Minggu, 27 November 2016

Menjaga dan Menahan Lisan

Menyebarkan ilmu dengan menulis
dok.pri

Nikmat yang sering dilupakan adalah waktu, kesempatan dan kesehatan. Jangan kufur nikmat, syukurilah semua pemberian Allah terutama untuk hari ini.

Kalau kita tak memiliki harta benda, tak memiliki jasa, tak memiliki kesempatan untuk menyampaikan kebaikan maka shodaqoh yang bisa kita lakukan adalah menjaga lisan atau menahan lisan.

Lisan kita memiliki peranan yang sangat penting. Menyampaikan suatu kebaikan maka akan membawa pengaruh dalam kehidupan kita. Demikian juga bila kita menyampaikan sesuatu dengan lisan, tetapi tak ada kebaikan di dalamnya, maka kita semua akan kena dampaknya.

Apabila kita mendapatkan kabar berita dari seseorang, sebaiknya bertabayyun terlebih dahulu. Kita mencari kejelasan dari berita tersebut, kalau bisa sampai pada sumbernya. Perlunya konfirmasi sebelum ikut menyebarkan berita yang kita terima sangat disarankan. Agar berita yang kita terima, lalu kita sampaikan pada orang lain tidak salah dan menimbutkan fitnah.

Apabila kita mendapatkan berita dari orang fasik, wajib bagi kita untuk mencari penjelasan terlebih dahulu.

Kadang-kadang kita berhadapan dengan orang yang selalu menjelek-jelekkan orang lain. Apabila kita bertemu atau berhadapan dengan orang yang suka menjelek-jelekkan orang lain, maka sikap kita adalah:
1.    Tidak boleh memasang telinga untuk mendengarkan ceritanya,
2.    Mengingatkan kepada saudara kita (orang tersebut) untuk bertakwa kepada Allah SWT,
3.    Mendatangkan orang yang dijelek-jelekkan atau yang dibicarakan sehingga kita bisa menghukumi suatu perkara/berita yang dibicarakan,
4.    Kalau berita/kabarnya dusta, maka orang tersebut jangan dijumpai (sampai akhirnya orang tersebut menemui kita, terlebih untuk klarifikasi)

Kalau kita tak bisa mengambil sikap atau tindakan padahal kita tahu kalau hal itu suatu keburukan, itu artinya kita membiarkan keburukan orang lain maka Allah akan menyamaratakan azab. Baik orang yang baik dan orang yang tidak baik akan sama-sama mendapatkan azab.

Mari kita introspeksi, sudah dapatkah kita menyebarkan berita sama seperti sumbernya dan berita itu membawa kebaikan? Kalau belum, lebih baik kita menjaga lisan dengan cara diam.
Orang yang tidak dapat menyebarkan berita sesuai dengan berita aslinya karena lupa atau lemahnya hafalan/ingatan, sebaiknya diam. Karena kalau orang tersebut memaksakan diri menyebarkan berita maka akan sangat berbahaya.

Orang tersebut harus bertakwa kepada Allah SWT. Sebaiknya orang tersebut meninggalkan pembicaraan. Niat yang baik harus disertai ilmu yang cukup dan amalan yang baik. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah kezaliman-kezaliman.
Kezaliman bisa berawal dari lisan. Dan akibat dari kezaliman adalah mendapatkan dosa besar serta di akhirat tidak ada teman yang menolong.

= mari jaga lisan =

Masjid Al Karimah, SDIT Al Karimah, Ahad, 27 Nopember 2016