Sabtu, 02 Januari 2016

NGEMIL IRIT

Gambar 1. Kudapan Sehat
Sumber: dok. Faiqah Nur Fajri
Sebagian orang tidak mau ngemil dengan alasan takut gemuk. Ada orang yang berpendapat gemuk itu bukan karena ngemil tapi memang sudah punya bakat gemuk. Sepertinya saya tetap aman bila ngemil karena bakatnya memang kurus eh bukan, yang benar langsing (kalau saya bilang langsing biasanya teman-teman kantor bilang huuuu).
Kalau saya ngemil tidak sembarang makanan saya santap. Makanan tertentu alias yang sesuai dengan kesukaan saya saja yang saya makan. Saya tidak pantang makan camilan berupa gorengan, rebusan atau makanan kering. Akan tetapi saya tetap menyeleksi makanan yang akan saya jadikan camilan. Tentu saja hanya camilan yang menyehatkan dan tidak repot kalau mau mengkonsumsi. Karena mengkonsumsi makanan yang menyehatkan adalah gaya hidup saya.
Jagung rebus, pisang kepok rebus, kacang rebus, dan ubi rebus adalah kesukaan saya. Kalau di Karanganyar makanan tersebut gampang kita dapatkan, tapi waktunya tertentu, misalnya sore hari. Akan tetapi kalau mau repot merebus sendiri asal pasokan di pasar atau tukang sayur ada, kita bisa menikmati makanan sehat ini kapan kita mau.
Bicara soal ngemil atau makan-makan di kantor tentu akan lebih seru. Kalau di kantor kita memang harus siap berbagi. Satu buah pisang bisa dipotong menjadi dua atau tiga, yang penting semua kebagian. Beberapa buah mangga akan dikupas lalu dipotong kecil-kecil. Tinggal disediakan batang lidi pasti semua kebagian. Kalau makanan yang digoreng jumlahnya banyak, teman-teman bisa memilih sesuka hati.
Saya dan teman saya sering membawa makanan kering atau biscuit. Supaya makanan kecil ini bisa rata dibagi yang waktu ngemilnya sesuka hati, kami menyediakan toples. Beberapa toples diisi makanan kering atau biscuit, lalu diletakkan di beberapa tempat strategis untuk diambil.
Bila kudapan berupa kacang rebus, ubi, ketela dan pisang rebus, biasanya ditaruh di atas piring. Ada lagi makanan yang akan disantap bukan berupa kudapan, melainkan mie, siomay atau bakso.  Kami biasa membagi rata makanan yang ada meskipun dapatnya hanya sedikit. Dengan demikian ngemil ala kami adalah ngemil irit, tidak berlebihan dan dijamin meski doyan ngemil badan tetap merit alias langsing.
Pada dasarnya manusia merasa cukup dengan apa yang sudah dijatahkan. Diberi sedikit atau banyak selalu saja cukup. Sama-sama cukup, kami punya prinsip yang sedikit dibagi rata. Nah, kalau banyak bagaimana? Tentu saja kalau banyak seandainya makanan kering jangan dihabiskan, tapi untuk persediaan besok (belum tentu besok ada acara makan-makan lo). Kalau makanan itu dalam 24 jam basi, maka untuk pengiritan dan kirmah (memikirkan yang di rumah), makan bisa dibawa pulang. Hore!
Kadang-kadang di kantor tidak hanya ngemil makanan ringan, tapi nasi bungkus. Biasanya nasi bungkus ini, porsi nasinya banyak. Saya dan beberapa teman tidak dapat menghabiskan nasi sampai tuntas. Bahkan teman saya yang mengidap diabetes, nasinya tidak disentuh sama sekali. Beliau hanya makan lauknya.
Lalu bagaimana nasib sisa-sisa nasi tersebut? Saya yang kirmah (memikirkan yang di rumah) biasanya mengumpulkan sisa nasi. Mungkin saya akan dibilang keterlaluan! Tenang saja, yang saya pikirkan di rumah adalah ayam-ayamnya dik Faiz. Jadi, bukan saya makan nasi sisa milik teman-teman ya.    
Saya membatasi ngemil yang berlebihan. Karena ngemil berlebihan berarti pemborosan. Selain itu juga tidak menyukseskan program tetap langsing tanpa diet. Jadi mulai sekarang lakukan aksi ngemil irit. Baik di rumah, di kantor atau di mana saja. Ngemil irit bukan berarti pelit lo!
Noer Ima Kaltsum, Guru Kimia SMK Tunas Muda, Kab. Karanganyar.
Karanganyar, 2 Januari 2016