI bisa keluar dan si baby mau minum ASI. Ternyata oh ternyata, tak sesederhana yang kita bayangkan. Ternyata ada beberapa Ibu yang tak bisa memberikan ASI untuk anaknya. Ada beberapa faktor yang membuat ASI tidak bisa diberikan untuk anaknya. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah:
1.      Kurangnya stimulasi menyusui
2.      Kelelahan, stress, dan penyakit Ibu
3.      Kafein, rokok dan alkohol
4.      Obat-obatan dan pil KB
5.      Diet dan hamil saat menyusui
6.      Riwayat operasi payudara
Adapun solusi supaya ASI keluar, antara lain dengan :
1.      Keinginan yang kuat untuk memberikaan nutrisi yang terbaikbagi si baby,
2.      Dukungan suami dan keluarga,
3.      Suasana hati yang nyaman dan gembira,
4.      Nutrisi untuk memperlancar ASI
Kalau kita melihat/tahu ada seorang perempuan alias seorang Ibu yang tidak menyusui anaknya, jangan sinis terlebih dahulu, jangan berburuk sangka. Siapa tahu memang ASI benar-benar tidak keluar, atau keluar hanya sedikit lalu berhenti dengan sendirinya.
Memang ada beberapa Ibu yang sengaja tidak memberikan ASI pada anaknya dengan alasan sibuk. Tapi jumlah dari mereka tidak banyak. Sebagian besar Ibu yang tak memberikan ASI karena sebab-sebab yang sudah disebutkan di atas.
Kebetulan saya dapat memberikan ASI bagi kedua anak saya hingga mereka berusia dua tahun. Bahkan ketika saya harus menyapih, saya mengalami kesulitan. Meskipun tidak sampai melimpah ruah, tapi persediaan ASI buat anak-anak cukup. Ketika saya harus berhenti memberi ASI, badan saya sakit semua, panas dingin, meriang sampai beberapa hari.
Ketika saya tahu ada beberapa kenalan yang tak bisa memberikan ASI karena suatu hal, saya justeru merasa kasihan. Padahal mereka benar-benar ingin memberikan ASI buat anaknya. Jadi, jangan sinis terhadap mereka, kaum Ibu/perempuan yang tak memberi ASI.
Semoga bermanfaat.

Karanganyar, 3 Agustus 2016

Selasa, 02 Agustus 2016

Kapan Sebaiknya Anak-anak Belajar Membaca?

Dua Istimewa
dok.pri
Kapan Sebaiknya Anak-anak Belajar Membaca?
Ketika saya duduk di bangku SD dahulu, saya baru mulai belajar membaca: ini budi. Di TK baru dikenalkan huruf dan angka-angka. Kalaupun diajari menulis, cukup menulis namanya sendiri.  Pada saat kelas 1 SD, barulah diajar membaca, menulis dan berhitung.
Beberapa tetangga saya bahkan tidak masuk TK terlebih dahulu. Mereka langsung kelas 1 SD. Meskipun tidak melalui jenjang prasekolah, anak-anak juga bisa membaca. Belajar membaca dengan asyik. Setiap siswa diminta untuk maju di depan papan tulis, membawa kayu untuk menunjuk tulisan. Waktu itu guru kelas 1 di SD saya cukup sabar.
Beberapa tahun yang lalu, anak-anak usia prasekolah tidak diizinkan belajar calistung di TK. TK adalah tempat bermain anak. Di TK hanya ada permainan dan permainan. Akan tetapi permainannya yang menyenangkan. Setelah masuk SD, anak-anak sudah mulai belajar. Belajar yang benar-benar belajar secara serius.
Ketika si Dhenok masih TK, di rumah saya perkenalkan huruf dan angka-angka. Saya juga mengajarinya membaca. Oleh karena Dhenok mau diajari membaca dan menulis, maka ketika kelas 1 SD tidak ada kesulitan.
Berbeda dengan kakaknya, si Thole bila di rumaah saya ajari mengenal huruf dan membaca tapi tidak mau. Thole tidak bisa fokus, dia masih ingin bermain-main. Meskipun saya sudah menyediakan alat tulis, buku-buku belajar membaca, tetap saja dia tak mau belajar membaca.
Thole selalu beralasan saja. Mana yang lelah, mengantuk, pingin bermain dan beberapa alasan lainnya. Saya memang tidak mau memaksa. Menurut saya, kalau di TK tak boleh diajari calistung maka di SD tugas guru kelas 1 adalah mengajari anak untuk membaca dan menulis.
Dari sekolah, Thole diberi beberapa buku pegangan. Saya mencoba membuka-buka isinya. Badalah… tidak ada pelajaran membaca dan menulis. Pelajarannya sudah masuk ke inti pelajaran.
Contoh materi pelajaran Bahasa Indonesia. Tema: diri sendiri. Materinya yang disampaikan adalah mendengarkan.
.nama saya isa
.umur saya 6 tahun
.saya adalah murid sekolah dasar islam terpadu
.dan seterusnya……
Di bagian yang lain ada perintah: jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan bacaan di atas:
1.      .siapa yang memperkenalkan diri?
2.      .berapa umur isa?
3.      .di mana sekolah isa?
4.      .dan seterusnya
Di bagian yang lain ada perintah : tulislah data dirimu di bawah ini!
1.      .nama saya …..
2.      .umur saya …..
3.      .saya tinggal di …..
4.      . dan seterusnya
00000
Kalau di TK tidak boleh diajarkan calistung, yang akan saya tanyakan: kapan dan di mana anak belajar membaca? Seperti kasus si Thole, anak belum tentu mau belajar membaca di rumah dengan orang tua/saudaranya. Saya sendiri sudah tak kurang-kurang cara membujuk Thole agar mau belajar membaca. Dinding rumah saya tempeli fotokopian buku belajar membaca yang tulisannya besar-besar. Tujuannya adalah biarpun Thole bermain, saya berharap dia tertarik dengan rangkaian huruf-huruf tersebut. Ternyata masih kurang tertarik.
Kalau sekarang usianya 6 tahun, seharusnya sudah mau diajak belajar membaca (kakaknya dulu seusia dia sudah lancar membaca). Saya minta bantuan pihak pondok untuk memberikan pelajaran “membaca” bagi Thole. Di pondok, Thole belajar sampai sore hari. Harapan saya, Thole mau belajar membaca bila diajar ustaznya. Ternyata benar, sedikit demi sedikit Thole mulai mau memperhatikan deretan huruf yang saya tempel di dinding.
Setiap anak memang beda dan unik. Saya tidak akan memaksakan diri, memaksa Thole agar sama dengan Dhenok. Mereka memang istimewa meski beda. Dan sebagai anak yang istimewa, Thole harus diperlakukan secara istimewa. (ini nasihat buat saya sendiri, saya bukan mendikte orang lain lo)
Thole memiliki kisah masa lalu yang cukup melelehkan air mata. Saya tidak akan keras padanya. Saya tahu keistimewaan Thole, maka saya ceritakan ke ustaz-ustazahnya. Saya berharap mereka, guru-guru Thole memaklumi.  Tidak hanya Thole yang belum bisa membaca. Ada beberapa temannya yang belum bisa membaca dan orang tuanya juga tenang-tenang saja.
Saya dan beberapa orang tua yang menyekolahkan anak-anak di pondok tidak begitu memaksakan kehendak. Biarlah anak-anak belajar mengalir dan mengikuti arus. Kami yakin lama-lama juga bisa membaca. Yang penting hafalan surat pendek dalam Alquran makin bertambah, akhlak mereka baik dan shalat mereka juga baik.
Ternyata saya tak perlu pusing dan khawatir. Pasti ada jalan keluar, jalan terbaik buat Thole.
Karanganyar, 2 Agustus 2016 

Senin, 01 Agustus 2016

Permainan Seru Gobag Sodor

Gobag sodor, SMK Tunas Muda
dok.pri
Permainan anak yang paling berkesan dan sampai sekarang masih dilakukan anak-anak adalah gobag sodor. Gobag sodor dimainkan secara berkelompok/grup. Dalam permainan ini diperlukan stamina dan fisik yang kuat (karena harus lari secara cepat). Selain itu para pemain juga pandai mengatur strategi, ketangkasan, kecerdasan dan kecerdikan. Dalam satu grup harus ada kerja sama yang baik.

Permainan gobag sodor adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Dibutuhkan lapangan dengan ukuran menyesuaikan jumlah pemain-pemainnya. Permainan ini bisa dilakukan anak-anak sekolah sebab di sekolah ada lapangan/halaman.Lapangan ini dibuat kamar-kamar (atau garis-garis membatasi kotak/kamar).


Inti permainannya adalah menghadang lawan (bagi grup penjaga garis) agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup (bagi grup yang dihadang/lari bolak-balik) harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.

Karanganyar, 1 Agustus 2016