Sabtu, 23 Juni 2018

PANEN PADI DALAM SUASANA LEBARAN




Saat yang ditunggu-tunggu para petani dan pemilik sawah adalah panen. Hasil jerih payah selama 3 bulan akan terlihat saat panen tiba.

Ada senyum bahagia dari seorang petani bila mereka bisa memanen hasil pekerjaannya. Entah itu hasilnya baik atau kurang, mereka akan tersenyum. Asal jangan gagal panen karena tikus, diserang wereng atau puso.

Alhamdulillah, masih dalam suasana lebaran, kami bisa memanen padi dari sawah belakang rumah. Tiga bulan ke depan masih ada stok gabah di lumbung keluarga suami (suami dan adik-adiknya). Meski tidak banyak, tetap saja saya bersyukur. Maka nikmat manakah yang kamu dustakan?

Kamis, 21 Juni 2018

MBAK FAIQ BUKAN MAS FAIQ


Hari ini, saya menghadiri acara HBH yang diselenggarakan oleh sekolah kami. Sebenarnya, undangan ditujukan untuk Bapak/Ibu guru/karyawan beserta keluarganya. Saya datang sendirian. Kebetulan suami ada tugas di sekolah. Si kecil ikut Ayahnya dan yang besar ada rencana bepergian ke Solo bersama teman karibnya.
Alhamdulillah, ada seorang teman yang baik hati bersedia saya barengi. Sebenarnya ada seorang teman yang menawarkan untuk bareng naik mobilnya.
Singkat cerita, acara HBH dimulai. Saya sangat bersyukur karena semua guru dan karyawan bisa hadir. Dari mereka, ada yang mengajak pasangan dan anaknya, mengajak anaknya saja, mengajak pasangannya atau sendirian seperti saya.
Ada yang berkesan dalam acara ini. Seorang teman mengajak Ibunya anak-anaknya (sebut saja Ummu Faiq). Teman saya, secara agama sudah berpisah. Akan tetapi belum dicatatkan di Pengadilan Negeri Agama.  Teman saya dan Ummu Faiq beda kota tempat tinggalnya. Namun demikian, keduanya bisa berbagi merawat anak-anaknya. Dua anak tinggal di ponpes dekat rumah teman saya, dua lainnya tinggal dekat dengan Ibunya (satu di Ponpes Purbalingga, dan  satu anak lainnya ikut Ibunya).
Sudah lama saya tidak bertemu dengan Ummu Faiq karena beliau sekarang tinggal di Banjarnegara. Ketika saya mengenal Ummu Faiq, beliau belum memakai cadar. Sekarang Ummu Faiq bercadar. Saat bersalam-salaman, saya memeluk Ummu Faiq. Saya berbisik,”masih ingat dengan saya?”
“Ibunya Faiqah ya. Masih ingat kok Bu.”
Saya bukannya sok akrab dengan teman-teman atau pasangannya. Insya Allah, saya tulus ramah dan dekat dengan orang yang menjadi teman saya
00000
Oya, nama anak sulung teman saya sama dengan nama anak sulung saya, yaitu Faiq. Kalau anak saya perempuan, sedang anak teman saya laki-laki. Saya lebih dulu mengajar di SMK daripada teman saya. Suatu saat teman saya bilang,”Bu, teman-teman sering menyebut Faiq Faiq. Kupikir menyebut nama anakku, ternyata yang dimaksud putrinya panjenengan.”
Saya tersenyum. Masih mending menyebutnya hanya Faiq. Ada lo yang menyebut Mas Faiq (karena belum pernah ketemu). Saya membetulkan,”Maaf, bukan Mas Faq tapi Mbak Faiq. Anakku cewek yo!”
Akhirnya, teman saya terkekeh sembari minta maaf.
00000 

Selasa, 19 Juni 2018

BEBERAPA USAHA UNTUK MENGURANGI POPULASI AYAM

BEBERAPA USAHA UNTUK MENGURANGI POPULASI AYAM

Saya mau bercerita tentang salah satu hewan piaraan Thole (bukan hanya satu ekor, tapi banyak ekor), yaitu ayam kampung. Kebetulan ayam kampung si Thole jumlahnya lumayan banyak.
Sebenarnya, saya menginginkan memiliki sepasang ayam kampung hanya untuk TPS (Tempat Pembuangan Sampah makanan, alias memanfaatkan sisa makanan untuk pakan ayam). Kenyataannya, ayam tersebut beranak pinak. Sayangnya, si Thole tidak bisa merawatnya.
Jadi, ketika beberapa betina bersamaan mengeram,  mereka berebut tempat. Tibalah saatnya bila menetas bersamaan, anak ayam yang jumlahnya banyak tidak bisa hidup bertahan lama. Mengapa? Karena anak-anak ayam tersebut ada yang jatuh masuk selokan, hanyut, dipatuk ayam dewasa lainnya.
Selain kewalahan merawat, saya juga kewalahan menyediakan pakan. Awalnya, memelihara ayam itu untuk TPS makanan tapi akhirnya malah saya harus membeli pakan. Ini namanya tidak efektif dan bernilai ekonomis.
Agar saya tidak terlalu banyak mengeluarkan uang untuk membeli pakan, maka populasi ayam harus dikurangi. Salah satu cara untuk mengurangi populasi ayam adalah menyembelih. Sebelum menyembelih ayam, biasanya ada adegan mengharu biru. Thole tidak rela kalau ayamnya disembelih. Tugas saya adalah membujuk.
Dulu, saya sering menyembelih ayam sendiri tapi kini tidak perlu. Saya hanya membutuhkan jasa penyembelihan ayam atau jasa pengolahan ayam hidup menjadi ingkung. Jasa penyembelihan atau pembuatan ingkung, tidak mahal. Kalau sudah matang, Thole juga mau makan.
Lebaran tahun ini, keluarga saya yang ada di Yogyakarta tidak menyediakan makanan khas lebaran, yaitu opor ayam dan sambal kerecek. Kakak saya ingin membuat masakan yang segar, yaitu asem-asem dan sop ayam. Saya membawa 2 ekor ayam, jantan dan betina yang sudah disembelih. Dua ekor ayam yang sudah disembelih, dalam keadaan mentah saya bawa ke rumah Ibu.
Lumayan, populasi ayam berkurang. Kebetulan ayam betina yang saya ambil, sedang mengeram. Saya tahu, ayam-ayam saya kalau bertelur dan mengeram selalu rebutan tempat. Biarpun sudah dibuatkan tempat satu-satu tetap saja mereka suka rebutan. Ah, andai mereka bisa membaca tulisanku pasti mereka akan menurut.
Ada sekitar 5 ekor ayam betina yang bertelur. Satu ekor yang akhirnya saya jadikan sop, 4 ekor lainnya bertelur di garasi. Telur-telur yang beberapa hari yang lalu dierami, saya ambil dan saya rebus. Alhamdulillah, masih bisa dikonsumsi. Nah, telur lainnya yang ada di garasi juga saya selamatkan. Beberapa telur saya ambil untuk dikonsumsi.
Mulai hari ini, bismillah, saya mau mengurangi populasi ayam. Sementara ini yang saya kurangi adalah ayam. Mungkin besok, saya akan mengurangi nasi yang ada di mejikom, wafer dan kue kering lebaran yang masih manis di dalam wadahnya.   

Senin, 18 Juni 2018

TIDUR BERKUALITAS

TIDUR BERKUALITAS

Saat Ramadhan kemarin, seorang kenalan kelihatan lelah dan mengantuk sambil bilang ngantuk banget. Saya bertanya padanya jam berapa mulai tidur tadi malam. Jawabnya jam sembilan. Saya hitung, jam sembilan tidur lalu bangun jam tiga pagi, berarti tidur malam selama 6 jam. Dan ternyata siang hari tidur sekitar satu jam. Total 7 jam tidurnya selama sehari.

Saya membandingkan antara tidurnya kenalan dan saya. Saya mulai tidur jam sebelas malam dan bangun sekitar jam 3 - setengah empat. Siang tidak tidur. Pulang dari sekolah beraktivitas. Rasanya tidak mengantuk.

Entah apa yang membedakan antara saya dan kenalan? Mungkin kualitas tidurnya. Saya kalau sudah tidur selalu bleksek, angler, alias nyenyak.

Kata kenalan saya, lama tidur dalam sehari minimal 8 jam. Mungkin ada benarnya. Tapi kalau terlalu lama tidur, badan saya malah loyo. Akan tetapi kalau masanya libur alias tidak mengajar, saya akan memanfaatkan siang saya dengan tidur. Kadang-kadang tidur siang selama 30 menit rasanya lama sekali.

Biasanya kalau ada target-target kecil yang harus saya selesaikan, tidur selama 4-5 jam sehari sudah cukup. Tapi kalau tidak ada beban pekerjaan yang harus segera diselesaikan, saya bisa lebih lama tidur karena mulai tidur lebih awal.

Tidur berkualitas dasarnya bukan lamanya tidur.

#kahfinoer


Waktu belum menikah, saya tidurnya bisa lama dan sangat nyenyak. Mungkin ada gempa bumi saja sampai tidak terasa.

Minggu, 17 Juni 2018

TANAMKAN PADA DIRI JIWA PERWIRA

PERWIRA

Membaca tulisan tentang masyarakat/warga yang kecewa setelah datang pada acara open house yang digelar oleh orang no xx Indonesia, rasanya kok miris.

Pasalnya mereka datang bukan hanya untuk bersilaturahmi, tapi juga mengharapkan salam tempel. Jauh-jauh mereka datang dari kampung dengan mengantre, menurut mereka "hanya mendapatkan nasi, kudapan dan air mineral". Mereka inginnya juga dapat uang minimal 20 ribu. Bahkan mereka membandingkan bila datang pada OH di rumah orang tertentu.

Wahai saudaraku.
Amatlah meruginya kamu datang jauh-jauh dengan niat mendapatkan THR berupa uang 20 ribu. Setelah ternyata tidak terpenuhi harapanmu, kamu sangat kecewa.

Kerjakan sesuatu dengan ikhlas. Dan janganlah kamu bangga dengan membawa jiwa peminta-minta. Berjiwalah perwira dan besar, serta punya rasa malu.

Orang yang memiliki jiwa perwira, selalu akan mendapatkan rezeki yang tak pernah disangka-sangka.
Bersyukurlah dengan apa yang kamu miliki agar kamu tidak terlalu lelah.

Wahai saudaraku, kamu datang atas kemauanmu sendiri. Tidak ada undangan khusus yang ditujukan kepadamu untuk mendatangi acara OH. Mulai sekarang perbaikilah niatmu.

Sabtu, 16 Juni 2018

MAAFKAN AKU, BAPAK

Maafkan aku, Bapak

Sebenarnya, saya ingin lebih lama tinggal di Yogyakarta. Paling tidak untuk menghabiskan waktu cuti bersama, saya bisa lebih banyak waktu untuk Ibu dan Bapak. Akan tetapi saya dan suami harus menghadiri pertemuan Trah di Karanganyar. Jadi, kami harus pulang. 

Seperti biasa, bila liburan saya terlalu lama di rumah Bapak, saya malah "diusir" disuruh pulang. Maklum, Bapak juga tahu kondisi rumah saya yang jauh dari tetangga, saya memiliki hewan piaraan yang tidak mungkin saya titipkan di rumah tetangga dalam waktu lama.

"Sudahlah, kamu segera pulang. Kapan-kapan ke sini lagi."

Saya tidak bisa menolak perintah Bapak. Akhirnya, saya pulang dan meninggalkan rumah Bapak. Maafkan aku, Bapak. Seharusnya aku bisa lebih lama dekat dengan Ibu dan Bapak. Semoga Ibu dan Bapak sehat selalu.





Rabu, 13 Juni 2018

BANJIR TAHU MENJELANG LEBARAN



Judul di atas tidaklah berlebihan dan saya tidak bohong. Hampir setiap tahun, setiap menjelang lebaran, di rumah banjir kiriman tahu dari tetangga. Apakah ini berlaku di rumah tetangga lainnya? Jawabannya adalah belum tentu.

Lebih dari sepuluh tahun terakhir, setiap menjelang lebaran, tetangga-tetangga yang memiliki usaha produksi tahu mengirim tahu putih untuk keluarga saya. itulah bentuk penghormatan mereka kepada Bapak saya (bukan ge-er atau pamer lo).

Bapak adalah orang yang sangat dihormati di sekitar rumah. Pada usia senjanya, 76 tahun, Bapak dianggap sebagai orang yang dituakan. Selain umurnya yang sudah tua, juga karena Bapak terlibat langsung dalam kegiatan sosial. Bapak mengisi pengajian (atau tausyiah), mengajari membaca Alquran untuk Bapak/Ibu tetangga, menjadi Imam ketika berjemaah sholat dan kegiatan sosial lainnya.

Di sekitar rumah Bapak berdiri beberapa pabrik tahu. Dahulu waktu saya masih sekolah, kadang sangat terganggu dengan polusi udara dan suara dari pabrik tahu yang beroperasi tak mengenal waktu. Setelah anak-anak Bapak sudah tidak menempuh pendidikan lagi, polusi-polusi tersebut sudah tidak mempengaruhi kami. (Sebenarnya tetap mempengaruhi, tapi kami sudah bisa menurunkan idealisme kami untuk hidup tenang, nyaman).

Dua hari puasa terakhir atau menjelang lebaran, tetangga-tetangga yang memproduksi tahu datang memberi tahu kepada Bapak/Ibu. Oleh karena bila dikumpulkan jumlahnya banyak, kadang-kadang keluarga saya kesulitan untuk mendistribusikan. Kalau ditaruh di ember bisa mencapai 2 ember besar.

Anak-anak bertugas mendistribusikan tahu-tahu tersebut kepada kerabat-kerabat. Pokoknya harus habis. Sebab kalau tidak segera habis, kami repot untuk menghangatkan tahu agar tidak basi. Bila dimasukkan ke dalam kulkas, juga akan memenuhi kulkas lalu makanan yang lain harus dikeluarkan dari kulkas.

Alhamdulillah, bagaimanapun juga kami sangat bersyukur karena rezeki datang tanpa kita pinta. Nah, mungkin yang menjadi kendala saat-saat lebaran, tahu hanya dilihat sebelah mata. Tentu saja makanan yang lain yang lebih laris untuk diambil.

Kadang-kadang, saya mudik tidak terlalu lama. Saya ingin segera balik ke Karanganyar dengan membawa tahu. Bukan untuk saya konsumsi sendiri, tahu-tahu tersebut pada akhirnya juga akan saya bagikan ke tetangga.

Bagi orang lain mungkin hanya dibilang ah Cuma tahu. Akan tetapi bagi saya dari tahu ini filosofinya luar biasa. Tahu bisa mempererat persaudaraan. Tahu putih kalau sudah digoreng akan disantap sebagai teman ngobrol. Kalau kebetulan keluarga kecil adik saya yang “hobi banget dengan mpek-mpek Palembang” datang, tahu goreng bisa dimakan dengan cuko. Tambah nikmat dan mantap.

Meskipun banyak tetangga yang memberi tahu, tapi Bapak tidak pernah menolak dengan berkata,”maaf, saya sudah memiliki banyak tahu.” Tidak! Bapak tetap menerima pemberian tahu dari tetangga-tetangga. Rasanya, tidak berlebihan kalau saya mengatakan banjir tahu menjelang lebaran.

Selasa, 12 Juni 2018

TETAP BUGAR SAAT BERPUASA

Pada saat berpuasa, kita harus tetap bersemangat dan tidak boleh bermalas-malasan. Bagi saya, puasa Ramadhan tahun ini godaannya tidak terlalu banyak. Udara tidak terlalu panas dan alhamdulillah semuanya bisa berjalan dengan lancar.

Ada yang membuat saya tetap bersemangat dan stamina tetap tinggi. Kuncinya adalah mengkonsumsi makanan yang bergizi, cukup air dan mineral.

Saat berpuasa, saya tetap makan dalam jumlah yang relatif sama dengan hari-hari selain bulan Ramadhan. Hanya saja, waktu makannya saya ubah. Hari-hari biasa, makan 3 kali sehari pada pagi, siang dan malam. Sekarang, 2 kali makan berat dan 1 kali makan camilan dan buah-buahan.

Oleh karena saya membutuhkan cairan yang banyak, maka konsumsi air dan buah-buahan jumlahnya ditambah. Hasilnya, setiap hari saya tidak merasakan lemas, perut juga nyaman. Sampai menjelang maghrib, kerongkongan saya tidak terasa kering.

Semoga setelah puasa wajib Ramadhan selesai, saya bisa melaksanakan puasa sunah dengan nyaman dan tetap bersemangat.

Senin, 11 Juni 2018

LIMA AMALAN PADA HARI INI

Hari ini adalah hari istimewa buat saya. Sebenarnya saya akan mempersiapkan mudik, akan tetapi ada berita lelayu yang membuat saya berhenti beraktifitas.

Dengan adanya berita lelayu tersebut, saya bisa melakukan 5 amalan sekaligus (maaf, bukan dimaksudkan untuk riya):

1. Takziah
Saya dan suami takziah ke rumah teman saya Guru Agama Islam yang sudah lama purna alias pensiun. Hari ini istrinya meninggal dunia. Saya bertemu beberapa teman di lokasi takziah.

Setelah takziah, kami (saya dan teman-teman) melanjutkan perjalanan untuk menjenguk teman Guru Agama yang sakit.

2. Menjenguk teman yang sakit
Setelah takziah, kami (saya dan teman-teman) melanjutkan perjalanan untuk menjenguk teman Guru Agama yang sakit.

Awalnya kami datang ke rumah teman Guru Agama (beberapa waktu yang lalu kena stroke ringan). Ternyata pagi tadi dibawa lagi ke klinik karena merasa badannya sakit dan kedinginan.

3. Bersedekah
Meskipun besarnya tidak seberapa, saya mengeluarkan sedekah yang terbaik. Alhamdulillah, semua kami niatkan karena Allah.

4. Berpuasa
Hari ini puasa kedua puluh enam. Alhamdulillah, saya bisa menyelesaikan puasa hari ini dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Semoga esok hari Allah memberikan kemudahan kepada saya dan keluarga untuk menyelesaikan puasa Ramadhan yang tinggal 3 hari.

5. Silaturahmi
Beruntung, saya tidak tergesa-gesa untuk mudik. Jadi, hari ini saya bisa bersilaturahmi dengan banyak orang. Alhamdulillah, nikmat sehat yang kami peroleh bisa kami gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.

Semoga bermanfaat.

Minggu, 10 Juni 2018

MANFAAT DIBENTUKNYA GRUP WA

Satu grup WA ini hanya terdiri dari empat orang, saya dan 3 bapak teman guru. Jangan berpikiran negatif dulu. Tiga teman saya sudah berteman akrab sejak tahun 1999. Sudah lama, bukan?
Setiap ada kejadian di sekolah, bila di antara kami sedang tidak masuk mengajar pasti ada berita di grup kecil ini. Demikian juga dengan informasi seputar kedinasan, di mana info tersebut tidak semua orang harus tahu. Grup WA ini sangat membantu kami berempat.
Bila ada kegiatan yang harus melibatkan kami berempat, tinggal diinfokan lewat Grup kecil ini. Dua di antara kami tinggal di Solo. Jadi, bila ada kegiatan apapun, kami kontak-kontakan terlebih dahulu. Kami janjian agar tidak terjadi miskomunikasi.
Suatu hari, kami akan menjenguk orang tua teman kami di Purwodadi. Sebelumnya di sekolah, rencana sudah kami matangkan. Pada hari pelaksanaan, kami dengan mudah terhubung lewat WA grup. Dan, semua berjalan dengan lancar meskipun dari kami dua orang domisili Karanganyar dan dua orang domisili Solo.
Nah, hari Jumat 8 Juni 2018 kemarin adalah hari penerimaan rapor sekaligus hari terakhir kami masuk sekolah. Bagi PNS, hari Jumat adalah hari terakhir presensi fingerprint (FP). Presensi FP dimulai lagi setelah libur cuti bersama, yaitu tanggal 21 Juni 2018.
Di sekolah, kami merencanakan sore harinya melaksanakan buka puasa bersama. Pilihan kami bertempat di Warung Makan Bu Agung. Warung makan ini terletak di sebelah utara alun-alun Karanganyar (sebelah Barat Gereja Santo Pius). Ternyata satu orang di antara kami ada yang izin tapi kami mengundang satu teman putri. Jadilah kami tetap berempat.
Awalnya, saya memesan asem-asem iga dan teh panas untuk saya sendiri. Ternyata, yang lain juga memesan menu yang sama. Alhamdulillah, kami bisa menikmati buka puasa bersama di hari terakhir masuk sekolah. Khusus untuk asem-asem iga harganya Rp. 30.000,00. Harga tersebut belum dengan nasi dan minumannya. Satu porsi asem-asem iga bisa untuk 2 orang karena sayurnya memang banyak.
Kami menikmati menu buka puasa dengan penuh syukur. Setelah selesai buka puasa, kami mengobrol ringan tentang hal-hal yang terjadi di sekolah sepanjang hari tadi. Entah itu kedinasan, kejadian lucu, tentang anak-anak didik atau apa saja. Buka puasa bersama ini termasuk buka puasa paling simpel dan tercepat. Jam enam kami sudah meninggalkan rumah makan dan kembali ke rumah masing-masing.
Tentu saja, selanjutnya kami fokus untuk acara lebaran, misalnya mudik untuk saya. Tiga orang teman saya asli Solo dan Karanganyar, jadi mereka tidak mudik.
 Saya dan 3 orang teman (bapak guru) mendapat sebutan kwek-kwek. Kalau di sekolah, teman-teman yang lain juga tahu status keakraban kami. Untuk kepentingan dinas, Grup WA dengan anggota sedikit ini sangat membantu info sampai kepada kami lebih cepat. Mengapa demikian? Karena salah satu dari kami adalah operator sekolah, yang selalu mengetahui sesuatu lebih dahulu dari yang lain.
00000

Sabtu, 09 Juni 2018

BERBUKA DAN SAHUR DENGAN BUAH

PINGIN BERBUKA DAN SAHUR DENGAN BUAH

Setelah membaca status dan tulisan sahabat penulis yang sudah menerapkan pola hidup sehat dengan banyak mengkonsumsi buah, saya jadi ingin mencoba.

Pagi ini, Dhenok dan Thole ke pasar mau membeli kerang, hati ayam dan makanan lainnya. Saya minta pada Dhenok untuk beli beberapa buah-buahan. Dhenok kaget, serius Mah? Yes! Ya sudah, sepertinya Dhenok belum rela kalau Maminya mau banyak mengkonsumsi buah. Saya minta 2 macam buah. Terserah mau dibelikan apa oleh Dhenok, asal jangan kates. Kalau kates di rumah ada!

Biasanya suami membeli pisang dari bakul yang mampir di sekolahnya. Oya, sebagai siramannya saya mau memakai sari tebu. Sepertinya rasanya mantap. Semoga nanti pas berbuka puasa semua sudah siap.

Kalau sehari dua hari bisa menerapkan pola makan seperti ini, sepertinya bisa berhemat. (Baru membayangkan seandainya bisa mengurangi makan nasi)

Makan buah saat sahur dan berbuka puasa perlu dicoba. Jangan menolak sesuatu yang baru, jangan pernah mengatakan aku tak bisa makan tanpa  nasi (peringatan buat saya pribadi)

Jumat, 08 Juni 2018

SUDAH WAKTUNYA MELEPASKAN ANAK GADIS

SUDAH WAKTUNYA MELEPASKAN ANAK GADIS

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat membaca status/tulisan di FB, yang intinya anak yang sudah akil baligh harus mandiri secara finansial. Di dalam tulisan itu disebutkan usia kurang lebih15-17 tahun, anak harus sudah memiliki penghasilan dan bisa menghidupi dirinya sendiri. Saya pikir ini benar, benar sekali. 

Ada banyak cara untuk mendapatkan penghasilan. Yang paling familiar adalah dengan berjualan. Berjualan barang atau benda, makanan, minuman atau menjual jasa. Prinsipnya, asal tidak malu, anak bisa memperoleh penghasilan.

Sebagai orang tua, harus memberikan dukungan penuh. Dukungan tersebut bisa berupa modal atau dorongan motivasi/semangat. 

Ternyata anak sulung saya sudah remaja dan waktunya mandiri. Saya selalu mengikuti perkembangannya. Sejak kelas 5 SD, anak gadis saya sudah mau berjualan makanan kecil di sekolah. Dia tidak malu dan alhamdulillah hasilnya bisa untuk menambah uang jajan. 

Waktu SMP dan SMA, saya juga mengarahkan untuk berjualan makanan kecil dengan cara dititipkan ke kantin, tapi anaknya tidak mau. Hanya saja kalau pas market day, hasilnya lumayan. Ketika di SMA ada pensi, anak saya dan teman-teman berjualan makanan dan minuman selama beberapa hari. Kerja sama yang baik ternyata bisa mendapatkan keuntungan yang banyak.

Di akhir kelas XII, anak saya sudah mau kembali untuk berjualan secara online. Tentu saja modalnya dari orang tua. Setelah lulus SMA, saya dan suami mengarahkan untuk hidup mandiri mulai sekarang.  Insya Allah, anaknya akan kuliah di Yogyakarta. Saya bilang jualan online-nya tetap berlanjut. Syukur alhamdulillah kalau nanti bisa membuka usaha di rumah orang tua saya di Yogya selama dia kuliah.

Berapapun hasilnya, anggap saja untuk melatih kemandirian. Masalah untuk hidup sehari-hari, tetap kami yang mencukupi. Paling tidak, dia memiliki penghasilan.

Pulang dari buka puasa bersama teman-teman SD-nya, Dhenok bercerita kalau teman-temannya juga ada yang menyambi bekerja. Ada yang jadi tukang parkir, kerja di bengkel atau berjualan. Mungkin dia merasa ada teman senasib sudah memperoleh penghasilan saat masih sekolah.

00000

Setelah UN yang lalu, anak saya bilang kalau mau ke Yogyakarta naik kereta, sendirian. Awalnya, saya tidak mengizinkan tapi dia bilang kalau Ayah mengizinkan. Ya, akhirnya saya mengizinkan. 

Ketika saya bercerita kepada seorang teman, dia mengatakan,"Bu, anak panjenengan sudah besar. Sudah waktunya dilepas. Jangan khawatir, dia sudah besar. Jangan panjenengan anggap seperti anak kecil."

Saya baru sadar, Dhenok bukan lagi anak yang ke mana-mana harus didampingi orang tua. Saya juga baru sadar, saya bukan lagi seorang Ibu dengan usia 29 tahun seperti ketika melahirkannya.

00000

Semoga sukses di dunia maupun di akhirat.

Kamis, 07 Juni 2018

BERAS SASET DAN GULA PASIR 1 ONS

Beras saset dan gula pasir 1 ons, sangat membantu untuk keluarga kurang mampu dan anak kos tentunya. 

Beberapa hari terakhir saya membaca berita tentang beras saset isi 200 gram cukup untuk 3 porsi makan. Bagus, bagus idenya. Bagi keluarga tidak mampu untuk membeli beras dalam jumlah banyak, keluarga dengan penghasilan harian minim, beras saset ini sangat membantu. (Asumsinya seperti itu).

Sebetulnya, sebelum ada beras saset, di warung-warung dekat rumah, kita dilayani untuk membeli beras 1 kg. Warung-warung melayani pembelian beras dalam jumlah sedikit sesuai permintaan pembeli.  

Waktu saya masih kecil, warung-warung menyediakan beras  1 kg-an. Dari 1 kg beras ini, bisa dimasak sesuai kebutuhan. bila anggota keluarganya banyak, beras 1 kg akan dimasak semua dalam satu hari. Bila anggota keluarganya sedikit, tentu 1 kg beras bisa dimasak 2-3 hari. 

Kemasan beras berbeda dengan gula pasir. Sekarang di warung-warung dekat rumah, paling tidak kemasan paling kecil berisi 1/2 kg gula pasir. Kalau di desa-desa, mungkin ada yang menjual gula pasir dalam kemasan 1/4 kg.

Waktu saya masih kecil, di warung-warung terdapat kemasan gula pasir seberat 1 ons, 1/4 kg, 1/2 kg dan 1 kg. Minum minuman manis, manisnya secukupnya saja, tidak berlebihan.  

Zaman telah berubah. Zaman boleh berubah, tapi saya tetap menerapkan ilmu kehidupan sehari-hari dari orang tua. Makan dan minum secukupnya, tidak berlebihan. 

Konsumsi beras dan gula untuk keluarga kami tidak banyak. Kebetulan, saya tidak membeli beras karena beras yang kami konsumsi adalah hasil panen dari sawah belakang rumah. Kebutuhan gula juga tidak terlalu banyak, secukupnya saja. Untuk gula, saya membeli kemasan 1 kg.

Rabu, 06 Juni 2018

MAPEL KIMIA SMK K13 HANYA ADA DI KELAS X

Mata pelajaran Kimia SMK K13 hanya ada di kelas X. Kelas XI dan XII tidak ada pelajaran Kimia. Itu pun jam pelajarannya hanya 2 jam per minggu.

Ada 11 Kompetensi Dasar yang disebar untuk 2 semester. Bagi saya, ini sungguh berat. Oleh karena K13 versi 2017 sudah berlangsung, mau tidak mau guru-guru Kimia harus menyesuaikan diri. 

Beberapa KD yang dimaksud adalah:

KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI DASAR
ALOKASI
WAKTU
3.1     Menganalisis perubahan materi dan pemisahan campuran dengan berbagai cara
4.1    Melakukan pemisahan campuran melalui praktikum berdasarkan sifat fisika dan sifat kimianya
9 JP
3.2     Menganalisis lambang unsur, rumus kimia dan persamaan reaksi
4.2    Mengintegrasikan penulisan lambang unsur dengan rumus kimia pada persamaan reaksi kimia berdasarkan kasus-kasus dalam kehidupan sehari-hari
9 JP
3.3     Mengkorelasikan struktur atom berdasarkan konfigurasi elektron untuk menentukan letak unsur dalam tabel periodik
4.3    Menentukan letak unsur dalam tabel periodik berdasarkan konfigurasi elektron
9 JP
3.4     Menganalisis proses pembentukan ikatan kimia pada beberapa senyawa dalam kehidupan sehari hari
4.4    Mengintegrasikan proses pembentukan ikatan kimia  pada beberapa senyawa dalam kehidupan sehari hari dengan  elektron valensi atom atom penyusunnya
9 JP
3.5     Menerapkan hukum-hukum dasar kimia dalam perhitungan kimia
4.5    Menggunakan hukum-hukum dasar kimia dalam perhitungan kimia
9 JP
3.6     Menganalisis sifat larutan berdasarkan konsep asam basa dan pH larutan (asam kuat dan asam lemah, basa kuat dan basa lemah)  dalam kehidupan sehari hari
4.6    Membandingkan  sifat sifat larutan melalui praktikum berdasarkan konsep asam basa dan pH larutan (asam kuat dan asam lemah, basa kuat dan basa lemah) dalam kehidupan sehari hari
15 JP
3.7     Menentukan bilangan oksidasi unsur untuk mengidentifikasi reaksi oksidasi dan reduksi
4.7    Membandingkan antara reaksi  oksidasi dengan reaksi reduksi berdasarkan hasil perhitungan bilangan oksidasinya
9 JP
3.8     Mengevaluasi proses yang terjadi dalam sel elektrokimia (menghitung E0 sel, reaksi reaksi pada sel volta dan sel eletrolisa, proses pelapisan logam) yang digunakan dalam kehidupan
4.8    Mengintegrasikan antara hasil perhitungan  E0 sel dengan proses yang terjadi dalam sel elektrokimia (menghitung E0 sel, reaksi reaksi pada sel volta dan sel eletrolisa, proses pelapisan logam) reaksi yang digunakan dalam kehidupan
12 JP
3.9     Menganalisis struktur, sifat senyawa hidrokarbon serta dampak pembakaran senyawa hidrokarbon terhadap lingkungan dan kesehatan serta cara mengatasinya
4.9    Mengatasi  dampak pembakaran senyawa hidrokarbon terhadap lingkungan dan kesehatan berdasarkan hasil analisis struktur, sifat senyawa hidrokarbon
12 JP
3.10 Menganalisis proses teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya
4.10 Mempresentasikan proses teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya.
6 JP
3.11     Menganalisis struktur, tata nama, sifat, penggolongan dan kegunaan polimer
4.11 Mengintegrasikan kegunaan polimer dalam kehidupan sehari hari dengan struktur, tata nama, sifat,  penggolongan polimer
9 JP
Total Jam Pelajaran
108

Satu tahun telah berlalu, semoga tahun yang akan datang dapat menyampaikan materi lebih baik lagi dan waktunya cukup.


Selasa, 05 Juni 2018

DIKLAT CARA MEMBUAT MASTER SLIDE DI POWERPOINT

Cara membuat master slide di powerpoint itu mudah. Di sekolah, saya dan teman-teman mengikuti diklat selama dua hari. Penyelenggara diklat ini adalah STMIK Duta Bangsa Surakarta.

Tujuan diselenggarakan diklat ini adalah agar guru bisa membuat media pembelajaran. Kami langsung praktik membuat master slide di powerpoint. Narasumber memberikan instruksi, kami tinggal klik-klik tombol sesuai perintah.

Narasumber hanya memberikan sedikit materi secara tertulis, selebihnya adalah praktik. Kami, saya dan teman-teman yang mengikuti diklat, sebagian berusia sekitar 50-an tahun. Hanya ada 2 orang teman yang usianya kurang dari 30 tahun. 

Oleh karena faktor usia inilah maka kami tidak bisa berlari untuk memahami materi yang disampaikan. Bagi saya, penyampaiannya terlalu cepat. Lebih-lebih di fotokopi materi tidak ada tutorial step by step. Bila kita sudah ketinggalan, maka harus menunggu lagi sampai narasumber mempersilakan kami bertanya.

Seandainya ada tutorial step by step, kami bisa mempelajari dengan membaca lalu memraktikkannya dan mencocokkan sesuai dengan gambar/hasil yang ada. Bila ada kekeliruan, kami tinggal mengulang pada tahapan yang hilang jejaknya. 

Saya termasuk yang ketinggalan tapi bisa mengejar karena teman saya yang masih muda mau menunjukkan tahap-tahap membuat master slide. Alhamdulillah, saya akhirnya bisa membuat master slide di powerpoint.

Sebenarnya, tidak ada pelajaran baru yang sulit. Bila kita mau mempelajari sedikit demi sedikit ilmu baru dengan ikhlas dan tidak mengeluh, Insya Allah akan berhasil.

Beberapa judul master slide berhasil saya buat. Saya juga memberikan gambar/foto sebagai pemanis. Setelah master slide jadi, tugas kami selanjutnya adalah menyimpan. 

Untuk media powerpoint, saya sering membuat dan saya gunakan saat mengajar. Hanya saja, slide yang saya buat masih slide normal bukan master slide. Master slide dibuat dan digunakan untuk presentasi karena lebih menarik dan lebih praktis untuk ditampilkan.

Dalam diklat ini setiap peserta harus mengumpulkan tugas untuk membuat master slide. Selain itu, ada 3 orang yang diberi tugas untuk mempresentasikan hasil diklat membuat master slide. Dari ketiga teman saya, salah satunya memang sudah pandai otak-atik powerpoint. Bahkan materi untuk presentasi saat PPDB juga dibuat teman saya dan sangat menarik.

Kali ini saya tuliskan sekilas diklat membuat master slide di powerpoint. Semoga besok saya bisa menulis cara membuat master slide step by step. 

Semoga bermanfaat.