Senin, 12 September 2016

Cara Mengajar Baca Tulis Untuk Anak Istimewa

dok.pri

Cara Mengajar Baca Tulis Untuk Anak Istimewa
Thole adalah anak istimewa dan saya harus memperlakukan istimewa. Saya tidak meminta guru-gurunya untuk memperlakukan Thole secara istimewa. Biarlah dia berkembang dan diperlakukan sama dengan temannya.
Thole memiliki kekurangan, kurang focus dan masih semaunya sendiri. Saya berusaha untuk memperlakukan sama dengan kakaknya. Tapi rupanya cara saya salah. Karena suami selalu memberikan kelonggaran-kelonggaran. Awalnya saya menurut suami, agar tak terjadi salah paham.
Suami kok tak memahami saya dalam hal untuk memberi ketegasan terhadap Thole. Thole memang harus diperlakukan istimewa, tapi bukan seperti itu caranya. Saatnya saya mengambil jalan terbaik dan inilah cara yang pernah saya tempuh untuk mengajak Dhenok mau membaca dan menulis.
Thole terbiasa nyantai, jadi agak sulit ketika saya sedikit tegas. Katanya mama gak usah keras-keras ngajari membaca. Nah lo! Thole menulis juga semaunya sendiri. Dituntun menjadi benar kok sulit sekali. Saya bisa sabar, tapi suami mulai tak bisa sabar.
Akhirnya, saya harus membuat turus, lanjaran kecil, untuk menunjuk tulisan besar-besar untuk dibaca. Ini cara tempo dulu, kala saya masih SD. Sebenarnya saya ingin menerapkan belajar membaca tanpa mengeja satu per satu, tapi rupanya Thole tetap semaunya sendiri.
Dengan mengeja sedikit bentakan, eladalah jebulane ya keluar bunyi dan bacaan benar. Walah, ngerti seperti ini mbok takterapkan cara tradisional ini. Sabar-sabar (sambil menarik nafas dalam-dalam).
Sebagai seorang Ibu, saya memang harus memiliki kesabaran dan kepiawaian dalam segala bidang. Istilah kerennya “multitalenta”. Bagaimanapun saya tetap bersyukur, Thole tetaplah anak istimewa dan sampai kapan pun, simbok harus memperlakukan secara istimewa.
Beberapa hari terakhir ini, Thole memiliki kesadaran untuk menulis di buku tanpa disuruh. Semoga liburan ini memberikan kemajuan yang berarti. Semangat belajar Thole, kamu bisa kok membaca dan menulis, asal tidak ngeyel.
Karanganyar, 12 September 2016