Jumat, 14 Desember 2018

MEMBURU BUKU MURAH DI PAMERAN BUKU

MEMBURU BUKU MURAH DI PAMERAN BUKU

Saya paling suka membaca buku-buku ringan, dengan ketebalan sedang. Biasanya buku yang saya beli menjadi bahan untuk menulis setelah dibaca. Tentu saja buku-buku tersebut sudah sesuai dengan selera saya. Saya tidak memaksakan diri membeli buku yang berbau politik, karena saya tidak suka politik. 

Apabila membeli buku di toko buku bonafid, tentu harus merogoh kantong paling dalam. Berlembar-lembar rupiah bakalan keluar tanpa terasa. Namun, sekarang saya lebih suka membeli buku saat ada pameran buku. Di sana, buku-buku berkualitas dijual murah. Kalau sudah seperti itu, rasanya ingin memborong.

Di Karanganyar sering ada pameran buku. Bila ingin mendatangi tempat diselenggarakan pameran, saya harus membawa uang saku yang cukup. Cukup untuk membeli buku dan cukup untuk membeli makanan setelah jalan-jalan.

Ketika mendatangi pameran buku, saya perlu teman agar tidak repot mengawasi si kecil yang gampang bosan. Kadang-kadang saya harus berangkat mengunjungi pameran buku sendiri daripada mengajak si kecil. Si kecil tinggal dibelikan buku sesuai usianya saja. 

Sebagai seorang yang memiliki hobi menulis, tentu membaca buku harus dijadikan "makanan wajib" untuk menambah wawasan. Dengan membaca buku, maka akan ada ide yang bisa ditulis. Dengan membaca buku, artinya saya menjaga kualitas tulisan. Sedapat mungkin apa yang saya tulis memberikan manfaat bagi orang lain. 

Liburan semester telah tiba. Waktunya menambah koleksi buku, sehingga liburan tidak hanya bengong, melainkan ada kegiatan membaca. 

Mumpung libur semester ini bertepatan dengan musim hujan, alangkah tepatnya bila saya menambah bacaan tentang bercocok tanam. Aha, Majalah Trubus sangat cocok menemani liburan saya kali ini. Kebetulan saya membeli Majalah Trubus saat pameran berlangsung. Harganya murah, hanya lima ribu rupiah saja. 

Semoga buku-buku yang sudah ada di rak bisa saya baca semua. Saya punya prinsip, buku tidak hanya dibeli, melainkan wajib dibaca juga! 

Kamis, 13 Desember 2018

KALUNG MANIK-MANIK

KALUNG MANIK-MANIK



Setelah PAS, si kecil mendapatkan tugas untuk membuat kerajinan sesuai jadwal. Hari pertama membuat kalung atau  gelang dari manik-manik. Bila tidak memiliki manik-manik, bisa diganti dengan sedotan. Hari kedua membuat hiasan dari sabun mandi. Hadi ketiga membuat tempat pensil dari botol bekas air mineral.

Saya menyiapkan sedotan yang telah dipotong kecil-kecil. Saya memberi contoh pembuatan kalung dan gelang dari sedotan. Sedotan warna-warni ini dironce secara berselang-seling. Meskipun hanya terbuat dari sedotan, ternyata hasilnya juga baik. 

Saya ingat, Dhenok punya manik-manik yang ditaruh di dalam wadah. Kebetulan Dhenok suka membuat kerajinan tangan dan dijual. Bersyukur, saya menemukan manik-manik tersebut. Sepertinya cukup untuk membuat satu kalung dan gelang seukuran si kecil.

Saya memperlihatkan cara meronce manik-manik hingga menjadi gelang. Saya hanya memberi contoh cara meronce. Selebihnya, si kecil saya minta untuk membuat sendiri. Pulang dari sekolah si kecil menunjukkan gelang buatannya. Meskipun tidak rapi, saya tetap memberikan apresiasi. Saya menghargai gelang buatannya dan usahanya. Sebagai anak laki-laki, tentu usahanya luar biasa.

Kok saya jadi pingin membuat kalung manik-manik. Kebetulan masih banyak manik-manik yang ada di dalam wadah. Yuk, buat kalung manik-manik sendiri. Selain biayanya tidak mahal, kegiatan ini sangat menyenangkan.



Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah benang elastis, manik-manik, dan gunting. Cara membuat yaitu dengan meronce atau memasukkan benang ke dalam lubang manik manik sesuai selera. Hasilnya bagus, loh. Boleh dipraktikkan untuk mengisi waktu luang. Kalau kegiatan ini ditekuni akan memberikan penghasilan.

Rabu, 12 Desember 2018

TAHUN BARU BEBAS SAMPAH

TAHUN BARU BEBAS SAMPAH

Di Monas 212 kemarin acara usai, Monas dan sekitarnya bisa bersih. Padahal ada jutaan orang di sana. Dengan kesadaran penuh, tiap orang mengamankan sampahnya sendiri.

Apabila malam tahun baru di kota, setiap orang memiliki kesadaran penuh untuk mengamankan sampahnya sendiri, maka setelah acara usai kota akan bersih seperti semula.

Bawalah plastik untuk menyimpan sampahnya sendiri. Jadilah warga yang bertanggung jawab terhadap kebersihan kotanya. Perilaku demikian berawal dari rumah sendiri.

#VolumeSampahTidakNaik
#kahfinoer

Senin, 10 Desember 2018

Wahai Anak Kos, Konsumsilah Makanan Sehat!

Wahai Anak Kos, Konsumsilah Makanan Sehat!

Waktu masih menjalani studi, saya tidak pernah indekos. Selama itu saya tinggal bersama orang tua. Oleh karena keadaan ekonomi saat itu pas-pasan, soal makan orang tua juga tidak bisa menyiapkan makanan secara berlebihan. Alhamdulillah, meski dengan menu seadanya, tapi kami bisa makan hingga mampu menegakkan tulang kami. 

Setelah menikah, selama dua tahun saya dan suami tinggal di rumah mertua. Namun, untuk makan sehari-hari, kami tetap mengusahakan sendiri. Kami tidak berlebihan dalam makan, secukupnya saja.

Kini, setelah anak perempuan saya melanjutkan studi di luar kota dan tinggal di rumah kakak saya, dia harus bisa mandiri. Dhenok harus bisa mengatur keuangan yang dipegangnya. Dia harus bisa membagi uang saku sebulan dari kami (orang tua) untuk transport, makan, keperluan sehari-hari, dan untuk kepentingan kuliah.

Saya sering mengingatkan pada Dhenok untuk makan secara teratur. Mengapa saya harus mengingatkannya soal makan? Barangkali ada yang bilang, anak sudah besar kok diatur-atur soal makan. Saya lebih tahu keseharian Dhenok saat di rumah. Dia makan dengan cara suka-suka dia, makan tidak teratur. Tiap hari saya mengingatkan soal makan.

Dhenok tinggal di rumah kakak saya (depan rumah orang tua). Kebetulan rumah kakak dihuni oleh 3 orang mahasiswi, Dhenok dan 2 orang keponakan saya kakak beradik. Ketiganya kuliah di Universitas Gadjah Mada. Ketiganya mengusahakan makan sendiri sesuai selera. Hanya saja, tiap hari mereka menanak nasi untuk dimakan bersama.

Pesan saya pada Dhenok adalah makan secara teratur, paling tidak 2 kali sehari. Konsumsilah makanan yang bergizi, terutama mengandung sayuran. Tidak lupa rutin makan buah, misalnya pepaya. Kebetulan di dekat rumah terdapat warung. Warung tersebut menjual sayuran, lauk mentah dan matang, buah, bumbu, sembako, dan kebutuhan sehari-hari. Jadi, kalau tidak sedang sibuk, Dhenok bisa berbelanja dan masak sendiri. Lebih irit, bukan?

Bila sesekali membeli makanan yang "aneh-aneh" misalnya seblak, steak, dan lain-lain, juga tidak masalah. Yang penting, tiap hari mengonsumsi makanan yang sehat. 

Sebagai orang tua, saya wajib mengarahkan Dhenok soal makanan. Komunikasi lewat WhatsApp saya manfaatkan dengan baik. Bukan hanya banyak memberikan nasihat, tapi benar-benar berbagi seperti ketika Dhenok tinggal di rumah. 

Setiap dua minggu sekali, saya mudik sekaligus bertemu dengan Dhenok. Saat itulah  saya menunjukkan pengalaman berharga padanya. Saya tidak ingin dicap Ibu yang suka memberi ceramah tapi minim praktik/pengalaman. Setiap  bertemu Dhenok, saya memiliki kesempatan memasak sayur, lauk, dan menyiapkan makanan yang bergizi dan menyehatkan. 

Tulisan ini bukan hanya untuk Dhenok semata, melainkan untuk anak kos pada umumnya. Wahai anak kos, konsumsilah makanan sehat! Ingat, sehat itu mahal harganya! Jangan sampai jatuh sakit karena mengonsumsi makanan sembarangan yang tak memiliki nilai gizi!

Bersyukurlah, Maka Allah Akan Menambah Nikmat

Bersyukurlah, Maka Allah Akan Menambah Nikmat

Kadang-kadang kita meremehkan sesuatu yang kecil dan dianggap tidak memiliki manfaat. Bisa jadi kita tidak membutuhkan barang-barang kecil dan tidak memiliki nilai jual, tapi di sana ada orang yang membutuhkan apa yang kita remehkan. Berhentilah meremehkan hal-hal yang kecil. Mungkin kita banyak mengeluhkan keadaan sekarang. Berhentilah mengeluh dan perbanyaklah bersyukur. Bersyukur tidak memerlukan syarat. 

Apabila kita mudah bersyukur, maka hal sekecil apa pun bisa kita syukuri. Banyak bersyukur membuat kita tidak mudah mengeluh. Target-target yang kita pasang terlalu tinggi, maka turunkanlah agar mudah untuk diraih. Apabila target belum bisa diraih, maka tetaplah bersabar dan tetap bersyukur.

Sebenarnya, banyak hal yang bisa kita syukuri. Pertama adalah badan yang sehat dan keluarga yang bahagia. Keduanya adalah aset yang wajib kita syukuri. Jangan meremehkan kesehatan kita, sebab sehat itu mahal harganya. Demikian pula dengan keluarga yang bahagia, karena tidak semua keluarga memiliki kebahagiaan meski bergelimang harta. 

Yang kedua adalah rezeki yang kita terima hari ini. Sedikit atau banyak rezeki yang kita terima, tidak sepenuhnya mempengaruhi kualitas hubungan di dalam keluarga. Berapa pun jumlahnya, rezeki yang kita terima harus disyukuri. Sedikit atau banyak, yang penting keberkahannya. Dari rezeki yang kita terima ini, seberapa banyak bisa memberikan manfaat bagi orang lain? Apalah artinya harta benda berlimpah bila hanya disimpan di rumah. Apalah artinya kita bisa makan kenyang, sementara tetangga kita ada yang mengencangkan ikat pinggang karena lapar. Untuk itulah berbagilah dengan apa yang kita miliki. Jangan takut miskin setelah kita membagikan harta benda. Jangan takut kelaparan bila kita telah berbagi makanan. Insya Allah, Allah telah menjamin hidup kita. 

Bila kita bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat kepada kita. Apabila kita kufur maka apa yang kita miliki tidak ada gunanya dan Allah akan mencabut keberkahannya, mengurangi nikmat-nikmat yang diberikannya. 

Minggu, 09 Desember 2018

INGIN HUBUNGAN DENGAN ANAK TERJALIN BAIK? LAKUKAN 3 HAL INI!

Seperti biasa, saya menjemput si kecil di penitipan anak. Sampai di lokasi, saya diminta oleh pengasuh anak mengikuti diskusi Parenting. Kebetulan si kecil masih kerasan bermain, jadi saya bisa bebas mengikuti diskusi sampai selesai.

Sebenarnya diskusi ini mengundang orang tua/wali murid Taman Penitipan Anak, PAUD, KB, dan TK Nurul Iman. Namun, yang datang hanya beberapa orang saja, selebihnya adalah guru dan pengasuh penitipan anak. Dalam diskusi ini, mengundang pembicara Bapak Muhammad Nasyir atau Kak Nasyir. Kak Nasyir aktif di Istana Dongeng Nusantara.

Materi yang disampaikan kali ini adalah hubungan baik antara orang tua dengan anak. Hubungan orang tua dan anak bisa terjalin baik apabila orang tua melakukan 3 hal, sebagai berikut.

1. Orang tua selalu kelihatan bahagia di depan anak
Setiap orang tua harus kelihatan bahagia di depan anak. Bila orang tua bekerja dan memiliki waktu untuk menjemput anak, sebaiknya kondisi badan segar, bersih, dan wangi. Ketika bertemu anak, orang tua menyambut mereka dengan pelukan dan ciuman. Bila anak belum mau diajak pulang, maka kesempatan baik bagi orang tua untuk ikut bermain bersama anak.

Bila anak-anaknya sudah remaja, pelukan untuk anak juga bukan hal yang tabu. Hanya saja, mungkin tidak sama bila berhadapan dengan putra-putrinya yang masih kecil. Menunjukkan kebahagiaan di wajah, memberikan dampak positif terhadap anak. Tingggalkan duka lara, jangan menunjukkan wajah muram, mbesengut, sedih, dan lain-lain. Pokoknya orang tua harus kelihatan bahagia di depan anak.

2. Mengetahui kelebihan anak dan memberikan perhatian
Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan. Orang tua wajib fokus pada kelebihan anak. Gali kelebihan dan potensi anak. Berikan motivasi agar kelebihan anak menjadikan dia memiliki percaya diri. Lupakan kekurangan anak! Sebagai orang tua, lebih tahu kelebihan anak.

Dari kelebihan ini, orang tua dapat mengarahkan anak-anaknya. Orang tua bisa mengarahkan anak-anaknya menekuni hobi tertentu sesuai dengan kelebihan tersebut. Jangan pernah memaksa anak untuk melakukan suatu hal bila dia tak menyukainya. Apabila anak-anak melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya, maka hasilnya nanti akan memuaskan.

3. Memuji kelebihan dan prestasi yang dicapai anak
Sebagai orang tua yang baik, tentu tidak akan membandingkan anak-anaknya dengan anak lain. Tiap anak memiliki kelebihan, di mana antara satu dengan yang lain berbeda. Orang tua tidak perlu membandingkan anak yang satu dengan lainnya, apalagi dengan temannya. Sebab, seorang anak lemah di satu bidang, tapi unggul di bidang lainnya. Mungkin ada anak yang lemah di bidang akademik, tapi unggul di bidang keterampilan.

Daripada sibuk membanding-bandingkan, lebih baik memuji kelebihan dan prestasi yang sudah diraih anak. Selain membuat anak bangga, pujian akan memberikan motivasi, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Kenali kelebihan anak, dukung, dan pujilah prestasinya.



Sabtu, 08 Desember 2018

Cerpen Yang Menggigit


Nulis cerpen itu gampang, tinggal nulis. Mau nulis panjang, ya ceritanya dibuat panjang. Mau nulis sangat pendek atau berupa fiksi mini, ya ceritanya dibuat singkat. Nulis cerpen bisa fleksibel, menurut selera, apalagi bagi pemula yang baru belajar nulis seperti saya. Dalam menulis cerpen, yang sulit adalah nulis cerpen yang benar-benar menggigit. Ada gertakan, kehebohan, keharuan, dan lain-lain yang sifatnya menggigit. 

Ternyata tidak mudah "menciptakan suasana menggigit" lantaran unsur keakuan penulis masih mengikuti karakter tokoh dalam tulisan. Kadang-kadang penulis tidak tega bila menciptakan tokoh yang  melakukan kekerasan atau perilaku yang memang kurang sreg menurut penulis.

Jadi penulis itu kadang-kadang "keakuannya" masuk dalam sifat tokoh dalam cerpen. Memang kalau mau membuat cerpen menggigit, penulis harus keluar dari zona nyaman dan tinggalkan keakuan itu. Karakter tokoh jangan dipengaruhi karakter penulis. 

Nulis cerpen yang menggigit, harus berpikir lebih lama. Kalau cerpen sudah selesai, tulisan perlu dikonsultasikan ke pakarnya atau mentornya. Tujuannya adalah agar cerpen yang ditulis benar-benar berkualitas. Namun, jangan khawatir, semua bisa dipelajari dan segera nulis nulis dan nulis. Jangan menyerah dan berhenti nulis gara-gara cerpennya enggak menggigit.

Pada saat ini banyak komunitas, lembaga penulisan, atau pelatihan menulis. Kita bisa belajar menulis mulai dari nol. Asal kita menurut instruksi dari mentor dan mengerjakan tugas yang diberikan, pasti ada kemajuan yang berarti dalam belajar. Kalau mau cerpen yang ditulis menggigit, yuk banyak latihan menulis cerpen. Mulailah membaca cerpen karya orang lain. Setelah itu pelajari cerpen tersebut. Lalu, terapkan dengan baik.  

Kamis, 06 Desember 2018

Prestasi Menulis

Tahun 2018 ini, banyak impian yang belum bisa terwujud. Bagi saya tak mengapa, sebab setiap rencana manusia yang menetapkan adalah Allah. Kalau saat ini masih banyak rencana yang belum terwujud, setidaknya saya telah berusaha keras.

Namun, ada sesuatu di luar dugaan yang bisa saya raih. Allah memang Maha Adil. Saat keberhasilan tak memihak padaku, tapi keberhasilan yang tak terencana malah justru hadir.

Untuk menambah semangat, kegagalan atau belum terwujudnya suatu rencana tak perlu diratapi. Saya fokus pada keberhasilan yang tanpa terduga tersebut. Ada rasa bahagia ketika mendapatkan kejutan, prestasi tak dinyana, dan langkah-langkah kecil mulai berjalan.

Alhamdulillah, puji syukur senantiasa saya ucapkan atas keberhasilan yang saya raih. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi saya untuk melangkahkan kaki ke jalan yang lurus dan benar. Semoga saya mendapatkan keberkahan dari kepingan-kepingan rezeki yang datang tanpa dinyana.

Maka nikmat manakah yang kamu dustakan, Im?
Tahun yang akan datang, rencananya akan menulis buku anak. Semoga terkabul. amin.

Rabu, 05 Desember 2018

KETEMU MANTAN DI KANTOR PENGADILAN AGAMA

Aku berusaha menguatkan temanku. Kuat, kamu harus kuat. Jangan ada air mata dalam drama ini. Kamu berani mengambil keputusan, berarti kamu sudah menyiapkan mental.

Aku duduk di ruang tunggu. Kulihat muka-muka kusut dan murung memenuhi ruang tunggu. Mungkin keberadaan mereka di sini dengan tujuan yang sama, yaitu mengurus perceraian.

Kantor Pengadilan Agama adalah tempat menakutkan bagiku. Masalah keluarga yang tak lagi bisa diselesaikan dengan kepala dingin, akan berakhir di sini. Seperti halnya Diva, teman dekatku. 

Kubuka buku yang aku bawa dari rumah. Untuk mengisi waktu luang, kusempatkan membaca beberapa lembar halaman. Paling tidak, aku tidak menganggur.

Tiba-tiba aku mendengar suara laki-laki yang tak asing di telingaku. Laki-laki yang pernah meninggalkan luka di hatiku. Ada apa dengan laki-laki itu? Mengapa dia berada di sini? Aku yakin, dia memiliki urusan sendiri. Tidak mungkin dia sedang mencariku karena suatu kepentingan.  

Laki-laki itu memandangku. "Maharani, ada apa kamu di sini?"
"Tidak apa-apa. Kamu sendiri, kenapa berada di sini?"
"Mau sidang. Hari ini adalah pembacaan keputusan."
"Oh!"

Oh, ternyata usia pernikahanmu yang baru seumur jagung, harus berakhir di Pengadilan Agama. Semoga hari ini kamu mendapatkan keputusan yang terbaik. Ternyata menikah bukan sekadar adanya ijab qobul, melainkan banyak yang harus dipertimbangkan.

Terima kasih, dulu kamu telah memberikan luka. Beruntung aku, hubungan kita berakhir di saat pendekatan. Andai telah terjadi pernikahan, pasti aku lebih terluka.

Jumat, 30 November 2018

DUA RAKAAT SALAT DUHA SETIAP PAGI

Pernahkah Anda melakukan salat Duha? Belum? Yuk, mulai sekarang mengerjakan salat Duha. Loh, salat Duha kan nggak wajib, melainkan sunat. Betul, tapi kalau yang sunat berpahala, apakah tak sayang untuk ditinggalkan? Sayang loh. Coba, berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk bekerja, mengurus rumah tangga, mengurus anak, me time, buka-buka gadget, dan lain-lain? Lama juga ya untuk melakukan aktivitas yang saya sebutkan di atas.

Bandingkan, berapa menit waktu yang kita gunakan untuk melakukan salat Duha? Mungkin tak sampai 10 menit, malah 5 menit saja. Namun, selalu ada alasan untuk meninggalkan salat Duha. Alasan klasik yang tidak bisa diganggu gugat adalah repot dan tak ada waktu. Saudara, 5 menit saja. Yuk, luangkan waktu untuk melakukan 2 rakaat salat Duha! Dua rakaat saja. Kalau sudah terbiasa, mungkin bisa ditambah menjadi 4 rakaat sampai 8 rakaat.

Sebenarnya, salat Duha ringan untuk dikerjakan. Salat Duha dikerjakan minimal 2 rakaat. Waktu untuk pelaksanaan salat Duha adalah waktu matahari naik setinggi tombak sampai tergelincir matahari. 

Dari Abu Hurairah. Ia berkata, "Kekasihku (Rasulullah s.a.w) telah berpesan kepadaku tiga macam pesan: (1) puasa 3 hari setiap bulan, (2) shalat Dhuha dua rakaat, dan (3) shalat witir sebelum tidur." (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kalau sudah tahu keutamaan salat Duha, pasti tak ingin meninggalkannya tiap hari. Yuk, kerjakan salat Duha saat istirahat pagi (sekitar jam 9-10). Berhentilah beraktivitas barang 10 menit.  Setelah mengerjakan salat Duha, aktivitas bisa dilanjutkan kembali.

Kamis, 29 November 2018

SATU RAKAAT SHALAT WITIR SEBELUM TIDUR

Kita harus menjemput ilmu. Kalau mau mendapatkan ilmu harus menunggu dia datang, wah kelamaan. Mumpung sehat, mumpung kuat, mumpung ada waktu luang, datangi majelis ilmu.


Bagi Ibu rumah tangga yang memiliki banyak waktu luang, kita bisa melakukan amalan-amalan kecil di rumah. Pagi hari, luangkan waktu untuk salat Duha. Setelah itu bisa dilanjutkan membaca zikir sebanyak-banyaknya. Tentu saja zikir yang kita baca harus sesuai dengan tuntunan Nabi. Kita juga bisa membaca Alquran, menghafalkan surat-surat pendek, dan lain-lain. Apa yang kita lakukan bila diniatkan karena Allah, insya Allah mendapatkan pahala.

Setelah pekerjaan rumah selesai, kita bisa melakukan kegiatan yang dapat menambah penghasilan keluarga. Misalnya, berbisnis, baik yang dilakukan secara online maupun offline. 

Malam hari setelah menemani putra-putri belajar, kita bisa beristirahat tidur. Sebelum tidur, sebaiknya salat Isya dikerjakan terlebih dahulu. Selain salat wajib, ada salat sunah yang bisa kita kerjakan, yaitu salat witir. Salat witir bilangan rakaatnya adalah ganjil. Paling sedikit salat witir dikerjakan sebanyak 1 rakaat. Wah, ringan ya. Kelihatannya memang ringan, tapi bagi yang belum terbiasa, tetap saja berat.

Untuk itu, sekarang waktunya untuk memperbanyak amal ibadah. Meskipun ringan, jangan sampai kita menyepelekan salat witir. Bila mampu, kita bisa melakukan salat witir dengan 3, 5, atau 7 rakaat.

Rabu, 28 November 2018

Motivasi Belajar di Rumah Anak SD

Si kecil sudah 8 tahun, kelas 2 SD. Dulu saya sempat khawatir dengan akademiknya. Menurut saya dia lambat dalam mengerjakan soal. Selain lambat menjawab soal, juga sepertinya kurang suka untuk membaca soal. Tiap latihan soal hasilnya kurang optimal.

Namun, kekhawatiran tersebut sirna seketika saat si kecil mau diajak duduk bersama. Membaca buku bersama dan mengerjakan soal bersama menjadi kebiasaan kami setiap malam. Barangkali sekarang sudah waktunya si kecil untuk serius belajar. Ternyata si kecil bisa diajak berpikir dan ikhlas menghadapi saya.

Meski belum signifikan kemajuannya, tapi paling tidak sudah ada perubahan. Sambil berjalan, saya mulai mencari penyebab dia kurang suka membaca pada waktu dahulu. Ternyata ada hubungan antara lancar dan cakap dalam membaca dengan motivasi mengerjakan soal.

Kenyataannya, sekarang setelah lancar membaca, si kecil memiliki kesadaran untuk belajar. Namun, saya tetap harus sabar dan menjaga kewarasan saya. Si kecil tidak 100% konsentrasi belajar. Dia minta imbalan bila sudah mau membaca. Imbalannya berupa bermain di sela-sela belajar.

Bermain apa, sih? Bermain sesuka hatinya, tidak hanya satu macam permainan. Mungkin dengan cara ini dia mau belajar. Sebagai Ibu yang baik, saya harus tetap menjaga kewarasan saya. 

Kadang-kadang imbalannya sedikit berat bagi saya, yaitu berkunjung ke rumah saudara pada malam keesokan harinya. Saya tidak mau bila berkunjung ke rumah saudara pada malam hari, karena pulang dari bepergian, dia pasti langsung klipuk alias tidur. Kalau pas malam Minggu, saya mau-mau saja.

Rasanya sudah pada waktunya si kecil serius untuk belajar. Semoga karena tidak dipaksa ini, si kecil mau belajar dengan serius. Tetap konsisten ya, Le!


Senin, 26 November 2018

Tips Merapikan dan Membersihkan Dapur

Merapikan dan Membersihkan Dapur

Sejak bekerja di rumah, banyak waktu yang saya miliki untuk membereskan rumah. Saya membagi waktu untuk ibadah, bekerja, mengatur keluarga dan rumah, me time, dan lain-lain. Saya sangat bersyukur karena sekarang bisa tidak perlu terburu-buru untuk melakukan aktivitas yang ada kaitannya dengan pekerjaan saya. 

Dahulu, ketika masih mengajar dengan jadwal kerja yang sedemikian ketat, saya tidak sempat untuk membereskan rumah secara menyeluruh dan optimal. Sementara saya orangnya tidak mau merepotkan suami. Apa yang bisa saya kerjakan sendiri, ya saya kerjakan. Kalau sudah sangat terpaksa maka saya baru minta bantuan. 

Oleh karena banyak waktu luang yang bisa saya gunakan untuk membaca, maka saya memanfaatkan waktu untuk membaca buku dan membuka tips-tips yang bisa membantu saya. Saya paling suka membaca tips-tips yang ada kaitannya dengan pekerjaan rumah. Salah satu  pekerjaan rumah yang harus saya selesaikan adalah membereskan dapur.

Dapur adalah ruangan yang selalu saya kunjungi. Sebagian besar waktu saya habis berada di dapur. Mulai dari memasak, membuat minum, menyiapkan semuanya untuk anak, dan lain-lain. Dapur bukan hanya untuk aktivitas memasak. Dapur yang berdekatan dengan kamar mandi dan tempat mencuci baju, membuat aktivitas dapur selalu saling berganti dengan aktivitas mencuci baju. Kebetulan saya mencuci pakaian dengan bantuan mesin cuci. Jadi, memasak dan mencuci bisa dilakukan bersama-sama.

Nah, pada tips merapikan rumah secara cepat, disebutkan bahwa membuat jadwal membereskan tempat satu ruangan secara total sampai selesai. Saya memulai dengan membereskan dan merapikan dapur, kamar mandi dan tempat cuci. Rasanya waktu begitu cepat berlalu dan pekerjaan jadi menyenangkan mana kala saya mengerjakan pekerjaan sampai selesai hanya di dapur. Hasilnya memang menggembirakan. Dibandingkan membersihkan dan merapikan semua ruangan, merapikan satu tempat lebih memuaskan hasilnya.

Selain tempat menjadi bersih, saya juga jadi ingin mengubah suasana dapur tanpa mengeluarkan biaya. Mengganti suasana, membuat saya melakukan pekerjaan tambah semangat. 

Hari kedua besok, saya akan pindah tempat yang akan dibereskan dan dirapikan. Sepertinya dengan cara ini hasilnya lebih optimal. 

Rabu, 21 November 2018

Inilah 18 Permainan Tradisional Pererat Kebersamaan

Dunia anak-anak adalah dunia bermain yang menyenangkan. Bagi anak-anak, hal yang menyenangkan adalah bermain bersama teman-teman. bermain bersama teman-teman lebih menyenangkan daripada bermain sendiri.

Pada saat ini terjadi pergeseran anak-anak dalam bermain. Sekarang anak cenderung lebih asyik bermain sendiri. Asyik dan sibuk dengan dirinya sendiri. Sebenarnya banyak keuntungan yang diperoleh bila bermain bersama teman-temannya. Yang jelas lebih seru dan menyenangkan.

Dulu, banyak permainan yang membutuhkan kerja kelompok. Dalam suatu permainan, ada dua atau tiga tim yang saling berhadapan. Nantinya, akan didapat tim yang menang dan yang kalah. Di sini, ada sikap jujur yang perlu dijunjung. Bermain secara jujur adalah pendidikan karakter melalui permainan.

Tim yang menang dan yang kalah harus menerima keputusan dengan sportif. Di arena permainan mereka akan saling bermusuhan. Namun, setelah permainan selesai dan mereka keluar dari arena, mereka tetap menjadi teman. 

Biasanya, dalam permainan kelompok, anggota tim akan memberikan dukungan dan semangat. Dengan demikian, suasana permainan ramai dan lebih seru.

Permainan apa saja yang bisa dilakukan dengan cara berkelompok? Nah, ini dia permainan tradisional (zaman old) yang dilakukan secara berkelompok:
1. Gobak sodor
2. Lompat tali,
3. Boi-boi bola,
4. Sepak sekong,
5. Benteng-bentengan
6. Kasti, 
7. Sepak bola,
8. Bakiak  

Permainan yang dilakukan secara individual, bukan kelompok adalah:
1. Engklek/ingling
2. Dakon/congklak
3. ABC lima dasar
4. Egrang,
5. Kelereng,
6. Bola bekel
7. Layang-layang,
8. Cublak-cublak suweng,
9. Balap karung,
10. Ular naga.

Baik  yang dilakukan secara individu maupun berkelompok, permainan tersebut dilakukan oleh banyak anak secara bersama-sama. Keseruan mereka karena bermain bersama teman-temannya. Anak-anak yang awalnya sedih, akan berubah menjadi gembira ketika berkumpul bersama teman-temannya. Mereka akrab satu sama lain.  

Selasa, 20 November 2018

MENGENAL DUNIA PENERBITAN, NASIB NASKAH DI TANGAN EDITOR



Hari Selasa, 20 November 2018, IIDN Solo Raya menyelenggarakan kopdar. Kopdar diselenggarakan di Joglo, Makamhaji. Kopdar kali ini menghadirkan narasumber Ustaz Wahyudi. Kopdar dihadiri oleh anggota IIDN Solo Raya dan beberapa undangan dari luar anggota.

Beberapa hal yang disampaikan adalah sebagai berikut:
1. Kegiatan menulis dianut oleh 2 golongan, yaitu golongan Pragmatis dan golongan Idealis.

Menurut golongan yang menganut pragmatis, kegiatan menulis dilakukan untuk:
a. mendapatkan imbalan berupa materi atau uang,
b. menjadi terkenal,
c. mendapat pengakuan dari sejawat,
d. mendapat poin untuk kenaikan jabatan,
e. mendapatkan promosi jabatan, dan
f. melakukan kegiatan menulis demi kesenangan.  

Menurut golongan yang menganut idealis, kegiatan menulis dilakukan untuk:
a. berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman pada orang lain,
b. menjadi amal jariyah,
c. membantah pemikiran yang dianggap kuna,
d. mewariskan sesuatu pada anak cucu,
e. menyebarkan ajaran agama atau berdakwah, dan
f. menyiapkan bahan ajar.

2. Alur naskah. Proses garap naskah oleh penerbit
a. Naskah ACC, setelah melalui rapat redaksi, naskah yang masuk dinyatakan diterima dan siap diterbitkan.
b. Editor naskah, naskah dibaca secara utuh, agar diketahui pesan yang akan disampaikan penulis. Kemudian diberi catatan-catatan, baik dalam sistematika, bahasa, dan kontennya.
c. Editor bahasa, pengecekan tata bahasa, kosa kata, typo, EYD, penyesuaian bahasa khas penerbit (selingkung).
d. Layouter, disetting sesuai dengan ukuran yang telah diorderkan pimpinan redaksi. Tata letak dibuat semenarik mungkin. 
e. Proof reader, pengecekan naskah yang disetting layout dengan menggunakan hardcopy pra cetak
f. Percetakan, proses cetak buku pada pihak ketiga. Buku siap terbit.

3. Alur Cover, proses kreatif desain cover buku
a. Tim kreatif, pembahasan desain cover antara pimpinan redaksi, marketing dan tim kreatif, untuk menentukan konsep desain. Dimulai dari pemilihan warna dan pemilihan font.
b. Desainer Grafis, konsep dari tim kreatif diberikan desainer grafis untuk bisa diterjemahkan dalam bentuk visual.
c. Percetakan, proses cetak di perusahaan percetakan.

4. Diskusi, tanya jawab. 
a. Naskah yang tidak diterima, akan dikembalikan kepada penulis.
b. Blog sangat penting bagi narasumber. 
c. Bila mengisi blog, diniatkan untuk berbagi. Kalau dengan niat mencari penghasilan, bila tak mendapatkan penghasilan dari blog, maka akan malas untuk mengisi blog.
d. Menulis diniatkan untuk berbagi, bila mendapatkan uang dari menulis, anggap saja merupakan bonus.
e. Dalam satu tahun, penerbit telah menyiapkan naskah yang siap diterbitkan tiap bulan. Di samping konten yang sudah disiapkan, penerbit juga mengikuti permintaan pasar. 
f. Pustaka Arofah, menerbitkan buku-buku Islami. 
g. Penerbit menerima naskah penulis yang pernah dibukukan, bila masa kerja sama dengan penerbit lain telah habis. Naskah tersebut 50% diganti isinya.
h. Penerbit menerima naskah dari penulis yang sesuai dengan misi dan visi penerbit.

Kopdar kali memang seru. Bagi yang tidak hadir, rugi lo. Di akhir acara, Mbak Hana memberikan sayembara dengan hadiah tiket pelatihan dari Mbak Widyanti Yuliandari, blogger kece dan Ketua IIDN Pusat. Sayembaranya adalah menulis jalannya acara kopdar ini lalu dikirim ke admin IIDN Solo Raya.

Sampai bertemu pada Kopdar IIDN Solo Raya berikutnya, yakni ulang tahun IIDN yang kelima.


MENULIS CERITA ANAK MERUPAKAN TANTANGAN BERAT


Menulis cerita anak ternyata tidak segampang yang kita bayangkan. Cerita anak bukanlah cerita orang dewasa yang dibuat dengan tokoh anak-anak. Bukan, bukan seperti itu! Tokoh-tokoh dalam sebuah cerita anak bisa saja anak-anak, orang dewasa, hewan, benda, dan lain-lain.

Dalam menuliskan cerita anak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Misalnya penggunaan kata-kata dan penulisan kalimat. Kata-kata yang digunakan harus ramah dengan anak. Tidak boleh ada kata-kata yang menunjukkan suatu tindakan kekerasan. Kalimat yang digunakan harus kalimat sederhana. Kalimatnya pendek-pendek, tidak mengandung kalimat majemuk yang bisa membingungkan anak-anak.

Anak-anak akan merasa nyaman membaca cerita bila mereka berhasil menuntaskan bacaannya. Cerita anak bisa berupa cerita sehari-hari, fabel, dongeng, cerita rakyat, cerita misteri, detektif dan lain-lain.

Dalam sebulan ini, saya mendapat tantangan untuk menulis cerita rakyat nusantara. Cerita yang diambil dari beberapa kota/daerah di nusantara. Ceritanya bebas tapi tetap memenuhi kaidah penulisan cerita anak. Ternyata tidak mudah untuk menceritakan kembali, cerita rakyat yang sudah ada.

Saya harus bekerja keras untuk memilih kata-kata yang tepat, yang tidak mengandung unsur kekerasan, menghindari kisah percintaan dengan bahasa orang dewasa. Tidak gampang menulis cerita anak, bukan berarti tidak bisa. Banyak cara untuk bisa menulis cerita anak. Salah satu cara yang efektif adalah banyak belajar menulis cerita anak.

Agar tulisan kita ada yang menilai, maka perlu bergabung dengan komunitas penulis. Di dalam komunitas penulis ini, kita bisa belajar dari mereka yang sudah senior. Yang penting, ketika tulisan kita banyak kritikan, masukan, dan saran, kita tidak mudah tersinggung. Terima saja kritikan, masukan, dan saran dari mereka. Dari situlah akan banyak perubahan-perubahan dalam menulis.

Membaca cerita anak yang ditulis orang lain sebanyak-banyaknya. Kita hanya perlu mempelajari gaya bahasa dari seorang penulis, tapi kita memiliki gaya menulis sendiri.

Suatu hari salah satu cerita anak yang saya tulis mendapatkan komentar dari pembaca. Komentar tersebut berisi tentang konsistensi gaya bahasa yang saya tulis.  Dia memberikan komentar: itu bahasanya Mbak Ima banget! Katanya ada ciri khas dalam penulisan cerita anak tersebut. Mungkin saya tidak menyadari hal itu, justru orang lain memperhatikannya.

Yuk, menulis cerita anak. Menulis cerita anak itu gampang kok, asal kita sudah tahu aturannya. 

PINGSAN DI SAWAH DITEMUKAN ORANG LAIN



Beberapa tahun yang lalu, pemilik sawah sebelah rumah saya, sebut saja Pak Fulan, pingsan di sawah selama lebih dari 10 jam. Pak Fulan biasa menengok sawah pada pagi hari dan pulang ke rumah pada sore hari. Sepeda yang dipakai biasanya hanya ditaruh di dekat rumah tetangga.

Sore itu, sepeda Pak Fulan tetap berada di dekat rumah tetangga. Pemilik rumah kebetulan sibuk, jadi tidak begitu memperhatikan keadaan sekeliling. Barulah pada keesokan harinya, Pak Fulan berjalan dari sawah menuju rumah tetangga. Dia minta tolong tetangga untuk diantar pulang.

Pak Fulan diantar tetangga pulang ke rumah, sementara sepedanya tetap ditinggal di rumah tetangga. Setelah diantar ke rumah, Pak Fulan oleh keluarganya dibawa ke rumah sakit. Oleh karena kelelahan, Pak Fulan pingsan. Beruntung, saat itu tidak hujan dan tidak ada binatang berbahaya yang mengganggu keselamatannya.

Hari Ahad kemarin, saya diberi tahu suami bahwa Pak Suki yang tinggal di kampung sebelah ditemukan tetangga pingsan di sawah. Pak Suki segera dibawa ke rumah sakit. hampir sama dengan Pak Fulan, Pak Suki juga pingsan karena kelelahan.

Pak Fulan dan pak Suki adalah petani yang menggarap sawah di dekat rumah saya. Biasanya pada musim tanam seperti ini, para petani sudah mulai sibuk di sawah. Karena suatu hal, mereka akan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Kadang-kadang mereka tidak mengingat usia yang tak lagi muda, bekerja dengan tenaga dikuras. Kalau sudah begitu, tenaganya habis dan sumber tenaga sangat kurang (lupa makan).

Sebaiknya bekerja dengan mengukur kemampuannya. Jangan sampai bekerja keras tapi mengabaikan kesehatan. Tenaga terkuras habis, kurang istirahat, kurang makan makanan bergizi dan banyak pikiran, bisa jadi penyebab serangan jantung mendadak. Apalagi bagi mereka yang bekerja di lapangan yang cukup terik atau sering kena hujan. Sebaiknya ukur kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas.   

Minggu, 18 November 2018

SAYUR BAYAM BUMBU BRAMBANG SALAM




Waktu masih kecil, Bapak dan Ibu sering memasak sayur bayam bumbu brambang salam. Sayur ini cocok dimakan selagi hangat dengan lauk tempe garit. Saya suka sayur ini karena rasanya manis.

Setelah saya menikah, di Karanganyar juga ada sayur bayam mirip yang ini. Hanya saja bumbunya berbeda. Kalau di Karanganyar, sayur bayam ini dinamakan sayur bening dengan rasa gurih.

Sewaktu saya mudik, Bapak bilang ingin makan sayur bayam bumbu brambang salam. Bapak sudah menyiapkan bayam dan ditaruh di kulkas. Saya tinggal memasak saja karena semua bumbu juga sudah ada.

Bahan-bahan
1 ikat bayam ukuran sedang
2 siung bawang merah (brambang, Bahasa Jawa)
3 lembar daun salam
2 buah gula Jawa ukuran kecil
2 gelas air bersih
Garam dan bumbu masak sesuai selera

Cara memasak
1.    Daun bayam, daun salam dicuci bersih
2.    Bawang merah diiris tipis-tipis, sisihkan
3.    Masukkan irisan bawang merah dan daun salam ke dalam panci,  tambahkan air, lalu masak sampai mendidih.
4.    Masukkan gula jawa dan tunggu sampai semua gula larut.
5.    Masukkan daun bayam
6.    Tambahkan garam dan bumbu masak
7.    Bila daun bayam sudah layu, maka matikan apinya.
8.    Sayur bayam siap disantap
Bahan dan cara memasak sayur bayam bumbu brambang salam, mudah, bukan? Sayur bayam siap disantap. Yuk masak sayur bayam sendiri.

Jumat, 16 November 2018

KURANGI PORSI MAKAN UNTUK MENURUNKAN BERAT BADAN

Bagi orang yang memiliki kelebihan berat badan, tentu mendambakan tubuh bisa langsing kembali. Sebagian orang merasa tidak nyaman bila memiliki berat badan berlebihan. Banyak cara ditempuh agar sukses mengurangi berat badan.

Ada cara untuk mengurangi berat badan,  salah satunya adalah mengurangi porsi makan. Langkah kecil untuk mengurangi porsi makan adalah cukup menggunakan piring kecil. Dengan menggunakan piring kecil, porsi makan pasti akan berkurang. Dengan catatan harus sekali ambil makanan dengan piring kecil tersebut. Bila makanan sudah habis, tidak boleh mengambil makanan lagi.

Selain makanan berat, yang harus dikurangi untuk menyukseskan program mengurangi berat badan adalah mengurangi porsi makan makanan kecil. Makanan kecil dan makanan berat tersebut bisa diganti dengan sayuran dan buah.  

Banyak hambatan dalam upaya menurunkan berat badan. Banyak godaan datang sehingga program menurunkan berat badan gagal. Sabar menghadapi godaan adalah salah satu kuncinya. Kalau sudah memiliki komitmen untuk menurunkan berat badan, maka akan berhasil melawan godaan yang datang.

Program menurunkan berat badan tidak perlu dengan cara ketat dan sadis. Makanan yang dikonsumsi tetap mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Hanya saja, porsi karbohidrat dan makanan yang mengandung gula dikurangi. Mengurangi karbohidrat dan makanan yang mengandung gula, bukan pantang karbohidrat dan makanan yang mengandung gula sama sekali.

Tubuh kita memerlukan asupan gizi yang cukup agar sehat. Bila kekurangan unsur makanan yang dibutuhkan, maka kita akan gampang jatuh sakit. 

Kamis, 15 November 2018

Belajar Matematika dengan Mudah Bagi Anak-anak

Mari belajar matematika. Matematika itu tidak sulit kok asal sudah sesuai dengan bidang yang akan kita dalami.

Kalau memang hanya mau berwirausaha, tidak perlu belajar limit dan integral. Tidak perlu mempelajari sin, cos, dan tg. Cukup matematika sederhana (+, -, x, dan :) dan prosentase saja.

Kalau memang mau terjun di bidang teknik, baru mempelajari matematika yang ada kaitannya dengan teknik. Dengan demikian, belajar matematika jadi menyenangkan, bukan malah memusingkan kepala.

Membaca koran yang terbit hari ini, saya jadi tersenyum geli. Ulasannya panjang, saya menyoroti tentang bukunya saja.

Anak kelas 1 SD, soal matematikanya adalah soal cerita dengan narasi panjang, sepanjang jalan kenangan. La wong bisa membaca juga belum lama, bagaimana anak kelas 1 SD mau bisa menjawab. Paham soalnya saja tidak.

Anak kelas 2 SD semester 1 awal masuk. Soal matematikanya berupa perkalian majemuk (menurut saya). Contoh: 8 x 2 x 3.
Bro, 8 x 2 cah kelas 2 anyar, mikirnya lama. Gimana anak gak bilang kalau matematika sulit? Matematika model soalnya gitu, sulit! Anak-anak baru membaca soalnya saja sudah menyerah. Padahal kalau dibimbing pelan-pelan dan dengan sabar, anak-anak bisa. Namun, di sekolah saat tes tidak boleh dibimbing, bukan?

Belum lagi materi pembagian, tambah sulit menyampaikannya. Jadi, wajar kan kalau anak-anak bilang matematika sulit. Perkalian bilangan 1-10 saja belum hafal. Bagaimana mungkin mereka bisa menghafal pembagian sederhana?

Lalu pelajaran apa yang tidak sulit menurut anak-anak? OLAHRAGA! Kata mereka olahraga adalah pelajaran menyenangkan dan gampang. Hari di mana ada pelajaran olahraga selalu ditunggu.

Kini, orang tua banyak yang mendamba, pelajaran matematika menyenangkan dan dianggap gampang oleh anak-anak. Meskipun yang sekolah adalah anaknya, orang tua juga ikut pusing memikirkan pelajaran matematika.

#kahfinoer