Rabu, 15 Agustus 2018

Training Ngendorse Pakai Hati Persembahan Indscript Training Center

Training Ngendorse Pakai Hati

Bagi saya memenangkan lomba menulis itu rasanya ketiban rezeki, apalagi kalau hadiahnya adalah tiket masuk kelas Training. Saya mendapatkan dua tiket masuk kelas training, yang pertama adalah Training Motivasi dan yang kedua adalah Training Ngendorse Pakai Hati. Keduanya adalah pesembahan dari Indscript Training Center. Training ini berlangsung di FB Grup Tertutup.

Untuk Training Ngendorse Pakai Hati dimentori mbak Widyanti Yuliandari. Mbak Widya, panggilannya, merupakan blogger sejak 2008. Beliau memenangi belasan lomba blog, instagrammer, aktif bekerja sama dengan brand-brand besar baik blog maupun media sosial sejak tahun 2014.

Kalau mentornya saja sangat berpengalaman di bidangnya, tentu ilmu yang disampaikan juga tidak dangkal. Tentu saja ilmu yang kami terima sangat besar manfaatnya di kemudian hari. Nah, asyiknya mengikuti training ini selalu diberi tugas yang harus segera diselesaikan. Bagi saya, tugas tersebut saya kerjakan sebagai bentuk keseriusan saya mengikuti training.

Adapun kisi-kisi materi yang disampaikan dalam training ini adalah:
1.    Mengenal Potensi Endorse
2.    Persiapan Media
3.    Teknik Ngendorse
4.    Cara Mendapat Peluang Endorse
5.    Penggunaan Hastag
6.    Do and Don’t Saat Ngendorse
7.    Seluk Beluk Promote

Tujuh materi tersebut disampaikan secara sistematis dan penjelasannya sangat detail. Dari 7 materi yang disampaikan, ada 4 tugas yang wajib diselesaikan oleh tiap peserta, terutama latihan Ngendorse barang/jasa. Mbak Widya akan membedah satu persatu dari tugas yang sudah dikumpulkan oleh peserta training. Mbak Widya dengan sabar memberikan saran/masukan/kritik yang sifatnya membangun. Bagi saya, saran/masukan/kritik ini sangat membantu saya untuk lebih maju. Saya jadi tahu kekurangan saya.

Kalau ada hal-hal yang belum bisa dipahami, Mbak Widya akan memberikan contoh konkret. Pada setiap materi diadakan diskusi. Dalam diskusi, peserta sangat aktif dan tidak menyia-nyiakan waktu. Mungkin, kalau saya mengikuti kelas secara tatap muka akan tahu betapa ramainya suasana kelas dengan diskusi yang hidup.

Empat hari mengikuti training ini, saya merasa sangat puas karena saya bisa langsung ngendorse jasa Training Motivasi yang saya dapatkan. Alhamdulillah, setelah training selesai, saya diminta untuk ngendorse jasa/layanan hosting. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga. Ngendorse itu ada ilmunya. Ngendorse tidak hanya sembarangan menulis caption dan memberikan gambar ala kadarnya.

Penasaran dan ingin belajar ngendorse? Yuk, bergabung di Training Ngendorse Dengan Hati persembahan Indscript Training Center. Biayanya sangat terjangkau, bermanfaat dan setelah lulus dari training bisa menghasilkan materi dari ngendorse.

#NgendorsePakaiHati
#IndscriptTrainingCenter

Selasa, 14 Agustus 2018

Lautan Hosting Website Handal Termurah



Dua tahun terakhir, www.noerimakaltsum.com, menggunakan layanan dari LautanhostingTim.

Beberapa hari yang lalu,  blog saya mengalami masalah bila dibuka memakai laptop. Artikel langsung hilang.

Atas saran seorang teman, saya menghubungi admin Lautan Hosting. Alhamdulillah, admin merespon dengan cepat. Dalam waktu singkat, blog bisa saya buka kembali.

Lautan Hosting memang melayani dengan baik dan memuaskan.  Dengan keluar sedikit rupiah, ngeblog saya jadi lancar.

Rabu, 08 Agustus 2018

TABUNGAN EMAS DI PEGADAIAN DARI AMPLOP TERAKHIR


Selain tabungan uang, saya juga memiliki tabungan emas. Akan tetapi saya tidak menyimpan emas dalam bentuk fisik.. Saya menabung emas di pegadaian tapi saya belum mencetak dalam bentuk fisik, sebab saya merasa tidak aman untuk menyimpan emas di rumah.  

Isi dari “amplop terakhir” yang saya terima harus awet. Jangan sampai habis begitu saja. Akhirnya, saya menjatuhkan pilihan uang saya tabung di pegadaian dalam bentuk  tabungan emas. Alhamdulillah, tidak terasa tabungan emas yang saya miliki di pegadaian sangat membantu saat saya mengalami kesulitan keuangan.

Amplop terakhir tersebut berisi 706.500 rupiah. Ketika sampai di pegadaian, uang tersebut saya tambahi menjadi 708.000 rupiah. Saat ini harga beli emas di pegadaian adalah 5.940 rupiah per 0,01 gram emas. Dari 708.000 tersebut, saya mendapatkan emas sebanyak 1,1919 gram (seharga 707.989 rupiah). Benar-benar lega setelah uang dari amplop terakhir bisa saya simpan dengan aman.

Bagi Anda yang belum memiliki tabungan emas, silakan menabung emas di pegadaian mulai sekarang. Menabung emas di pegadaian sangat mudah dan jumlah uang yang kita tabung jumlahnya tidak mengikat. Selain itu, kita bisa mengambil uang dari tabungan emas tersebut. Bila kita bisa secara rutin (konsisten) menabung emas, Insya Allah kita akan mendapatkan keuntungan.

Selasa, 07 Agustus 2018

BAHAGIA VERSI SAYA

Masih di Yogyakarta, 6 Agustus 2018


Hari kedua di Yogyakarta ini saya akan menghadiri undangan untuk orang tua/wali mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Selain undangan dari universitas, saya juga harus menghadiri undangan dari Fakultas Pertanian.


Oleh karena acaranya resmi, saya tidak bisa mengajak si kecil ke kampus. Si kecil saya titipkan pada keponakan saya.


Sebelum masuk Grha Sabha Pratama, saya sempatkan untuk mengambil gambar mahasiswa baru mengikuti masa pengenalan di lapangan depan GSP.


Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan karena Allah telah menitipkan banyak nikmat.


Nah. Kali ini saya akan menyampaikan bahagia versi saya.


Bahagia versi saya: bahagia itu adalah bisa tetap bersyukur di saat kena musibah dan bersabar ketika mendapatkan nikmat yang banyak.


Bersyukur di saat mendapatkan nikmat yang banyak, itu sudah biasa. Akan tetapi masih tetap bersyukur saat terkena musibah, itu luar biasa.


Sabar saat mendapatkan musibah, itu wajar. Tapi sabar saat mendapatkan nikmat yang banyak, ini luar biasa. Sementara itu ada sebagian orang justeru malah kufur, tidak bersyukur saat mendapatkan banyak nikmat.


Kalau sudah berhasil melalui tahap-tahap bersyukur dan sabar, saya merasa sangat bahagia. Inilah cara berbahagia saya.


Terima kasih buat mbak Diah Octivita Dwi Purwanti Aiko Ara Wati Fitri Agustin Terima kasih atas ilmu dan waktu untuk berdiskusi. Semoga ilmu yang telah disampaikan bisa saya manfaatkan/praktekkan.


#day5
#superwomanbahagia
#superwomanagustus
#UpGREATdiri
#UpGREAThati

SAYA PEMAAF DAN SENANG BERDISKUSI


Yogyakarta, 5 Agustus 2018


Hari ini saya berada di kota kelahiran Yogyakarta karena sedang kangen pada orang tua dan saudara-saudara.


Saya tetap harus mengerjakan tugas dengan baik. Tugas yang diberikan oleh mentor ini semoga bisa memotivasi saya konsisten menulis


Terima kasih buat mbak Diah Octivita Dwi Purwanti Aiko Ara Wati Fitri Agustin , saya masih menunggu diskusinya


Kali ini yang akan saya sampaikan mengenai konsep diri.


Konsep diri adalah bagaimana seseorang mengkondisikan dirinya, mengenal dan memahami kelebihan dan kekurangannya dengan sama baiknya dan mampu menyikapinya secara tepat.


Konsep diri dibagi menjadi 2 aspek, yaitu aspek internal dan eksternal (cara menjalin hubungan dengan luar).


Salah satu aspek internal pada diri saya adalah pemaaf. Saya mudah memaafkan orang lain yang berbuat salah pada saya baik disengaja maupun tidak. Saya juga tidak segan menyapa orang yang telah menyakiti saya. Bagi saya, saya tidak nyaman bila menghadapi situasi "saling diam" ketika ada kesalahpahaman. Seorang teman pernah bilang, "Ibu, njenengan tidak gengsi menyapa lebih dulu pada orang."
Bagi saya, tidak bertegur sapa rasanya kok tidak nyaman.


Nah, untuk cara menjalin hubungan dengan luar, salah satunya dengan berdiskusi/musyawarah. Saya bukan tipe orang yang suka memaksakan kehendak/pendapat saya kepada orang lain. Bila dalam diskusi/musyawarah diambil suatu kesepakatan, maka saya akan menerima suatu keputusan dengan penuh tanggung jawab.


Sebenarnya banyak aspek internal dan eksternal yang akan saya tulis. Berhubung lagi mudik dan nulisnya juga sambil ngobrol, maka hari keempat ini tulisan saya tidak panjang-panjang.


#day4
#superwomanbahagia
#superwomanagustus
#UpGREATdiri
#UpGREAThati

SKALA KESEHARIAN


Terima kasih buat mbak Diah Octivita Dwi Purwanti Aiko Ara Wati Fitri Agustin . Hari ketiga ini saya akan menuliskan skala keseharian saya.
Mulai sekarang, saya harus belajar setiap hari untuk menuliskan skala keseharian. Sebenarnya apa manfaat skala keseharian itu?


Skala keseharian bermanfaat untuk mengontrol apakah kinerja kita sudah sesuai dengan tujuan yang ingin kita capai.


Skala keseharian bisa dilihat dari:
1. Kebahagiaan kita
2. Target
3. Daily Activities
4. Evalusi


Dari 4 parameter tersebut, alhamdulillah saya bisa mencapai skala harian 8. Saya bisa melakukan banyak kegiatan dengan sukses, terutama menyambut siswa-siswa (tamu) yang datang ke rumah dan memuliakan mereka. Saya bahagia dengan kedatangan tamu-tamu istimewa tersebut dan mereka juga merasa puas.


Meskipun mereka sudah bukan murid saya lagi, tapi saya tetap memperlakukan mereka sama seperti ketika mereka menjadi murid saya.


Selain itu, saya bisa mengawasi si kecil dengan baik meskipun di rumah tidak ada yang menemani momong.


Oleh karena kegiatan saya padat, saya belum bisa memosting tulisan di blog.


Saya tetap merasa bahagia meskipun target menulis satu hari satu post belum terpenuhi.


Catatan untuk besok : berkonsultasi (menemui) seorang pengacara


#day3
#superwomanbahagia
#superwomanagustus
#UpGREATdiri
#UpGREAThati

SUKSES ITU BISA MEMAAFKAN DAN BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI

Terima kasih buat mbak Diah Octivita Dwi Purwanti Aiko Ara Wati Fitri Agustin. Hari kedua ini saya akan menuliskan arti sukses.

Menurut beberapa teman diskusi,
1. Sukses adalah bisa mewujudkan apa yang kita cita-citakan (Anne)
2. Sukses itu bisa berbagi manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain (Ima)
3. Sukses adalah orang lain bisa bahagia dan terinspirasi dengan usaha yang saya lakukan. Just do it (Jar)
4. Sukses berasal dari dalam diri kita. Kunci utama kesuksesan adalah kebahagiaan sedangkan untuk bahagia salah satu syaratnya adalah memaafkan dan berdamai dengan diri sendiri (Diah)

Kalau saya mengacu pada pendapat mbak Diah Octivita Dwi Purwanti, Sukses berasal dari dalam diri kita. Kunci utama kesuksesan adalah kebahagiaan sedangkan untuk bahagia salah satu syaratnya adalah memaafkan dan berdamai dengan diri sendiri, sebenarnya saat ini saya sedang menjalaninya.

Meskipun kondisi saya beberapa hari terakhir berbeda dengan yang lalu, tapi saya tetap merasa bahagia. Saya bahagia meskipun kenyataannya menghadapi suatu masalah yang tidak bisa dibilang remeh. Namun demikian, saya memang harus berdamai dengan masalah yang saya hadapi.

Hampir tiga tahun saya menunggu dan menunggu suatu keputusan "dari sebelah pihak". Pada akhirnya suatu putusan tidak adil itu dijatuhkan. Saya telah memaafkan orang yang memperlakukan saya tidak adil walaupun orang-orang tersebut tidak minta maaf.

Saya selalu berpikiran positif, sesuatu yang terjadi pada saya, semua sudah diatur oleh-Nya dan saya harus berdamai dengan keadaan ini. Alhamdulillah, suami dan anak-anak memberikan motivasi. Orang-orang yang berada di sekeliling saya juga memberikan dukungan pada saya sehingga bagi saya tidak ada alasan memiliki pikiran negatif. Saya harus bangkit. Saya harus sukses, saya harus bisa memaafkan dan berdamai dengan diri sendiri.

Ilmu yang baru ini benar-benar membuat suasana hati saya semakin tenang.

#day2
#superwomanbahagia
#superwomanagustus
#UpGREATdiri
#UpGREAThati

PENGALAMAN IKUT TRAINING KELAS UPGREAT SUPERWOMAN AGUSTUS

Alhamdulillah, saya mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu (secara gratis) hadiah dari mengikuti lomba 8 tahun HUT IIDN.

Hari pertama mengikuti training motivasi ini, saya benar-benar dibuat melongo, kaget dan kagum.


Pertama, adminnya benar-benar tidak diragukan lagi kemampuannya, wawasannya yang luas, pengalamannya banyak dan cara penyampaiannya luar biasa. Di kelas ini materi disampaikan oleh mentor secara sistematis dan logis. Penyampaian materi step by step, sehingga mudah diikuti. Beberapa latihan yang harus dikerjakan membuat saya termotivasi untuk "menampilkan" diri saya.

Kedua, interaksi beberapa arah antara mentor dan peserta membuat diskusi setelah penyampaian materi bisa hidup.

Ketiga, dari diskusi yang berjalan, saya bisa mengambil pelajaran bukan hanya dari mentor saja melainkan dari peserta yang lain.

Keempat, sangat fleksibel mengikuti kelas ini.

Berada di kelas ini, meskipun tidak melalui tatap muka tapi rasanya bisa mengenal satu dengan yang lain melalui diskusi yang hidup.

Terima kasih buat mbak Diah Octivita Dwi Purwanti Aiko Ara Wati Fitri Agustin. Semoga nanti dapat ilmu baru lagi setelah diskusi

#day1
#superwomanbahagia
#superwomanagustus
#UpGREATdiri
#UpGREAThati

Minggu, 29 Juli 2018

RUMAH POHON DI HALAMAN RUMAH

Setelah Dhenok diantar Ayah ke Yogyakarta untuk menempuh studi lebih tinggi, kini tinggallah saya, suami dan Thole yang ada di rumah. Ketika Dhenok masih kecil dan belum memiliki adik, saya mengawasi Dhenok sedemikian rupa. Oleh karena rumah kami berada di tengah sawah maka pengawasan kami pada Dhenok sangat ketat. Bila orang lain mengatakan biarlah anak-anak bermain sendiri di halaman rumah. Bagi saya tidak seperti itu. Sekitar rumah masih banyak binatang berbahaya seperti ular (baik yang tidak berbisa maupun yang berbisa), serangga atau mamalia. Kini saya memperlakukan Thole sama dengan perlakuan saya pada kakaknya.

Sepulang dari taman penitipan anak, saya memaksa Thole untuk tidur siang. Setelah bangun, biasanya Thole bermain bersama anak-anak tetangga seusianya. Mereka sering bersepeda keliling sawah dekat rumah. Bahagianya anak-anak adalah bisa bermain menjelang senja.

Bila saya libur alias tidak mengajar, sebisa mungkin saya dampingi Thole beraktifitas. Kini saya lebih leluasa menemani Thole bermain di luar rumah. Kebetulan, setelah pulang sekolah, teman saya dan anaknya  (namanya Zu) datang ke rumah. Kami sangat akrab. Thole juga bisa dekat dengan Zu.

Thole dan Zu bermain air. Setelah itu Thole dan Zu memanjat pohon mangga dan duduk di atas cabangnya. Pohon mangga di halaman rumah cukup besar dan rindang. Di bawah pohon mangga terasa teduh.


Nemu pemandangan kayak gini kok bahagia. Ternyata bahagia itu sederhana. Hanya bincang-bincang ringan dengan anak-anak di atas pohon mangga.


Hari ini agenda Thole adalah membuat rumah pohon. Simbok itu memang kudu memahami ide-ide Thole yang thes thes.


Beruntung simbok itu hatinya seluas samudra yang tidak akan marah walaupun lelah ngawasi Thole. Yang penting Thole tidak cuma pegang hape.


Yang di atas pohon mangga itu bukan #kahfinoer. Beliau adalah teman yang sengaja datang ke rumah. Bersama putrinya, mereka nyaman dan ngantuk di atas pohon.


Mungkin tidak perlu rumah pohon. Cukup disediakan tempat duduk panjang dan lebar di bawah pohon. Dijamin liyer liyer ngantuk.

Setelah teman saya dan Zu pulang, Thole kembali beraksi. Ambil kayu, paku dan palu. Tempel kayu di sana sini lalu dipasangi genteng. Katanya,”Rumah pohon, Ma.”
Anak itu cukup nalar juga. Yang diduduki tetap batang besar bukan kayu yang dipaku. Sambil bersandar di batang, Thole mulai bercerita. Simbok hanya bisa menatap wajahnya dengan rasa haru.

Karanganyar, 29 Juli 2018

Sabtu, 28 Juli 2018

KERIPIK TALES PENAMBAH PENGHASILAN

Hari Rabu yang lalu, teman suami dari Jatipuro datang pada sore hari mengantarkan keripik tales pesanan suami. Kebetulan suami sedang berada di Yogyakarta mengantar Dhenok. Jadilah, saya menemui teman suami dan menerima pesanan suami. Oleh karena saya belum mendapatkan info apa-apa dan rupanya teman suami memaklumi, beliau terus pulang dan kapan-kapan akan bertemu suami.

Setelah teman suami pulang, saya bermaksud mengirim pesan pada suami. Saya membuka hape, ternyata suami mengirimkan sebuah pesan pada saya. pesan itu dikirim saat saya berada di perjalanan. Jadi saya tidak tahu kalau suami mengirim pesan.

Pesan suami: saya diminta untuk membayar keripik.

Ya Allah, kok begini ceritanya? Orangnya kan sudah pulang. Akhirnya suami bilang kalau sudah sampai Karanganyar, nanti bisa bertemu temannya dan keripik  akan dibayarnya.

00000

Sore ini, saya diajak suami ke rumah temannya yang berjualan keripik. Meskipun teman suami sedang ke Ponorogo, kami tetap berangkat ke Jatipuro.dan ditemui istrinya. Alhamdulillah, perjalanan kami berjalan dengan lancar.

Teman suami dan istrinya memiliki usaha sampingan produksi keripik tales dan memasarkannya. Sebelumnya, teman suami kerja sampingannya adalah menitipkan roti ke warung-warung selama 5 tahun. Oleh karena pekerjaan ini cukup berat, maka teman suami terserang penyakit hernia dan harus operasi. Setelah operasi hernia, teman suami terserang sesak nafas.

Teman suami banting stir, lalu membuat keripik tales. Usahanya berkembang dan teman suami sehat wal afiat. Teman suami memiliki 8 anak. Anak yang pertama lulus kuliah dan yang ragil 9 tahun.

Seperti biasa, saya langsung akrab dengan teman suami atau istri teman suami (pokoknya Ibu-ibu). Bagi saya ngobrol ringan dengan Ibu-ibu lebih mudah daripada ngobrol dengan Bapak-bapak.

Konon, katanya bahan baku keripik tales didapatkan dari petani langsung. Petani mengantarkan tales tersebut ke rumah teman suami atau mereka bertemu di pasar terdekat.

Melakukan usaha apapun bisa menambah penghasilan. Asal ada kemauan, pasti ada jalan. Seperti yang dilakukan teman suami, untuk menambah penghasilan, beliau dan istri membuat keripik tales dan memasarkannya. Mungkin keuntungannya tidak seberapa tapi bisa untuk menambah penghasilan dan bisa mencukupi kebutuhan keluarga besarnya.

Semoga bermanfaat.
Karanganyar, 27/28 Juli 2018

Kamis, 26 Juli 2018

MENABUNG UNTUK MELUNASI ONH


 Mendekati tahun 2020, saya dan suami harus konsisten menabung. Selama ini, kami menabung dalam bentuk rupiah dan emas. Tabungan emas bukan burupa emas fisik. Saya menabung emas di Pegadaian terdekat.

Tabungan ini saya niatkan untuk melunasi ONH. Semoga Allah memberikan kemudahan pada kami untuk melunasi ONH dan bisa berangkat sesuai rencana. Akan tetapi apabila Allah menghendaki kami segera berangkat, Alhamdulillah alangkah senangnya kami. Kami sangat bersyukur.

Saya dan suami bukan tipe orang yang suka membeli barang yang tidak kami butuhkan. Kami sangat selektif dalam pemilihan barang. Barang-barang yang tidak kami butuhkan, tidak kami beli.

Kami menyimpan uang agar kehidupan kami lebih nyaman. Setelah dihitung-hitung secara cepat, Insya Allah uang kami cukup.

Bagi Anda yang memiliki niat untuk melaksanakan ibadah haji, saya doakan semoga Allah memberikan kemudahan-kemudahan untuk Anda. Bila Anda belum memiliki dana yang cukup untuk membayar setoran (mendapat porsi), sebaiknya menabung terlebih dahulu.

Jangan malu menabung dalam jumlah sedikit. Simpanlah uang sedikit demi sedikit, setelah terkumpul banyak, maka uang tersebut belikan emas. Demikian seterusnya, maka tak terasa Anda bisa mendapatkan porsi dari tabungan tersebut.

Banyak orang yang awalnya hanya berniat naik haji tapi tidak memiliki uang yang cukup. Dengan niat karena Allah dan gemar menabung, semua akan dimudahkan.

Bila Anda belum menabung, saya mengajak Anda untuk segera menabung. Semoga Allah memudahkan urusan kita, Amin.

Karanganyar, 26 Juli 2018

YOGYAKARTA BERSEPEDA GEMBIRA

Goa Selarong



Kalau sekarang lagi marak orang-orang memamerkan foto gowes di sosmed, bagi saya  itu biasa saja. Saya bukan menyoroti fotonya, melainkan acara gowesnya. Gowes dengan sepeda mahal, kostum mahal, sepatu, helm dan asesoris yang tidak murah.

Tahun 80-an, remaja-remaja Yogyakarta (khususnya Yogya Kota, seperti saya) sudah melakukan gowes bareng teman-teman atau lebih dikenal dengan istilah bersepeda gembira. Bersepeda gembira disematkan pada kegiatan ini karena memang naik sepeda bareng-bareng ini dilakukan dengan perasaan gembira. Ada yang memakai sepeda mini, sepeda jengki, sepeda kebo (sepeda zaman dulu), sepeda balap dan sepeda model BMX.

Bersepeda gembira biasa dilakukan saat mengisi libur panjang. Bersepeda gembira memiliki lokasi yang akan dituju, bukan asal bersepeda ramai-ramai. Lokasi yang dituju misalnya Pantai Parangtritis, Pantai Samas, Pantai Trisik, Kebun Binatang Gembira Loka, Makam Raja-raja Mataram (Imogiri), Gua Selarong dan lain-lain.

Oleh karena yang dituju adalah tempat wisata maka sampai lokasi ada acara makan-makan juga. Hanya saja, acara makan-makan besar tidak disediakan panitia. Kami harus beli sendiri-sendiri. Konsumsi yang disediakan panitia, biasanya berupa buah dan sambal lotis. Untuk kudapan, panitia menyediakan yang praktis-praktis saja, berupa kacang godhog.

Bersepeda gembira adalah berwisata murah meriah dengan menyesuaikan kantong remaja zaman old. Biaya/iuran yang dikumpulkan tidak terlalu mahal, cukup untuk membayar tiket masuk dan menyediakan lotis. Kami tak memerlukan bensin/BBM.

Zaman now, keseruan kami bersepeda gembira bisa dikatakan travelling. Ada beberapa dokumentasi yang  tersimpan rapi di rumah.   

Bersepeda gembira ke tempat wisata ternyata sudah kami lakukan sejak dulu (saya SMP). Dengan biaya murah meriah, kami telah mendapatkan hiburan menyenangkan. Kalau dahulu saya sudah sering bersepeda ke tempat wisata dekat-dekat rumah, tidak ada salahnya kalau saya meneruskan kebiasaan tersebut.

Hanya saja, bila di Karanganyar saya tidak bisa melakukan bersepeda gembira ke obyek wisata. Tentu akan merepotkan saya sendiri sebab di Karanganyar, sebagian obyek wisata berada di tempat-tempat yang tinggi. Bisa LEMPOH kaki saya bila memaksakan diri bersepeda gembira ke Grojogan Sewu.

Ayo bergembira, ayo berwisata dan ayo bersuka cita!

Karanganyar, 26 Juli 2018

Rabu, 25 Juli 2018

TIAP ANAK PUNYA POTENSI (KREASI)



Tiap anak memiliki potensi. Sebagai orang tua seharusnya tidak boleh menuntut anak-anaknya menonjol di bidang akademik. Orang tua harus tahu potensi putra-putrinya. Apabila orang tua sudah mengetahui potensi anak, orang tua diharapkan memberikan dukungan agar potensi anak bisa berkembang.

Jangan sampai orang tua terlambat mengetahui potensi anak atau bahkan tidak tahu sama sekali. Bisa jadi anak memiliki kreatifitas yang tidak dimiliki anak lainnya. Bisa juga anak memiliki hobi membuat kerajinan yang bisa mendatangkan uang. Orang tua bisa memberi fasilitas kepada anak-anaknya.

Salah satu hobi anak membuat kerajinan tangan, misalnya membuat kerajinan dari kain flannel. Kain flannel bisa dibuat boneka, kantung hp, dompet alat tulis, dompet koin, dan lain-lain. Untuk menunjang hobi yang satu ini, tidak diperlukan biaya yang besar. Apabila benda-benda yang dihasilkan  kualitasnya baik, maka benda tersebut bisa dijual.

Yuk, berkreasi dengan kain flannel!
Karanganyar, 25 Juli 2018

Selasa, 24 Juli 2018

MENGURANGI PORSI MAKAN AGAR BERAT BADAN TETAP IDEAL


Akhir-akhir ini banyak postingan di sosmed yang saya baca tentang BB ideal wanita sholehah. Entah itu sifatnya hanya bercanda atau tidak, bagi saya pribadi tidak perlu untuk dibahas.

Sejak kecil, berat badan saya selalu berada di bawah standar BB ideal. Saya kelihatan sangat kurus. Akan tetapi saya tetap sehat dan ceria. Berbadan kurus bukan berarti sakit-sakitan. Mungkin karena memang badan saya tidak bisa gemuk sehingga makan seberapa pun tetap saja tidak gemuk.

Saat menikah, BB dan tinggi badan saya juga belum seimbang. Setelah menikah kemudian hamil, saya membaca-baca buku yang diberikan oleh bidan. Saya sangat memperhatikan pada hal lingkar lengan atas minimal pada saat hamil sampai akan melahirkan. Ukuran lingkar lengan atas ini menunjukkan BB Ibu hamil tidak terlalu kurus.

Alhamdulillah, pada usia kandungan 8 bulan, BB saya mencapai 57 kg. Itu artinya ada kenaikan BB sebesar 18 kg. Berarti BB saya ketika menikah berapa dong? Silakan dihitung sendiri.

Setelah saya melahirkan, menyusui, kurang tidur pada malam hari, BB saya turun drastic. Bahkan saat anak saya semakin besar, BB saya bertahan maksimal pada angka 45. Setelah memiliki anak dan kurang tidur, saya sering terserang tekanan darah rendah.

Ketika hamil anak saya yang kedua, BB saya hanya naik sekitar 6-7 kg. Setelah anak kedua lahir, menyusui dan kurang tidur pada malam hari, BB saya sekitar 47 kg. prinsip saya, yang penting saya sehat dan tidak gampang sakit.

Setelah anak saya yang kedua sudah semakin besar, sekarang BB saya di atas 50 kg dan kondisi saya sehat. Meskipun saya sudah merasa gemuk (berdasarkan ukuran baju lama yang semakin kekecilan), di mata orang lain saya tetap kelihatan langsing.

00000

Saya tidak terpengaruh pendapat orang tentang BB. Bagi saya, yang penting saya sehat. Mau dibilang kurus, gemuk, sholehah atau tidak sholehah yang penting saya sehat dan beribadah secara istiqomah. Bilamana BB saya dianggap berlebihan dan saya termasuk kategori (bukan istri) sholehah, saya cukup tersenyum.

Menjadi istri sholehah bukan diukur berdasarkan BB. Misalnya BB saya lebih dari 50 dan dianggap gemuk, berarti saya bisa menunjukkan kalau suami benar-benar “ngopeni” makan saya. Perlu diketahui, setelah memiliki dua anak, saya sering nyinden “EMAN-EMAN”.

Nasi di mejikom tinggal sedikit, eman-eman kalau dibuang. Anak makan berat tidak habis (tinggal sedikit), eman-eman kalau dibuang begitu saja. Tahu, tempe, bakwan dan camilan lain tinggal seciul, eman-eman untuk diberikan pada ayam. Karena sering nyinden inilah, BB saya dapat dikatrol naik.

Oleh sebab itu, wajar bila saya tidak perlu mengkonsumsi makanan penambah nafsu makan. Saya cukup makan secara teratur dengan porsi secukupnya. Saya tidak memaksakan diri untuk langsing dengan BB kurang dari 50 kg.

Saya kira wajar-wajar saja bila perempuan pernah hamil dan melahirkan (apalagi kalau anaknya banyak), BB-nya akan naik dan tubuhnya gemuk. Bila Ibu-ibu lebih percaya diri bila tubuhnya langsing, maka boleh menjalani diet asal tidak terlalu ketat. Jangan sampai diet kebablasan sehingga tubuh menjadi kurus kering dan tidak sehat.

Semoga bermanfaat.
Karanganyar, 24 Juli 2018