Jumat, 02 Februari 2018

BIJAK MENGKONSUMSI OBAT

noerimakaltsum.com

noerimakaltsum.com. Bila ada 2 pilihan dan saya diminta untuk memilih antara kondisi tubuh sehat atau sakit, saya akan memilih kondisi tubuh sehat. Bila tubuh sedang sakit, saya tidak akan sembarang minum obat untuk mengobatinya. Sebisa mungkin, saya menghindari obat.

Bila masih memungkinkan, saya akan mengkonsumsi makanan atau minuman alami untuk mengusir penyakit. Mengapa demikian? Ada beberapa alasan saya menghindari obat di antaranya adalah saya alergi terhadap beberapa obat dan agar saya tidak tergantung dengan obat-obatan.

Alhamdulillah, saya jarang sakit. Kalaupun sesekali sakit, itu juga sakit yang ringan, misalnya pusing dan diare. Kalau pusing, saya tidak segera minum obat. Biasanya, saya kenali dahulu penyebab pusing. Apakah pusing disebabkan karena belum makan, kepanasan, datang bulan, kehujanan, kedinginan, atau terganggu keseimbangan tubuh alias masuk angin. Demikian juga dengan diare, apakah karena masuk angin, kebanyakan makan pedas, atau keracunan makanan.

Saya akan mengambil langkah secara alami dahulu (kebiasaan saya). Kalau memang karena belum makan, saya akan makan terlebih dahulu ketika pusing. Bila pusing karena kepanasan, saya akan makan dan minum teh panas. Bila pusing disebabkan kehujanan, kedinginan, dan masuk angin, biasanya minum teh panas dikombinasi dengan “program membuka pori-pori kulit” alias kerokan.

Untuk kerokan, tidak selalu bagian punggung. Bagian yang dikerok cukup lengan atas dan bawah (kiri dan kanan) serta pundak. Selain itu melumuri minyak kayu putih pada bagian badan atau mengoleskan kayu putih yang lebih panas di leher/pundak.

Pusing kepala saat selesai datang bulan/menstruasi, berarti hanya perlu sayuran hijau. Kalau yang ini saya memakai jalan pintas, yaitu mengkonsumsi nasi masakan Padang. Dengan mengkonsumsi masakan Padang, dijamin kepala menjadi “pyar-pyar”, pusing-pusing enyah, dan mata semakin nyaman (apalagi lihat uang 100.000-an).

Bagaimana kalau sudah menempuh cara alami, tetap saja pusing? Kalau dalam terjepit, saya akan mengkonsumsi obat. Mengkonsumsi obat juga tidak akan sembarangan. Saat pusing, saya akan minum Parasetamol. Kalau masih kuat beraktifitas, setelah minum obat saya akan melakukan aktifitas. Bila ternyata kepala terasa berat, saya cukup rebahan.

Seandainya minum parasetamol tidak ada perkembangan, langkah selanjutnya adalah ke dokter. Akan tetapi, hal itu jarang saya lakukan. Kalau sering ke dokter, nanti saya jadi ketergantungan terhadap obat tertentu.

Kalau diare, saya akan minum oralit yang saya buat sendiri. Oralit yang saya maksud adalah teh kental (sepat) manis ditambah sedikit garam. Langkah ini saya tempuh bila diare tidak terlalu parah. Kalau minum oralit tetap belum ada perubahan, saya minum obat anti diare. (kalau dulu, bila diare saya minum air rebusan daun, batang, akar meniran. Minum rebusan air meniran biasanya diare langsung mampet).

Saya alergi terhadap beberapa obat, di antaranya adalah antalgin dan antibiotik Pinisilin. Bila saya sakit dan harus ke dokter, saya harus mengatakan alergi obat ini kepada dokter. Saya mulai alergi terhadap obat-obat tersebut setelah melahirkan anak pertama tahun 2000. Sebelumnya, saya tidak masalah bila minum obat tersebut.

Dengan demikian, saya tidak bisa bebas minum obat yang dijual bebas. Saya tahu, obat-obat tertentu mempunyai efek samping. Saya takut bila minum obat lalu ada reaksi dari tubuh berupa gatal-gatal dan bengkak. Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Agar tidak mudah jatuh sakit, saya harus menghindari penyebab penyakitnya. Makan secara teratur dan bergizi, tidak makan sembarangan, makanan tidak pedas, masam, (cermat dengan perubahan fisik makanan agar tidak keracunan).

Musim hujan seperti sekarang, saya membiasakan minum minuman yang bisa untuk menambah stamina dan mengusir dingin, minuman tersebut adalah jeruk nipis-kencur dan wedang jahe. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Alhamdulillah, saat usia tak muda lagi, saya dan suami tetap sehat. Dua anak saya juga sehat karena mengkonsumsi makanan yang bergizi. Di dalam keluarga, kami terbiasa sebisa mungkin menghindari obat-obatan bila sakit.  Semoga Allah senantiasa menitipkan sehat dan umur yang panjang. Amin.


Karanganyar, 2 Februari 2018