Sabtu, 13 November 2021

DUA GARIS MERAH


Dua garis merah bisa jadi berita baik atau berita kurang menyenangkan. Bagi pasangan belum resmi, dua garis merah merupakan musibah yang membuat pelakunya takut. Namun, berbeda bagi pasangan halal, terutama pengantin baru. Dua garis merah adalah momentum yang sangat ditunggu. Dua garis merah adalah berita gembira.

Bagi pasangan halal dua garis merah membuat  semakin cinta dan perhatian pada pasangannya. Mereka akan merawat janin yang dikandung dengan baik. Namun, sebagian pasangan halal ada yang tidak ingin ada dua garis merah di usia sudah tak muda lagi. Dua garis merah biasanya ditandai dengan terlambat menstruasi,  perubahan pada tubuh bagian tertentu. 

Selagi masih produktif dan masih mengalami mensttuasi, ada kemungkinan hamil bagi perempuan pada usia setengah abad. Bila tidak menginginkan adanya dua garis merah, sebaiknya ada "pengaman" atau mengatur waktu pertemuan dua insan pasangan halal ini. 

Siklus menstruasi saya cukup teratur. Jadi, bila terlambat beberapa hari, saya sering membesarkan hati dengan ucapan, "kalau Allah mengizinkan, semoga kita bisa merawat dengan baik dan aku sehat."

Suatu saat, saya terlambat menstruasi selama lebih dari satu minggu. Saya membeli tespek alat untuk cek kehamilan. Setelah dicelupkan ke dalam urine, beberapa saat hasilnya bisa diketahui. Tespek tersebut saya sandingkan dengan tespek waktu cek kehamilan saya tahun 2009. Beda. Beda. Syukur alhamdulillah.

Beberapa saat kemudian tespek yang baru saya pakai saya buang. Tespek lama 2009 masih di dekat kamar mandi. Saya melanjutkan aktivitas.

Tiba-tiba anak perempuan saya bilang, "Mama hamil lagi, ya. Kok ada tespek dua garis merah."

Saya tersenyum lalu memberikan penjelasan. Ternyata dua garis merah juga membuat khawatir si sulung sebab ibunya sudah tak lagi muda. Hahaha.

Minggu, 07 November 2021

Menulislah Sekarang Jangan Tunda

 



Banyak orang yang ingin menulis tapi tidak segera melakukan aksi. Menulislah mulai sekarang, jangan ditunda-tunda lagi. Kalau kamu menunda untuk mulai menulis, yang ada malas menulis.


Apapun motivasimu, menulislah sekarang juga. Tidak masalah bila menulismu dengan niat mendapatkan penghasilan. Sebab salah satu cara mendapatkan penghasilan atau menggendutkan rekening ya dengan menulis. 


Menulislah sampai selesai, lalu endapkan sehari atau beberapa hari. Baca ulang tulisan agar bisa obyektif dalam menilai tulisan sendiri. Lalu sunting tulisan dengan penuh penghayatan. Tambah atau kurangi kata dalam kalimat. Jangan sungkan untuk menyiapkan buku KBBI dan PUEBI dan intip. 


Setelah yakin tulisan mau dikirim ke redaksi media cetak, media online atau diunggah di media sosial, segera kirim. Jangan lupa berdoa.


Yuk, segera menulis.


#catatanimapenulis

Sabtu, 06 November 2021

SAYUR SAWI MASAKAN FAVORIT SEJAK KECIL



Sayur sawi adalah masakan favorit saya sejak kecil sampai kini. Bahkan saudara-saudara juga tahu betul kalau sayur sawi adalah kesukaan saya. Suatu hari ibu membeli sawi putih lalu dimasukkan lemari es. Kakak saya protes karena saya tidak ada di rumah (karena setelah berkeluarga saya tinggal di Karanganyar. Namun, mendadak saya pulang. Kakak saya kaget, kok bisa kebetulan saya pulang di saat ibu akan memasak sayur sawi.

Siang ini saya memasak oseng sawi putih dan tahu. Kebetulan saya berada di rumah sendiri, jadi hanya cukup untuk saya saja porsinya. Saya memasak sawi putih dengan bumbu ala kadarnya.  Oya, saya bukan termasuk orang yang anti MSG. Saya tetap memakai MSG. Hanya saja jumlahnya sedikit, seujung kelingking saja. 

Saya tidak fanatik mengonsumsi garam beryodium. Jadi saya memakai garam grosok atau garam kasar. Kebutuhan yodium dan mineral lainnya bisa diperoleh dari bermacam-macam makanan, sayur dan buah-buahan.

Ketika saya menyiapkan garam kasar sebanyak 1 kg, anak laki-laki bilang, "Mah, ini garamnya sapi. Pakde dan bude kalau memberi pakan sapi selalu ditambahi garam ini."

Anak saya selama ini tahunya saya pakai garam halus. 

"Dulu, sebelum ada garam halus, orang-orang masaknya pakai garam ini, Iz."

Baiklah, memasak sayur sawi praktis ala saya begini. Yuk, intip.



Bahan dan bumbu:

Sawi putih, tahu, bawang merah, bawang putih, cabai merah, garam, MSG, gula pasir dan air. (Semua takaran secukupnya)

Cara masak:

1. Iris bawang putih, bawang merah, cabai, dan sawi putih (sebelumnya dicuci dulu).

2. Tumis bumbu sampai harum lalu tambahkan air dan sedikit garam. Masak sampai.mendidih.

3. Masukkan sawi dan tahu lalu aduk sebentar agar bercampur.

4. Bila sawi telah layu, masukkan sedikit gula. Masak sampai sawi tidak kriuk lagi.

5. Matikan kompor, lalu sajikan.

Sayur sawi siap disantap dengan nasi hangat. Masak sayur sawi nggak pakaj ribet. Selsmat mencoba.

00000


Kamis, 04 November 2021

HARGA CABAI TETAP TINGGI



Sejak memutuskan membangun rumah di sekitar sawah dan menempatinya, saya ingin memanfaatkan setian lahan kosong untuk ditanami tanaman hias, sayuran, atau pohon tahunan. 

Rasanya sayang bila memiliki tanah kosong tetapi tidak dimanfaatkan. Kenapa saya berambisi menanami tiap tanah yang kosong? Simpel saja jawaban saya karena rumah bapak dan ibu tak ada halamannya. 

Saya pernah merasakan manisnya panen cabai, kacang panjang, mentimun, termemes, kangkung, sawi hijau, jagung, kacang tanah dan lain-lain. Untuk itulah, bukan karena latah melihat harga cabai yang melambung tinggi lalu tergiur keuntungannya. Bukan itu! 

Saya menanam cabai karena kebutuhan cabai tidak seberapa, tapi kalau beli mahal. Pernah beli 2000 cuma dapat 6 biji. Padahal kalau menanam satu batang pohon saja bisa mencukupi selama dua bulan. 

Bukan iseng-iseng, tapi diniatkan untuk beribadah dan mengurangi pengeluaran. Menanam 8 batang pohon cabai rawit. Alhamdulillah, tak lagi ada masalah bila harga cabai meroket. Bahkan, tiap metik buah cabai selalu saya pindahkan ke rumah orang lain. 

Saya hanya butuh maksimal 3 buah cabai dalam sehari. Sebab itulah, daripada cabai rawit merah keburu busuk lebih baik disedekahkan.

Setelah harga cabai anjlok, dari seratus sekian ribu menjadi dua puluh ribu, saya tidak terpengaruh. Mau masak, buat sambal, buat ayam geprek, tinggal petik di belakang rumah. 

Sekarang harga cabai cenderung stabil tapi tetap tinggi. Lumayan, panen cabai saat harga tetap tinggi memang punya kepuasan tersendiri. 

00000

Rabu, 03 November 2021

MY ROTI YAMAZAKI ROTI SOBEK



Saya terbiasa sarapan pagi. Sarapan pagi tidak selalu makan nasi tapi bisa dengan makanan lain yang mengandung karbohidrat. Sebelum sarapan biasanya makan buah terlebih dahulu. Di rumah selalu menyediakan pisang. Sarapan buah yang praktis sebelum sarapan.

Di rumah selalu ada roti kering di toples. Roti kering tersebut tidak beli melainkan pemberian orang lain. Nah, suatu hari saya kedatangan tamu dan dibawakan hadiah. Alhamdulillah ada keripik dingkobg, roti tawar, dan roti sobek My Roti Yamazaki. 

Keripik singkong untuk camilan, roti tawar untuk makan siang dimasukkan ke dalam minuman susu hangat, dan roti sobek My Roti Yamazaki untuk sarapan. Roti sobek sebagai teman ngeteh. Sarapan dengan roti sobek My Roti Yamazaki dapat disiapkan dadakan dan praktis. 

Dengan kebiasaan sarapan ini, saya tidak takut kelaparan. Sebab makan roti dan minum teh cukup menegakkan tubuh sampai saat jam makan  camilan. Kalau saya jam sembilan lanjut bertemu nasi.

Bagi kamu yang repot bila harus menyiapkan nasi, sayur, dan lauk pada pagi hari, roti sobek My Roti Yamazaki bisa jadi solusi. Selamat mencoba.

00000

Selasa, 02 November 2021

SARI ROTI DAN SUSU UNTUK MAKAN SIANGKU



Beberapa hari yang lalu saya kedatangan tamu dari Sukoharjo. Tamu tersebut adalah teman menulis di IIDN Soloraya. Sebenarnya sebelumnya sudah punya rencana mau ke rumah saya tapi batal. Sebab ada kepentingan yang harus lebih diutamakan. 

Waktu ke rumah saya, beliau membawakan oleh-oleh buat keluarga saya. Salah satu oleh-oleh itu adalah Sari Roti roti tawar. Keluarga saya jarang makan roti basah. Kalau ada bingkisan berupa roti basah biasanya saya bawa ke rumah saudara. Tapi kali ini tidak. 

Si kecil makan Sari Roti diberi susu kental manis cokelat. Saya ikut-ikutan, Sari Roti saya beri susu kental manis putih lalu ditangkupkan. Setelah itu saya potong-potong agar makannya gampang.

Siang tadi saya buru-buru mau mengajar privat. Saya belum sempat makan siang. Biar perut tetap terisi dan tidak kelaparan, saya membuat minuman SKM hangat. Sari Roti satu buah saya gunting kecil-kecil lalu dimasukkan ke dalam mangkuk kecil berisi SKM hangat. Tinggal makan dan nggak perlu mengunyah. 

Alhamdulillah, terbebas dari kelaparan berkat menu makan siang Sari Roti plus SKM. Tentu saja ini tidak tiap hari saya lakukan, hanya saat keadaan darurat.

Ini makan siangku, apa makan siangmu?

00000

Senin, 25 Oktober 2021

BERKAT SANTAN KARA ABON MENJADI LEBIH RENYAH


Beberapa kali membuat abon ayam, saya mencoba mengganti salah satu bahan pembuatan abon untuk mendapatkan hasil yang lebih enak. Awalnya saya mencari informasi resep abon di internet. Di sana tertulis bahwa rasa manis bisa didapatkan dari gula jawa, gula aren, gula pasir, atau kombinasi pemanis alami tersebut. Saya hanya menggunakan gula jawa sebagai pemanis, tetapi rasanya belum jreng manisnya. Sebab itulah saya kombinasikan gula jawa dan gula pasir. Ternyata manisnya beda.


Bahan pembuatan abon yang kedua adalah susu atau santan. Pertama kali membuat abon, susu atau santan saya tinggalkan. Kenudian di lain waktu saya gunakan susu kental manis, susu bubuk dancow, atau santan. Ternyata hasilnya memang beda. Kalau memakai santan, abon lebih renyah atau kemrisik bila dipegang.


Sebaiknya menggunakan santan dari kelapa yang dibuat langsung (mendadak). Namun, untuk menghemat waktu dan lebih praktis, saya menggunakan santan Sun Kara. Santan Sun Kara diproduksi oleh PT. PULAU SAMBU INDRAGIRI HILIR RIAU dan didistribusikan oleh PT. KARA SANTAN PERTAMA JAKARTA. 


Komposisi santan kara adalah santan kelapa, air, dan penstabil nabati. Sun Kara bisa langsung digunakan tanpa dimasak. Lebih praktis, bukan?




Sekarang tiap membuat abon, saya selalu menambahkan santan kara ke dalam daging ayam yang dimasak dengan bumbu. Dengan menambahkan santan kara, abon yang sudah matang rasanya manis, gurih, dan renyah.