Selasa, 06 Februari 2018

PENGALAMAN RUHANI : PINDAH RUMAH

dok.yuni astuti

PENGALAMAN RUHANI
PINDAH RUMAH
Oleh : Kahfi Noer
Dua orang siswa jurusan multimedia mendekat padaku. Salah satu di antara mereka berbisik,”Bu, akhirnya Pras masuk RSJ.” Astaghfirulloh, aku hanya mampu mengucap istighfar.
“Kamu tahu dari mana?”tanyaku.
“Dari adiknya, Bu. Itu adiknya Pras mau mengambil rapor.” Kata teman Pras.
Setelah mengambil rapor, adik Pras mendekatiku dan bercerita.
“Akhir-akhir ini Mas Pras sering mengeluh kalau di sekolah sering dimarahi oleh salah seorang guru.”
Aku bisa menyimpulkan sendiri siapa orang yang dimaksud Pras.
“Mas Pras sepertinya tertekan dan semakin terpukul setelah Ibu meninggal sebulan yang lalu karena sakit. Setelah Ibu meninggal, Mas Pras kelihatan mulai berubah.
Puncaknya, setelah acara baksos, Mas Pras mengamuk. Marah-marah dengan suara dan kalimat yang kacau. Oleh karena tindakan Mas Pras membahayakan orang-orang yang ada di sekitar, maka Bapak berinisiatif membawanya ke RSJ, Bu.”
00000
Setelah ulangan akhir semester selesai, guru-guru menyelesaikan administrasi sekolah dan siswa melaksanakan jeda. Suatu hari Pras bilang padaku kalau dia mau curhat. Tentu saja aku meng-iyakan.
Pras adalah anak no 2 dari tiga bersaudara. Kakaknya sudah bekerja, dan adiknya masih sekolah. Pras, siswa yang rajin meskipun tidak pandai. Namun untuk pelajaran mesin seperti membuat benda kerja, hasilnya memuaskan. Sepulang sekolah, Pras ikut membantu orang berjualan bakso. Bapaknya Pras berprofesi sebagai tukang becak.
Pras sering dinasihati (cenderung dimarahi) oleh salah seorang guru yang masih saudara dengan pemilik yayasan. Salah satu guru tersebut suka marah-marah, kalau siswa melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan guru tersebut. Katanya, beliau dipercaya untuk mengelola sekolah oleh yayasan.
Beberapa hari sebelum masuk RSJ, Pras marah-marah di WA Grup OSIS. Orang yang disebut dan dimaki-maki adalah guru yang sering memarahinya. Pras kemudian dikeluarkan dari grup.
00000
Pras, maafkan Ibu. Sebenarnya Ibu bersedia menampung curhatmu. Sayang, sebelum sempat bercerita, kamu harus dipindahrumahkan.
Ya Allah, ampuni dosa yang telah dilakukan Pras kepada orang tua, saudara, guru, dan teman-temannya. Ya Allah, apabila sakit yang diderita Pras dikarenakan dosa dan kesalahannya, ampuni dia Ya Allah. Kembalikan dan sehatkan jiwanya, amin. (Selesai)
00000
Hikmah:
Sebagai seorang guru, aku dekat secara emosional dengan siswa. Curhat dan keluh kesah siswa, dapat mengurangi beban mental yang sedang dihadapi. Aku sering mengingatkan siswa untuk lebih dekat kepada Allah. Akan tetapi semua kembali pada kesiapan mental dan kejiwaan siswa itu sendiri.
Sumber: Majalah Hadila (Solo Peduli) Bulan Februari 2018