Minggu, 14 Februari 2016

Bahagianya Nyemplung Kolam

Dua hari ini, kemarin dan hari ini, saya kedatangan tamu. Bagi saya mereka adalah tamu istimewa, yaitu murid-murid saya yang manut-manut dan baik hati. Tujuan mereka datang ke rumah saya adalah bersilaturahmi sekaligus mengambil hikmah dari silaturahmi. Hikmahnya adalah rejeki lancar, hehe. Kebetulan di rumah saya ada pohon jambu air yang buahnya mulai merah, menggoda iman dan menggoda mata. Seketika air liur mereka menetes. Dan ada pisang yang sudah matang siap santap. Belum dipersilahkan, mereka sudah pada berebut pisang dan jambu. Hadehhhhh.

Sejak dari sekolah, mereka sudah minta ijin kepada saya mau bersilaturahmi. Maka saya juga mempersiapkan diri untuk didatangi pasukan Bayu Agil dan kawan-kawan. Mereka berlima. Kebetulan di rumah juga ada makanan kecil, sirup, mie instan dan telur. Bak chef dadakan, saya masak mie dengan cekatan. Tujuh buah mie instan dan telur saya masak dengan penuh kasih sayang.

Begitu matang, saya minta murid-murid yang kesemuanya laki-laki untuk membantu saya membawakan gelas, piring dan panci yang panas ke ruang tamu.  Lima piring dan sendok saya jejer dengan rapi. Mulai saya menuangkan mie telur di atas piring-piring. Tanpa malu-malu mereka minta piring yang sudah diincar untuk ditambah isinya. Saya tersenyum, ulah mereka membuat saya bahagia dan lebih berarti. (Kalau anak perempuan saya yang kelas 8 SMP ada, mungkin suasananya akan berbeda).

Saya melihat murid-murid saya makan mie dengan lahap dan sesi terakhir adalah rebutan mie yang tinggal sedikit di dalam panci. Bikin saya tertawa.
Acara berikutnya adalah melongok kolam ikan.

= Boleh ambil ikannya, bu?” tanya Heri
+ Boleh. Pakai tempat sampah dari bambu itu cara mengambilnya!

Heri dan Bayu siap nyemplung kolam. Ngambil ikan saja pake action, soalnya sang fotografer siap jeprat-jepret. Alim dan Yongki hanya lihat di pinggir kolam dan Ilvan dengan HP nya mengambil gambar kegiatan teman-temannya. Wuih.... ramenya.

Saya mengemasi piring dan panci yang sudah tidak terpakai. Setelah itu saya membuka internet. Saya biarkan murid-murid sepuasnya berada di kolam. Ternyata dapat ikan banyak dan ukurannya lumayan untuk digoreng.

Karena Bayu dan Heri nyemplung kolam dan kotor, mereka minta ijin untuk mandi. Ilvan membuka fb dan upload foto. Facebook saya juga ditandai. Keren abisss. Gurunya ikut nampang ceile... habis itu yang kirim jempol dan komen banyak. Teman-teman sekelas yang gak ikut pada ngiri.

00000

Hari kedua setelah dhuhur, kali ini pasukannya lebih banyak, yaitu tujuh orang. Sedari pagi saya sudah masak besar, sop ayam buat murid-murid.
Supaya adil, seperti kemarin, saya membagi sop ayamnya dahulu. Anak-anak mengambil nasi sendiri-sendiri. Saya melirik piring anak-anak, luar biasa..... ternyata anak-anak makannya banyak dan gak sungkan sama gurunya. Alhamdulillah, semoga sedekah keluarga saya hari ini diterima Allah dan barokah.

Habis makan siang, murid-murid saya : Bayu, Ilvan, Heri, Yongki, Adi, Astan, dan Ridwan keluar dan duduk di bawah pohon mangga yang mulai berbuah. Mereka sudah berpesan pada saya kalau mangganya sudah matang, mereka ingin saya mengundangnya. Mungkin karena kekenyangan Bayu liyer-liyer tertidur di kursi panjang di bawah pohon mangga. Ilvan mengambil posisi tidur di ruang tamu.

Astan dan Heri masih penasaran dengan ikan kakap dan nyemplung kolam lagi. Yang lainnya mengambil jambu air. Saya membiarkan murid-murid melakukan apa saja, asal masih sopan.  
 Setelah makanan kecil ludes, sirup juga sisa sedikit mereka pamit. Tidak lupa mereka minta maaf kalau sudah mengganggu saya dan keluarga. Sekali lagi saya bersyukur, Allah menitipkan waktu luang dan sehat kepada saya dan keluarga. Rasa syukur itu saya ungkapkan dengan mengundang siswa-siswa saya dan siswa-siswa suami saya untuk bersilaturahmi ke rumah.

Semoga bermanfaat.
Karanganyar, 12 September 2013
Noer Ima Kaltsum