Kamis, 17 Maret 2016

Benarkah, gampang masuk angin karena makan dan minum yang hangat-hangat?

Katanya, daripada membeli kebutuhan sehari-hari di toko modern lebih baik berbelanja di warung kelontong tetangga atau di pasar tradisional. Daripada makan siang di rumah makan atau restoran lebih baik beli keperluan makan siang di warung kecil tetangga (menyediakan makan siang sederhana).
Siang ini sengaja saya membeli sayur sop buat si kecil di warung sederhana milik tetangga. Sambil menunggu antrian, saya memesan teh hangat gelas kecil. Ketika menikmati teh, datanglah tetangga saya yang akan makan siang di warung ini dan memesan teh hangat.
Tetangga saya tadi bilang kalau seharian belum makan karena baru saja bepergian. Selain lapar, badan juga terasa lemas. Kemudian bla-bla-bla, dia cerita panjang lebar. Kadang saya menimpali pembicaraan, kadang hanya bilang oooo.
Karena siang tadi udara panas, sinar matahari begitu terik, dia bilang enak sekali kalau minum es dan seterusnya. Saya bilang, kalau saya biarpun udara panas, gerah yang segar itu minum dingin, tapi saya tetap makan dan minum dalam kondisi hangat cenderung panas.
Lantas tetangga saya berkata,”Wah, kalau suka makan dan minum yang panas-panas, penjenengan kalau kehujanan gampang masuk angin, ya?”
“Ah, tidak. Biasa saja. Saya sering kehujanan kok. Kalau suami lagi keluar kota, saya bertugas antar jemput jemput dua anak saya. Hujan juga tak masalah. Kalau lagi di sawah juga sering kehujanan (Stt, saya suka bercocok tanam, belum lagi menyelamatkan ayam-ayamnya si thole sing bagus dewe).”
Tetangga saya tersenyum agak gimana gitu. Memandang saya tak percaya. Dalam hati, ini dalam hati lo, saya membatin wah Ibu ini meremehkan saya yang badannya kurus. Dia belum tahu saya ya.
Menurut ilmu kesehatan (kedokteran), bila ingin sehat makan dan minum dalam keadaan hangat. Akan tetapi bila mandi dengan air dingin (ingat, mandi dengan air dingin ini khusus yang badannya sehat lo).
Ya silakan kalau dia menilai saya gampang sakit hanya karena mengkonsumsi makanan dan minuman hangat. Itu kan pendapat dia.
Nah, saya sendiri termasuk orang yang tertib sarapan pagi. Meskipun hanya dua sendok makan, pagi hari saya harus kemasukan nasi. Selanjutnya terserah, bisa hanya makan biscuit atau gorengan. Tapi sarapan bagi saya adalah sesuatu yang wajib saya lakukan. Satu hal yang tidak boleh lupa yaitu minum teh hangat. Tidak minum teh di pagi hari nanti terus pusing.
Benarkah, bila kita mengkonsumsi makanan dan minuman hangat bila kena hujan kita gampang masuk angin?
Karanganyar, 17 Maret 2016