Sabtu, 24 September 2016

Kwek-Kwek Plus terdiri dari Govinda, Sanjay, Akhsay dan Maharani

Noer Ima Kaltsum : Kwek-Kwek Plus terdiri dari Govinda, Sanjay, Akhsay dan Maharani
dok.pri
Maharani, Sanjay dan Govinda masuk ruangan ketua guru. Mendengarkan nasehat tanpa membantah. Disaksikan Amitabh mereka bertiga tangannya mulai mengepal-ngepal. Ingin rasanya tangannya memukul meja. Ketiganya bertahan.
Hari ini sungguh merupakan hari yang naas bagi ketiganya. Mereka bertiga bergabung dalam komunitas Kwek-Kwek Plus. Kwek-Kwek Plus terdiri dari Govinda, Sanjay, Akhsay dan Maharani.hari ini secara kebetulan Akhsay bebas merdeka.
Setelah wejangan dan nasehat tak bermutu diberikan oleh ketua guru, mereka pun meninggalkan ruangan. Maharani terkekeh. “Lo, aku ngobrol sama siapa? Aku tadi di depan pintu Cuma sendirian lo. Kalau aku dibilang ngobrol, berarti gila dong, masa sih sendirian kok ngobrol.”
Sanjay menghibur,”gak usyah digagas ketua guru tadi. Biarkan saja dia ngoceh semau udelnya.”
Govinda bilang,”Wah, kita jadi korban salah tangkap dong.”
00000
Sebenarnya apa sih yang mereka bicarakan? Ceritanya ketua guru memanggil Kwek-kwek karena mereka mengobrol ketika mengawasi ujian kenaikan tingkat sabuk. Ketua guru melihat ketiganya dari tempat parkir. Padahal kenyataannya  Maharani berdiri di pintu ruang 16 ujian, Govinda berdiri di ruang 17, Sanjay berdiri di luar ruangan berbincang dengan Raju.
Kenapa jadi Maharani, Sanjay dan Govinda yang dinasehati. Bukankah mereka tidak mengobrol? Mungkin dari jauh kelihatannya Kwek-Kwek ngobrol bertiga. Padahal nggak sama sekali. Kok ketua guru tidak bertanya terlebih dahulu kepada mereka, apa yang mereka lakukan?
Ternyata oh ternyata Kwek-Kwek ini memang dikenal sebagai komunitas yang bikin geram ketua guru. Apa yang dikatakan Kwek-kwek selalu mendapatkan dukungan dari komunitas lain. Nah, biar jatuh martabatnya maka ketua guru menegur dengan cara yang sadis di depan Amitabh
Dasar Kwek-Kwek Plus! Baginya, teguran sadis tadi justeru menambah kekuatan komunitasnya semakin bisa mempengaruhi komunitas lain.
Tapi memang hidup ini jangan melulu melihat sesuatu dari kaca matanya sendiri. Hidup ini jangan penuh dengan prasangka buruk hanya karena sebuah dendam kesumat. Hidup ini harus adil dan obyektif. Agar orang lain tidak menerima sebuah sanksi padahal orang tersebut tidak memiliki kesalahan.
Sebuah mobil di parkir di depan toko swalayan. Sebelah kiri toko adalah apotek dan sebelah kanan toko adalah warung makan. Bila mobil itu diambil gambar dari tempat yang berbeda, tentu hasilnya tidak sama. Bila gambar diambil dari warung makan, hasilnya berbeda dengan bila gambar diambil dari apotek atau toko swalayan itu sendiri.

Hidup di era sekarang ini harus cek dan ricek, konfimasi, agar tak terjadi miskomunikasi dan salah paham (Halah iki apa). Meski sering kena fitnah dan diperlakukan tidak adil, Kwek-Kwek Plus tetap eksis.
Karanganyar, 24 September 2016