Minggu, 03 April 2016

The Power of Writing (Bagian 7, Selesai)


BAB VI : BELAJAR MENULIS DARI PARA TOKOH
Bergelut dengan Dunia Kata : Belajar Menulis kepada Muhammad Fauzil Adhim
Beberapa pokok pikiran yang penting untuk mengembangkan keterampilan kita dalam menulis adalah:
1.      Orientasi transcendental. Selain berkaitan dengan keterampilan teknis, menulis jugga berkaitan dengan pertanggungjawaban kita terhadap Allah SWT. Produk pikiran kita dalam bentuk tulisan akan bernilai ibadah dalam jangka panjang jika tulisan kita dibaca dan memberikan manfaat secara luas.
2.      Memiliki mental optimis, tidak banyak mengeluh dan tidak cepat merasa puas.
3.      Inspirasi, penulis yang baik memiliki sumber inspirasi tiada henti
4.      Revisi. Dibutuhkan kesabaran, ketekunan dan kemauan untuk melakukan revisi sebelum sebuah tulisan dianggap selesai.
5.      Tetaplah menulis. Kunci penting untuk menulis itu, menurut Kuntowijono adalah 3M; Menulis, Menulis dan Menulis.
6.      Memiliki dokumentasi yang baik
7.      Ikhwal kesuksesan. Kesuksesan merupakan peringatan dari pembaca agar tidak asal-asalan dalam menulis. Semakin terkenal seorang penulis, ia harus memiliki kontrol lebih ketat terhadap kualitas naskahnya.
Menulis Sebagai Seni : Belajar Menulis kepada Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara
Ada beberapa hal penting yang berkaitan dengan dunia menulis yang dibagikan oleh Prof. Mulyadhi, yaitu:
1.      Menulis dan bakat. Banyak orang yang berpendapat bahwa menulis itu tergantung bakat. Bakat itu memang ada, tapi bukanlah segala-galanya.
2.      Motivasi. Motivasi beliau dalam menulis adalah mengabadikan hidup.
3.      Stamina menulis. Penulis yang baik selalu mampu menjaga stamina menulisnya secara konsisten.
4.      Kepekaan gramatikal. Tulisan yang baik harus memperhatikan terhadap gramatikal ini karena tulisan yang dihasilkannya menjadi lebih menarik. Kepekaan gramatikal berkaitan dengan penyusunan kata, kalimat dan paragraph sehingga keseluruhan tulisan enak dibaca dan tidak janggal
5.      Membiasakan menulis catatan harian.
6.      Menulislah sekarang juga.
7.      Tidak tergantung terhadap teknologi.
Terus Gerakkan Jemarimu : Belajar Menulis kepada Anwar Holid
Beberapa hal penting yang diungkapkan oleh Anwar Holid berkaitan dengan menulis adalah:
1.      Menulis itu sesungguhnya terbangun dari kebiasaan yang dilakukan dengan disiplin.
2.      Jika ingin menghasilkan sebuah tulisan bermutu maka membaca secara tekun menjadi kebutuhan mutlak.
3.      Mengkondisikan diri untuk terus menulis.
4.      Jangan mudah menyerah.
5.      Kemampuan menulis sesungguhnya merupakan sebuah keterampilan. Keterampilan membutuhkan latihan terus-menerus……
6.      Milikilah waktu khusus untuk menulis.
Tahajud Ilmiah : Belajar Menulis kepada Prof. Yudian Wahyudi, Ph.D
Secara umum, beberapa hal penting yang berkaitan dengan dunia tulis-menulis adalah:
1.      Jika ingin menghasilkan tulisan bermutu maka membaca menjadi kebutuhan
2.      Rajin berlatih
3.      Konsisten
Tentang tahajud ilmiah, menurut Prof. Yudian Wahyudi, Ph.D adalah perpaduan antara ibadah shalat tahajud dengan kegiatan ilmiah.  Prof. Yudian menuturkkan bahwa pada malam hari sebelum tidur kita membaca buku dengan tema tertentu. Tema ini biasanya memang ingin kita jadikan topic untuk ditulis, baik dalam bentuk artikel atau buku.
Hasil bacaan itu, jika memungkinkan langsung ditulis. Tetapi jika memang sudah sangat lelah, jangan dipaksakan. Pagi hari sebelum shubuh melaksanakan shalat tahajud 2-4 rakaat, lalu menuliskan pokok-pokok pikiran dari buku yang telah kit abaca sebelum tidur. Sebaiknya ditarget sekitar satu halaman. Setelah selesai diketik lalu dicetak.
Menulis Itu Perjuangan : Belajar Menulis kepada N. Mursidi
Jika Anda berminat menjadi penulis, kisah hidup N. Mursidi adalah referensi penting yang dapat dijadikan sebagai rujukan. Beberpa aspek yang harus dipahami adalah: 1) menulis membutuhkan kerja keras, bukan bakat, 2) menyadari dan meneguhkan spirit kompetisi, dan 3) menyajikan tulisan yang terbaik kita.
Menulis Itu Harus Tahan Godaan : Belajar Menulis kepada The Liang Gie
Orang yang menekuni dunia menulis, kata Gie, akan memperoleh banyak manfaat, yaitu: 1) nilai kecerdasan, 2) nilai kependidikan, 3) nilai kejiwaan, 4) nilai kemasyarakatan, 5) nilai keuangan, 6) nilai kefilsafatan.
Satu kunci menulis Gie adalah Tahan Godaan. Menjadi penulis itu harus konsisten. Jika sudah menjadwalkan menulis ya harus menulis. Kalau tergoda untuk tidak menulis maka tidak aka nada karya yang dihasilkan. Yang dapat melawan godaan adalah diri kita sendiri.
Menulis dengan Hati : Belajar Menulis kepada Wawan Susetya
Beberapa hal penting yang diungkap dari buku Wawan Susetya tentang menulis adalah: 1) menata niat. Menulis yang dilakukan dengan niat baik dapat menjadi amal shaleh, 2) menulis itu gampang, 3) sepenuh hati (totalitas), 4) kreatif menggali ide, dan 5) disiplin
Berkaitan dengan menggali ide, Wawan Susetya memiliki kiat menarik yang bisa dijadikan sebagai bahan renungan bersama. Ide dapat diperoleh melalui beberapa cara, yaitu: 1) memperbanyak diam atau mengurangi bicara, 2) menyendiri di tempat-tempat yang sepi, 3) sering begadang di malam hari, dan 4) mampu menahan lapar.
“Menulis yang dilakukan dengan niat baik dapat menjadi amal shaleh. Menulis itu membutuhkan ilmu yang cukup. Tanpa ilmu sebuah tulisan tidak akan jadi. Proses transfer ilmu dari otak yang kemudian dituangkan dalam tulisan seharusnya dilakukan dengan ikhlas. Keikhlasan ini akan berimplikasi pada karya yang dihasilkan. Karya yang dihasilkan dengan penuh keikhlasan dapat berumur panjang, memberikan manfaat secara luas, dan menginspirasi dari generasi ke generasi.” (Wawan Susetya)
Terus Memproduksi Kata-kata : Belajar Menulis kepada Zara Zettira ZR
Menulis, bagi Zara adalah hiburan, sarana rekreasi, meditasi, dan harus datang dari hati. Dengan kondisi semacam ini, menulis memang asyik dan tidak menjadi beban. Bahkan menulis akan dilakukan dengan penuh kegembiraan. Sebagaimana hiburan, menulis akan membuat orang yang melakukannya memiliki kebahagiaan.
Satu keyakinan Zara Zettira yaitu ia bisa menulis dan ia suka. Keyakinan itu pulalah dulu yang mendorong Zara memutuskan untuk berhenti kuliah dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, yang telah ia lakoni selama empat tahun. Ia merasa tidak cocok lagi kuliah dan ingin menulis.
Dunia Zara Zettira ZR adalah dunia imajinasi dan kata-kata. Sepanjang hayat, ia terus memproduksi kata-kata. Lalu jadiah ribuan cerita pendek, belasan novel, dan ratusan episode scenario sinetron.
Menulis dengan Kegigihan : Belajar Menulis kepada Krishna Mihardja
Krishna Mihardja adalah seorang pengarang Bahasa Jawa. Latar pendidikan Krishna adalah matematika, bukan sastra. Krishna menulis dengan sangat serius. Bagi Krishna, menulis harus dilakukan dengan penuh kegigihan. Apalagi menulis sastra Jawa sesungguhnya secara materi kurang menjanjikan. Honorarium di majalah atau buku juga kurang bisa diharapkan. Di tengah kondisi semacam itu, Krishna tidak patah semangat. Ia terus menulis dan menghasilkan karya. Baginya honorarium bukan orientasi utama.
Menjadi penulis membutuhkan daya tahan yang tinggi, tidak patah semangat, dan tidak mudah putus asa. Menurut Krishna, salah satu cara belajar menulis yang baik adalah belajar dari karya para pengarang yang telah dimuat.
Tentang Buku The Power of Writing karya Bapak Ngainun Naim
Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Ngainun Naim yang telah memberikan buku The Power of Writing untuk saya. Saya tidak pernah menyangka sama sekali, persahabatan yang dimulai dari sama-sama menjadi kompasianer ini berlanjut di facebook. Meskipun hanya sebatas di dunia maya, tetapi silaturahmi terjalin.
Banyak sekali ilmu yang saya dapat dari tulisan Bapak Ngainun Naim yang sangat menginspirasi, baik di kompasiana, blog pribadi, facebook maupun buku yang sudah dicetak. Semoga ilmu yang Bapak Ngainun Naim sebarkan bermanfaat bagi para pembacanya dan menjadikan ladang amal.
Buku The Power of Writing ini sangat perlu dibaca oleh penulis pemula. Bahasa yang digunakan ringan, tidak terlalu berat, dan kesannya keseharian sekali (banyak pengalaman pribadi yang ditulis) sehingga membaca buku ini serasa ingin menyelesaikan secepatnya.
Bagi para penulis pemula seperti saya, menulislah dengan penuh kegembiraan, tidak merasa terpaksa, terbebani, tidak mudah menyerah, tahan uji, tahan kritikan dan membuka diri menerima saran dan masukan.  Sikap inilah yang nantinya akan membawa kita menjadi penulis yang sebenarnya. Setelah membaca buku The Power of Writing semakin bertambah pengetahuan kita. Satu hal yang perlu saya garis bawahi penulis-penulis besar tidak begitu saja menjadi seperti sekarang. Mereka berjuang dan terus menulis tanpa mengenal lelah. Ayo, terus menulis, menulis dan menulis.(SELESAI)
Karanganyar, 3 April 2016