Jumat, 12 Juli 2024

Fungsi Ciput Dagu


Bagi seorang perempuan menutup aurat hukumnya wajib. Demikian pula ketika salat, harus menutup aurat. Bagian tubuh yang boleh terlihat adalah muka dan telapak tangan.


Memakai kerudung saat salat, bagian dagu harus tertutup. Beberapa kerudung instan sudah dilengkapi 2 pet. Pet atas dan pet dagu. Bila kerudung tidak bisa menutup dagu, bisa juga memakai ciput dagu. Jadi, fungsi ciput dagu adalah untuk menutup aurat.



Kamis, 04 Juli 2024

Cara Membuat Ciput Dagu dari Ciput Rajut



Berada di tanah suci dan berjemaah salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, terlihat bahwa ternyata perempuan yang menggunakan mukena hanya orang Indonesia. Muslimah dari negara lain cukup mengenakan pakaian tersebut lalu salat. Di Indonesia mungkin akan dipandang aneh kalau ada perempuan salat tidak mengenakan mukena. 

Waktu kuliah, saya sering salat tidak memakai mukena. Cukup pakaian yang saya kenakan lalu pakai kaos kaki. Bagian tangan memakai deker warna putih. Praktis.

Sekarang bila bepergian memakai busana muslim dan kaos kaki sudah cukup dan rasanya paling praktis. Ketika tiba saatnya untuk salat, tidak perlu lagi memakai mukena. Agar muka rapi, rambut tidak keluar dari kerudung dan dagu juga tertutup, saya menggunakan ciput dagu. Ciput dagu buatan sendiri.

Di pasaran sudah banyak dijual ciput dagu berbahan kaos, kain (melar/elastis), dan ciput rajut. Saya menggunakan barang yang sudah ada di rumah. Saya memiliki beberapa buah ciput rajut (bukan ciput dagu). 

Biar bisa dipakai sebagai ciput dagu, ciput rajut tersebut saya beri dua buah tali bagian kiri dan kanan, jaraknya sekitar 4 cm dari pinggiran ciput.


Cara memakai ciput dagu dari ciput rajut adalah bagian lubang dimasukkan ke kepala bagian muka. Lalu diatur sedemikian rupa. Kedua tali berada di sisi kiri dan kanan, lalu diikatkan di bagian belakang. Rapikan bagian dagu dan kening. Setelah itu memakai kerudung instan atau kerudung disemat memakai peniti.

Gambar di bawah hanya ilustrasi pemakaian ciput. Abaikan kerudung yang dipakai. Seharusnya kerudung belum dipakai. Ciputnya lebih dahulu dipakai, baru kerudungnya yang dipakai.

Kalau fotonya memakai ciput saja, nanti auratnya kelihatan dong. Hehe. (Sebab ciput ninja saya belum ketemu)

Nah, untuk tampil syar'i tidak harus mahal. Untuk bisa salat, tak perlu memakai mukena. Asal aurat sudah tertutup, maka sudah cukup. Selamat berkreasi.


00000

Selasa, 02 Juli 2024

Berlama-lama Dengan Bestie di Masjid Nabawi Madinah


Bersama Bestie

Ketika berada di tanah suci, saya bisa menyesuaikan diri dengan teman satu regu. Salah satu teman saya adalah Mbak Is (guru SMP). Di Armuzna, piknik, dan Madinah, kami selalu bareng. Di Masjid Nabawi setelah salat wajib biasanya ngobrol sebentar. Kadang menunggu waktu syuruq atau menunggu waktu Isya. Tentu saja setelah kami tadarus Alqur'an baru bisa ngobrol.


Di Masjid Nabawi memang suasananya tenang. Kalau tidak ada kegiatan lain, saya dan Mbak Is suka berlama-lama di masjid. Ngobrol. Dari ngobrol itulah kami jadi akrab. Obrolan seputar pekerjaan, keluarga, dan haji. Kedekatan kami terbawa sampai di tanah air. Tak terasa sudah satu tahun persaudaraan kami.


Ada pengalaman yang nggak akan kami lupakan, yaitu hari Jum'at. Hari Jumat adalah hari kedelapan kami berada di Madinah. Hari Jumat adalah kesempatan kami untuk salat berjemaah di Masjid Nabawi merampungkan Arbain.


Kami berlima (5 orang perempuan dalam satu regu. Saya, Mbak Is, Mbak Endang, Bu Jana, dan Bu Warsi) berangkat dari hotel terlambat. Lampu di atas pintu 25 warna merah, artinya di dalam masjid sudah penuh. Alhamdulillah, kami harus berada dipelataran. Udara panas, sinar matahari terik. Payung raksasa tak mampu melindungi tubuh kami. Kipas angin dengan semburan air sedikit melegakan.


Hari Terakhir di Masjid Nabawi


Menunggu azan zhuhur dengan berzikir. Teman-teman mengambilkan air zam-zam. Kami minum air zam-zam dan makan kurma bawaan. Kami biasa membawa kurma secukupnya.


Waktu terus berlalu, setelah azan kemudian khutbah. Tidak lama. Iqamah. Shalat Jumat. Setelah Alfathihah yang dibaca qulhu rakaat pertama. Rakaat kedua juga surat pendek. Jadi, salat Jumat kilat tapi tetap khusyu. Betul-betul lega, khatib dan imam pengertian dengan jemaah di luar masjid.

Hari terakhir di Madinah


Waktu akan ke Raudhah, kami berlima siap-siap salat Subuh di masjid lewat pintu 29-30. Bersyukur, kami bisa berada di Masjid Nabawi bersama-sama, berlama-lama, dan mengesankan.


Alhamdulillah, Masjid Nabawi mempererat persaudaraan kami. Awalnya nggak kenal sekarang bestie.



Menuju Raudhah



Kamis, 27 Juni 2024

BERKURBAN KAMBING, DAPAT GANTI SEEKOR KAMBING


Saya menguji keikhlasan Faiz sebelum berkurban kambing hasil ternaknya.

"Iz, kambingmu itu mahal. Kalau dijual bisa 2,5 juta. Apakah nggak sayang kalau untuk kurban sendiri?"

"Kambingku masih banyak. Tenang, nanti diganti (Allah)."

Akhirnya berkurbanlah Faiz. Kurang dari 14 hari, alhamdulillah Allah mengganti. Seekor kambing betina melahirkan seekor anak kambing dengan ukuran sedang.

"Kalau anaknya seekor biasanya cepet besar."

Doa kami serumah, Faiz menjadi peternak sukses dan hasilnya barokah melimpah. Saya ingat waktu Faiz kelas 3-4 pingin punya sendiri kambing sebanyak 40 ekor. Amin amin amin. Semoga Allah mengabulkan. 

Setelah dijual beberapa ekor dan disembelih untuk kurban, kambing Faiz masih 9 ekor. Uang hasil penjualan ditabung berupa emas, dibelikan hp, buat mentraktir teman-teman, dan keluarga.

00000

Senin, 24 Juni 2024

Berkurban Sejak Kelas 5 SD


Saat pandemi, Faiz ikut merawat kambingnya dengan baik. Meskipun dititipkan kepada kerabat, tapi Faiz juga ikut "ngopeni".

Tahun 2022, Faiz berkurban kambing ternaknya. Awalnya saya mengingatkan tentang keikhlasannya. 


"Ikhlas, Ma."

"Kalau dijual harganya 2,5 juta lo. Nggak sayang? Kamu nggak ingin uang 2,5 juta?"

"Mama, kambingku masih banyak. Besok beranak lagi. Yang besar bisa dijual."

Setelah diskusi Faiz tetap memutuskan untuk berkurban. Jadi, saat masih kelas 5, satu ekor kambing telah disiapkan untuk berkurban. Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar.


Tahun 2023, Faiz kelas 6 SD. Dia berkurban lagi. Satu ekor kambing cukup besar disiapkan. Waktu itu saya dan suami berangkat haji. Saya menitipkan banyak hal pada Faiq (kakak perempuan Faiz), termasuk titip daging bagian Faiz sebagai shohibul. Meskipun saya dan suami tidak di rumah, alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. 


Tahun 2024 ini adalah tahun ketiga Faiz berkurban dengan kambing ternak sendiri. Faiz memilih yang besar. Kata kerabat yang ikut merawat kambing, harga kambing kali ini mencapai 3 juta. Alhamdulillah. Di bawah ini foto Faiz saat mau mengantar kambing ke masjid. Sekarang sudah remaja.



Saya dan suami memberikan motivasi untuk membelanjakan harta ke jalan agama. Jangan takut miskin. Allah Maha Kaya. 

00000

Minggu, 26 Mei 2024

Faiz Jutawan Cilik Yang Kini Remaja


Sengaja saya menggunakan pose foto yang tak lazim sebab Faiz tidak mau difoto bila sedang beraktifitas.


Faiz adalah anak saya kedua. Sejak kecil cita-citanya adalah peternak. Alhamdulillah, di usianya yang masih belia cita-cita tersebut sudah tercapai.


Bagi anak-anak seusianya mungkin menjadi peternak bukanlah cita-cita bergengsi. Ketika kelas 5, saat anak-anak diminta untuk mengungkapkan cita-cita di depan kelas, Faiz ingin memiliki peternakan luas dan punya beberapa bus untuk disewakan. Teman-temannya tertawa, mengejek. Namun, Faiz tetap tenang dan tak mau ambil pusing.


Kembali pada peternakan. Alhamdulillah, sejak kelas 3 sampai kelas 7 ini Faiz memiliki beberapa ekor kambing. Kambing-kambing tersebut dititipkan pada perawat dengan sistem bagi hasil. Selain dijual, Faiz memanfaatkan kambing jantannya untuk berkurban. Tahun ini adalah tahun ketiga Faiz menyembelih hewan kurban hasil ternak sendiri.


Selain kambing, Faiz juga memelihara kelinci. Meskipun belum pernah menjual hasil beternak kelinci tapi sudah bisa memanfaatkan kotoran kelinci untuk pupuk.


Sekarang Faiz bukan anak kecil lagi. Dia mulai beranjak remaja. Baru saja Faiz mendapatkan bagi hasil penjualan kambing sebesar satu juta rupiah. Semoga rezeki Faiz berkah melimpah dan bisa dimanfaatkan untuk keperluannya. Sekarang bukan lagi jutawan cilik, melainkan remaja sukses beternak. Amin.

00000

Kamis, 02 Mei 2024

Salatlah Meski Terpaksa



Saya bilang pada seorang remaja putra, "salatlah 5 waktu. Luangkan waktumu paling tidak 5 menit untuk salat dan berdoa. Subuh salat jam berapa?"

Anak itu tersenyum lalu menggeleng.

"Magrib dan Isya salat nggak?"

"Tidak."

"Jadi, kapan kamu salat?"

"Di sekolah, Zuhur dan Asar."

"Berarti kalau libur sekolah nggak salat?"

"Nggak."

"Di rumah yang salat siapa?"

"Ibuk."

"Kakak?"

"Nggak."

"Bapak?"

"Nggak."

"Ya Allah. Siapa yang mendoakan bapak dan ibu kalau kamu dan kakak nggak mendoakan? Siapa yang mendoakan kamu kalau kamu sendiri tidak berdoa. Mulai hari ini salatlah 5 waktu meski terpaksa."

"Kalau tiap rakaat cuma baca Al Fatihah boleh nggak?"

"Boleh. Itu salat minimalis. Tapi ya mosok kamu nggak akan baca surat-surat pendek? Kamu salat kok buru-buru mau ngapain? Ngegame saja 2 jam berturut-turut betah, pegang hape sampai tidur padahal hape tetap menyala kamu lakukan. Salat cuma sebentar saja ditinggalkan. Salatlah meski terpaksa. Terpaksa masuk surga tak apa daripada masuk neraka secara suka rela."

Remaja 18 tahun itu memandang saya. Selain salat, saya juga mengingatkan untuk membaca Al Qur'an. Berat? Tidak bagi orang yang takwa.


00000